
" Bagaimana perkembangan dari penyelidikan yang kamu lakukan, John ?" tanya Elbert dengan wajah dinginnya.
" Maaf, Tuan ... sampai hari ini masih belum ada kabar baik. Mereka belum juga menemukan wanita itu. Dia benar - benar menghilang. " jawab John menutupi perasaan cemas di hatinya karena takut akan kemarahan Elbert.
" Apa saja yang kamu dan anak buah mu kerjakan ! Kenapa kalian bisa sebodoh ini. Mencari seorang wanita saja kalian tidak becus !" ujar Elbert dengan mata penuh emosi.
" Maaf, Tuan ... kami salah ! Tapi mereka sedang berusaha, bahkan sudah seminggu ini mereka tidak pulang ke rumah masing - masing karena ingin segera memberi kabar baik pada Tuan. " jawab John.
" Itu memang sudah tugas mereka ! Saya tidak mau tahu, pokoknya kalian sudah harus memberi kabar baik buat saya dalam dua hari ! Saya mau pergi menemui Felicie. Sudah terlalu lama saya meninggalkannya. Kamu mengerti!" ucap Elbert melihat dengan tatapan tajam pada John.
" Saya akan usahakan, Tuan ... tapi bagaimana jika masih belum juga di temukan ? Apa Tuan akan tetap pergi menemui Nona Felicie. Sementara masalah ini belum bisa kita pecahkan." John memberanikan diri untuk mengeluarkan pendapatnya.
"Hmm ... kamu tahu kan John, seumur hidup saya, saya hanya mencintai satu orang wanita dan itu Felicie. Selama ini kamu juga tahu bagaimana saya seperti orang gila mencarinya. Hingga akhirnya keberuntungan datang pada saya saat itu. Saya bisa bertemu dengannya kembali tanpa sengaja. Maka saya tidak mungkin akan melepaskannya lagi seperti dulu. Cukup satu kali saya merasa kehilangan. Jadi, saya tidak ingin karena perbuatan wanita gak waras itu, saya harus kehilangan kesempatan untuk bersama Felicie. Tidak, saya tidak ingin itu terjadi ! " ujar Elbert serak karena menahan kerinduan yang begitu dalam pada Felicie.
Sudah seminggu lebih, ia tidak berani menyalakan handphone. Karena takut Felicie akan menghubunginya kembali, seperti sebelumnya. Sedangkan ia belum bisa menerima dan menjawab panggilan darinya.
Elbert takut, jika Felicie sudah mengetahui tentang masalah yang sedang terjadi pada dirinya. Meskipun John sudah berusaha memblokir semua akses media yang sempat mengeluarkan berita dan foto dirinya bersama Claire. Tapi ia yakin, sudah ada beberapa orang yang menyimpan mengenai berita tentangnya dan yang membuat Elbert panik, karena disana sangat jelas terlihat wajah Elbert dan Claire.
" Maaf, El ... kali ini aku bicara sebagai kakak dari mu bukan sebagai bawahan pada atasannya. Kalau menurutku, sebaiknya kamu hubungi Felicie dan ceritakan mengenai yang terjadi disini agar ia tidak salah paham nantinya. Bukannya malah menghindar dan sengaja menonaktifkan handphone kamu. Hal yang kamu lakukan malah semakin membuat Felicie kepikiran. Kamu tidak ingin dia bersedih lagi, tapi dengan cara yang kamu lakukan sekarang, aku rasa itu malah akan membuat Felicie semakin bersedih, karena sejak kamu pergi Felicie cuma sekali mendapat kabar darimu.
Jika ia memang sudah melihat berita itu, kamu harus berkata jujur dan jelaskan tentang siapa Claire. " ujar John panjang berusaha memberikan saran yang tepat buat Elbert, karena ia sangat tahu bagaimana dalamnya Elbert mencintai Felicie, gadis kecilnya.
" Tapi aku takut, John ... Aku takut jika menghubunginya, lalu menjelaskan semua padanya ia gak percaya dan jadi menjauh dariku. Aku gak mau itu terjadi, John. Aku juga takut jika ia sudah mengetahui mengenai berita ini, Felicie malah tidak ingin bicara dan bertemu denganku lagi. Aku pengecut kan, John ... !" kata Elbert dengan suara serak.
Wajahnya langsung berubah menyedihkan. Ia benar - benar merasa takut, memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Elbert takut, Felicie jadi sangat membencinya. Ia pasti berpikir kalau Elbert tidak ada bedanya dengan Aaron. Sama - sama pembohong. Banyak ketakutan yang berkembang di pikirannya.
Makanya ia memutuskan untuk menghindar sementara ini hingga masalah yang di buat Claire bisa di selesaikan.
