Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 74


__ADS_3

Elbert telah menghapus semua jejak tentang keberangkatan mereka agar Tuan William tidak mengetahuinya.


Felicie tidak tahu mengenai hal ini. Ia hanya menganggap Elbert


hanyalah anak orang kaya biasa aja. Lagi pula ia tidak pernah


memikirkan masalah itu. Jadi, ia tidak pernah berusaha mencari tahu mengenai Elbert selain yang


diceritakan Elbert padanya.


" Feli ... apa kamu bahagia sekarang ?" tanya Elbert sembari


melihat wajah Felicie.


" Tentu saja ... Ini adalah hal yang


paling aku impikan selama ini, El ... ! " jawab Feli tersenyum.


" Aku ikut bahagia melihat kamu.


Kamu sudah sangat jauh berubah


saat awal kita ketemu. Apa kamu masih ingat, ketika aku maksa


untuk kenalan denganmu ?" tanya


Elbert sembari tersenyum.


" Oh, tentu aja aku ingat. Waktu itu aku sebal banget sama kamu.


Aku sempat mikir, kog ada ya cowok nyebelin kaya kamu


di dunia ini. Mau kenalan pake


acara maksa lagi. ! " ucap Felicie


cemberut saat teringat akan kejadian itu.


" Hahaha ... abisnya kamu cuek banget saat itu. Sedangkan aku


langsung tertarik begitu melihat


kamu. Makanya aku gak perduli


meskipun melihat kamu sedang


duduk bersama dua pria. " ujar


Elbert tertawa lepas.


" Kamu itu memang aneh, ya ...


apa saat itu kamu gak mikir, gimana kalau salah satu dari mereka itu pacar atau suamiku ? "


tanya Felicie penasaran.


" Aku gak perduli ... lagi pula


kalau pacar kan masih bisa putus.


Pasangan suami - isteri aja bisa cerai apalagi baru pacaran.


Sedangkan begitu aku tahu kamu sudah menikah aja, aku bertekad untuk merebut kamu, apalagi kalau hanya sekedar pacar ... "


ujar Elbert menatap mata Felicie dengan pandangan serius sembari mendekat kan wajahnya


ke arah Felicie.


" Kamu memang aneh." ucap Felicie singkat kemudian memalingkan wajahnya, karena ia mendadak merasa gugup karena jarak mereka yang begitu dekat.


" Ya, aku memang aneh. Tapi kamu tahu, mungkin karena dari


awal kita ketemu di hotel itu, hati ku merasa sudah begitu dekat dan


mengenalmu. Ternyata, hatiku benar, kamu adalah gadis kecil yang selama ini aku cari ! " ucap


Elbert sepenuh hati sembari melirik Felicie yang masih


memalingkan wajahnya dari Elbert.


" Hmm ... aku mau tidur bentar.


Gak tahu kenapa, tiba - tiba aku ngantuk banget." Felicie berusaha


mengalihkan pembicaraan agar


bisa menenangkan hatinya yang


semakin berdetak kencang.


" Ya, sudah ... tidurlah. Perjalanan


kita masih panjang. Kamu pasti


lelah. " ujar Elbert mengerti.


" Hmm ... kamu istirahat juga, biar


gak kecapean nanti." ucap Felicie


dengan suara bergetar.


" Nanti aja setelah kita transit biar


ada yang bangunin kamu. " jawab

__ADS_1


Elbert.


" Hmm ... aku tidur bentar, ya ... ".


" Ya, my baby ... selamat istirahat."


Felicie menganggukkan kepala,


sambil menutupi wajahnya yang


berubah merah karena mendengar


panggilan Elbert yang penuh


kelembutan tadi.


Aaron yang sedang bersama Tommy, setelah menanyakan keadaan perusahaan dan Daddy nya, ia juga ingin cerita mengenai


keputusan yang ia ambil tentang pernikahan nya dengan Giselle dan Vera.


" Tom ... ada yang mau gue omongin dengan Lo. " ucap Aaron berubah serius.


" Ada apa ini ? Kenapa muka Lo jadi serius banget kaya gitu, bro ... ?" tanya Tommy heran.


" Hmm ... gue yakin Lo pasti marah jika mendengar apa yang akan gue katakan. "


" Kenapa gue harus marah, ada apa sebenarnya, bro ... ? Penasaran gue ... ! "


" Gue akan memberikan kesempatan buat Giselle. " ujar Aaron setelah menarik nafas dengan berat.


Aaron mulai menceritakan


apa yang terjadi dan keputusan


yang sudah di ambilnya.


" Apa ! Gak usah gila Lo ... !" ujar Tommy gak percaya dengan yang dikatakan Aaron.


" Gue tahu gue gak waras karena mengambil keputusan seperti ini.


Tapi ini semua demi anak - anak


gue. Gue ingin mereka merasakan


cinta dari gue. Jika gue memperlakukan mereka berdua


seperti yang pernah gue bilang


ke elo dan Zico, mungkin anak - anak gue nantinya akan merasa


menjadi anak yang tidak diinginkan. Mereka gak salah


dalam hal ini." ujar Aaron dengan


" Sekarang gue tanya sama Lo ...


elo ngambil keputusan ini karena


elo termakan rayuan Giselle lagi


atau memang murni demi anak -


anak lo ... ! Lo jadi orang jangan


gak jelas kaya gini. Omongan Lo berubah terus. " kata Tommy serius.


" Demi anak - anak gue, Tom ...


tapi juga karena omongan Giselle.


