Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Kebenaran Sesungguhnya


__ADS_3

Sita menatap Tiara yang nampak ketakutan setelah melihat Fahri dengan rasa penasaran yang tinggi. Fahri mendekati Sita lalu duduk di sampingnya tepat di depan Tiara.


" Bukankah aku menyuruhmu meninggalkan kota ini? Lalu kenapa kau masih berkeliaran di sini dan menemui istriku untuk mendengarkan cerita palsumu itu? Apa kau tidak takut dengan ancaman ku? Atau kau berpikir aku tidak akan tahu niat busukmu itu." Ucap Fahri menatap Tiara.


Tiara tidak bergeming, Ia hanya menundukkan kepalanya saja.


" Katakan apa yang sebenarnya terjadi di antara kita kepada Sita dengan baik, katakan yang sesungguhnya dan jangan sampai ada kebohongan yang keluar dari mulutmu Tiara." Sambung Fahri.


" A.... Aku.... " Tiara menjeda ucapannya.


" Aku apa Tiara? Kau hamil kan?" Tanya Sita.


Tiara menatap Fahri sesaat lalu Ia menundukkan kepalanya kembali.


" Kalau kau tidak mau mengatakan yang sebenarnya, maka jangan salahkan aku jika aku akan membuat perhitungan kepadamu Tiara, kau tahu kan apa yang akan aku lakukan kepadamu atas apa yang kau lakukan kepadaku dan kepada istriku? Terlebih kau telah membuat kesalahan pahaman di antara kami semakin besar." Tekan Fahri.


" Mas jangan mengancamnya! Aku tidak mau dia mengatakannya karena takut dengan ancamanmu itu, aku ingin dia mengatakan atas kemauannya sendiri." Ucap Sita.


" Baiklah." Sahut Fahri.


" Katakan Tiara! Jangan membuang waktuku, tunjukkan keberanianmu seperti saat tidak ada Mas Fahri di sini." Ujar Sita.


" Sebenarnya aku tidak hamil." Ucap Tiara cepat.


Sita menoleh ke arah Fahri yang di balas senyuman oleh Fahri.


" Lalu?" Tanya Sita.


" Aku berbohong kepadamu untuk mendapatkan Fahri, aku mencintainya dan aku merasa aku lebih pantas menjadi istrinya karena aku yang selama ini mendampinginya, bukan kau." Ujar Tiara.


" Tapi yang kalian lakukan waktu itu bisa saja kan membuahkan hasil." Ujar Sita.


" Kami tidak melakukan apapun, supaya Fahri mau menikahi ku aku menjebak Fahri dengan memberikan kopi yang sudah aku beri obat tidur, tapi rencanaku gagal karena Fahri menukar minumannya, bukannya Fahri yang tidur tapi malah aku yang tertidur." Terang Tiara membuat Sita menahan tawanya.


" Dan waktu aku bilang mau menikahi Tiara itu hanya untuk membuatmu sakit hati saja Sita." Sahut Fahri.


" Berhubung saat kejadian itu kamu ada di sana, aku menggunakan kesempatan itu untuk membuatmu sakit hati makanya aku tidak mau memberi penjelasan apapun kepadamu, aku ingin kamu berpikir jika aku memang ada hubungan dengan Tiara, dengan begitu kau pasti percaya jika aku mau menikahi Tiara, maafkan aku Sita, aku telah banyak melukaimu." Ucap Fahri menggenggam tangan Sita.

__ADS_1


Sita mencoba mencerna keterangan dari Tiara dan Fahri. Namun Sita tidak percaya begitu saja, Ia ingin memastikan jika semua yang Fahri dan Tiara ucapkan adalah kebenaran.


" Apa yang akan kau lakukan kepada Tiara setelah Tiara melakukan kesalahan sejauh ini Mas? Apa kau juga akan menyakitinya seperti apa yang kau lakukan kepadaku selama ini?" Tanya Sita menatap Fahri.


" Tiara temanku Sita, tiga tahun dia selalu menemaniku dan mendukungku dalam segala hal, aku tidak tega menyakitinya jadi aku memberikan dia hukuman untuk pergi jauh dari kehidupanku." Sahut Fahri.


