Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Fahri kelabakan setelah mendapat kabar dari Pak Udin jika Sita keluar rumah dengan membawa koper besar dan ada sebuah taksi yang berhenti tepat di depan rumahnya.


" Tahan dia Pak, jangan sampai dia pergi sebelum saya sampai di sana." Ucap Fahri lewat telepon.


" Baik Mas." Sahut Pak Udin mematikan ponselnya.


Fahri segera berlari cepat menuju parkiran mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Di depan rumah Fahri, Sita merasa kesal karena Pak Udin terus menahannya.


" Pak biarkan saya pergi, saya tidak mencuri apapun dari rumah ini Pak, percayalah kepada saya, kalau Bapak tidak percaya silahkan geledah koper saya." Ucap Sita menghiba.


" Maaf Mbak Sita saya tidak bisa membiarkan Mbak Sita pergi dari sini, ini perintah dari Mas Fahri."


" Apa?" Pekik Sita melotot.


" Apa Pak Udin menelepon Mas Fahri dan memberitahu hal ini?" Selidik Sita menatap tajam ke arah Pak Udin.


" Iya Mbak, saya takut kesalahan jika membiarkan Mbak Sita pergi dari sini tanpa sepengetahuan Mas Fahri." Ujar Pak Udin.


" Sial." Umpat Sita.


" Kalau begini caranya aku tidak akan bisa pergi dari sini, Mas Fahri tidak akan membiarkan aku pergi begitu saja." Gumam Sita.


" Mbak Sita mengatakan sesuatu?" Tanya Pak Udin.


" Ah tidak Pak." Sahut Sita.


Sita mendekati taksinya.


" Pak tunggu sebentar ya, saya menunggu suami saya pulang dulu." Ucap Sita kepada driver taksi.


" Iya Mbak." Sahutnya.


Nampak mobil Fahri memasuki halaman rumah. Fahri segera turun dari mobilnya lalu menghampiri Sita.


" Mau kemana kamu?" Tanya Fahri dingin.


" Pergi." Sahut Sita singkat membuat Fahri semakin geram.


" Istri saya tidak jadi pergi Pak, maaf." Ucap Fahri kepada driver taksi sambil memberikan uang ratusan sejumlah lima lembar.


" Terima kasih Pak." Sahutnya melajukan taksinya pergi dari rumah Fahri.


Fahri menarik tangan Sita masuk ke dalam rumahnya. Ia menyeret Sita ke kamarnya.


" Kau mau kabur dariku?" Tanya Fahri mendorong tubuh Sita ke atas ranjang.


" Biarkan aku pergi Mas." Ucap Sita.


" Kenapa kau ingin pergi dariku hah?" Bentak Fahri.


" Apa karena selingkuhan mu itu? Katakan Sita! Kenapa kau ingin pergi dariku." Teriak Fahri.


" Ya aku memang harus pergi darimu Mas." Bentak Sita berdiri di depan Fahri.


" Untuk apa aku tetap di sini jika kau akan menikahi wanita lain." Teriak Sita meluapkan emosinya.


" Wanita lain?" Tanya Fahri mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Kau sendiri yang bilang jika kau akan menikahi Tiara waktu itu, sekarang aku mendukungmu Mas, segera nikahi dia." Ujar Sita.


" Kau mendukungku menikahi Tiara? Kenapa? Apa karena kau juga akan menikah dengan pria itu?" Tanya Fahri.


Sita tidak bergeming. Ia terlalu malas meladeni tingkah Fahri.


" Kenapa Sita? Katakan kenapa hah?" Tanya Fahri menyentuh kedua bahu Sita.


" Katakan Sita." Bentak Fahri.


" Karena Tiara hamil anakmu." Teriak Sita.


Fahri menurunkan tangannya. Ia mundur menjauhi Sita.


" Apa? Tiara hamil anakku?" Tanya Fahri memastikan.


" Ya... Dia ke sini menemuiku, dia memohon kepadaku supaya aku meninggalkanmu karena dia dan bayinya lebih membutuhkanmu." Ucap Sita.


Tak terasa air mata menetea di pipi Sita. Ia menatap Fahri dengan tatapan sendu.


" Aku tidak sanggup melihatmu bahagia bersama Tiara dan anakmu Mas, cukup sudah kau menyakiti hatiku selama ini.. Hiks.. Aku tidak kuat menahan sakit lagi Mas, aku tidak sanggup hiks." Isak Sita.


" Aku sudah menebus kesalahanku selama ini dengan bertahan di sampingmu dan merasakan sakit karena selalu kau abaikan Mas, aku menerima apapun perlakuanmu kepadaku, walaupun kau terus berusaha menyakitiku tapi aku tidak membencimu, bahkan apapun yang kamu lakukan kepadaku aku masih mencintaimu, hatiku rapuh Mas.... Cinta yang aku miliki untukmu begitu dalam dan itu membuat rasa sakit yang selama ini aku rasakan terasa sangat sangat sakit." Ucap Sita menekan dadanya yang terasa sesak.


"Aku mohon lepaskan aku! Biarkan aku pergi, aku tidak sanggup lagi menerima rasa sakit di hatiku Mas... Hiks.. Ku mohon lepaskan aku!" Pinta Sita mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


" Sita." Fahri menarik tubuh Sita ke dalam pelukannya.