Gue tahu dia banyak melakukan


kesalahan dalam hidupnya tapi


gue juga melakukan hal yang sama, jadi gue pikir gak ada salahnya gue mencoba dari awal


lagi. " jelas Aaron menghela nafas.


" Lalu bagaimana dengan Tuan William ? Apa kamu gak memikirkan perasaan Daddy, Lo ?"


tanya Tommy gak mengerti dengan alasan yang di berikan


Aaron.


" Daddy pasti marah, karena lagi -


lagi aku menentang keinginannya.


Padahal aku sudah berjanji pada Daddy, pernikahan ini terpaksa


di teruskan hanya karena mereka


hamil. "


" Lo tahu kan, kalau bagi Tuan William hanya Felicie yang pantas jadi menantunya bukan yang lain.


Dia masih berharap, suatu saat elo bisa bersama dengan Felicie lagi. "


" Ya, gue tahu ... itu memang harapan Daddy dan gue awalnya.


Tapi setelah gue pikirkan, Felicie gak akan mungkin mau kembali


dengan gue meskipun gue nanti


pisah dengan Giselle dan Vera.

__ADS_1


Bagaimana jika anak yang dikandung mereka memang benar anak gue ? Apa Felicie bisa menerima gue dengan dua orang


anak. Karena itulah, akhirnya gue mengambil jalan ini. Bagaimanapun anak - anak lebih baik bersama dengan kedua orang tuanya. "


" Apa elo yakin bisa melupakan rasa cinta elo pada Felicie ?" .


Aaron terdiam mendengar pertanyaan yang diajukan Tommy.


Ia sepenuhnya tidak yakin. Cintanya begitu besar buat Felicie. Tapi ia sadar, Felicie tidak


pernah mencintainya. Mungkin dengan mengikhlaskan perasaannya, ia bisa jauh lebih tenang dan Felicie bisa bahagia


dengan orang yang ia cintai suatu hari nanti.


" Gue tahu Lo gak yakin bisa melupakan perasaan elo sama


Felicie. Jadi kenapa Lo harus


melakukan ini ? Kalau masalah anak, bukankah lebih baik jika diurus oleh seorang wanita


yang baik, yaitu Felicie dibanding kan kedua wanita 🦊 itu . Aku gak akan pernah bisa percaya kalau Giselle bisa berubah !" .


" Tapi Tom ... elo tahu sendiri Felicie gak mungkin bisa jatuh


cinta dengan gue."


" Kenapa Lo pesimis. Mungkin sekarang belum, tapi apa elo tahu


yang akan terjadi kedepannya.


Malah dengan elo melakukan hal


ini, lo menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan Felicie kembali. Ia justru semakin percaya, bahwa perasaan cinta Lo cuma sebuah kebohongan dengan elo melanjutkan pernikahan bersama mereka berdua. "


" Maaf, Tom ... gue tahu maksud


elo baik. Tapi gue sendiri gak yakin Felicie mau menerima gue


lagi. Jadi, gue harus menerima


kenyataan ini. Mungkin memang


ini hukuman buat gue atas semua kesalahan yang pernah gue lakukan pada Felicie. "


Tommy terdiam mendengar perkataan Aaron. Ia mengerti sekarang kenapa Aaron bisa melakukan hal yang gak masuk


akal seperti ini. Ternyata, Aaron


ingin menghukum atas kesalahan


yang telah ia lakukan terhadap Felicie. Meskipun Tommy sangat gak setuju, tapi ia mencoba memakluminya. Mungkin dengan melakukan hal ini, Aaron bisa


mengurangi rasa bersalahnya karena telah menyia - nyiakan wanita sebaik Felicie.


" Hmm ... Apa Zico sudah berhasil


mendekati Felicie, Tom ... ?" tanya Aaron pelan, karena penasaran.


" Kenapa Lo perduli. Bukankah elo mau melupakan Felicie. Biarkan


Zico mengejarnya." ujar Tommy.


" Ya, maksud gue bukan gitu.


Felicie masih dalam masa Iddah,


jadi dia belum bisa menikah lagi dengan orang lain. " ucap Aaron


mencari alasan yang tepat.


" Itu gak usah elo pikirin. Menikah


memang belum bisa tapi kalau


dekat gak masalah kalau menurut


gue. " ujar Tommy santai.


" Hmm ... lalu bagaimana dengan


Elbert ? Apa Lo tahu tentang siapa dia ... ? Terus apa dia masih


berdekatan dengan Felicie ?" tanya Arron ingin tahu.


" Kenapa sih Lo ! Kalau sudah mau melupakan Felicie, elo gak perlu perduli dia mau dekat sama siapa. Masalah Elbert, gue gak bisa menemukan siapa dia sebenarnya ?" jawab Tommy sembari memandang Aaron dengan mengangkat sudut bibirnya sedikit.


Aaron tidak bisa menanyakan hal mengenai Felicie lagi ketika melihat senyum di bibir Tommy.


Ia tahu, pasti Tommy mentertawakan dirinya.


Ia tidak konsisten dengan apa yang dikatakannya barusan.


Aaron memang berusaha menutupi perasaannya agar terkesan ia ingin melupakan Felicie.


Padahal ia sendiri tahu,


ia gak akan mampu melupakan


cintanya pada Felicie. Tapi ia harus tetap melakukannya demi


kebahagiaan Felicie. Karena itu Aaron harus bersikap seperti ini, baik didepan Tommy maupun nanti di depan kedua isterinya.


Tapi seperti yang pernah ia katakan pada Felicie, Aaron akan terus memantaunya dari kejauhan .


********************************

__ADS_1


__ADS_2