Ternyata Dia Hanya Milikku

Ternyata Dia Hanya Milikku
Ke rumah Kira


__ADS_3

Jam delapan pagi, Fahri sudah siap menjemput Tiara untuk berkunjung ke rumah Kira.


Dengan memakai celana denim dam kaos casual berwarna putih yang di balut jaket membuat seorang Fahri Almanaf terlihat begitu tampan.


" Kamu mau kemana Mas?" Tanya Sita saat berpapasan dengan Fahri di tangga.


" Bukan urusanmu." Sahut Fahri malas.


" Mas aku ini istrimu, jadi aku berhak tahu kemana kamu pergi pagi pagi gini Mas." Ujar Sita.


" Dua kali kau menjadi istriku tapi sayangnya keduanya sama sama tidak aku inginkan, bukannya tadi malam kamu mendengar percakapanku dengan Tiara kan?" Ujar Fahri.


" Tapi akan aku perjelas kepadamu supaya kau tahu dimana posisimu wanita pembohong! Aku mau pergi ke rumah Kira, kau tahu kan siapa Kira? Mantan sahabatmu dan wanita yang sangat aku cintai." Sambung Fahri meninggalkan Sita.


" Ya Tuhan kenapa rasanya sesakit ini." Batin Sita memejamkan matanya.


Fahri masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya ke rumah Tiara terlebih dahulu.


" Pagi." Sapa Tiara setelah mobil Fahri bertengger di halaman rumahnya.


" Pagi, ayo kita berangkat." Ajak Fahri.


Tiara masuk ke dalam mobil Fahri tepat di samping kemudi. Fahri melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediaman Zavran dan Kira.


" Apa istrimu tahu kalau kau pergi denganku?" Tanya Tiara.


" Ya." Sahut Fahri.


" Dia mengijinkanmu?" Tiara bertanya lagi.


" Aku tidak membutuhkan ijinnya untuk kemana aku pergi, dia bukan siapa siapa bagiku kecuali wanita pembohong dan bermuka dua." Sahut Fahri.


" Sepertinya rasa benci masih tertanam dalam di hatimu Ri." Ujar Tiara.


" Aku sangat membencinya, karena dia aku kehilangan wanita yang sangat aku cintai." Ucap Fahri.


" Mungkin kamu bukan jodohnya kali Ri, mending kamu ikhlasin aja dan belajar mencintai yang lain yang akan menjadi jodoh terbaik untuk dirimu, misalnya istri saat ini." Ujar Tiara.


" Heh jodoh terbaik, aku tidak akan memberikan hati dan cintaku untuk wanita terobsesi sepertinya, demi cinta dia menghalalkan berbagai cara untuk menjebakku, dan kali ini dia juga menjebakku untuk yang kedua kalinya." Sahut Fahri.


" Berarti dia benar benar wanita hebat Fahri." Kekeh Tiara.


" Sudahlah kau diam saja! Aku malas membahas wanita pendusta itu." Ujar Fahri.


" Hah baiklah." Sahut Tiara menyenderkan punggungnya pada jok mobil.


Lima belas menit setelah itu mobil Fahri memasuki halaman rumah Kira.


" Ayo turun." Ucap Fahri membuka sealbeltnya.


" Ok aku ingin melihat bagaimana wanita yang membuatmu tidak bisa move on selama ini, bahkan saat kamu kehilangan ingatan sekalipun." Sahut Tiara turun dari mobilnya.


Keduanya berjalan pintu rumah Kira.


Ting tong....


Fahri memencet bel yang tertempel di daun pintu.


" Zavi.... Mommy mau membuka pintu dulu, kamu jangan kemana mana ya." Terdengar teriakan Kira dari dalam rumah.


" Iya Mom." Sahut Zavi.


Ceklek....

__ADS_1


Deg....


Tubuh Kira mematung saat melihat Fahri yang berdiri di depan pintu.


" Ka... Kak Fahri." Gumam Kira tak percaya.


" Hai Kira, apa kabar?" Sapa Fahri.


" Ah aku baik Kak, Kakak sendiri gimana?" Kira balik bertanya.


" Aku tidak akan baik tanpa kamu di sampingku Ki." Sahut Fahri.


" Jangan bercanda Kak, ini istri Kakak?" Tanya Kira menunjuk Tiara.


" Bukan! Aku temannya Fahri." Sahut Tiara.


" Perkenalkan namaku Tiara." Sambung Tiara menyodorkan tangannya kepada Kira.


" Kira." Sahut Kira membalas uluran tangan Tiara.


" Istri Fahri ada di rumah." Ucap Tiara.


" Kenapa tidak ikut kemari? Apa dia baik baik saja?" Tanya Kira.


" Dia tidak cukup berani untuk menampakkan wajahnya ke hadapanku." Gumam Tiara.


" Apa maksudmu Tiara?" Tanya Kira mengerutkan keningnya.


" Ijinkan kami masuk dulu, nanti aku akan menceritakannya." Ucap Tiara.


" Maaf... Silahkan masuk." Ucap Kira.


Kira berjalan menuju ruang tamu di ikuti Fahri dan Tiara dari belakang.


" Hai Boy... Kenalkan! Aku Om Fahri, temannya Mommy dan Daddymu." Ucap Fahri berjongkok menjajari Zavi.


