
Benar saja, Aaron semakin menggila melihat tubuh polos Vera yang ada di depan matanya.
Tubuhnya ingin melakukan sesuatu untuk bisa menuntaskan hasratnya. Walau sudah berusaha untuk menahan , tapi nafsunya sudah tidak bisa ia kendalikan lagi. Dengan cepat ia meraih gunung kembar yang ada di depan matanya. Ia meremasnya dengan kasar. Perlahan tapi pasti, setelah melakukan semua tahapan, Aaron
menarik badan Vera agar bisa segera membenamkan senjata kebanggaannya ke bagian sensitif Vera.
" Ah, Felicie ... " Aaron menyebutkan nama Felicie saat mencapai pelepasan.
Entah berapa kali Aaron meneriakkan nama Felicie pada saat pelepasan. Saat ini dalam pikirannya, Aaron sedang melakukan adegan ini dengan Felicie, isterinya ... gadis kecil yang benar - benar sudah mencuri
hatinya.
Vera yang mendengar Aaron meneriakkan nama Felicie hanya bisa mendesah kesal. Tapi ia tetap bergairah mengimbangi
kegiatan yang dilakukan Aaron.
Akhirnya setelah mereka meraih puncak kenikmatan bersama.
Vera pun terbaring lemas disisi
Aaron. Ia tersenyum puas, karena
mulai hari ini, ia akan bisa terus
bersama Aaron.
" Semoga aja setelah ini aku hamil anak Aaron. " gumamnya dengan
tubuh lemas.
Pengaruh obat dalam tubuh Aaron, belum juga hilang. Entah berapa banyak dosis yang diberikan Sisca ke dalam minuman Aaron.
Aaron kembali bergairah melihat tubuh Vera yang masih polos dan saat ini berada disampingnya.
Sementara itu, Giselle datang kerumah sakit dengan menyamar.
Ia memakai topi dan masker untuk menutupi wajahnya. Ia berjalan sambil memperhatikan sekeliling, Ia tidak ingin sampai terlihat oleh Tuan William dan anak buahnya.
Setelah tadi terlebih dulu ia
menuntaskan hasratnya pada pria
yang datang ke apartment nya demi membahas bagaimana cara
melenyapkan Tuan William.
Sekarang ia ingin menjebak Aaron
dengan melakukan hubungan intim agar bisa berpura - pura hamil anak Aaron.
Seringai licik jelas terlihat di wajah Giselle, karena ia sudah membawa sesuatu agar Aaron terpancing dan bernafsu melakukannya hari ini juga.
Giselle terkejut begitu mendekat keruangan Aaron. Ia melihat ada seorang wanita berumur sedang berdiri seperti menunggu seseorang didepan pintu kamar Aaron.
Sisca yang melihat Giselle semakin mendekat, mulai merasa khawatir. Karena Vera masih berada didalam kamar.
" Ibu, siapa ... ? Kenapa berdiri
didepan ruangan kekasih saya ? "
tanya Giselle begitu berada dekat dengan Sisca.
Wajah Sisca mendadak berubah
cemas mendengar pertanyaan
Giselle.
" Kamu yang siapa ? Seenaknya saja mengaku kekasihnya Aaron ?
Istrinya sedang bersama dia didalam. Tadi Aaron meminta pada saya, agar jangan ada yang menganggu mereka." bentak Sisca setelah bisa menguasai rasa cemasnya.
" Hah, isteri ....jangan mimpi !
Aaron hanya cinta denganku.
Minggir .... !! " ujar Giselle marah lalu menarik tubuh Sisca dari depan pintu.
Sisca yang hampir terjatuh, karena tarikan Giselle sangat keras langsung menahan badan Giselle agar tidak masuk kedalam.
Ia tidak ingin wanita di depan ini
menggagalkan rencana yang sudah dibuatnya dengan matang.
Giselle mencoba membuka pintu kamar Aaron. Tapi ternyata terkunci. Ia menggedor dengan keras pintu tersebut.
Sisca jadi pucat melihat yang dilakukan Giselle. Ia tidak ingin
terjadi hal buruk pada Vera anaknya.
" Hei, ini dikunci dari luar. Apa yang telah kalian lakukan pada Aaron ? " bentak Giselle pada Sisca karena setelah ia melihat dari lubang kunci, ternyata tidak
terlihat kunci tergantung disana.
Berarti pintu dikunci dari luar.
Giselle kembali menarik tangan Sisca dengan kasar, lalu memeriksa pakaian yang dikenakannya untuk mencari kunci kamar Aaron.
Sisca hanya bisa pasrah, saat ia digeledah oleh Giselle. Karena tenaganya tidak sekuat Giselle
yang masih muda.
