
Sesampainya di Mall ketiganya berjalan menuju cafe untuk memesan makanan. Mereka duduk di satu meja yang sama.
" Mau pesan apa Beb?" Tanya Vicki kepada Risa dan Mila.
" Aku jus alpukat sama ayam lada hitam aja." Sahut Mila. Cafe tersebut memang menyediakan menu restorant juga.
" Kamu Beb?" Tanya Vicki menatap Risa.
" Aku samain aja lah." Sahut Risa.
" Ok aku pesan dulu ya." Ujar Vicki menuju meja pemesanan.
" Mil apa Lo bahagia setelah kembali kepada Pak Desfian?" Tanya Risa.
" Lo udah tanya tadi, dan udah gue jawab kan." Sahut Mila.
" Gue cuma mau mastiin aja Beb, kan waktu itu Lo bilang kalau Lo mau minta cerai." Ujar Risa.
" Waktu itu memang gue penginnya gitu Ris, Gue nggak kuat sama sifat dia yang selalu mengambil keputusan sendiri tanpa meminta pendapatku, aku merasa tidak di anggap oleh mereka semua, tapi Lo yang perlu khawatir sekarang Mas Des udah berubah kok, dia sekarang sayang banget sama gue." Jelas Mila.
" Tapi gue denger belum lama Lo kena masalah lagi, dan suami Lo nggak ngebantu tuh." Ucap Risa.
" Lo tahu darimana?" Selidik Mila.
" Ada deh, kalau gue jadi Lo udah gue tinggalin tuh cowok kaya' gitu." Sahut Risa.
" Ris... Yang namanya rumah tangga itu kita harus saling melengkapi, yang satu kurang yang satu lebih, dan jika kesalahan itu masih bisa kita maafkan kenapa harus berpisah? Mas Des tidak menduakan gue Ris, hanya sifatnya saja yang terlalu baik pada orang hingga membuatnya gampang di perdaya sama orang lain." Ujar Mila.
" Widih ternyata Bebeb gue udah bisa berpikir dewasa nih, macam emak emak aja." Sahut Risa.
" Bentar lagi gue akan jadi emak emak kan." Ujar Mila.
" Ya gue doakan semoga sebentar lagi gue dapat keponakan dari Lo." Ucap Risa.
" Mila." Panggil seseorang membuat keduanya menoleh.
" Arga." Ucap Mila.
" Boleh gabung di sini?" Tanya Arga menatap Mila. Mila menatap ke arah Risa.
" Iya boleh, silahkan duduk Mas." Sahut Risa terpesona dengan ketampanan Arga.
" Terima kasih, kenalin aku Arga fansnya Mila." Ucap Arga mengulurkan tangannya ke arah Risa.
" Risa... Ayang Bebebnya Mila." Sahut Risa membalas uluran tangan Arga.
" Ayang Bebeb?" Tanya Arga.
" Maksudnya sohib, jangan negatif thinking ya." Sahut Risa.
" Oh." Gumam Arga duduk di depan Mila membuat Mila kurang nyaman.
" Ini pesanannya Beb." Ucap Vicki membawa pesanan mereka. Vicki menatap ke arah Arga.
" Selamat menikmati makanannya Beb." Ucap Vicki meletakkan pesanan Mila dan Risa di depan meja masing masing.
__ADS_1
Arga menatap ke arah Vicki.
" Kamu selingkuh dengannya?" Selidik Arga menatap Mila sambil menunjuk ke arah Vicki. Vicki menoleh ke arah Arga.
" Kamu juga selingkuh dengannya Beb?" Kali ini Vicki yang bertanya.
" Kalian ini apa apaan sih, nggak lihat apa kalau wajahku ini wajah wajah wanita setia, no selingkuh hanya ada Mas Desfian Imran Maulana di hatiku, tidak ada yang lain." Jawab Mila mantap.
Jawaban Mila membuat patah hati Arga dan Vicki. Keduanya saling melempar tatapan.
" Udah ah gue mau makan dulu, laper gue belum sarapan dari tadi pagi." Ucap Mila.
" Eh Mas Arga kita barengan aja ya makannya, kalau pesan lagi lama." Tawar Risa.
" Ah tidak usah Nona, aku sudah sarapan." Tolak Arga.
" Panggil Risa aja seperti yang lain, nggak usah pakai Nona." Ujar Risa.
" Baiklah Risa, selamat menikmati." Sahut Arga.
Mila makan dengan lahap tanpa malu malu atau jaga image di depan Arga. Arga menatapnya dengan tatapan sayu. Ia senang bisa bertemu dengan Mila tapi hatinya sakit karna bisa memandang tanpa bisa memiliki.
Selesai makan mereka berempat jalan jalan dan nonton di bioskop yang ada di Mall itu. Risa tak henti hentinya mendekati Arga membuat Mila dan Vicki geleng geleng kepala saja.
" Mas Arga udah punya pacar belum?" Tanya Risa to the point saat mereka berjalan menuju pintu keluar.
" Eh... Kenapa emangnya?" Arga balik bertanya.
