
Tidak terasa hari demi hari, hingga sekarang sudah hampir sebulan ia berpisah dengan Felicie. Aaron hanya ingin berusaha untuk berubah jadi yang lebih baik agar tidak ada penyesalan lagi dalam hidupnya.
Makanya ia memutuskan untuk memberi kesempatan buat Giselle dan Vera . Ia hanya berharap keputusannya ini benar dan ia akan mendapat ketenangan dalam menjalani ini semua. Meski di balik ini semua ia juga memiliki rencana sendiri.
Tapi bukannya ketenangan yang ia dapatkan malah semakin hari semakin kacau. Hampir setiap hari ia harus mendengar pertengkaran di antara Giselle dan Vera. Ada saja masalah yang membuat mereka ribut dan permasalahkan.
Awalnya Giselle yang selalu kalem dan terlihat berubah kini mulai kembali seperti dulu. Walaupun Aaron juga sadar ini di pacu oleh kecemburuan Giselle pada Vera.
Mungkin juga karena pengaruh hormon dari kehamilan hingga sering membuat mood mereka berubah.
Awal kehamilan hanya Vera yang mengalami mual dan muntah dan membuat kondisinya menjadi lemah dan hanya rebahan setiap hari di tempat tidur dan selalu ingin di temani Aaron pada malam harinya hingga terkadang mengambil jatah hari Giselle untuk tidur bersamanya. Aaron tidak bisa menolak karena Vera selalu memberikan alasan kalau anaknya yang menginginkan tidur dengan dirinya. Aaron tidak ingin membuat anaknya kecewa hingga membuatnya mengabulkan keinginan Vera.
Tapi kini Giselle juga mengalami hal yang sama dengan Vera. Ia mulai sering mual dan muntah dan tubuhnya juga mulai melemah seperti Vera. Hingga keduanya sering berebut untuk mendapatkan perhatian dari Aaron.
Waktu itu ia juga heran kenapa Vera lebih lemah kondisinya di bandingkan Giselle. Sementara Giselle terlihat baik - baik saja. Meski sesekali ia juga muntah - muntah dan lemah.
Tapi kini kondisi Giselle juga sama dengan Vera. Ia tidak bisa lagi mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Giselle hanya berbaring setelah selesai sarapan.
Sama dengan hal yang selama ini di lakukan oleh Vera.
Sehingga Aaron memutuskan untuk mempekerjakan art untuk memasak dan membersihkan apartment setiap harinya.
Apalagi kedua bodyguard yang ia tugaskan untuk mengawasi Vera dan Giselle sudah minta berhenti karena tidak tahan dengan keributan dan campur tangan dari mama nya Vera yang hampir setiap hari datang ke apartmentnya. Mamanya Vera selalu menganggu mereka dengan meminta bantuan untuk melakukan hal - hal yang gak masuk diakal demi memenuhi keinginan Vera yang sedang mengidam. Meski Aaron sudah berusaha untuk menahan mereka tapi keduanya tetap minta berhenti. Kebetulan ada yang menawarkan mereka gaji yang lebih tinggi dari yang di tawarkan Aaron, hingga Aaron gak bisa berbuat apa - apa lagi. Lagi pula ia yakin, kalau Vera dan Giselle tidak akan pergi dari apartment meski tidak ada yang menjaga.
Aaron sudah beberapa kali menyuruh Vera untuk melarang mamanya untuk tidak datang setiap hari ke apartment mereka tapi meski sudah di larang mama Vera tetap saja gak mau mendengar. Aaron benar - benar hampir kehilangan kesabaran dan melakukan kesalahan lagi. Ia berlaku kasar pada mama Vera, hingga membuat mama nya Vera sempat dirawat di rumah sakit karena cedera yang disebabkan olehnya. Tangannya terluka akibat Aaron menolaknya hingga terjatuh dan membentur meja karena saat itu mama nya Vera hendak melakukan hal yang gak masuk akal pada Giselle, sehingga hampir saja Giselle mengalami keguguran.
Memang sejak keluar dari rumah sakit sampai hari ini mama Vera belum pernah datang lagi ke apartment.
Tapi tetap saja Aaron masih merasakan ketidak nyamanan yang disebabkan oleh Vera dan Giselle.
Sejak bangun pagi hari mereka berdua sudah memulai pertengkaran. Ada saja yang mereka ributkan. Bahkan ketika sedang sarapan. Vera dan Giselle selalu ingin berebut mendapatkan perhatian darinya.
