Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 31


__ADS_3

Tommy dan Felicie kini sedang menuju rumah sakit tempat Aaron di rawat. Felicie yang tidak terlalu terkejut mendengar cerita Tommy,


kalau Aaron di rawat karena perbuatan yang di lakukannya hanya bisa mendengus kecil.


Ia gak menyangka, Aaron selemah


itu.


Elbert yang tetap mengikuti mobil mereka dari belakang, merasa heran ketika melihat mobil Tommy, sekarang berhenti di sebuah rumah sakit.


" Kenapa Feli, ke rumah sakit ?


Apakah dia menghilang selama ini karena menderita sakit ? " batin Elbert.


Setelah memarkirkan mobilnya,


El bergegas keluar dari mobil.


Tapi begitu ia sudah berada di lobby, El melihat Tommy dan Felicie sudah menaiki lift rumah sakit dan mereka berdua menuju lantai lima. Elbert menaiki lift yang lain untuk menyusul Felicie.


" Sah ... " terdengar suara beberapa orang yang menjadi saksi pernikahan yang di lakukan


Aaron dan Giselle, di kamar rumah sakit.


Felicie tertegun di depan pintu kamar tempat Aaron di rawat begitu melihat pernikahan Aaron


yang baru saja selesai di laksanakan.


Begitu juga dengan Tommy. Ia sama sekali gak menduga jika


Aaron benar - benar menikahi


Giselle. Pilihan Aaron terlalu berani untuk menentang Tuan William, Daddy nya. Apalagi yang dinikahinya adalah Giselle, wanita yang paling tidak disukai Tuan William. Aaron bahkan tidak memberitahu mereka, Tommy dan Zico sebagai sahabatnya.


Giselle langsung tersenyum dengan penuh kemenangan menatap ke arah Tommy. Kini, ia sudah sah sebagai isterinya Aaron. Tidak ada seorangpun sekarang yang bisa menghalangi


niatnya untuk menguasai Aaron.


Namun senyumnya langsung hilang begitu melihat Felicie, wanita yang berdiri di samping Tommy. Sampai detik ini, ia belum juga mengetahui siapa wanita ini sebenarnya. Kenapa Feli bisa keluar dari apartment Aaron waktu itu, bahkan dalam keadaan berantakan dan marah. Karena Aaron tidak pernah ingin menjawab pertanyaan yang di lontarkan Giselle. Bahkan saat Giselle mengusulkan untuk melaporkan gadis ini ke pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan yang di lakukannya pada Aaron, Aaron malah menentangnya dan mengatakan


itu bukan urusan Giselle.


" Siapa sebenarnya gadis ini ?


Kenapa Aaron sepertinya menutupi sesuatu dariku dan kenapa ia bisa datang bersama Tommy ?" Giselle bertanya dengan kesal dalam hati.


Sedangkan Aaron yang melihat kehadiran Felicie dan Tommy sangat terkejut. Wajahnya menjadi cemas. Apalagi ketika melihat Felicie, wanita yang saat ini masih sah sebagai isterinya.


Aaron mengingat kembali perbuatan yang telah dia lakukan


terhadap Felicie. Ia sangat menyesali tindakannya, hanya karena emosi melihat Felicie bersama dengan seorang pria.


Sementara Felicie bebas melakukan itu, layaknya Aaron.


Tapi kenapa hati kecilnya seakan


tidak bisa menerima itu.


Felicie yang sudah bisa menguasai perasaannya langsung menghampiri Aaron, tanpa mempedulikan tatapan dari Giselle dan beberapa orang yang ada di ruangan itu.


" Gue mau bicara dengan Lo berdua tanpa ada seorangpun yang boleh ada di ruangan ini."


Felicie langsung mengeluarkan kata - kata dengan nada dan wajah dinginnya begitu berdiri di samping tempat tidur Aaron.


" Hei, siapa kamu ? Seenaknya saja memerintah suamiku." Giselle


berkata dengan wajah terlihat marah lalu mendatangi Felicie.


Felicie mengabaikan perkataan Giselle, seakan dia tidak menganggap keberadaannya sama sekali.


Tommy yang melihat ini tersadar dari rasa terkejutnya, kemudian ia


pun masuk ke kamar Aaron.


Ia menatap tajam begitu berdiri di dekat Aaron. Aaron hanya bisa menghela nafas dengan kasar melihat semua yang terjadi.


Ia benar - benar gak menduga, jika Felicie bakalan datang kesini. Tepat di hari pernikahannya dengan Giselle.


Giselle yang tidak dianggap oleh Felicie merasa sangat marah.


