Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Bukti Kebenaran


__ADS_3

Tok tok tok


Pintu di ketuk dari luar. Imran segera membukanya. Ia menatap pria yang pernah mengibarkan bendera perang kepadanya yang hendak merebut Mila darinya.


" Mau apa kamu ke sini?" Tanya Imran tidak bersahabat.


" Siapa Mas?" Tanya Mila menghampiri Imran.


" Kak Aroon, Silahkan masuk Kak." Ucap Mila yang langsung mendapat pelototan dari Imran.


" Mas... Kak Aroon tadi yang menolongku, Kau tidak lihat wajahnya babak belur gitu, Itu karna dia menolongku dari Arga Mas, Biarkan dia masuk." Ujar Mila.


Imran menatap wajah Aroon yang lebam lebam. Aroon menerobos masuk. Ia duduk di sofa tanpa di persilahkan terlebih dulu. Mila dan Imran duduk di sofa sebrang.


" Kak Fisa mana Kak?" Tanya Mila.


" Aku di sini." Sahut Fisa menghampiri mereka.


" Kak bagaimana bisa kamu datang ke sini dengan cepat? Baru tadi pagi aku meneleponmu lho." Ujar Mila.


Fisa menatap ke arah Aroon dan melempar senyumnya. Ia kembali menatap Mila.


" Mendengar kalian ada kunjungan bersama Arga, Aroon begitu cemas." Ucap Fisa melirik Aroon.


" Ayolah Fisa..." Ujar Aroon.


" Ok ok.... Aroon merasa curiga dengan Arga, Dia mengajakku menyusul kalian, Tapi sayang sekali mobil kami mogok di jalanan sepi dan semalaman kami tidur di mobil itu, Baru tadi pagi kami bisa melanjutkan perjalanan kemari." Jelas Fisa.


" Tapi kamu tidak perlu khawatir karna Aroon sudah meminta bantuan dari orang Papanya untuk mencari bukti bukti itu." Sambung Fisa.


( yang udah baca suamiku kakak angkatku pasti tahu cerita Papa Shiv ya, Papa angkatnya Aroon)


" Lalu bukti apa yang kamu dapat Kak? Apa aku benar benar melakukannya?" Tanya Mila.


Fisa tersenyum sambil menyerahkan flashdisk kepada Mila.


" Semua bukti ada di dalam flashdisk itu, Dan tenang saja kamu tidak tersentuh olehnya." Ucap Fisa. Mila dan Imran menghela nafas lega.


" Apa Kak Aroon sudah melihatnya?" Tanya Mila.


" Dia orang pertama yang melihat semua itu." Sahut Fisa.


" Astaga." Gumam Mila.


Mila sangat malu karna otomatis Aroon melihat apa yang Arga lakukan padanya termasuk ciuman dan saat Arga melepas bajunya.


" Sayang tidak perlu malu itu bukan kemauanmu kan." Ucap Imran.


" Iya Mas." Sahut Mila.


" Apa Arga sudah mengetahui jika kalian ke sini membawakan bukti ini?" Tanya Imran.


" Tidak, Ku rasa dia belum tahu." Ujar Fisa.

__ADS_1


" Aku ingin memberikan pelajaran untuknya." Geram Imran.


" Tidak perlu aku sudah memberinya pelajaran, Kau memang tidak bisa di andalkan untuk menjaga Mila." Sahut Aroon.


" Apa maksudmu?" Tanya Imran.


" Dimana kau saat Mila hendak di lecehkan oleh Arga? Kau meninggalkannya dan lebih percaya dengan omongan Arga bukan? Bayangkan jika tadi aku tidak tepat waktu! Kau akan kehilangan Mila untuk selamanya." Ucap Aroon.


" Maafkan aku, Aku tidak berpikir kejadiannya akan seperti ini." Ucap Imran.


" Sudahlah tidak perlu di bahas yang penting sekarang aku punya bukti untuk lepas dari ancamannya." Ujar Mila.


" Baiklah kau lihat dulu bukti itu, Kami permisi." Ucap Fisa.


" Segeralah pulang Mil, Di sini tidak aman untukmu." Ujar Aroon.


" Makasih Kak atas bantuan dan kepedulian kalian." Ucap Mila.


" Its ok apapun untukmu." Sahut Aroon.


Fisa menoleh ke arah Aroon. Ia menatap Aroon yang nampak bahagia walau hanya sekedar berbicara dengan Mila. Ada rasa sakit di dalam relung hatinya.


" Sebentar Kak." Ucap Mila saat Aroon dan Fisa hendak pergi.


" Ya." Sahut Fisa.


" Kenapa kalian bisa saling mengenal? Apa ada sesuatu yang aku lewatkan?" Tanya Mila menatap keduanya.


" Kami teman satu kampus dulu, Dan kami lebih dekat saat kami bertemu kembali." Sahut Fisa.


" Doakan dia supaya bisa lebih dulu ikhlas melepasmu." Ucap Fisa.