" Maafkan aku." Ucap Fahri.


" Aku minta maaf jika selama ini aku terlalu menyakitimu, maafkan aku yang telah menyusahkanmu, aku buta akan dendam ku kepadamu sampai aku tidak menyadari akan perasaanku padamu." Ucap Fahri.


" Perasaan?" Sita mengerutkan dahinya.


" Ya... Aku mencintaimu Sita, entah sejak kapan rasa ini ada di dalam hatiku, aku merasa cemburu saat kau sedang bersama pria lain, aku merasa takut akan kehilanganmu, aku ingin terus selalu bersamamu Sita, aku mencintaimu." Ungkap Fahri menatap mata Sita.


" Apa kau mau menerima cintaku?" Tanya Fahri menangkup wajah Sita.


Sita memegang kedua tangan Fahri lalu menjauhkannya dari wajahnya.


" Maaf Mas aku tidak bisa."


Jeduarrrr


Fahri tidak menyangka jika jawaban Sita tidak sesuai ekspektasinya.


" Aku tidak membutuhkan cintamu lagi Mas, aku tidak membutuhkan dirimu lagi, aku tidak membutuhkan apapun yang ada pada dirimu, maafkan aku! Aku tidak bisa menerima cintamu." Ucap Sita.


" *E*ntah mengapa aku tidak yakin akan perkataanmu Mas, aku takut jika ungkapan cinta yang kau ucapkan hanya kebohongan semata untuk menahanku di sini." Batin Sita.


" Kenapa Sita? Kenapa? Bukankah tadi kau bilang jika kau masih mencintaiku sampai sekarang? Lalu kenapa kau menolak cintaku? Bukankah ini yang kau harapkan selama ini? Kenapa Sita? Katakan padaku!" Ucap Fahri menuntut.


" Karena Tiara dan anaknya lebih membutuhkan semua itu dari pada aku, aku tidak setega itu untuk memisahkan ayah dari anaknya dan aku tidak sebaik yang kau kira, yang mau menerima wanita lain dalam pernikahannya." Sahut Sita.


" Tiara berani menemuimu di sini?' Tanya Fahri.


" Iya Mas." Sahut Sita.


" Jika aku mengatakan yang sesungguhnya, apa kau akan percaya kepadaku?" Tanya Fahri menatap Sita.

__ADS_1


" Tentang apa Mas?" Tanya Sita.


" Tentang hubunganku dengan Tiara." Sahut Fahri.


" Aku tidak yakin." Sahut Sita.


" Sekarang telepon Tiara, minta dia ke sini tapi jangan katakan jika aku ada di rumah." Ucap Fahri membuat Sita mengerutkan keningnya.


" Lakukan saja apa yang aku katakan, kau akan mengetahui kebenarannya dari mulut Tiara sendiri, dan aku harap kau akan percaya karena kau lebih mempercayai orang lain dari pada aku." Ucap Fahri menyodorkan ponselnya kepada Sita.


Sita mengambil ponsel dari tangan Fahri lalu menelepon Tiara dan melakukan seperti apa yang Fahri ucapkan.


Berbagai ucapan kebohongan Sita lakukan untuk menyakinkan Tiara jika Fahri tidak ada di rumah. Akhirnya Tiara pun mau menemuinya di rumah.


Tak lama menunggu akhirnya Tiara datang juga. Keduanya duduk di sofa ruang tamu.


" Katakan apa keputusanmu! Dan kenapa kau memintaku datang kemari." Ucap Tiara.


" Aku akan pergi." Sahut Sita menunjuk kopernya.


" Baguslah kalau itu keputusanmu, dengan begitu Fahri akan segera menikahi ku dan kami akan hidup bahagia bersama keluarga kecil kami." Ujar Tiara.


" Sebelum aku pergi, aku ingin memastikan sesuatu." Ujar Sita.


" Apa itu? Apa kau ingin memastikan jika Fahri hidup bahagia bersamaku?" Tanya Tiara.


" Kau tenang saja! Fahri pasti bahagia hidup bersamaku." Sambung Tiara.


" Bukan itu." Ucap Sita.


" Lalu?" Tanya Tiara menatap Sita.


" Aku ingin memastikan apakah bayi dalam kandunganmu adalah anaknya Mas Fahri?" Tanya Sita.


" Tentu saja, ini anakku dan Fahri. Buah cinta kami berdua." Sahut Tiara.


" Cinta yang mana yang kau maksud?"


Pertanyaan Fahri membuat Tiara terkejut. Ia menoleh ke belakang menatap Fahri yang saat ini berjalan menghampirinya.


" Fah... Fahri." Ucap Tiara gugup.


Tiba tiba keringat dingin mengucur deras di dahi Tiara.


Sita yang melihat reaksi Tiara seperti itu menjadi bingung sendiri.


" Ada apa ini? Kenapa kamu ketakutan seperti itu?" Tanya Sita menatap Tiara.


Coba tebak ada apa hayoooo...


Kasih 🌹 buat author donk... Udah double up lhoh...


Jangan lupa terus tekan like koment vote dan hadiahnya ya buat author


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu....


Miss U All....


TBC....

__ADS_1


__ADS_2