Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 34


__ADS_3

Felicie yang sedang bersama Elbert , kini berada di sebuah cafe


yang agak jauh dari kota.


Setelah tadi keluar dari rumah sakit, Felicie mengajak Elbert untuk pergi ke tempat kerjanya. Felicie memutuskan untuk


mengundurkan diri dari pekerjaan


nya. Ia merasa gak enak karena sudah terlalu sering tidak masuk kerja. Apalagi karena kejadian dengan Aaron kemarin, seminggu ia tidak ada memberi kabar pada manajer, alasan ketidak - hadirannya.


" Feli, kenapa memutuskan untuk berhenti kerja ? Kemana saja kamu seminggu ini. Aku benar -


benar bingung karena tidak tahu


keberadaan mu. Apa Aaron


menyakiti kamu ? Sehingga kamu


pergi menghilang." Elbert mengeluarkan pertanyaan yang sudah di tahannya sejak tadi.


Apalagi, wajah Felicie terlihat menyembunyikan sesuatu.


" Aku hanya ingin menenangkan diri seminggu ini, bukan menghilang seperti yang kau pikirkan. Aku mau secepatnya lepas dari Aaron. Aku ingin meneruskan pendidikan ku yang tertunda segera setelah bercerai dengannya. Aku memutuskan berhenti kerja, karena gak enak


sama karyawan yang lain. Aku sudah sering gak datang. Apalagi kemarin selama seminggu, sedikitpun aku tidak ada memberi kabar pada manajer. Jadi lebih baik, aku berhenti." Felicie memberikan jawaban yang masuk akal. Walau ia berbohong tentang kejadiannya dengan Aaron. Karena Felicie gak ingin, Elbert sampai tahu. Ia khawatir, Elbert jadi emosi lalu mendatangi Aaron kerumah sakit. Felicie cuma mau, pernikahannya dengan Aaron secepatnya di selesaikan.


" Benarkah karena itu saja ? Tidak ada yang kamu sembunyikan dariku ? " Elbert menatap mata Felicie dengan tatapan curiga.


" Benar, gak ada yang ku sembunyikan sama sekali." Felicie terpaksa berbohong.


" Jadi untuk apa tadi kamu menemui Aaron di rumah sakit ?


Apa yang kalian bicarakan dan hanya berdua saja ? " Elbert


mencecar Felicie dengan pertanyaan lagi.


" Kamu lihat wanita di rumah sakit tadikan ? ".


" Ya, tentu saja aku melihatnya.


Dia kekasih Aaron. Terus kenapa ?".


" Mereka baru saja menikah secara siri. Supaya Tuan William, Daddy nya Aaron tidak tahu.


Jadi, aku menekan Aaron dengan


pernikahan mereka untuk segera


menceraikan aku. Jika ia tidak setuju, aku mengancam untuk memberitahukan pada Daddy nya.


" Jadi, apa dia takut dengan ancaman kamu ? Apakah dia setuju untuk bercerai ?".


" Dia meminta waktu hingga keluar dari rumah sakit dan aku memberikan waktu seminggu buatnya. Setelah itu kami akan


mengurus perceraian."


" Benarkah ? Apa kamu yakin, dia


tidak membohongi kamu, Feli ?


Bisa saja dia hanya ingin mengulur waktu untuk tetap bersama denganmu."


" Untuk apa dia mengulur waktu.


Bukankah dia sudah menikahi wanita yang dicintainya. Lagian,


kami berdua, sama - sama tidak


menginginkan pernikahan ini.


Dia menikahi ku karena ancaman Tuan William. Sedangkan aku demi menyelamatkan perusahaan


Papa. Jadi tidak ada alasan buat dia mempertahankan pernikahan


palsu ini. Karena itu aku setuju


menanda - tangani kontrak pernikahan untuk tiga bulan saja.


Sebenarnya masih ada waktu sebulan lebih lagi. Tapi aku malah bersyukur, dengan dia menikahi


kekasihnya. Aku bisa menekannya dan mempercepat proses perceraian kami."


" Baiklah, mungkin kamu benar.


Aku harap pria licik itu menepati janjinya denganmu."


" Aamiin ... doakan saja biar cepat selesai."


" Tentu saja, aku akan ikut mendoakannya. Aku ingin kamu


bisa mewujudkan semua mimpimu yang sempat tertunda.


Walaupun sebenarnya aku juga


ingin, kamu mempertimbangkan


aku untuk jadi pendampingmu


selanjutnya setelah kamu pisah dengan Aaron." Elbert memandang mata Felicie dengan tatapan penuh cinta.


