Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Calon Mama


__ADS_3

" Sayang kenapa ke sana? Kita ke sini saja." Ucap Aroon menarik tangan gadis itu tanpa menoleh.


" Hei Om lepaskan tanganku." Teriak gadis itu.


Aroon menoleh ke belakang dan.....


" Hei siapa kamu? Kenapa kamu menggandeng tanganku?" Pekik Aroon.


Gadis itu mengangkat tangannya yang masih di genggam oleh Aroon.


" Om bisa lihat sendiri kan kalau Omlah yang menggandeng tanganku, bukan aku yang menggandeng tangan Om." Ucap Gadis itu.


Aroon menatap tangannya, dan benar saja memang Ia yang menggenggam tangan gadis itu. Aroon segera melepas genggamannya.


" Ah maaf." Ucap Aroon.


" Sekarang minta maaf tadi aja marah marah, tapi nggak pa pa sih aku maklumi udah tua juga pasti udah pikun." Ucap gadis itu.


" Hei jangan sembarangan bicara ya, aku belum tua, usiaku masih tiga puluh lima tahun." Sahut Aroon.


" Ha ha ha ha masih tiga puluh lima tahun? Om bilang masih?" Ucap gadis itu tertawa.


" Iya memang kenapa?" Tanya Aroon.


" Kalau masih itu seperti aku Om, masih dua puluh tahun... Kalau Om pantasnya mah sudah tiga puluh lima tahun, udah setengah umur Om." Ejek gadis itu.


" E malah mengejek kamu ya." Geram Aroon.


" Uhhhh takut Om... Ha ha ha ha." Ucap gadis itu tertawa lepas mengejek Aroon.


" Aku jewer telinga kamu mau?" Geram Aroon.


" Ah ampun Om... Ampun." Ucap gadis itu menutup telinga dengan kedua tangannya.


" Makanya jangan meledekku." Ujar Aroon.


" OK OK baiklah." Sahut gadis itu.


" Papa." Panggil Zavran menghampiri Aroon dan gadis itu.


" Papa? Kamu anaknya Om ini?" Tanya gadis itu kepada Zavran sambil menunjuk Aroon.


" Iya Tante." Sahut Zavran.


" What???? Tante???" Pekik gadis itu membuat Zavran dan Aroon menoleh kaget ke arahnya.


" E... Salah ya?" Tanya Zavran polos.


" Panggil aku Kak Kinan aja, aku tidak setua itu hingga kamu manggil aku Tante." Ucap gadis yang ternyata bernama Kinan membuat Aroon menahan tawanya.


" Kalau mau tertawa, tertawa aja Om jangan di tahan." Cebik Kinan.


" Ha ha ha ha.... Kamu sendiri menolak tua." Ujar Aroon.


" Hei Om aku ini memang masih muda, jadi belum pantas di panggil Tante Tante." Protes Kinan.


" Bagaimana kalau aku manggilnya Mama aja?" Tanya Zavran.


" Apa? Mama? No no no....Apa apaan ini? Anak sama bapak sama aja." Ucap Kinan.


" Kenapa tidak boleh lagi?" Tanya Zavran.


" Kau bisa mematikan pasaranku anak kecil." Gumam Kinan.


Kinan membungkukkan badannya lalu membisikkan sesuatu pada Zavran.

__ADS_1


" Aku belum punya pacar jadi jangan panggil aku Mama, nanti tidak ada laki laki yang mau mendekatiku karna mereka akan mengira kalau kamu anakku, lagian kita kan nggak kenal." Ujar Kinan.


" Kau membisikkan apa pada putraku?" Tanya Aroon menatap Kinan.


" Nggak ada." Kilah Kinan.


" Tapi aku mau Kak Kinan menjadi Mamaku." Ujar Zavran polos.


" Astaga..... Dosa apa yang sudah aku lakukan di masa lalu? Begini ya adik kecil... Kakak masih muda masa' Kakak harus menjadi pasangan dari pria tua sepertinya." Sahut Kinan menunjuk Aroon.


" Aku sudah bilang kalau aku be...


" Sudah tua, udah mulai pikun ninggalin anaknya nggak tahu kemana, e.. malah menggandeng tangan perempuan cantik seperti aku." Ucap Kinan memotong ucapan Aroon.


" Kamu merasa cantik?" Tanya Aroon.


" Iya." Sahut Kinan.


" Narsis sekali kamu jadi cewek, nggak ada yang bilang tuh kalau kamu cantik." Ucap Aroon.


" Adik kecil yang tampan, Kak Kinan cantik nggak?" Tanya Kinan pada Zavran.


" Kak Kinan cantik dan Papaku tampan itu sebabnya aku mau Kak Kinan jadi Mamaku." Ujar Zavran.


" Ya ampun itu lagi." Gumam Kinan.


" Om emang Mamanya kemana? Jangan jangan Om lupa lagi ninggalin istri Om di dalam mobil." Ucap Kinan.