Mata Giselle langsung terbelalak dengan lebar begitu mendapatkan
kunci di saku rok yang di pakai
Sisca.
" Hei, b******* ... apa anakmu yang j***** itu sedang bersama Aaron ? Kalian pasti mau menjebaknya ! " teriak Giselle marah sambil mencoba membuka pintu.
Sementara itu Vera yang tubuhnya sedang kelelahan karena pertempurannya dengan Aaron,
langsung bangkit dari tempat tidur begitu mendengar teriakan Giselle. Saat ia hendak memakai pakaiannya, Aaron terbangun.
Gairahnya kembali, begitu melihat
Vera yang masih dalam keadaan polos. Aaron segera menahan
tangan Vera agar tidak jadi memakai pakaiannya.
Aaron ingin kembali menuntaskan hasrat yang telah menutup akal sehatnya.
Giselle yang sudah berhasil membuka pintu kamar Aaron langsung melotot tajam kearah
Vera. Ia mendatangi Vera dengan
perasaan marah. Wajahnya terlihat ingin menghabisi Vera yang masih dalam keadaan polos.
Sisca yang ikut masuk bersama Giselle, tersenyum lebar melihat
kejadian didepannya. Anaknya dan Aaron masih dalam keadaan tidak memakai pakaian.
Berarti rencananya sudah berhasil
dilakukan oleh Vera.
__ADS_1
Sekarang tinggal langkah selanjutnya agar Aaron mau menikahi anaknya.
Giselle langsung menampar wajah Vera dengan keras hingga sudut bibirnya terluka. Ia menarik tubuh polos Vera hingga terjatuh kelantai. Lalu dengan penuh emosi, Giselle menendang badan Vera yang berada di lantai.
Bahkan ia memijak tangan Vera dengan kuat memakai high heels
yang dipakainya.
Vera menjerit kesakitan karena perbuatan Giselle yang sedang
kesetanan.
Sisca yang melihat anaknya menjerit tersadar dari lamunannya tentang kekayaan yang akan didapatkannya jika Vera berhasil
menikah dengan Aaron.
Ia langsung menahan badan Giselle dari belakang. Tapi karena Giselle sedang marah besar, tenaganya jadi jauh bertambah kuat. Ia membenturkan kepalanya ke kepala Sisca hingga akhirnya badannya terlepas.
Kini ia balik menampar Sisca dan mendorongnya jatuh kelantai.
Aaron yang masih dalam pengaruh obat, tidak terpengaruh dengan keributan ya g dilakukan
Giselle. Matanya memandang penuh hasrat pada tubuh Vera yang belum mengenakan pakaian.
Melihat hal ini, Giselle langsung menyeret badan Vera dengan kasar menuju kamar mandi.
Setelah itu ia giliran Sisca. Giselle
kemudian mengunci pintu kamar mandi agar mereka tidak bisa keluar agar tidak mengganggu
kegiatan yang akan di lakukannya dengan Aaron.
Ya, walau ia sebenarnya marah
melihat Aaron melakukan itu dengan Vera tapi ini jadi kesempatan bagus buatnya.
Aaron masih dalam pengaruh obat yang diberikan Sisca.
Jadi Giselle tidak perlu bersusah payah lagi untuk melakukan hal yang sama pada Aaron seperti rencananya sebelum datang kerumah sakit.
Giselle segera membuka membuka pakaian yang dikenakannya. Ia lalu menghampiri Aaron. Tanpa pikir panjang, Aaron yang melihat tubuh polos Giselle langsung meraih tubuh Giselle agar naik keatas tempat tidur. Giselle langsung menuruti keinginan Aaron, karena memang inilah yang inginkan selama ini.
Ia bahkan tidak perduli, walaupun Aaron melakukannya dengan kasar.
Tapi dahi Giselle langsung berkerut begitu mendengar Aaron
meneriakkan nama Felicie pada saat pelepasan. Bahkan setelah beberapa kali mereka melakukannya, tetap saja nama itu yang keluar dari mulut Aaron.
Akhirnya, tubuh Aaron mulai kembali normal setelah melakukan hal ini pada Vera dan Giselle.
Aaron terkejut melihat tubuhnya dan Giselle sama - sama dalam
keadaan tidak berpakaian.
" Apa yang terjadi ? Kenapa aku bisa gak sadar melakukan ini ?
Bukankah aku meminta padamu untuk melakukannya setelah aku keluar dari rumah sakit ?" tanya Aaron dengan perasaan bersalah pada Felicie.
Apalagi ia sudah berniat akan menceraikan Giselle. Tapi kenapa malah terjadi hal seperti ini ?
