Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Teror


__ADS_3

Setelah melakukan konferensi pers Imran segera pulang ke rumah. Tante Winda membawa Vania berobat ke luar negeri. Ia tidak mau jika putrinya akan membawa masalah untuk orang lain. Sepertinya mata Tante Winda sudah terbuka.


Imran memasuki rumah dengan langkah tegapnya. Ia menghampiri Mila yang sedang menonton tv yang tadi menayangkan konferensi pers yang di lakukan Imran.


" Sayang." Panggil Imran mengecup kening Mila.


" Iya Mas, kamu udah pulang." Sahut Mila.


" Mas udah sampai rumah gini baru di tanya." Ujar Imran duduk di sebelah Mila.


" Lagi nonton apa sih Yank?" Tanya Imran.


" Tadi nonton channel konferensi pers kamu, suamiku terlihat sangat tampan di layar televisi." Ujar Mila menangkup wajah Imran.


" Emang Mas ganteng sejak lahir Yank." Ucap Imran.


" Bukan kamu yang ganteng Mas, tapi kameranya yang bagus." Ujar Mila.


" Mana ada? Emang obyeknya bagus, prodak unggul Yank mau gimana pun juga pasti terlihat tampan." Sahut Imran.


" Iya iya aku akui kalau kamu memang tampan lahir dan batin." Ucap Mila.


" Jelas donk Yank." Sahut Imran mencium pipi Mila.


" Pengin makan apa nih dedeknya?" Tanya Imran mengelus perut Mila.


" Emmmm makan apa ya???" Ucap Mila sambil berpikir.


" Apa sih katakan saja." Ujar Imran.


" Makan kamu Mas." Ucap Mila malu malu.


" Boleh, Ayo." Ucap Imran.


" Awh Mas." Pekik Mila saat merasa tubuhnya melayang ke udara.


" Apa sayang." Sahut Imran.


Imran menggendong Mila menuju kamarnya. Ia merebahkan tubuh Mila di atas ranjang. Imran membuka jas dan kemejanya hingga menampakkan dada bidangnya. Ia bertumpu pada tangannya di atas tubuh Mila.


" Lakukan apa yang kamu mau sayang." Ucap Imran.


Mila memainkan tangannya di dada Imran membuat Imran memejamkan matanya. Ia menikmati setiap sentuhan tangan istrinya. Tangan Mila bahkan usil dengan memainkan sesuatu di dada Imran membuat Imran mendesis.


" Kali ini aku yang akan menguasai tubuhmu Mas, nikmati apa yang akan aku berikan nanti." Ujar Mila membalikkan posisi.


Kini Imran berada di bawah kukungan Mila.


" Aku siap menantinya sayang, aku juga sudah lama merindukannya, hati hati jangan sampai menyakiti dedeknya." Ucap Imran


" Ok Mas." Sahut Mila.


Mila mulai melancarkan aksinya. Ia mulai bermain main di dada bidang suaminya. Ia banyak membuat stempel kepemilikan di sana. Imran mengeluarkan suara khasnya dengan sesekali memejamkan matanya. Dan pada akhirnya apa yang harusnya terjadi saat ini terjadi juga.


...****************...

__ADS_1


Di tempat lain di dalam sebuah kamar seorang pria tampan sedang duduk di kursi goyangnya sambil menatap sebuah foto seorang wanita yang tak lain adalah Kakak perempuannya.


" Aku akan menghancurkan orang orang yang sudah menghancurkan keluarga kita Kak, aku akan membalas kematianmu dengan melihatnya mati pelan pelan dan kehilangan semuanya." Monolog pria itu.


" Lo di sini rupanya, gue nyariin Lo kemana mana juga nggak tahunya santai di sini." Ucap Diki teman pria itu sambil berjalan menghampirinya.


" Bagaimana?" Tanya Pria itu.


" Ini tidak sesuai yang kamu inginkan Wa." Sahut Diki.


" Imran mampu menutup semua mulut media?" Tanya Dewa.


Ya Dewa Dirgantara saingan bisnis yang mempunyai dendam pribadi dengan Imran di masa lalu. Ia ingin menghancurkan Imran secara perlahan. Entah memang sengaja atau memang Ia tidak mampu melawan Imran.


" Abbas bergerak dengan sangat cepat Wa, maafkan aku yang gagal menjalankan semuanya." Ucap Diki.


" Tidak masalah aku masih punya rencana lainnya." Ujar Dewa tersenyum smirk.


" Aku akan mendapatkan Kamila, dia akan menjadi milikku, dengan begitu Imran akan hancur dan terpuruk karna kehilangan wanita yang sangat Ia cintai.... ha ha ha." Ucap Dewa tertawa jahat.


