
Kinan memasuki lobby kantor Aroon, Ia berjalan1 menghampiri reseptionist di mejanya.
" Pagi Mbak, saya utusan dari perusahaan KS Group untuk mengantar berkas kepada Pak Aroon." Ucap Kinan.
" Silahkan langsung ke ruangan Pak Aroon Mbak, Pak Aroon sudah menunggu anda, tahu kan ruangannya Mbak." Sahut Receptionist.
" Iya saya tahu, kalau begitu saya ke ruangannya makasih ya Mbak." Ucap Kinan.
" Sama sama." Sahut receptionist.
Kinan berjalan menuju ruangan Aroon, sesampainya di sana Kinan segera mengetuk pintu.
Tok tok tok
" Masuk." Suara sahutan dari dalam.
Kinan mendorong pintunya, Ia masuk ke dalam
menatap Aroon yang sedang fokus pada layar komputernya.
" Selamat pagi pak, saya utusan dari KS Group datang ke sini untuk memberikan berkas yang harus bapak tanda tangani." Ucap Kinan sopan.
Aroon melirik ke arah Kinan, rok span selutut di padukan dengan kemeja putih serta high hells lima centi membuat Kinan terlihat anggun, tapi sayangnya wajah cantiknya harus tertutup masker.
" Silahkan duduk dulu." Ucap Aroon.
" Baik Pak." Sahut Kinan.
Kinan duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Kinan menatap ke arah Aroon, Ia berharap Aroon tidak mengenalnya.
" Apa anda tidak bisa membuka masker anda Nona? Rasanya tidak sopan jika berbicara dengan wajah tertutup seperti itu." Ucap Aroon menatap Kinan membuat jantung Kinan deg degan.
" Maaf Pak saya lagi terkena flu, takutnya nanti bapak ketularan." Sahut Kinan.
"Dasar gadis kecil, ternyata kamu licik juga." Batin Aroon.
Aroon melanjutkan pekerjaannya sambil sesekali melirik ke arah Kinan yang sedang duduk gelisah. Kinan menatap jam yang melingkar di tangannya, sudah terhitung setengah jam Kinan menunggu tapi Aroon tidak juga menyelesaikan pekerjaannya.
" Maaf Pak jika anda sibuk dan tidak bisa menemui client jangan buat janji Pak, waktu kami sangat berharga apalagi saya hanya karyawan biasa yang sudah pasti kepulangan saya di tunggu oleh Bos saya." Ucap Kinan.
Aroon menatap tajam ke arah Kinan, Ia beranjak lalu berjalan mendekati Kinan.
" Anda mengajariku caranya...
" Ya... Jika waktu adalah uang bagi anda maka bagi saya juga, lain kali tidak perlu meminta kami datang jika di sini hanya di diamkan saja." Ucap Kinan memotong ucapan Aroon.
" Kalau begitu pulang saja, maka kerja sama itu tidak akan pernah terjadi dan kamu pasti sudah tahu konsekuensinya." Ujar Aroon.
" Jangan semena mena kepada orang yang tidak berdaya Pak, jangan gunakan kekuasaan anda untuk mengintimidasi orang lain, sikap anda tidak mencerminkan seorang pemimpin yang bijaksana." Sahut Kinan.
__ADS_1
" Beginikah cara perusahaanmu jika bertamu ke perusahaan orang lain?" Tanya Aroon.
" Ini murni dari diriku pribadi Tuan Aroon, jadi jangan bawa bawa perusahaan kami." Sahut Kinan.
" Ak....
" Pak ada Tuan Madav ingin bertemu dengan Anda." Ucap Serli sekretaris Aroon.
" Mau apa dia ke sini? Bukankah saya tidak ada janji dengannya?" Tanya Aroon.
" Katanya mau membicarakan soal pembaruan proposal kemarin Pak." Jawab Serli.
" Suruh saja dia masuk." Sahut Aroon.
" Baik Pak." Sahut Serli.
Serli membuka pintu mempersilahkan Madav masuk ke dalam. Madav berjalan menghampiri Aroon dan duduk di sebelah Kinan.
" Pagi Tuan Aroon." Sapa Madav.
" Pagi." Sahut Aroon.
" Pagi Nona, kenalkan saya Madav rekan bisnis Tuan Aroon." Ucap Madav mengulurkan tangannya kepada Kinan.
" Saya utusan dari KS Group, panggil saja Swara." Sahut Kinan membalas uluran Madav.
" Nama yang bagus Nona Swara." Ucap Madav memuji.