" Aku nggak punya Mama Kak, itu sebabnya aku ingin mencari Mama buat nemenin aku sama Papa bobok." Ucap Zavran sendu.


" Oh kasihan sekali.... Anak yang malang." Ujar Kinan mengelus kepala Zavran.


" Siapa namamu sayang?" Tanya Kinan.


" Apan? masa' namanya Apan." Ujar Kinan menatap Aroon.


" Zavran maksud dia." Ucap Aroon.


" Oh Zavran, nama yang bagus sebagus orangnya." Ucap Kinan.


" Nama Papaku juga bagus lhoh Kak, setampan orangnya." Sahut Zavran.


" Emang siapa nama Papamu?" Tanya Kinan.


" Alon." Sahut Zavran.


" Apa? Alon ha ha ha ha." Kinan kembali tertawa lepas.


" Hentikan tawamu gadis kecil." Ucap Aroon.


" Aku tertawa karna merasa lucu mendengar namamu Om, mirip judul lagu yang gini, aku mundur alon alon....


" Aroon bukan alon alon." Sahut Aroon kesal pasalnya gadis di depannya ini dari tadi selalu mengejeknya.


" Oh kirain... Yang penting bukan alun alun ya." Ejek Kinan.


" Kamu sebenarnya siapa sih? Dari tadi mengejek mulu." Cebik Aroon berkacak pinggang.


" Kenalkan aku Kinan." Ucap Kinan mengulurkan tangannya.


" Calon Mamanya Zavran." Sambung Kinan mengerlingkan setelah matanya sambil menarik tangan Aroon untuk membalas uluran tangannya.


Deg....


Jantung Aroon berdesir saat tangannya bersentuhan dengan tangan Kinan. Padahal tadi udah gandengan ya kenapa baru sekarang merasakannya? Aroon menatap Kinan dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


" Kau jadi salting Om." Ucap Kinan melepas tangannya.


" Ah tidak." Gugup Aroon.


" Zavran carilah Mama yang seumuran dengan Papamu ya, jangan Kakak." Ucap Kinan.


" Kenapa?" Tanya Zavran.


" Kasihan Kakak jika harus bersanding dengan pria setua Papamu, Bye... Sampai jumpa." Ucap Kinan berjalan meninggalkan mereka.


" Kak Kinan." Panggil Zavran membuat Kinan menghentikan langkahnya.


" Ya." Sahut Kinan membalikkan badannya.


" Maukah kau berjanji sesuatu padaku?" Tanya Zavran.


" Apa itu?" Tanya Kinan.


" Berjanjilah kepadaku jika kita bertemu kembali maka kau harus bersedia menjadi Mamaku." Ucap Zavran menghampiri Kinan.


Kinan berjongkok lalu mengacungkan jari kelingkingnya kepada Zavran.


" Janji." Sahut Kinan.


Kinan berpikir mereka tidak akan bertemu lagi. Bukankah kota ini sangat luas jadi kecil kemungkinan jika mereka akan bertemu lagi.


" Janji Kak Kinan harus Kakak penuhi saat kita bertemu nanti." Ucap Zavran.


" Hmm baiklah." Sahut Kinan.


" Sekarang aku mau pergi dulu, bye adik kecil." Sambung Kinan berjalan meninggalkan Aroon dan Zavran.


" Bye Kak Kinan." Sahut Zavran.


" Sekarang Papa yang harus berjanji padaku." Ucap Zavran.


" Berjanji apa?" Tanya Aroon.


" Jika kita bertemu lagi dengan Kak Kinan, maka Papa harus menikahinya dan menjadikan Kak Kinan sebagai Mamaku." Ucap Zavran.


" Emmm gimana ya? Papa kira kita tidak akan bertemu lagi dengannya sayang." Ucap Aroon.


" Pokoknya harus janji dulu." Ujar Zavran memaksa.


" Baiklah Papa janji, apa kau menyukainya?" Tanya Aroon.


" Iya Pa, Apan yakin dia akan menjadi Mama yang baik buat kita." Sahut Zavran.


" Sekarang ayo kita bersenang senang, dan ingat jangan pernah melepas gandengan Papa." Ucap Aroon.


" Iya Pa." Sahut Zavran.


Keduanya berjalan menuju time zone untuk bermain sesuatu. Zavran selalu nampak gembira bila di ajak main oleh Aroon. Aroon memperlakukannya seperti anak kandungnya sendiri.


TBC.....


Jangan lupa like dan komentnya ya...


Author lagi bingung nih, Usia Zavran baru dua setengah tahun tapi sudah banyak bicara ya? Kira kira menurut pandangan readers wajar gak sih? Soalnya anak author gitu.... Baru dua setengah tahun tapi udah lancar berbicara..


Akhirnya author revisi menjadi tiga setengah tahun aja ya biar nggak terlalu menghalunya...


Makasih untuk suport yang para readers berikan....


Miss U All...

__ADS_1


__ADS_2