Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Permintaan Maaf Fisa


__ADS_3

" Mila maafkan aku hiks." Ucap Fisa.


" Aku tidak bermaksud melukai ataupun menyakitimu Mila, aku hanya... hiks...." Ucap Fisa menghapus air matanya.


" Aku hanya ingin membuat Aroon merasakan sakit hati saat Aroon melihatmu tersakiti oleh Kak Des, aku ingin Aroon merasakan hal yang sama denganku Mil, aku sakit hati dengannya karna dia tidak bisa melupakanmu." Ujar Fisa.


" Aroon selalu saja bercerita tentangmu dengan wajah yang penuh rona kebahagiaan, bahkan dia terang terangan mengatakan padaku kalau dia tidak bisa memberikan cinta dan hatinya untukku Mil, hati dan cintanya hanya milikmu, wanita mana yang tidak akan sakit hati Mil." Ujar Fisa.


" Bagaimana aku bisa mencintai ibl*s berwajah manusia sepertimu Fisa, sampai di sini kau paham kan perbandinganmu dengan Mila seberapa besar dan seberapa jauh? Mila jauh di atas segalanya darimu Fisa." Sahut Aroon.


" Yah kau benar... Mila jauh dari segalanya di atasku, pujianmu itulah yang membuat hatiku murka Aroon.... Aku merencanakan semua ini hanya untuk melihatmu tersiksa dengan perasaanmu sendiri, kau memang bisa dekat dengan Mila tapi kau tidak bisa memilikinya... Itulah tujuanku Aroon, aku ingin menyiksa batinmu dua kali lipat dari apa yang aku rasakan... Tapi perbuatanku justru menyakiti sahabatku sendiri... Mila maafkan atas kecerobohanku." Ucap Fisa.


" Kak Fisa.. Aku tidak pernah meminta Kak Aroon untuk mencintaiku, aku juga tidak pernah berpikiran untuk menganggu rumah tangga kalian, aku tidak bersalah dalam hal ini Kak, tapi kenapa Kakak tega melakukan semua ini padaku? Aku tidak mengharapkan ini darimu Kak, Kau sahabat yang sudah menjadi Kakakku, Kau menyakitiku Kak, bahkan Kakak hampir membuat calon anakku tiada." Ucap Mila. Ia ingat betul saat Ia merasakan sakit pada perutnya dan saat Aroon bilang Ia mengeluarkan darah. Ia yakin jika terjadi sesuatu dengan bayinya. Tapi Allah masih melindunginya.


" Maafkan aku Mil, maafkan atas keegoisanku." Ucap Fisa menggenggam tangan Mila.


" Aku bisa memaafkanmu Kak tapi hubungan kita tidak bisa seperti dulu lagi, aku tidak bisa melupakan apa yang sudah kau lakukan kepada keluargaku." Sahut Mila.


" Biarkan aku yang berusaha untuk mengembalikan persahabatan kita." Ujar Fisa.


Fisa beranjak mendekati Aroon. Ia mengusap air matanya lalu menatap Aroon dengan perasaan sedihnya.


" Aroon....Maafkan aku... Jika kita tidak mungkin bersama, aku ikhlas melepasmu sekarang, biarkan aku mencari kebahagiaanku sendiri dan begitu juga dengan dirimu, carilah kebahagiaanmu dan temukan pasangan hidup yang baik untukmu." Ucap Fisa.


" Aku akan mengabulkannya Fis, aku juga tidak mau terlalu lama menyakiti hatimu aku akan melepasmu, tunggu gugatan cerai dariku dan carilah kebahagiaan dengan orang yang mencintaimu." Ujar Aroon.


" Kak Des, aku minta maaf karna kecerobohanku aku hampir menghilangkan sumber kebahagiaan kalian, sekali lagi maafkan aku.... Aku siap jika kau mengirimkan aku ke penjara sekarang juga untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku Kak." Ucap Fisa mengatupkan kedua tangannya.


" Aku memaafkanmu tapi mulai sekarang jauhilah keluargaku." Ujar Imran.


" Terima kasih Kak, Mila terima kasih aku pamit dulu." Ucap Fisa menatap Mila.

__ADS_1


" Hati hati Kak." Sahut Mila.


Fisa keluar ruangan Mila dengan perasaan hancur. Bukan hanya kehilangan cintanya Ia juga kehilangan sahabat terbaiknya. Sahabat yang Ia anggap sebagai adiknya. Fisa mengusap air matanya lalu Ia berjalan meninggalkan rumah sakit.