Hal inilah membuat Aaron semakin pusing dan lebih suka berlama - lama di luar seperti saat ini. Ia akan pulang jika hari telah menjelang tengah malam dan merasa kalau keduanya sudah tidur. Agar ia bisa istirahat dengan nyaman di kamarnya sendiri. Tanpa harus mendengar rengekan atau permintaan dari keduanya untuk tidur di kamar mereka.
Apalagi yang membuatnya semakin stress adalah ketika tadi ia mendengar dari Tommy dan Zico yang mendatanginya di cafe, usaha yang baru saja di kelolanya.
Ini juga yang membuatnya mengambil keputusan untuk tidak pulang hari ini dan lebih memilih untuk pulang ke apartment saat ia masih menikah dengan Felicie.
Ia sengaja tidak pernah merubah setiap benda di apartment ini agar masih menyimpan semua kenangan mengenai Felicie. Setiap tempat seakan membuatnya bisa merasakan kehadiran Felicie.
Aaron merebahkan badannya
di tempat tidur di kamar yang
di tempati Felicie. ia bisa merasakan aroma tubuh Felicie yang tertinggal disini.
Ia sangat ingin bisa memeluk Felicie saat ini agar bisa menenangkan jiwanya yang kosong.
Aaron baru saja mendengar dari mereka kalau Felicie menghilang dan tidak berada di kota ini lagi. Bahkan yang menjalankan perusahaan orang tua Felicie ternyata Tika.
Mereka sudah mencari kemana perginya Felicie, tapi tetap saja mereka belum dapat menemukan.
Bahkan yang lebih parahnya lagi Daddy nya juga sudah mengetahui kalau ia lebih memilih untuk tetap bersama kedua isterinya dari pada menjalankan rencana yang pernah ia bicarakan dengan Daddy nya.
Pantas saja, Daddy tidak pernah menghubunginya sejak ia memutuskan tinggal di apartment bersama Giselle dan Vera. Ternyata ia sudah mengetahui keputusan Aaron yang selalu berubah dan tidak konsisten.
Daddy juga sedang berusaha mencari keberadaan Felicie. Daddy nya ingin Felicie nantinya yang akan menggantikan kedudukannya dalam mengelola perusahaan. Karena Aaron benar - benar sudah di coret dari ahli warisnya.
Bahkan semua kekayaannya yang sudah di kembalikan Felicie atas namanya di bekukan oleh Daddy. Daddy merasa kalau Aaron tidak berhak atas kekayaan itu. Apalagi kedua isterinya.
Ia tidak bisa dan tidak ingin melakukan apa - apa. Ia hanya bisa pasrah atas keputusan yang dilakukan oleh Daddy.
Lagi pula ia merasa kalau ia tidak berhak mendapatkan semuanya kembali. Aaron merasa memang sudah sepantasnya itu menjadi milik Felicie atas semua kesalahan yang ia lakukan padanya. Hanya ini cara Aaron untuk membayar semua kesalahan yang telah ia lakukan pada Felicie.
Walaupun ia sadar, Felicie tidak mencintainya tapi jauh di lubuk hati yang paling dalam, ia selalu berharap agar suatu saat Felicie bisa memaafkan kesalahan yang ia lakukan dan bisa menerimanya walau hanya sebatas teman.
__ADS_1
Hingga hari ini, Aaron menyimpan dengan rapat perasaannya yang selalu mencintai Felicie.
Ia bahkan sengaja mengatakan sudah tidak mencintai Felicie lagi pada saat Tommy dan Zico menanyakan pada dirinya.
Karena Zico meminta izin padanya untuk mencari keberadaan Felicie sekarang untuk mendapatkan hatinya.
Aaron melakukannya karena sadar ia sudah tidak memiliki kesempatan untuk itu lagi, meski ia masih tetap berharap walaupun hanya dalam hatinya.
Ia akan mencoba ikhlas meski berat, jika kelak melihat Felicie bahagia bersama dengan pria yang ia cintai dan mencintainya dengan sepenuh hati .
Saat Aaron sendiri ia sering mengulang dan memikirkan tentang semua tindakan dan kelakuannya yang ia lakukan ketika masih menikah bersama Felicie.
Meski status pernikahan mereka saat itu hanya kontrak, tidak seharusnya ia melakukan hal sejahat itu pada Felicie. Meninggalkannya sendiri di apartment, dan lebih memilih pergi liburan dengan Giselle.