Aaron tidak mungkin menceraikan
Giselle, karena bisa saja karena kejadian ini Giselle hamil dan mengandung anak darinya.
" Aku tadi hanya mengikuti keinginanmu saja, sayang ... " ujar
Giselle masih dalam keadaan lemas.
" Tapi kenapa kamu bisa datang
kini dengan serius memandang wajah Giselle.
Vera yang pingsan akibat kedinginan di kamar mandi membuat Sisca panik dan berteriak memanggil nama Aaron.
Aaron heran mendengar ada teriakan dari kamar mandi memanggil namanya.
" Siapa itu yang ada di kamar mandi ?" tanya Aaron pada Giselle .
Giselle baru ingat kalau dia menyekap Vera dan Sisca tadi
di kamar mandi, karena pertanyaan Aaron.
Ia segera bangkit dari tempat tidur dan mengenakan pakaiannya, lalu berjalan ke arah kamar mandi.
" Siapa itu Giselle ? " tanya Aaron lagi karena Giselle tidak menjawab pertanyaannya.
" Sebentar, nanti kamu akan tahu." ujar Giselle lalu membuka pintu kamar mandi.
Giselle agak terkejut begitu melihat Vera ternyata dalam keadaan pingsan.
Sementara Sisca sedang menangis sambil memegang tubuh anaknya.
" Kurang ajar kamu ! Lihat hasil perbuatan mu , anakku jadi seperti ini. Aku akan melaporkan hal ini pada Tuan William." bentak Sisca
marah sambil menangis.
" Diam kamu ! Karena Anakmu yang j***** itu berani tidur dengan suamiku ! " Giselle balas membentak Sisca dengan kata kasar.
Aaron yang mendengar perdebatan Giselle dengan seorang wanita di kamar mandi, mencoba bangkit dan berjalan dengan perlahan ke arah kamar
mandi.
Kembali ia terkejut melihat keadaan Vera yang tidak memakai sehelai pakaian pun sedang dalam keadaan pingsan di pangkuan Sisca, tantenya Felicie.
" Apa yang sebenarnya terjadi ?
Kenapa mereka ada didalam kamar mandi ? " tanya Aaron sambil berusaha mengingat kejadian yang sebenarnya.
" Wanita j***** ini sudah menjebak
kamu, sayang ... bersama wanita tua ini." sahut Giselle emosi.
" Apa ? " ujar Aaron terkejut.
Ia pun telah mengingat kejadian yang menimpanya.
Awal kedatangan Vera dan Sisca yang menjenguknya, lalu setelah ia minum air di gelas, Aaron
langsung gak bisa menahan hasratnya. Berarti hari ini dia melakukan hal itu pada dua wanita sekaligus.
Kepalanya mendadak mau pecah
memikirkan hal ini. Bagaimana jika keduanya hamil ? Apakah dia harus menikahi Vera ?
Apa yang akan dikatakan Felicie,
jika mengetahui hal ini.
Mungkin ia akan semakin membenciku ? Aaron memukul dinding kamar mandi dengan emosi membayangkan wajah Felicie yang pasti akan semakin kecewa atas perbuatannya.
" Sayang, kamu tenang ya ... jangan emosi ... biar aku yang mengatasi ini." ujar Giselle yang
melihat wajah emosi Aaron.
Aaron tidak menanggapi, perkataan Giselle. Ia malah menatap dengan dingin ke arah Giselle dan Sisca.
__ADS_1
" Cepat angkat anakmu keluar dari sana dan pakaikan bajunya ! " perintah Aaron pada Sisca.
" Bantu aku mengangkat Vera, aku tidak bisa sendiri. Ini juga terjadi karena ulah kamu. Padahal kamu juga melakukan seperti yang kami lakukan." ujar Sisca geram.
Walau Giselle kesal dengan perkataan Sisca tapi ia terpaksa
membantu karena jika terjadi hal buruk pada Vera, ia pasti akan dapat masalah.
" Diam kamu, wanita tua ! " ucap Giselle sambil memapah tubuh Vera bersama dengan Sisca.
Mereka meletakkan Vera di atas sofa. Sisca langsung memasang pakaian Vera dengan gugup, karena Aaron sedang melihat
ke arahnya dengan tatapan dingin.
Ia menaruh minyak angin
ke seluruh tubuh Vera agar tidak
masuk angin.
" Katakan, apa rencana busuk kalian ? " perintah Aaron pada Sisca setelah melihat ia selesai
mengurus anaknya.
Giselle tersenyum senang mendengar Aaron mengatakan hal ini pada Sisca.
" Maaf, apa maksud Tuan ? Kami tidak pernah mempunyai niat buruk pada Tuan. " bohong Sisca
berani. Karena ia yakin, Aaron tidak akan bisa menuduh mereka tanpa bukti.