Ia mencoba menarik tangan Felicie agar melihat kearahnya.


Tapi tangannya langsung di hentikan oleh Feli dengan cepat.


" Berani Lo menyentuh gue, gue gak akan segan - segan buat Lo bernasib sama seperti yang dialami pria ini." ucap Felicie lalu menghempaskan tangan Giselle


dengan keras sehingga membuat Giselle meringis kesakitan.


Nyali Giselle sedikit menciut mendengar ancaman yang dikatakan Feli. Ternyata beneran


gadis ini yang melakukannya. Tapi demi mempertahankan rasa gengsi nya yang besar dan agar tidak terlihat memalukan di depan beberapa saksi dan penghulu yang masih berada di ruangan ini membuat ia berlaku nekad.


"Si**** beraninya kamu mengancam aku. Keluar kamu dari sini." bentak Giselle mencoba menampar wajah Felicie.


Tapi lagi - lagi Felicie berhasil menahannya. Bahkan kali ini, Feli


sengaja menekan jari Giselle dengan sangat kuat lalu menatap wajah Giselle dengan tatapan mengintimidasi.


" Sebaiknya Lo yang keluar dari ruangan ini, jika masih ingin tubuh Lo ini selamat."


Melihat situasi yang sudah sedikit memanas membuat penghulu dan beberapa saksi yang ada


di ruangan itu langsung permisi keluar.


" Maaf, nona Giselle saya undur diri, karena masih ada yang mau di nikahkan lagi di tempat lain."


pamit Pak Penghulu, membuat perhatian Giselle teralih dari Felicie.


" Gak menikmati hidangan dulu pak baru pergi." sahut Giselle.


" Makasih nona, tapi maaf saya harus buru - buru pergi agar tidak terlambat." Pak Penghulu menolak dengan sopan.


" Oh, baiklah ... kalau begitu terima kasih Pak, karena sudah menikahkan saya dengan Aaron suami saya tercinta." balas Giselle.


" Tom ... gue minta kalian berdua keluar dari kamar ini. Gue mau bicara serius dengan Aaron." perintah Felicie begitu hanya tinggal mereka berempat di kamar itu.


" Baiklah ... kami akan keluar sekarang. " jawab Tommy mengerti sambil menarik tangan Giselle.


Giselle yang tidak menerima perlakuan Tommy padanya, langsung menepis tangan Tommy sambil berkata - kata kasar.


" Eh, gue isterinya Aaron. Jadi gue yang lebih berhak untuk tetap berada di kamar ini. Lagian memangnya siapa Lo ? " teriak Giselle dengan wajah marah.

__ADS_1


"Lo suruh wanita ini keluar atau gue ngomong di depan dia


sekarang ! " ancam Felicie pada Aaron tanpa mempedulikan teriakan Giselle.


Aaron yang menyadari jika Giselle


tetap berada di sini, maka akan menimbulkan masalah yang lebih besar. Udah syukur Felicie tidak


mengatakan kalau pada Giselle,


kalau dia adalah isteri Arron juga.


Bahkan kedudukan Felicie lebih


tinggi, karena Aaron menikahi Felicie secara agama dan Negara.


Sedangkan Giselle hanya menikah siri.


" Gis ... sebaiknya kamu keluar dulu bersama Tommy." akhirnya Aaron memutuskan lebih memilih


perkataan Felicie, bahkan ia tidak


enak untuk mengucapkan kata sayang pada Giselle seperti biasa di depan Felicie.


Giselle yang tak percaya dengan pendengarannya bahwa Aaron lebih memilih menuruti perkataan gadis ini dari pada dia, isterinya membuat Giselle melototkan matanya dengan wajah memerah.


" Tidak, aku gak mau. Aku isterimu


jadi aku harus ikut mendengarkan


apa yang mau di bicarakan gadis


ini dengan kamu. Lagian siapa


dia, kenapa kamu harus menuruti


perkataannya ? " tolak Giselle dan menatap Aaron dengan tidak terima.


" Keluarlah ... " nada suara Aaron terdengar lelah.


Giselle yang masih tetap ngotot


ingin berada di sisi Aaron membuat Tommy segera menyeretnya keluar dari kamar.


Ia tidak memperdulikan makian yang keluar dari mulut Giselle yang di tujukan padanya.


Begitu mereka keluar, bertepatan dengan Zico dan Elbert yang baru saja tiba di depan pintu kamar Aaron.


Mereka sama - sama terkejut,


karena gak menyangka bisa bertemu di sini.


Zico yang melihat Giselle memakai kebaya dan riasan , dan di seret paksa oleh Tommy keluar dari kamar Aaron segera bertanya.