" Aku akan membantumu, istri Imran ini sangat cantik, siapapun yang bertemu dengannya pasti akan langsung jatuh cinta padanya." Ujar Diki.


" Kau juga tertarik padanya?" Selidik Dewa.


" Mmm" Gumam Diki mengedikkan bahunya.


" Kau tidak oleh tertarik padanya, dia hanya akan menjadi milikku Diki." Tekan Dewa penuh emosi.


" Wihhh sans Bos." Ucap Diki.


" Gue mau mengganggu calon istri gue dulu." Ucap Dewa.


Mila dan Imran baru selesai mandi. Imran membantu Milaengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya.


" Mas biar aku sendiri." Ucap Imran.


" Nggak boleh, biarkan Mas yang melakukannya kau diam saja." Sahut Imran melanjutkan kegiatannya.


Ting...


Ponsel Mila berbunyi tanda pesan masuk. Ia segera mengambil ponsenya lalu membukanya.


Hallo sayangku


Mila mengerutkan keningnya, nomernya tidak di kenal tapi kenapa dia memanggilnya sayang? Pikir Mila. Mila meletakkan ponselnya, Ia menganggap itu pesan yang tersesat masuk ke nomernya.


" Siapa Yank?" Tanya Imran.


" Nggak tahu, pesan dari nomer baru." Sahut Mila.


Ting ting ting ting


Ponsel Mila berbunyi lagi lagi dan lagi...


Kau mengabaikan aku sayang

__ADS_1


gimana kabar putra kita? dia baik baik saja bukan? selalu jaga dia untukku


besok kekasihmu yang tampan ini akan mengirimkan bunga dan cokelat untukmu


aku sudah merindukanmu dan tak sabar ingin bertemu denganmu kamila ku sayang


"Gila gila gila, dasar orang gila! Siapa sih yang kirim pesan kaya' gini, bikin orang emosi aja deh." Gerutu Mila.


" Coba sayang Mas baca." Ucap Imran meminta ponsel Mila.


" Ini Mas, kaya'nya salah sambung deh." Ujar Mila memberikan ponselnya kepada Imran.


Imran membaca satu persatu pesan itu. Tangannya mengepal erat menahan emosinya karna ada orang lain yang memanggil istrinya dengan panggilan sayang.


Ting...


Kali ini ponsel Imran yang berdering. Ia meletakkan ponsel Mila lalu membuka ponselnya sendiri. Imran mengerutkan keningnya pasalnya yang mengirimnya pesan adalah orang dengan nomer yang sama.


Apa kabar kawan? Bersiaplah aku akan merebut istri tercintamu, aku pastikan kau akan hancur hingga ke akar akarnya....


tunggu sampai waktu itu tiba


" Siapa Mas?" Tanya Mila menatap Imran.


" Nomer yang sama." Sahut Imran.


" Maksudmu nomer yang tadi mengirim pesan kepadaku sekarang mengirim pesan kepadamu?" Tanya Mila memastikan.


" Iya sayang, dia mengancam Mas akan merebutmu dariku." Ujar Imran.


" Apa? Lalu kira kira nomer siapa itu Mas?" Tanya Mila.


" Mas tidak tahu sayang, tapi kita harus hati hati mulai sekarang, Mas akan menyelidiki siapa orang yang sudah berani macam macam sama kita." Ujar Imran.


" Suruh Abbas melacak nomernya Mas biar kita bisa tahu identitas pemakainya." Ujar Mila.


" Iya sayang, tapi kamu tenanglah jangan bebani pikiranmu dengan semua ini, Mas tidak mau jika anak kita kenapa napa sayang." Ujar Imran berlutut di depan Mila.


" Iya Mas aku akan berusaha setenang mungkin, kau juga tenanglah aku tidak selemah itu Mas, aku mampu menghadapi semua ini, anggap saja pesan tadi hanya pesan dari orang iseng saja." Ujar Mila.


" Baiklah sayang, tapi Mas hara bergerak cepat karna menurut Mas orang ini adalah orang yang sama dengan orang yang sudah memviralkan artikel kemarin." Ujar Imran.


" Aku juga merasa begitu Mas." Sahut Mila.


" Kamu istirahatlah! Mas mau ke ruang kerja untuk menyelidiki masalah ini." Ucap Imran mengecup kening Mila.


" Mau kan Mas tinggal sendiri? Apa Mas nunggu kamu tidur aja." Sambung Imran.


" Iya, aku pengin tidur sambil di peluk." Ucap Mila manja.


" Baiklah sayang sekarang tidurlah." Ucap Imran memeluk Mila dari belakang.


TBC ......


Jangan lupa like dan komentnya ya..

__ADS_1


Terima kasih atas support yang kalian berikan padaku...


Miss U All.....


__ADS_2