" Jangan memancing kemarahan ku. Sebaiknya kamu jujur kalau
mau melihat anakmu tetap baik - baik saja." ancam Aaron.
" Sungguh Tuan, saya tidak mungkin berani bohong sama Tuan Aaron. Kami tidak melakukan apapun sejak Tuan bangun, bukankah Tuan melihat sendiri. Kami hanya membawa buah dan anda belum menyentuhnya. Jadi bagaiman mungkin, kami melakukan sesuatu pada Tuan." bantah Sisca dengan berani.
Aaron membenarkan perkataan
Sisca. Ia tidak memakan buah -
buahan yang dibawa mereka.
Ia hanya meminum air dari gelas setelah bangun. Tidak ada hal lain.
" Jangan bohong kamu ! Pasti kalian menaruh obat perangsang
kedalam minuman Aaron." tuduh Giselle langsung.
" Jangan sembarangan menuduh kami. Tuan Aaron langsung terbangun ketika kami masuk
ke kamarnya. Jadi, mana mungkin kami bisa melakukan seperti yang kamu tuduhkan. Lalu saya keluar dari kamar agar anak saya bisa ngobrol dengan Tuan Aaron. Karena anak saya mencintai Tuan." ujar Sisca dengan percaya diri, karena rencana yang ia buat sangatlah rapi.
" Jadi kenapa kamu mengunci
pintu kamar Aaron dari luar, kalau tidak melakukan sesuatu." Giselle
kembali menghujani Sisca dengan
pertanyaan.
" Itu karena saya tidak ingin ada yang menganggu saat anak saya
ingin mengungkapkan isi hatinya pada Tuan Aaron." dalih Sisca.
Aaron mencerna semua perkataan Sisca. Ia tetap merasa ada sesuatu yang mereka lakukan padanya. Tapi ia belum tahu itu
apa ?
" Cih, percaya diri sekali kamu !
Aaron tidak akan pernah jatuh cinta pada wanita lain selain padaku. " ujar Giselle merendahkan Sisca.
" Kamu yang terlalu percaya diri.
Kamu itu masih pacarnya, jadi
jangan pernah berani mengatur
perasaan anak saya." jawab Sisca gak mau kalah.
" Hahahaha ... Pacar ? Tadi itu aku
hanya asal ngomong saja. Aku ini isterinya, biar kamu tahu dan segera sadar dari mimpi." ejek Giselle senang.
Wajah Aaron dan Sisca langsung
berubah pucat.
Aaron gak menyangka Giselle
mengungkapkan hal ini pada Sisca, yang jelas - jelas orang yang baru di kenalnya. Apalagi ia tidak tahu, jika Sisca merupakan
Tante Sari Felicie, isteri sahnya.
Bagaimana jika Sisca menanyakan hal ini pada Daddynya. Kepala Aaron benar - benar pusing memikirkan semua ini.
Lain lagi dengan reaksi Sisca begitu mendengar perkataan Giselle yang diucapkan dengan
percaya diri di depan Aaron.
Aaron bahkan tidak membantahnya. Berarti dibelakang Felicie dan Tuan William, Aaron sudah menikah lagi dengan kekasihnya.
Walau terkejut, tapi ia hampir tertawa bahagia ... itu berarti Felicie sedang menderita saat ini.
Sudah tidak dicintai oleh Aaron,
bahkan sekarang Aaron malah
memilik isteri lain dan kelihatannya wanita ini memang
kekasih Aaron yang sebenarnya.
Jika tidak, gak mungkin dia berani bersikap seperti sekarang di depan Aaron.
" Saya tidak perduli kamu isteri
Tuan Aaron yang nomer berapa.
Yang jelas saat ini, saya ingin
meminta pertanggung - jawaban dari Tuan Aaron untuk menikahi
Vera, anak saya. Karena sebelum ini, anak saya belum pernah pacaran sekalipun. Jadi sudah sewajarnya saya selaku Ibunya, meminta Tuan Aaron untuk segera menikah dengan Vera.
Bagaimana jika anak saya hamil ?
Pasti dia akan menderita, jika tidak punya suami." Sisca semakin berani menekan Aaron karena sudah mengetahui pernikahannya dengan Giselle.
Giselle sedikit terkejut mendengar perkataan Sisca mengenai isteri nomer berapa. Memangnya selain dengan dirinya, Aaron memiliki isteri lain ? Pertanyaan ini semakin menguasai pikirannya.
Tapi ia sengaja tidak menanyakan di depan wanita tua ini agar tidak
kehilangan harga dirinya. Karena sudah merasa yakin, bahwa ia istri satu - satunya Aaron.
**********************************
__ADS_1