" Ada apa ini, Tom ... kenapa perempuan licik ini berpenampilan seperti ini ? " tanya Zico heran.


Elbert yang diam dan memperhatikan menunggu jawaban Tommy. Karena ia juga


penasaran dengan apa yang terjadi. Ia juga tidak melihat Felicie.


" Nanti saja aku ceritakan sama kamu. Sekarang sebaiknya kita jangan membiarkan perempuan j****g ini menganggu Aaron dan


Felicie di dalam. Kita juga di larang masuk oleh Felicie." kata Tommy menjelaskan.


" Lo, gak dengar apa kata teman gue. Tidak ada yang boleh masuk,


mereka ingin bicara berdua saja.


Jadi Lo jangan coba - coba menganggu. " ujar Zico menatap


Elbert dengan muka sinis.


" Gue gak perduli. Gue hanya ingin memastikan kalau Felicie baik - baik saja di dalam." Elbert tetap


memaksakan keinginannya.


" Felicie pasti akan baik - baik saja. Aaron tidak mungkin bisa melakukan apapun padanya. Karena saat ini, dia masih dalam posisi sakit. Meskipun Aaron dalam keadaan sehat, ia tidak akan bisa mengalahkan Felicie. Bukankah kalian berdua pernah mengalaminya. "Tommy menjelaskan agar Elbert tidak terus memaksakan kehendaknya.


Giselle mencoba mencerna setiap perkataan yang di katakan para pria di hadapannya ini. Walaupun ia masih sangat emosi karena


dipaksa keluar. Tapi ia berusaha


menahan, agar bisa mengetahui apa yang sebenarnya


disembunyikan oleh Aaron dan


teman - temannya. Terlebih ada Elbert, pria berwajah tampan yang tidak di kenalnya.


Kenapa mereka bertiga begitu perduli terhadap gadis yang sedang bersama Aaron ?


Jelas sekali terlihat, jika pria tampan ini sangat menyukai gadis


itu. Pria tampan ini bahkan tidak meliriknya sedikitpun. Meski Giselle tepat berdiri di depannya.


Meski Elbert belum bisa menerima, tapi dalam hati ia


membenarkan perkataan Tommy.


Felicie pasti akan baik - baik saja


di dalam sana, karena Elbert tahu


akan kemampuannya. Elbert akhirnya memutuskan untuk menunggu saja di luar bersama mereka.


" Apa yang ingin kamu bicarakan denganku ? " tanya Aaron pada Felicie begitu mereka tinggal berdua di kamar ini.


" Langsung saja, gue ingin lo menceraikan gue. Apa yang telah lo lakukan pada gue sudah


menyalahi kontrak pernikahan


kita. Lagian bukankah ini bagus, jika kita bercerai elo bisa hidup


dengan wanita yang lo cintai.


Elo sekarang sudah memiliki isteri yang sebenarnya. " terlihat ekspresi datar di wajah Felicie ketika mengatakan ini.


Aaron menghela nafas dengan berat mendengar apa yang dikatakan Felicie. Ia gak mengerti


kenapa ia gak bisa menerimanya.


Bukankah ia memang akan menceraikan Felicie pada akhirnya, seperti isi kontrak yang dibuat Aaron.Tapi kenapa ketika

__ADS_1


Felicie mengucapkannya, hati Aaron terasa tidak rela.


" Aku tidak bisa menceraikan kamu sekarang. Bukankah waktu


kita masih ada sebulan setengah lagi. Aku tahu, apa yang telah kulakukan padamu itu salah. Untuk itu aku minta maaf. Lagi pula aku tidak ingin membuat Daddy marah. Jadi untuk saat ini, maaf ... aku gak bisa menerima


menerima permintaanmu." Aaron


lagi - lagi menghela nafas dengan


berat saat mengatakan ini. Matanya tak lepas menatap wajah Felicie.


" Gak bisa, Lo udah nyalahin kontrak yang Lo buat. Gue gak mau tahu pokoknya kita harus bercerai. Enak aja, elo bisa


berbuat sesuka hati dengan menikah lagi. Sementara gue harus menunggu sebulan setengah lagi, baru bisa bebas dari pernikahan yang memuakkan ini. " bantah Felicie dengan muka penuh emosi.


" Saat ini aku cuma menikah siri dengan Giselle. Kamu tetap isteri sah ku di mata agama dan negara, walaupun hanya beberapa orang saja yang tahu. Tolong kali ini, aku minta kamu


mengerti. Tunggulah hingga waktu yang kita tetapkan. " Aaron berusaha menahan keinginan Felicie untuk bercerai dengannya. Selain ia takut Daddy nya tahu, ada sisi lain di dirinya yang terasa berat untuk melepaskan Felicie.