Ia bahkan tanpa hati membawa wanita bayaran dan sengaja melakukannya di kamar Felicie, agar Felicie marah kemudian memilih mundur dan ia bisa mendapatkan keuntungan karena Felicie harus membayar denda jika meminta berpisah jika belum dalam waktu yang ia tentukan.
Tapi di luar dugaannya, Felicie masih tetap bertahan hingga waktu yang ia tetapkan.
Bahkan ia dengan sengaja tidak menyuruh art nya untuk datang ke apartment agar Felicie yang melakukan semua pekerjaan sendiri. Supaya ia merasa kelelahan, karena meski baru pulang kerja, ia tetap harus melakukannya sendiri. Mulai dari memasak dan membersihkan apartment. Supaya Felicie menyerah. Tapi ia melihat Felicie malah dengan santainya melakukan semua pekerjaan itu. Bahkan tetap bisa tersenyum walau di lakukan di belakang Aaron. Karena jika ada Aaron, Felicie selalu menampilkan wajah dinginnya.
Tidak memberikan nya nafkah sama sekali, padahal itu harusnya sudah jadi kewajiban buatnya sebagai suami dari Felicie.
Padahal dengan mudahnya ia memberikan sejumlah perhiasan pada Giselle dengan harga selangit.
Hati dan jiwanya benar - benar buta waktu itu. Ia begitu bodohnya
hingga tidak bisa menilai mana yang terbaik untuknya. Ia malah membuang berlian demi bisa bersama sampah.
Aaron semakin tidak bisa lepas dari Giselle karena tindakan bodohnya yang membuatnya hamil. Di tambah lagi dengan menikahi Vera. Tentu saja melihat semua kelakuannya membuat Felicie semakin jijik padanya.
Aaron benar - benar sudah tidak memiliki harapan sedikitpun untuk bisa kembali dengan Felicie.
Kini ia menyadarinya setelah memikirkan semua kejadian dan apa saja yang telah ia lakukan terhadap Felicie selama dalam pernikahan mereka.
Air matanya mulai keluar saat melihat foto Felicie yang ada di handphonenya. Dadanya begitu sesak, Aaron sangat merindukannya.
" Kamu dimana sayang ? Sebesar itukah rasa benci kamu pada ku hingga harus pergi ? " gumam. Aaron sembari membelai wajah Felicie di handphonenya.
Perlahan mata Aaron mulai terpejam, hati dan tubuhnya benar - benar lelah. Ia tertidur dalam posisi masih memegang handphonenya.
" Hei, J****g ... aku gak nyangka ya kalau kamu licik kaya gini !" umpat Giselle dengan wajah merah.
" Enak aja Lo bilang gue j****g ... Lo itu yang j****g ! " balas Vera gak mau kalah.
" Heh ... apa namanya buat wanita yang merebut suami saudaranya sendiri kalau bukan j****g ! " ujar Giselle emosi.
" Alah, kaya Lo gak aja ! Lo juga merebut Aaron dari Felicie !" sahut Vera gak mau kalah.
Vera sudah tahu kalau sebenarnya Giselle mengetahui Aaron sudah menikah dengan Felicie. Tapi ia pura - pura tidak mengetahuinya agar bisa menikahi Aaron.
" Jelas beda ! Aku dan Aaron sepasang kekasih dan kami memang udah janji buat menikah. Jadi wajar aja kalau aku mengambil milikku kembali. Tapi kalau kamu siapa ! Pacar bukan ... simpanan juga bukan ! Hanya wanita murahan yang bercita - cita jadi kaya dengan cara mudah. Kerja keras Lo kalau mau kaya !" Giselle menatap Vera dengan wajah merendahkan.
" Sembarangan Lo kalau ngomong. Gak usah akting deh di depan gue ! Ngaca Lo ... ! Lo juga kaya gitu, sama dengan gue ! Kalau gak buat apa Lo kembali kesini setelah pergi beberapa tahun dan meninggalkan Aaron." ujar Vera geram.
" Aaron pasti tidur di kamar Lo, kan !" tuduh Giselle dengan mata melotot.
" Gak usah memutar balikkan fakta. Lo yang pasti memaksa Aaron tidur di kamar Lo malam ini kan !" kini Vera yang menuduh Giselle dengan suara lantang.
" Jangan banyak bacot, Lo ....!
Awas gue mau periksa kamar Lo !" Giselle dengan sekali tarikan menggeser badan Vera yang menghalangi pintu kamarnya.
