Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Penculikan


__ADS_3

Hari ini Mila hendak pergi ke supermarket terdekat untuk membeli susu hamil dan perlengkapan lainnya. Setelah mengunci pintu rumahnya Mila berjalan mendekati mobilnya.


" Nyonya." Panggil seorang pria tambun menghampiri Mila.


" Ya, siapa ya?" Tanya Mila.


" Saya Aslam orang suruhan Tuan Imran Nyonya." Jawab pak om atau Mas Aslam karna usianya sepertinya tidak jauh dari Imran.


" Suruhan untuk apa ya Mas?" Tanya Mila akhirnya menentukan panggilannya.


" Kata Tuan hari ini saya harus mengantar kemanapun anda pergi Nyonya." Ujar Aslam.


" Kenapa? Kok tumben banget, sebentar ya saya mau telepon suami saya dulu." Ucap Mila hendak mengambil ponsel di tasnya.


" Tidak perlu nyonya karna saat ini Tuan Imran sedang meeting jadi Tuan mematikan ponselnya." Ucap Aslam.


" Meeting? Mas Imran tidak mengatakan itu padaku? Darimana Mas Imran tahu aku mau pergi? Sepertinya ada yang tidak beres di sini." Ujar Mila dalam hati.


" Ok tapi saya harus memberitahu teman saya dulu karna saya janji akan menjemputnya, biar nanti kami ketemu di sana saja." Ujar Mila.


" Silahkan Nyonya." Sahut Aslam.


Mila mengetikkan pesan lalu mengirimnya kepada seseorang.


" Mari Nyonya." Ucap Aslam.


" Ah mari." Sahut Mila masuk ke dalam mobil Aslam.


Aslam melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit kencang.


" Kamu mau membawaku kemana?" Tanya Mila karna Aslam tidak menanyakan kemana tujuannya.


" Terserah Nyonya mau ke mana saya akan mengantarkannya." Sahut Aslam.


" Mall xx aja." Ujar Mila.


" Baik Nyonya." Sahut Aslam.


"Aku harus segera tahu siapa orang yang berencana jahat padaku dan Mas Des, aku akan ikuti permainanmu kita lihat saja siapa yang akan menang, siapapun kamu... kau sudah bermain dengan orang yang salah." Batin Mila.


Aslam menghentikan mobilnya, Mila menatap curiga punggung Aslam.


" Ada apa Mas Aslam kok berhenti?" Tanya Mila.


" Sebentar Nya." Sahut Aslam.


Tiba tiba Aslam membekap wajah Mila dengan sapu tangannya. Mila yang awalnya memberontak kini lemas tak berdaya, kesadarannya hilang begitu saja. Aslam segera menelepon seseorang untuk memberitahukan bahwa Ia sudah berhasil membawa Mila.


...----------------...


Mila mengerjapkan matanya, Ia memgedarkan pandangannya ke segala penjuru kamar. Kamar yang sangat asing baginya.Kamar dengan aroma maskulin khas pria dan warna dominan putih dan abu abu. Mila mencoba menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang.


" Awh." Mila menyentuh kepalanya yang terasa nyeri.


" Benar aku di culik, apa Mas Des udah membaca pesanku? Kalau belum aku pasti akan berlama lama di sini menunggu Mas Des menemukan aku di sini, Mas Dessss semoga mereka tidak menyadari kalau aku menghidupkan gps di ponselku, ah pasti mereka sudah mengambil ponselku, untung tadi aku langsung menghapus pesannya." Ujar Mila dalam hati.


Mila tidak khawatir kalau ponselnya di matikan oleh penculik karna gps akan tetap menyala. Maklumlah ponsel mahal dan di pesan khusus oleh Imran.

__ADS_1


Ceklek..... Pintu terdorong dari luar.


Seorang pria tinggi berkulit putih dan jangan lupakan wajah tampannya berjalan masuk menghampiri Mila. Mila menatapnya dengan tatapan biasa tanpa ada rasa takut di dalam hatinya.


" Halo sayang apa kabar?" Tanya Dewa duduk di tepi tempat tidur.


" Siapa kau sebenarnya? Dan untuk apa kamu membawaku ke sini?" Mila balik bertanya.


" Aku Dewa, seseorang yang akan menggantikan Imran menjagamu." Sahut Dewa.


" Apa maksudmu?" Selidik Mila.


" Aku akan melenyapkan suamimu dan aku akan segera menikahimu." Sahut Dewa.


" Namamu Dewa tapi kelakuanmu mirip Iblis." Cebik Mila tersenyum merendahkan.


" Ya kau benar, aku memang iblis.... Iblis yang akan menikahimu dan akan menyingkirkan suamimu." Sahut Dewa.


" Hah menyingkirkan suamiku..." Mila menghembuskan nafasnya kasar.


" Bahkan untuk membawaku kemari saja kau menggunakan cara kotor, kau cemen! kau tidak gentleman Tuan Dewa." Sinis Mila.


Hati Dewa merasa tertohok dengan ucapan Mila. Ia menatap Mila sambil tersenyum smirk.


" Apa tujuanmu membawaku kemari? Maksudku apa motivmu sebenarnya?" Tanya Mila.


" Balas dendam." Sahut Dewa.


" Balas dendam? Kau balas dendam dengan siapa?" Mila bertanya lagi.


" Dengan Imran suamimu." Jawab Dewa.