Entah ini ego nya atau karena hal lain. Aaron pun tidak bisa memahaminya.


" Baik, kalau Lo tetap gak mau menceraikan gue. Sekarang gue akan beritahu status kita sama


isteri baru Lo. Gue bisa menuntut kalian berdua karena menikah


diam - diam dan tanpa meminta ijin terlebih dahulu pada gue. " ancam Felicie geram karena melihat sikap Aaron yang menyebalkan.


" Silahkan, kamu boleh mengatakan status kita pada Giselle. Paling dia cuma marah sebentar dan setelah itu pasti dia


mengerti. Karena pernikahan ini,


sangat diinginkannya. Lagi pula


bukankah dalam Islam, seorang laki - laki boleh memiliki isteri lebih dari satu. " Aaron tetap dengan egois mempertahankan keinginannya. Ia tidak perduli


ancaman yang di lontarkan


Felicie. Walaupun ia sebenarnya


tahu, pasti Giselle akan marah besar jika mengetahuinya.


" Cih ... menjijikkan. Orang kaya Lo, gak usah bawa - bawa agama. Perbaiki aja dulu tingkah bejat Lo itu. Baik, kalau itu mau Lo ... akan gue lakuin. " Felicie bergegas


berjalan kearah pintu dan berniat


membukanya. Tapi gerakannya terhenti ketika mendengar Aaron memanggil namanya.


" Felicie .... " Aaron memanggil namanya dengan lirih. Hal ini baru pertama kali dilakukannya.


Saat ini, ia bingung harus melakukan apa. Perbuatannya dengan menikahi Giselle menjadi


masalah. Tapi ia juga gak mau melepaskan Giselle. Karena Giselle bahkan rela menikah dengannya meski pernikahan siri.


Demi memuluskan keinginan Aaron untuk mendapatkan kekuasaan dari daddynya.


Tapi saat ini, ia juga berat untuk


melepaskan Felicie. Dia sendiri tidak tahu alasannya, kenapa ?


Apa hanya karena keinginan Daddy William atau karena ia


memang tidak ingin. Tapi Aaron


tahu, Giselle gak akan mungkin


bisa menerima jika ia mengetahui


bahwa sebenarnya Aaron sudah


menikah dengan Felicie.


Apalagi sudah berulang kali, ia


menanyakan siapa Felicie pada Aaron. Hanya Aaron tidak pernah


memberikan jawaban untuknya.


" Baiklah, aku setuju dengan


permintaanmu untuk bercerai denganku. Tapi aku minta tunggulah dalam beberapa hari ini. Setelah aku sembuh dan keluar dari rumah sakit, aku akan


mengurus perceraian kita. " akhirnya dengan berat Aaron menyetujui keinginan Felicie.


Felicie hampir bersorak ketika mendengar perkataan Aaron.


Akhirnya ia akan bebas. Gak papa,


ia harus sedikit bersabar menunggu pria di depannya ini


keluar dari rumah sakit.


" Okey, gue akan beri waktu buat Lo seminggu. Setelah itu elo harus tepati janji Lo buat mengurus perceraian kita. Selama


menunggu Lo keluar dari rumah sakit. Gue akan tinggal di apartment. Tapi bilang sama isteri tercinta Lo agar jangan pernah


datang ke apartment itu. Jika dia


berani datang, gue gak akan segan membuat keadaannya sama kaya elo sekarang. " Walaupun Felicie setuju tapi ia tidak bodoh. Ia harus memberi syarat itu pada Aaron. Karena


bagaimanapun, ia harus memiliki


tempat tinggal sementara. Gak mungkin dia tinggal di apartment


miliknya. Bisa - bisa Bagas dan keluarganya akan mengetahui.


Walau memang selama ia menikah, mereka tidak perduli.


Tapi Felicie hanya bersikap lebih hati - hati saja. Tidak ada seorangpun yang boleh tahu lokasi apartment nya. Karena


saat ini hanya apartment itu yang jadi tempat persembunyian terbaiknya.


Setelah mengucapkan kata - kata itu, Felicie membuka pintu kamar


Aaron dan melangkah keluar tanpa melihat sedikitpun ke arah Aaron.


Aaron menatap nanar tubuh Felicie yang berjalan keluar.


" Bahkan menoleh sebentarpun,


ia tidak mau melakukannya. Apakah aku begitu menjijikkan di mata Felicie ? " gumam Aaron.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2