Mila menatap ke arah Aroon.


" Maafkan aku Mil, Aku belum bisa melupakanmu." Ucap Aroon.


" Dia masih Gamon Mil." Ujar Fisa.


" Biarkan waktu yang menghapus semuanya Kak, Sekali lagi terima kasih." Ucap Mila.


" Sama sama, Kami pergi dulu." Pamit Fisa.


" Hati hati." Sahut Mila.


Setelah keluar dari kamar Mila, Fisa mempercepat jalannya menuju mobilnya. Hatinya terasa sesak melihat Aroon menatap Mila dengan penuh cinta.


" Fisa tunggu." Ucap Aroon mengejar Fisa.


Blamm...


Fisa menutup pintu mobilnya, Aroon membuka pintu kemudi, Ia duduk serong ke arah Fisa.


" Fisa maafkan aku, Entah mengapa aku tidak bisa menahan diriku jika berada di dekat Mila." Ucap Aroon.

__ADS_1


" Begitu besar cintamu padanya Ar hingga kamu tidak mampu menutupinya, Kamu yang menawarkan hubungan ini, Kamu yang memintaku untuk membantumu melupakan Mila, Tapi sepertinya peranku tidak berarti apa apa di sini." Ujar Fisa.


" Jangan berkata seperti itu! Kita baru mencobanya, Aku yakin seiring berjalannya waktu aku bisa melupakan Mila dan menggantikan namanya dengan namamu, Maafkan aku yang membuatmu terluka." Ucap Aroon memeluk Fisa.


Ya Aroon dan Fisa menjalin hubungan. Aroon berharap dengan hubungan barunya dengan Fisa, Ia bisa melupakan cintanya dengan Mila. Aroon tidak mau berharap pada Mila yang jelas jelas sudah menjadi milik pria lain. Ia tidak mau mendapat julukan sebagai pebinor.


" Maafkan aku." Ucap Aroon.


" Maafkan juga atas sikapku yang berlebihan." Ucap Fisa.


" Baiklah sekarang kita mau kemana?" Tanya Aroon.


" Apa ini sakit?" Tanya Fisa menyentuh luka lebam di pipi Aroon.


" Tidak." Sahut Aroon.


" Ok... Aku mau kembali ke rumah, Apa kamu mau mengantarku?" Tanya Fisa.


" Baiklah aku akan mengantarmu pulang." Sahut Aroon mulai melajukan mobilnya.


Di dalam kamar Mila dan Imran sedang memutar rekaman yang ternyata rekaman cctv di penginapan itu. Untung berjaga jaga jika ada kejadian seperti ini pihak penginapan memasang cctv di setiap kamar. Alasannya karna wilayah ini terpencil jadi pihak penginapan tidak mau tempatnya di salah ginakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.


" Dia menciummu sayang." Ujar Imran.


Mila menggigit bibir bawahnya menahan rasa takut kalau kalau Imran marah padanya. Imran menatap ke arah Mila.


" Tidak perlu takut Mas tidak marah kok sama kamu." Ujar Imran mengelus rambut Mila.


" Mas mau bawa bukti ini ke Arga, Mas mau masalah ini selesai hari ini juga." Ujar Imran.


" Iya Mas, Ayo kita ke sana." Sahut Mila.


Keduanya berjalan keluar menuju kamar sebelah dengan membawa flashdisk itu. Setelah membuka pintu mereka menghampiri Arga yang sedang berbaring di atas ranjang dengan muka penuh lebam lebam.


" Mila... Kau menjengukku?" Ucap Arga


" Jangan kepedean Tuan Arga, Aku ke sini mau menunjukkan bukti jika tidak terjadi apa apa di antara kita, Jadi mulai sekarang jangan usik kehidupanku lagi." Tegas Mila.


" Ini salinan buktinya sedangkan yang asli ada padaku, Aku ucapkan terima kasih karna kamu tidak melakukan apa apa padaku, Aku doakan semoga kau mendapat wanita yang baik sepertimu." Sambung Mila.


" Baik? Kau bilang aku baik." Ucap Arga.


" Ya... Aku tahu sebenarnya kamu pria yang baik, Buktinya kau tidak mau menyakiti wanita yang kau cintai, Kalau kau bukan pria baik bukankah malam itu kau bisa sesuka hatimu memaksakan kehendakmu kepadaku? Tapi kau tidak melakukannya kan? Karna apa? Karna kau pria yang baik Arga, Jadi satu saranku carilah jodoh dengan jalan yang baik pula, Jangan ulangi hal memalukan seperti ini lagi, Aku yakin suatu hari nanti kau akan mendapatkan jodoh yang baik." Terang Mila panjang lebar.


" Hiks.... Mila....


TBC......


Jangan lupa like dan komentnya ya...


Terima kasih untuk para readers yang selalu mensuport author...


Tetap semangat ya walau puasa...

__ADS_1


Miss U Al....


__ADS_2