Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
22. End


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit, Dokter segera menangani Rasi di ruang UGD. Kira dan Fahri menunggu di depan ruangan dengan perasaan cemas.


" Kira, bolehkah aku memelukmu?" Tanya Fahri tiba tiba sambil menatap Kira.


" Kenapa?" Kira balik bertanya.


" Aku hanya ingin memastikan sesuatu, aku sepertinya sudah mengingat semuanya." Ujar Fahri.


Ya tadi dalam perjalanan ke rumah sakit, bayangan bayangan masa lalu Fahri dan Kira berputar di dalam kepalanya. Fahri hampir mengingat semuanya. Ia sudah memikirkan keputusan apa yang akan Ia ambil untuk ke depannya. Untuk itu Ia ingin memastikan sesuatu sebelum mengambil keputusan.


" Kamu sudah mengingat semuanya Mas?" Tanya Kira memastikan.


" Iya." Sahut Fahri.


" Bolehkah aku memelukmu?" Tanya Fahri merentangkan tangannya ke arah Kira.


Kira bingung ingin menjawab apa, rasanya tidak enak hati kalau Ia menolak, tapi Ia juga takut kesalahan karna mau di peluk oleh orang lain sedangkan Ia dan Fahri sama sama milik orang lain.


" Aku harus bagaimana Mas Zav? Apakah aku harus menerimanya? Ya Tuhan berikan petunjukmu... Hah baikalh hitung hitung untuk menebus rasa bersalahku, Mas Zav maafkan aku, semoga kau tidak akan salah paham tentang ini." Gumam Kira dalam hatinya.


" Kira." Ucap Fahri.


Kira menganggukkan kepalanya.


Grep......


Fahri memeluk erat tubuh Kira. Fahri meresapi perasaan yang Ia rasakan dengan Kira. Fahri melepas pelukannya.


" Ternyata kau benar benar Kiraku, Kira yang selama ini ada dalam hatiku, aku sudah paham semuanya Ki." Ujar Fahri menangkup wajah Kira.


" Apa yang akan kau lakukan setelah ini Mas?" Tanya Kira.


" Aku akan melanjutkan hidupku." Sahut Fahri ambigu.


Ceklek.....


Dokter keluar dari ruangan UGD. Kira segera menghampirinya.


" Bagaimana keadaan Rasi Dok?" Tanya Kira menatap Dokter.


" Dengan berat hati saya katakan kalau Nona Rasi mengalami keguguran Nona." Sahut Dokter.


" A.... Apa Dok? Keguguran?" Tanya Kira menutup mulutnya.


" Iya Nona." Sahut Dokter.


" Bolehkah saya menemuinya?" Tanya Kira.


" Silahkan Nona." Sahut Dokter meninggalkan ruangan UGD.

__ADS_1


Kira masuk ke dalam ruangan di ikuti Fahri dari belakang.


" Kira." Lirih Rasi meneteskan air matanya.


" Maafkan aku Ki, maafkan aku yang telah membohongimu selama ini, sekarang aku sudah mendapat karmanya, aku kehilangan calon anakku di saat aku mengharapkan kehadirannya, Kira maafkan aku." Ujar Rasi menggenggam tangan Kira.


" Aku turut berduka atas keadaanmu saat ini, aku memaafkanmu." Ucap Kira.


" Terima kasih Kira." Ucap Rasi.


" Mas Fahri aku minta maaf padamu." Ucap Rasi menatap Fahri.


" Kau mengawali hubungan ini dengan kebohongan Rasi, padahal kau tahu selama ini aku tidak suka dengan yang namanya kebohongan." Ucap Fahri.


" Aku akan mengakhiri hubungan yang penuh kepalsuan ini." Sambung Fahri.


" Apa Mas? Apa kau mau menceraikan aku?" Tanya Rasi.


" Iya." Sahut Fahri.


" Apa kebersamaan kita selama empat tahun ini tidak menimbulkan perasaan suka di hatimu untukku? Apa semua itu tidak ada artinya untukmu?" Tanya Rasi.


" Jujur saja selama empat tahun ini, yang ku rasakan hanya kehampaan Rasi, jiwaku ada bersamamu tapi hati dan cintaku milik orang lain, hatiku tidak bisa menerima wanita lain selain Kira, maafkan aku yang tidak bisa menerimamu." Ucap Fahri.


Rasi mengusap air matanya. Ia menyesali semua perbuatannya selama ini. Kalau Ia tau akibatnya akan seperti ini maka Ia tidak akan pernah melakukannya.