__ADS_1
John terdiam, ia tidak bisa berkata apa - apa lagi. Ada benarnya yang dikatakan Elbert. Saat ini, Elbert sendiri belum tahu isi hatinya Felicie. Apakah dia sudah mencintai Elbert atau masih baru mencoba untuk membuka hatinya. Jika Felicie belum mencintai Elbert, memang ada kemungkinan dia akan menjauh dari Elbert. Tentu saja hal ini akan membuat Elbert terpuruk. Tapi semua kemungkinan itu bisa menemukan jawabannya jika di coba terlebih dahulu.
" Baiklah, aku mengerti dengan alasanmu, El ... tapi tidak ada salahnya mencoba. Mungkin saja itu hanya dugaan kita saja. Bagaimana jika malah sebaliknya, Felicie bisa menerima dan percaya dengan penjelasan yang kamu katakan. Bukankah lebih baik dia mendengar langsung dari kamu dari pada dengar dari orang lain atau melihat beritanya dari media. " ujar Jhon mencoba meyakinkan Elbert.
Sebenarnya Elbert merasa apa yang dikatakan John ada benarnya juga tapi tetap saja Elbert tidak bisa melakukannya. Ketakutan di hatinya lebih besar dari pada keberaniannya. Elbert berubah jadi penakut jika sudah berhubungan dengan Felicie.
" Coba pikirkan saran dariku, El ... jangan takut sebelum kamu mencobanya." ujar John lagi.
" Hmm ... pukul berapa acara peluncuran produk Mark diadakan ?" ucap Elbert mengalihkan topik pembicaraan, karena Elbert masih tidak yakin untuk menceritakan nya pada Felicie.
" Pukul delapan, El ... " ujar John.
" Kamu saja yang pergi, aku tidak suka menghadiri acara seperti itu." ucap Elbert.
" Tidak bisa, El ... kamu tetap harus datang, karena sebagai donatur terbesar di proyek ini, Mark meminta kamu untuk datang dan produk ini tidak akan diluncurkan jika bukan kamu yang mengesahkannya. Lagi pula Mark adalah teman kamu. " ujar John.
" Maaf, El ... baru saja Mark meneleponku sebelum aku sampai ke mansion dan memastikan kamu untuk datang ke peluncuran produk, karena tadi dia kebetulan melihat kamu keluar dari perusahaan. Jadi Mark pasti tahu kalau kamu dalam keadaan baik - baik saja." ujar John
Elbert kesal mendengarnya. Padahal ia sangat ingin berdiam diri saja di mansion, untuk mengambil langkah apa yang akan di lakukannya jika Claire tidak diketemukan juga sampai batas waktu yang ia berikan pada John. Tapi sialnya tadi Mark sudah melihatnya baik - baik saja.
Jadi tidak ada alasan buatnya untuk tidak hadir.
" Ayolah, El ... kamu cukup hadir sebentar saja. Setelah peluncuran produk itu kita bisa langsung pergi." bujuk John.
" Hmm ... baiklah ! tapi ingat kita langsung pulang setelah tugasku selesai. " akhirnya Elbert memutuskan untuk datang ke acara Mark.
" Tentu saja ... aku juga masih harus pergi malam ini meninjau lokasi proyek berikutnya. " ujar John memastikan agar Elbert tidak berubah pikiran.
__ADS_1
" Okey ... bangunkan aku satu jam setelah ini. Aku mau istirahat sebentar. " ucap Elbert sembari bangkit dari tempat duduknya.
" Baiklah ... !" sahut Jhon lalu keluar dari ruangan kerja Elbert yang ada di mansion.
Setelah melihat Jhon pergi, Elbert berjalan menuju kamar tidurnya.
Tapi bukannya tidur, ia malah melihat foto Felicie yang ada di handphone nya. Elbert sangat merindukan Felicie. Ia kangen dengan matanya yang dingin tapi begitu indah dan semua yang ada pada diri Felicie.
" Apakah aku harus menghubungi Felicie sekarang ? Tapi bagaimana jika ia sudah melihat berita tentangku ?" ucap Elbert sembari melihat nomer handphone Felicie dengan perasaan berkecamuk.
" Ah, nanti saja jika Claire sudah ditemukan dan masalah ini selesai, baru aku pulang kesana menemui Felicie dan menceritakan semua padanya." Elbert tersenyum tipis membayangkan saat ia bisa menemui Felicie kembali.
Elbert merasa lega setelah memikirkan hal ini. Ia pun naik ke ranjang dan merebahkan dirinya untuk beristirahat agar bisa sejenak menenangkan pikirannya yang kacau beberapa waktu ini.
**********************************
Hai, semua ... 😍😍
Semoga kalian selalu dalam keadaan sehat, ya ... 😘
Oya, Makasih atas semua dukungan yang telah kalian berikan pada karya Mommy ini ... 🙏🙏😍
Tapi tetap dan dukung terus ya ... dengan memberikan like, vote dan koment yang positif ... 🙏🙏🙏
Maafkan Mommy jika masih banyak kesalahan dalam penulisan di cerita yang Mommy tulis.🤗🤗
Love You All ❤️❤️❤️
__ADS_1