Di dalam ruangan Imran menatap Aroon.


" Apa kamu benar benar akan menceraikan Mila?" Tanya Imran.


" Ya.." Sahut Aroon.


" Baiklah aku hargai keputusanmu, aku doakan semoga kau mendapat wanita yang lebih baik darinya." Ucap Imran menepuk pundak Aroon.


" Aku tidak akan menikah lagi, aku akan menjadi seperti Papa Shiv yang melindungi wanita yang aku cintai dari jauh." Ujar Aroon.


" Apa maksudmu?" Tanya Imran.


Aroon mendekati Mila. Ia duduk di kursi yang tadi di duduki Fisa.


" Jangan seperti itu Kak, carilah kebahagiaanmu sendiri, aku yakin kau akan menemukan kebahagiaanmu, mungkin sekarang hanya waktunya yang belum tepat." Ujar Mila.


" Dengan melihatmu bahagia aku sudah bahagia Mil, kebahagiaanku ada padamu." Sahut Aroon.


Mila menatap ke arah Imran. Ia merasa tidak enak hati dengan suaminya.


" Imran... Mila." Panggil Aroon membuat keduanya menatap ke arah Aroon.


" Iya." Sahut Imran dan Mila bersamaan.


" Ijinkan aku menganggap anak kalian sebagai anakku juga, ijinkan dia memanggilku Papa." Ucap Aroon penuh harap.


Mila menatap Imran seolah meminta jawaban dari Imran.

__ADS_1


" Aku akan menyayangi dan menjaga anak kalian seperti aku menjaga anakku sendiri, Mila... Hatiku telah mati karna aku tidak mendapatkan balasan cintamu, aku sudah berusaha untuk mencintai wanita lain tapi aku tidak bisa, di hatiku hanya terukir namamu, jadi tidak mungkin bagiku untuk menikah lagi apalagi memiliki seoranganak, untuk itu ku mohon ijinkan aku menjadi Papa untuk anak anakmu nanti, aku janji aku tidak akan mengusik rumah tangga kalian." Ujar Aroon.


" Baiklah Aroon aku mengijinkannya, anggaplah anak anakku seperti anakmu, kita akan menjaganya bersama sama, tapi jangan pernah kamu berharap bisa merebut Mila dariku karna Mila hanya akan menjadi milikku selamanya." Ucap Imran.


" Terima kasih Ran, aku berjanji akan menjaga dan menyayangi anakmu seperti anakku dan aku tidak akan merebut Mila darimu, sekali lagi terima kasih, bolehkah aku menyentuhnya?" Tanya Aroon menatap perut Mila. Mila menganggukkan kepalanya.


" Hai anak Papa.... Sekarang kamu akan memiliki dua ayah, ada Papa Aroon di sini dan Daddy Imran di sana, semoga kau mau menerima Papa sebagai Papamu, sehat sehat di dalam sana jangan menyusahkan Mommy ya.. Susahkan saja Papa dan Daddymu ini, Papa menyayangimu." Ucap Aroon menyentuh perut Mila.


" Sudah jangan lama lama, modus Lo." Cebik Imran menepis tangan Aroon.


" Iya iya pelit amat sih." Ucap Aroon.


" Anak Daddy pasti bahagia punya dua orang superhero yang akan menjagamu, Daddy tidak sabar menunggu kehadiranmu sayang." Ucap Imran mencium perut Mila.


" Jangan di cium, aku saja tadi cuma menyentuhnya doank." Protes Aroon.


" Hei Mila istri gue, mau ngapain aja terserah gue donk kalau Lo kan cuma akan menjadi Papanya anak gue bukan menjadi suaminya Mila, gimana sih." Ujar Imran.


" Ah iya gue lupa, sorry sorry." Kekeh Aroon.


Mila tersenyum menatap dua pria yang mencintainya kini saling berpelukan. Ia merasa sangat bahagia, semoga semua ini awal yang baik untuk hubungan keduanya.


TBC......


Untuk readers terhormat, setelah Mila melahirkan author akan ganti menceritakan kisah Aroon yang menjalani kehidupan seperti Papa angkatnya. Ia akan menjalani kewajiban menjadi seorang Papa untuk anak anak Mila dan Imran.


Bagaimana kisahnya? Apakah suatu hari nanti Aroon akan mendapatkan pasangan hidup yang membuat Aroon menghapus nama Mila dari hatinya? Ataukah Aroon akan menduda selamanya? Ikuti kisahnya ya.....


Jangan lupa like dan komentnya....


Terima kasih untuk para readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


__ADS_2