" Hai Om, aku Zavi." Sahut Zavi.


" Mau bermain denganku Om? Aku kesepian kalau siang karena Daddy sibuk bekerja, mau kan paman bermain denganku?" Tanya Zavi menatap Fahri.


" Baiklah, ayo kita bermain." Ajak Fahri.


" Oh ya kita mau main apa nih?" Tanya Fahri.


" Main bola Om." Sahut Zavi.


" Ok siap." Sahut Fahri.


" Mom aku mau main sepak bola di taman belakang sama Om Fahri ya Mom." Ucap Zavi.


" Zavi kamu seperti udah kenal lama sama Om Fahri, tidak biasanya kamu mau main dengan orang asing." Ujar Kira.


" Aku tahu kalau Om Fahri orang baik Mom." Sahut Kira.


" Baiklah sayang sekarang pergilah bermain dengan Om Fahri, Mommy akan buatkan minum untuk kalian semua." Ucap Kira.


" Makasih Mom." Sahut Zavi.


Zavi menggandeng tangan Fahri menuju taman belakang.


" Silahkan duduk Tiara." Ucap Kira.


" Terima kasih." Sahut Tiara.

__ADS_1


" Aku akan membuatkan minuman untukmu." Ucap Kira meninggalkan Tiara.


Sepuluh menit Kira kembali dengan nampan berisi makanan dan minuman di tangannya.


" Silahkan di minum Tiara." Ucap Kira memberikan secangkir teh hangat dan sepiring kue di meja depan Tiara.


" Terima kasih." Sahut Tiara.


" Kamu wanita yang baik, itulah sebabnya Fahri tidak bisa move on darimu walaupun sudah menikah dua kali." Sambung Tiara.


" Kamu bisa aja." Sahut Kira.


" Oh ya tadi kamu mau menceritakan tentang istri Kak Fahri yang sekarang, apa yang ingin kamu ceritakan? Kak Fahri menikah dengan siapa dan dari keluarga mana?" Tanya Kira penasaran.


" Kamu sangat mengenal istri Fahri yang dulu maupun yang sekarang." Ucap Tiara.


" Siapa?" Tanya Kira mengerutkan keningnya.


" Rasita." Sahut Tiara.


" Apa?" Pekik Kira terkejut.


" Maksudmu Kak Fahri rujuk dengan Rasi begitu?" Tanya Kira memastikan.


" Lebih tepatnya Rasita menjebak Fahri kembali." Sahut Tiara.


" Menjebak Kak Fahri kembali? Apa maksudmu? Katakan yang jelas Tiara." Ucap Kira.


Akhirnya Tiara menceritakan tentang pernikahan kedua Fahri dan Sita.


" Apa kalian yakin kalau Rasi yang sekarang masih sama seperti Rasi tiga tahun yang lalu?" Tanya Kira.


" Aku tidak tahu tapi Fahri berpikiran begitu." Sahut Tiara.


" Aku tidak mau ikut campur masalah hubungan mereka, tapi satu hal yang seharusnya Kak Fahri tahu kalau setiap orang bisa berubah, bisa saja sekarang Rasi benar benar menjadi wanita yang baik hati, dia sudah menyesali semua perbuatannya, lagian semua itu hanya masalalu, tidak seharusnya Kak Fahri terpaut dengan masa lalu itu supaya dia bahagia di masa depan." Ujar Kira.


" Kamu benar benar wanita baik dan mulia Ki, aku saja yang sesama wanita merasa kagum kepadamu apalagi mereka yang para kaum pria." Ucap Kira.


" Kamu terlalu tinggi memujiku, kamu belum tahu saja siapa aku." Sahut Kira.


" Zavi usianya berapa tahun? Sepertinya dia bersikap lebih dewasa dari umurnya." Ujar Tiara mengalihkan pembicaraan.


" Tiga tahun lebih, aku rasa dia sama seperti anak seusianya." Ujar Kira.


" Menurutku dia anak sangat yang pandai, bahkan dia juga bisa menilai orang dengan baik." Ucap Tiara.


" Dari tadi kamu selalu memuji keluargaku, sekarang coba ceritakan tentang keluargamu? Dan bagaimana kamu bisa bertemu dengan Kak Fahri dan menjadi temannya." Ucap Kira menyesap tehnya.


" Aku yatim piatu, aku bertemu Fahri saat Fahri hendak ke bandara tiga tahun lalu, dia menawarkan pekerjaan kepadaku dan mengajakku ke luar negeri, aku ikut aja karena kebetulan aku sedang mencari pekerjaan saat itu, dan akhirnya kami menjadi teman baik sampai sekarang." Terang Tiara.


" Dia sering menceritakan kamu saat di sana, bahkan setiap waktu dia selalu memujimu, itu sebabnya aku ingin sekali bertemu denganmu, aku ingin melihat bagaimana wanita yang di cintai Fahri sampai sedalam itu." Ujar Tiara.


" Ya inilah aku." sahut Kira.


Keduanya mengobrol membicarakan kehidupan Fahri dan Tiara selama di luar negeri. Tiara merasa senang bisa bertemu dengan Kira yang kini menjadi temannya.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya


Terima kasih untuk readers yang sudah mensuporr author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2