" Aku akan mengirimkan surat perpisahan kita sesegera mungkin, maaf sekali lagi bukan aku tidak menghatgai pernikahan tapi bagiku pernikahan ini tidak pernah terjadi karna pernikahan ini di dasari atas kebohongan dan aku juga hanya sekali menyentuhmu itupun karna kamu yang memaksaku." Ucap Fahri keluar ruangan.


Rasi nampak begitu malu mendengar ucapan terakhir Fahri. Kira segera mengejar Fahri.


" Mas Fahri tunggu." Panggil Kira menghentikan langkah Fahri. Fahri membalikkan badannya.


" Ada apa?" Tanya Fahri menatap Kira.


" Mas pikirkanlah tentang keputusanmu, bagaimanapun kalian sudah menjadi suami istri, pernikahan itu sakral Mas." Ujar Kira.


" Aku tidak bisa hidup bersama pembohong sepertinya Ki, dia harus menyadari kesalahannya saat ini supaya dia tidak merugikan orang lain di kemudian hari." Sahut Kira.


" Tapi Mas....


" Kira... Cinta tidak bisa di paksakan, dan perasaanku masih sama, yaitu mencintaimu, jadi jangan mencoba membujukku untuk tetap mempertahankan pernikahan ini." Ucap Fahri memotong ucapan Kira.


" Walaupun aku masih mencuntaimu tapi kau tenang saja, biarlah cinta ini aku yang menanggungnya sendiri, aku tidak akan mengganggu pernikahanmu, sore ini aku akan terbang ke LA, jaga dirimu baik baik dan maafkan aku yang telah mengingkari janjiku untuk selalu bersamamu." Ucap Fahri menepuk pundak Kira.


Fahri meninggalkan Kira yang mematung di sana. Fahri akan bersiap untuk pergi ke bandara. Ia membawa cinta sekaligus luka di dalam hatinya. Itulah sebabnya Ia meninggalkan luka di hati Rasi yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrinya. Istri yang tidak pernah di harapkan olehnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setahun kemudian

__ADS_1


Hari hari Kira lalui dengan indah. Kini Kira telah menjadi seorang ibu dari putra kecilnya yang bernama Zavi Maulana Arviano. Usianya baru sebulan, Kira dan Zavran sangat menyayangi putra kecilnya. Keluarga Maulana dan Arviano nampak begitu bahagia dengan kelahiran Babby Zavi.


Kadang kala para Oma memperebutkan untuk menggendong Babby Zavi. Seperti saat ini, di dalam kamar Kira. Mommy Kinan dan Mommy Mila sedang berebut siapa yang akan menggendong Zavi terlebih dahulu.


" Aku dulu Mbak, ini kan putriku yang melahirkannya." Ucap Mommy Kinan.


" Eh kalau tidak ada putraku, putrimu nggak bisa kasih Babby setampan ini, gen papanya menang banyak di sini Kinan." Sahut Mommy Mila tidak mau kalah.


" Ya sudah kita batu gunting kertas aja, siapa yang menang dia yang gendong duluan." Ujar Mommy Kinan.


" OK siapa takut, mulai dari sekarang." Sahut Mommy Mila.


" Batu gunting kertas." Ucap Para Mommy bersamaan.


" Aku menang." Pekik Mommy Kinan.


" Ayo sayang Babby Zav sama Oma." Ucap Mommy Kinan membungkuk pada box bayi.


" Mana Zavi?" Tanya Mommy Kinan menatap Mommy Mila.


" Ya nggak tahu, kan tadi ada di box lagi tidur." Ujar Mommy Mila.


" Lhah, Kira dimana Babby Zavi?" Tanya Mommy Kinan menatap Kira yang sedang berbaring di ranjangnya. Ia menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya Mommynya.


" Kira nggak tahu Ma." Sahut Kira.


Mommy Kinan menatap Mommy Mila, keduanya saling pandang. Lalu keduanya saling melempar senyuman.


" Mas...."


" Kak Arooon." Teriak Mommy Mila dan Mommy Kinan bersamaan.


Keduanya berjalan keluar mencari Daddy Aroon. Mereka tahu siapa yang akan mengamankan Babby Zavi jika keduanya saling berebut.


Kira tertawa bahagia bersama Zavran yang sedang mengelus rambutnya.


" Terima kasih sayang atas kebahagiaan ini." Ucap Zavran mencium kening Kira.


" Sama sama Mas." Sahut Kira memeluk Zavran.


Hai para readers yang tersayang, terima kasih sudah menemani author dari awal sampai akhir


Mohon maaf jika ceritanya tidak berkenan di hati....


Salam sehat selalu dari author....


Miss U All....


...END...

__ADS_1


__ADS_2