" Aku mau lho jadi pacarnya Mas Arga." Sahut Risa.
" Maaf ya sayangnya aku yang nggak mau." Ucap Arga terang terangan.
Mila dan Vicki menahan tawanya.
" Ha ha ha ha ha." Akhirnya tawa Mila dan Vicki pecah secara bersamaan membuat kedua orang di depannya menoleh ke arahnya.
" Apa? Tega banget kalian tertawa di atas penderitaan gue, dasar temen nggak ada akhlak." Cebik Risa sambil cemberut.
" Ya maaf Beb habisnya lucu." Sahut Vicki.
" Mil ayo aku antar pulang." Ucap Arga mendekat ke arah Mila.
" Eh... aku sama mereka aja Ga." Tolak Mila.
" Kau tidak mau berdekatan denganku? Kau takut aku berbuat jahat padamu? Kau tidak percaya padaku?" Tanya Arga membuat Mila tidak enak hati.
" Bukan begitu tapi aku berangkatnya sama mereka, kalau aku pulangnya sama kamu yang ada entar Mas Des salah paham." Sahut Mila.
" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu." Sahut Arga meninggalkan mereka.
" Yah Lo si Mil, babang ganteng jadi pergi kan." Gerutu Risa.
" Nggak nyadar udah di tolak?" Tanya Mila.
" Gue akan terus berjuang Beb, gue nggak akan menyerah, semangat." Ucap Risa mengangkat tangannya.
__ADS_1
" Terserah Lo aja, sekarang gue mau pulang." Ujar Mila.
" Ayo." Sahut Vicki.
Akhirnya ketiganya memutuskan untuk pulang.
Sesampainya di rumah Mila berjalan menuju kamarnya. Tak terasa ternyata hari sudah menjelang sore. Karna terlalu asyik dengan teman temannya Mila bahkan melupakan suaminya yang sedari pagi belum makan apapun. Imran juga paling malas kalau harus nyari makanan di luar atau sekedar pesan online. Ia kira Mila perginya tidak lama makanya Ia mau menunggu Mila pulang saja. Mila menghampiri Imran yang sedang tidur mendengkur.
" Mas." Ucap Mila mengguncang pelan tubuh Imran. Imran tidak bergeming. Mila mengusap wajah Imran.
" Panas." Gumam Mila.
" Mas kamu demam." Ucap Mila mencoba membangunkan Imran.
" Eungh." Lenguh Imran membuka sedikit matanya.
" Ya ampun Mas muka kamu pucat banget." Pekik Mila.
" Hmm, Mas pusing Yank." Ucap Imran.
" Mas sudah makan?" Tanya Mila. Imran menggelengkan kepalanya.
" Ya ampun Mas maaf, aku lupa kalau Mas belum sarapan, aku pesan makanan dulu ya Mas." Ucap Mila. Ia mengotak atik ponselnya untuk memesan makanan dari gfood.
" Mas tunggu bentar aku ambil kompresan ya Mas." Ujar Mila hendak beranjak.
" Di sini aja Yank temenin aku." Ucap Imran menggenggam tangan Mila.
Mila duduk kembali di tepi ranjang. Imran memeluk perut Mila dari belakang.
" Mas aku ambil kompresan biar panas kamu turun, nanti kalau udah makan baru minum obat ya." Ucap Mila.
" Skin to skin aja Yank." Ucap Imran.
" Bentar lagi tukang gfood datang Mas." Ujar Mila.
" Suruh cantolin aja di depan pintu makananya, kamu bayarnya pakai pay kan." Ujar Imran.
" Nanti aja Mas kalau kamu udah minum obat baru deh aku kelonin sambil skin to skin biar cepet reda demamnya." Sahut Mila.
Tak lama bel rumah berbunyi. Seorang kurir mengantar makanannya. Mila segera menatanya di mangkok dan membawanya ke kamar Imran.
" Mas makan dulu." Ucap Mila.
Mila membantu Imran duduk bersandar. Ia menyuapi Imran dengan telaten. Ia merasa bersalah karna dirinya Imran jadi seperti ini. Ia merasa belum bisa jadi istri yang baik. Ia bahkan mengabaikan suaminya demi teman temannya
" Sekarang tinggal minum obatnya." Ujar Mila.
Mila memberikan segelas air dan sebutir obat penurun panas kepada Imran. Imran segera meminumnya. Imran menagih janji Mila. Keduanya melepaskan pakaian yang melekat di badan mereka. Metode skin to skin di lakukan oleh Mila untuk menurunkan panas Imran.
Imran laki laki normal, melihat pemandangan dan sentuhan di depannya membuat bagian bawahnya bereaksi. Imran tidak melewatkan kesempatan. Metode skin to skin mereka menghasilkan keringat dan suara suara indah yang mengalun mengiringi kegiatan mereka. Imran benar benar menikmati kegiatannya dengan perasaan bahagia. Sambil menyelam minum air itulah modus yang di lakukan Imran saat ini.
TBC......
Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...
__ADS_1
Makasih untuk para readers yang sudah mensuport author... Semoga sehat selalu....
Miss U All....