" Si****n .... ! awas aja kalau anak gue kenapa - kenapa gara - gara Lo ! Gue akan bilang sama Aaron !" Vera memegang tangannya yang agak memerah karena ditarik dengan keras oleh Giselle.
Giselle tak perduli dengan ancaman Vera. Ia bergegas masuk ke kamar untuk melihat apakah benar Aaron tidur di kamar ini bersama Vera.
__ADS_1
Tapi setelah ia melihat, bahkan sampai di setiap sudut kamar hingga mengecek ke kamar mandi, tetap saja Giselle tidak melihat Aaron di kamar ini.
Ia mengerutkan keningnya.
Di kamarnya Aaron juga tidak ada.
Jika tidak dikamar Vera, lalu ia menginap di mana ?
Giselle mulai bingung memikirkan nya.
" Gak ada, kan ... ! gak percayaan banget jadi orang. Jangan pura - pura bingung gitu, deh ... muka Lo ! Sekarang gantian gue mau periksa ke kamar Lo !" Vera gak mau kalah.
" Aaron gak ada di kamar gue !
Dikamar pribadinya juga gak ada. Gue udah memeriksanya tadi sebelum meriksa kamar Lo.
Makanya gue pikir, dia ada di kamar Lo ! " ujar Giselle masih berpikir dimana Aaron sekarang.
" Gak usah bohong, Lo ... !" ucap Vera gak percaya.
" Sumpah, gue gak bohong ! Kalau gak ngapain juga meriksa kamar Lo, kalau Aaron sama gue ! " ujar Giselle.
Vera membenarkan juga omongan Giselle. Buat apa dia sampai segitu marahnya dan
memeriksa kamar Vera jika Aaron bersamanya.
" Oke, gue percaya sama omongan Lo. Jadi kalau gitu, Aaron kemana ?" ujar Vera menatap Giselle.
" Apa diam - diam dia mendatangi rumah Felicie, karena masih berharap bisa kembali padanya ? " ujar Giselle khawatir.
" Gak mungkin ... gue tahu sifat Felicie, dia gak akan mau menemui Aaron lagi. Meskipun Aaron kemungkinan bisa aja datang kesana. " bantah Vera gak setuju.
" Terus kalau bukan jumpai Felicie ? Aaron di mana ... ?" tanya Giselle.
" Apa jangan - jangan Aaron memiliki wanita lain sekarang ?
Soalnya gue lihat, dia agak berubah beberapa hari ini." ujar Vera.
Mata keduanya langsung terbelalak setelah memikirkan kemungkinan ini bisa saja terjadi.
Bisa saja Aaron mencari wanita lain diluar sana, karena bosan melihat badan mereka berdua yang mulai sedikit membengkak.
Lagi pula mereka juga sadar, Aaron tidak mungkin benar - benar bisa mencintai mereka dengan sepenuhnya. Meski ia memang berubah, lebih perhatian dengan kehamilan mereka dan tidak pernah berkata kasar lagi. Tapi tetap saja ia membutuhkan kehangatan dari tubuh seorang wanita. Karena Aaron tidak pernah mau melakukannya dengan mereka dengan alasan tidak ingin melukai anak - anaknya.
" Jadi, gimana nih ....? Kita harus cari kemana ?" tanya Vera bingung.
" Udah, malam ini kita istirahat aja dulu. Udah malam juga. Besok kalau Aaron belum pulang juga sampai sore, baru kita cari !" ujar Giselle memberikan solusi.
" Lo benar ... gue juga ngantuk !" Vera membenarkan perkataan Giselle. Ia memang butuh tidur sekarang.
" Ya, udah ... gue mau balik ke kamar gue. " Giselle berjalan menuju kamarnya setelah selesai mengatakan ini pada Vera.
Vera pun masuk kedalam kamarnya begitu melihat Giselle sudah masuk ke kamar.
Ia duduk sebentar memikirkan dimana keberadaan Aaron sekarang sebelum akhirnya memutuskan untuk tidur karena ia tidak bisa menemukan jawabannya. Malah kepalanya jadi pusing memikirkannya.
**********************************
Hai, Semua .... makasih atas dukungannya selama ini ya .. 🙏🙏😘
Tetap beri dukungan kalian ya dengan memberikan like, vote dan koment positif.
Semoga kita semua selalu sehat agar bisa terus beraktivitas dan membuat karya dalam hidup kita.
Love You All ❤️❤️❤️
__ADS_1