" Aku bukan pengecut asal kau tahu itu." Ketus Dewa.


" Lalu di sebut apa dengan menculik wanita lemah sepertiku?" Tanya Mila.


" Aku hanya ingin membuat Imran mati perlahan dengan melihat wanita yang dia cintai menjadi milik orang lain." Ujar Dewa.


" Ya kalau suamiku sedih karna kehilangan aku, kalau dia justru menikah lagi gimana? " Tanya Mila menatap Dewa.


" Apa?" Pekik Dewa.


" Tidak tidak mungkin... Aku rasa itu tidak akan terjadi, aku lihat dia sangat mencintaimu, kau kelemahannya." Ujar Dewa.


" Kau salah.... Akulah kekuatannya." Sahut Mila.


" Aku akan lihat seberapa kuat dia bisa mengalahkan aku." Ujar Dewa.


" Baiklah.... Aku akan memberi penawaran untukmu." Ucap Mila.


" Penawaran? Apa itu?" Dewa menatap Mila dengan seksama.


" Kita buktikan apakah suamiku mampu menemukan keberadaanku di sini atau tidak, Jika dia tidak bisa menemukan aku maka dengan senang hati aku akan menuruti semua permintaanmu." Ucap Mila menatap Dewa yang sepertinya sedang berpikir.


" Tapi jika dia bisa menemukan aku maka kau harus melepasku dengan damai tanpa ada pertumpahan darah sedikitpun, bagaimana?" Tawar Mila.


" Tidak.... Apapun yang terjadi kamu akan tetap menjadi milikku, Jika Imran menemukanmu maka dia tidak akan bisa keluar dari sini dengan selamat karna aku akan menghabisinya." Ucap Dewa.

__ADS_1


Mila menatap Dewa tidak percaya dengan apa yang Dewa ucapkan. Alot juga ternyata melakukan tawar menawar dengan Dewa, pikir Mila.


Mila mencoba mengulur waktu dengan sebaik baiknya, Ia yakin Imran akan menjemputnya di sini. Sebenarnya Ia bisa saja mencari cara untuk kabur dari sana, tapi Ia ingin mempertemukan keduanya untuk menyelesaikan masalah mereka yang mungkin belum usai. Ia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Imran dan Dewa.


Di tempat lain tepatnya di kantor Imran sedang membuka ponselnya setelah empat jam Ia menghadiri meeting para petinggi perusahaan. Bibirnya melengkungkan senyuman kala melihat ada pesan dari istri tercintanya.


📲 My Sweeti


Mas ada yang menculikku, aku mencoba mengikuti permainannya karna aku ingin tahu siapa yang sudah mencoba membuat masalah dengan kita, aku menghidupkan gps otomatis segera lacak dan temukan aku


" Astaga sayang..... Kenapa kamu membahayakan hidupmu dan anak kita sayang, kenapa kamu mengambil resiko sebesar ini, Ya Tuhan lindungilah istri dan anak dalam kandungannya, aku tidak tahu apakah musuhku ini kejam atau tidak." Monolog Imran. Imran menekan interkom ruangan Abbas.


" Abbas segera datang ke ruanganku." Ucap Imran.


Tak lama Abbas masuk ke dalam ruangan Imran.


" Ada apa?" Tanya Abbas.


" Mila di culik, segera lacak dimana keberadaannya." Titah Imran.


" Apa di culik?" Pekik Abbas kaget.


" Siapa yang berani menculiknya?" Sambung Abbas.


" Aku juga tidak tahu, bukan di culik tepatnya Mila sengaja mengikuti rencana mereka." Ucap Imran.


" Maksudmu Mila sengaja mau ikut dengan mereka?" Selidik Abbas.


" Iya dia ingin tahu siapa orang yang sudah bermain main dengan keluargaku, sekarang lacak keberadaannya dan kita akan segera menyusul ke sana." Ujar Imran.


" Ok tunggu sebentar." Sahut Abbas.


Abbas terlihat mengotak atik laptopnya dan...


" Mila berada di perumahan di dekat pantai, Ayo kita segera ke sana sebelum semuanya terlambat, aku juga ingin melihat siapa yang sudah berani bermain main dengan kita." Ucap Abbas.


" Ayo." Sahut Imran.


Keduanua berjalan menunu mobil Imran. Abbas menjadi sopir Imran. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju alamat Mila di sekap.


Perjalan menghabiskan waktu sekitar dua jam. Imran dan Abbas sampai di rumah berpagar tinggi. Imran mencoba mencari celah untuk masuk ke dalam tapi sepertinya sangat sulit karna penjagaannya sangat ketat.


" Kita harus mencari jalan untuk masuk ke dalam Bas." Ujar Imran.


" Penjaganya lumayan banyak Ran, kita kembali ke mobil dulu untuk mencari cara supaya kita bisa masuk ke dalam sana." Ucap Abbas.


" Ok." Sahut Imran.


Abbas dan Imran kembali ke mobil yang terparkir tak jauh dari sana. Keduanya sama memikirkan cara supaya masuk ke dalam ke rumah itu dan membebaskan Mila.


Bantu Imran dan Abbas mikir donk....


Hayooo gimana caranya ya.... Author mau mikir dulu ya...


Apa yang membuat Dewa balas dendam dengan Imran??? Tunggu jawabannya di Bab berikutnya...


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author....

__ADS_1


Miss U All....


TBC......


__ADS_2