" Lain kali pakai rok yang lebih panjang, jangan biarkan pria lain melihat bagian tubuhmu." Ketus Aroon menutupi rok Kinan dengan jasnya.
Kinan dan Madav menatap heran ke arah Aroon.
" Apa anda akan selalu seperti ini dengan tamu wanita anda Tuan?" Tanya Madav.
Aroon duduk di sebelah kiri Kinan. Ia menatap Kinan dengan tatapan yang entah.
" Lain kali pakailah rok yang lebih panjang sayang." Ucap Aroon memajukan wajahnya ke arah Kinan. Tangan Aroon membuka masker yang Kinan kenakan membuat Madav melongo.
Kinan membulatkan matanya, Ia tidak menyangka jika Aroon mengenalinya. Tanatlah sudah riwayatnya. Ia akan di cap sebagai seorang penipu.
" Nyonya Aroon." Gumam Madav.
" Bukan." Sahut Kinan.
" Kenapa? Kamu mau bilang pada Tuan Madav jika kamu bukan istriku begitu? Apa kamu kira Tuan Madav akan menpercayai ucapanmu?" Ucap Aroon menatap Kinan. Ia bahkan merapikan anak rambut Kinan dengan tangannya membuat Kinan sangat kesal.
" Tuan Madav, apa jika Kinan bilang kalau dia bukan istriku kau akan percaya begitu saja?" Tanya Aroon pada Madav.
" Tidak Tuan, saya lebih percaya dengan anda." Sahut Madav menundukkan pandangannya.
__ADS_1
" Apa kau sudah dengar?" Tanya Aroon menatap Kinan.
" Terserah kau saja lah Om, buruan tanda tangani berkas itu lalu aku akan pergi dari sini, muak lama lama aku berada dalam satu ruangan denganmu." Ketus Kinan.
" Sabar sayang, aku merubah keputusanku." Ujar Aroon.
" Apa maksudmu merubah keputusanmu Tuan Aroon?" Selidik Kinan.
" Aku akan menemui Tuan Burhan untuk membicarakan masalah ini, aku ingin mengajukan syarat yang harus di penuhi olehnya." Ucap Aroon.
" Kenapa kau tidak memberitahuku dari tadi? Kau sengaja kan mengerjaiku seperti ini?" Tanya Kinan.
" Tidak... Pemikiran itu baru muncul setelah aku melihatmu." Kilah Aroon.
" Aku yakin sekali kalau sebenarnya Om tahu siapa aku,Om sengaja memintaku ke sini supaya Om bisa menci..." Kinan menutup mulutnya. Ia hampir keceplosan mengungkit soal ciuman itu.
" Supaya Tuan Aroon bisa apa Nona Kinan?" Tanya Madav.
" Tidak ada Tuan Madav, saya permisi dulu." Sahut Kinan beranjak dari duduknya.
" Mau kemana? Urusan kita belum di mulai." Ucap Aroon mencekal tangan Kinan.
" Urusan kita sudah selesai, dan ingat jangan mencoba mencari cari alasan supaya bisa bertemu denganku lagi Tuan Aroon, aku tidak peduli dengan kerja sama ini, minggir aku mau pulang." Ucap Kinan.
" Bagaimana jika perusahaanmu bangkrut? Apa yang akan kamu katakan pada Papamu Kinan?" Tanya Aroon.
" Kau tahu jika perusahaan ini milik Papaku?" Tanya Kinan.
" Tentu saja, apa yang aku tidak tahu soal istriku?" Ucap Aroon.
" Tuan Madav maaf saya mau keluar." Ucap Kinan.
Madav beranjak dari duduknya membiarkan Kinan menjauh dari tempat duduknya. Kinan menatap tajam ke arah Aroon.
" Kenapa kau menatapku seperti itu sayang? Sekarang pulanglah aku akan menyusulmu setelah urusanku dengan Tuan Madav selesai, Tunggu aku di rumah ya." Ucap Aroon mengerlingkan sebelah matanya.
" Dasar Om Om setengah tua menyebalkan." Cebik Kinan.
" Hei sayang kamu bicara apa?" Ujar Aroon beranjak dari duduknya. Melihat itu Kinan segera berlari keluar meninggalkan ruangan Aroon.
Aroon menggelengkan kepalanya melihat sikap Kinan.
" Anda terlihat sangat mencintai istri anda Tan Aroon." Ujar Madav.
" Ya kau benar, aku sangat mencintainya dan saat ini aku sedang berjuang untuk membawanya kembali ke rumah." Ucap Aroon.
Ha ha ha Babang Aroon ngaku ngaku ya...
Jangan lupa like dan komentnya...
__ADS_1
Miss U All...