" Lalu bagaimana dengan aku yang menemanimu selama empat tahun Mas? Kau sakit saat itu dan aku yang merawatnya, tapi apa yang kau lakukan padaku setelah kau mengetahui jika aku membuat kesalahan? Kau dendam kepadaku, kau mengukir luka di dalam hatiku setiap hari, kau meninggalkan aku di saat aku terpuruk karena kehilangan anak kita, lalu apa ini? Kau membiarkan Tiara pergi begitu saja, aku tidak percaya ini." Ucap Sita menohok hati Fahri.


Selama ini Fahri tidak menyadari akan kesalahannya yang telah membuat Sita menderita.


" Lalu apa yang kau inginkan Sita?" Tanya Fahri menatap Sita.


" Lakukan hal yang sama kepadaku." Sahut Sita.


" Apa maksudmu?" Fahri kembali bertanya.


" Biarkan aku pergi dari sini."


" Tidak... Aku tidak akan membiarkanmu pergi meninggalkan aku, aku mohon maafkan aku, hukum aku atas kesalahanku selama ini tapi jangan pernah tinggalkan aku." Ucap Fahri.


" Aku akan memberikan hukuman kepada Tiara sesuai keinginanmu, tapi kau tidak boleh pergi dariku." Ujar Fahri.


" Aku minta maaf Sita." Ucap Tiara.


" Aku memaafkanmu." Sahut Sita.


Sita pergi ke kamar di susul oleh Fahri. Di dalam kamar, Sita berdiri di depan jendela menatap ke luar. Fahri menghampirinya.


Grep...


Fahri memeluk Sita dari belakang membuat Sita sedikit terkejut. Fahri menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Sita. Aroma wangi sampho Sita membuat hati Fahri merasa tenang.


" Maafkan aku, selama ini aku tidak bisa melihat ketulusan cintamu, sekarang aku tahu kenapa nenek memintaku untuk menikahimu, karena kaulah hidupku, kau lah wanita terbaik untukku, aku tidak pernah menyadari jika kau sudah berubah, maafkan aku." Ucap Fahri.


" Apa kau sudah yakin dengan cintamu Mas? Apa kau tidak salah mengartikan perasaanmu kepadaku? Aku tidak mau suatu hari nanti kau meninggalkan aku dengan alasan ini, jika kau sudah memintaku untuk tetap di sini maka selamanya aku akan berada di sini untuk mendampingimu, aku tidak akan pernah pergi walaupun kau yang memintanya." Ucap Sita.


" Aku yakin sayang." Ucapan Fahri membuat hati Sita bahagia. Ia memejamkan mata menikmati moment indah hari ini.

__ADS_1


Fahri membalikkan tubuh Sita. Keduanya saling berhadapan dan saling melempar pandangan.


" Aku mencintaimu istriku." Ucap Fahri menangkup wajah Sita.


" Aku juga mencintaimu Mas." Sahut Sita.


Fahri mencium kening Sita lalu Ia menarik Sita ke dalam pelukannya.


" Terima kasih sayang, terima kasih kau mau menerima cintaku." Ucap Fahri mencium pucuk kepala Sita berkali kali.


" Aku juga Mas, terima kasih sudah membalas cintaku." Ucap Sita.


Keduanya merasakan kebahagiaan di dalam hatinya. Sita tidak pernah menyangka jika hari ini akan tiba kepadanya. Hari dimana Fahri mengungkapkan cintanya.


Tak terasa air mata meleleh begitu saja.


" Sayang apa kau menangis?" Fahri melepas pelukannya. Ia menangkup wajah Sita lalu mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


" Kenapa kamu menangis hmm?" Tanya Fahri.


" Aku menangis karena bahagia Mas, aku tidak pernah menyangka jika kau akan membalas perasaan ini, aku bahagia Mas dan aku berharap kau tidak akan membuatku kecewa." Ucap Sita.


" Aku berjanji tidak akan mengecewakanmu sayang, mari kita tutup masa lalu dan mari kita buka lembaran yang baru, lembaran yang penuh cinta dan kasih sayang." Ujar Fahri.


" Aku mau Mas." Sahut Sita kembali memeluk Fahri.


" Terima kasih Nek, engkau telah menyatukan kami kembali." Batin Sita.


"Kau benar Nek jika aku akan membutuhkan Sita sebagai pendamping hidupku, Terima kasih Nek." Batin Fahri.


Gimana? Senang nggak nih?


Kalau senang kasih hadiah donk buat author..


Kalau kalian nggak punya poin, kalian bisa mendukung author lewat nonton iklan yang ada di kolom hadiah lhoh.... Terima kasih...


Miss U All....

__ADS_1


TBC....


__ADS_2