Felicie hanya mendesah pelan mendengar omongan Elbert.


Ia tahu, Elbert benar - benar mencintainya. Kalau tidak, mana mungkin ia tetap menunggu gadis kecil yang di temuinya selama ini.


Tapi, Felicie masih harus melanjutkan mimpi dan rencananya. Ia tidak ingin, hanya


karena menerima rasa cinta Elbert, ia harus mengorbankan


kembali hidupnya. Kali ini ia ingin


berjuang untuk hidupnya tanpa ada beban lagi.


" Kamu jangan khawatir, aku tahu apa yang kamu pikirkan. Aku tahu masih banyak yang ingin kamu wujudkan. Aku tidak akan egois untuk memaksamu, menerima cintaku saat ini. Tapi izinkan aku untuk tetap mendampingimu, dimanapun kamu nanti berada. Aku hanya gak mau kehilangan jejak mu seperti dulu. Apakah aku

__ADS_1


bisa meminta hal ini padamu, Feli ... ? " dengan lembut Elbert mengatakan keinginan di hatinya.


Felicie tertegun mendengar kata -


kata yang di ucapkan Elbert.


Pria ini terlihat sangat tulus, saat


mengatakan semua ini. Selama ini, ia belum pernah bertemu dengan orang yang benar - benar tulus mencintainya, selain kedua orang tuanya, Bik Sumi dan Tika.


Ia bahkan tidak memaksa keinginannya pada Felicie. Hanya


minta diijinkan untuk bisa tetap


bisa bersamanya. Felicie gak tega menolak keinginan Elbert.


" Baiklah, aku setuju dengan keinginanmu. Tapi aku minta,


jangan halangi aku nanti untuk


melakukan apapun yang aku


inginkan. Tapi, jika kamu terus bersamaku, bagaimana dengan


pekerjaanmu ? Apa kamu mau


jadi pengangguran seperti aku ?"


Akhirnya Felicie menyetujui


keinginan El, tapi ia juga gak mau


hanya karena ingin bersamanya,


Elbert harus mengorbankan


pekerjaannya.


" Kamu jangan khawatir mengenai hal itu. Kalaupun aku jadi pengangguran. Aku masih memiliki cukup banyak tabungan


buat melanjutkan hidup.


Aku bisa buka usaha kecil - kecilan nanti. Yang paling penting,


aku bisa dekat terus dengan kamu. " ucap Aaron yakin menenangkan Felicie.


" Hmm ... baiklah. Kalau itu sudah jadi keputusan kamu. Sekarang bisakah, antarkan aku pulang ke apartment. Aku sedikit lelah.


Pingin istirahat dengan tenang dan nyaman sebelum Aaron


kembali ke apartment." Felicie


meminta Elbert untuk mengantarnya pulang.


" Sebenarnya aku masih ingin berlama - lama disini denganmu.


Tapi, baiklah ... sebaiknya kamu


beristirahat juga. Jangan terlalu


banyak memikirkan hal yang tidak penting. Itu bisa membuatmu jatuh sakit. Okey, gadis kecilku ... "


senyum Elbert tercetak dibibirnya


setelah menasehati Felicie, yang ia tahu masih menyembunyikan


sesuatu darinya.


" Hmm ... " sahut Felicie singkat.


" Ayo, sekarang aku akan mengantar gadis kecil kesayanganku pulang ke istana


sementaranya biar bisa puas istirahat seharian." Elbert menarik tangan Felicie agar bangkit dari


tempat duduknya.


Felicie cuma tersenyum kecil, ketika mendengar omongan Elbert. Ia bahkan membiarkan tangannya di genggam Elbert.


Hatinya terasa nyaman saat jari


mereka bersentuhan seperti ini.


***


Sementara itu, di benua lain Tuan


William memutuskan untuk pulang hari ini juga. Semua urusannya sudah diselesaikan dengan cepat. Ia tidak ingin menunda lebih lama lagi.


Anak buahnya, yang ditugaskan


untuk selalu mengawasi gerak -


gerik Aaron, melaporkan


bahwa Aaron telah berani melakukan hal yang paling di bencinya, yaitu menikahi Giselle,


wanita j***** itu.


Tapi anak buahnya, belum bisa


mendapatkan bukti yang lengkap.


Karena saat pernikahan itu terjadi,


tidak ada yang berani untuk


membuka mulut mereka. Bahkan


pihak rumah sakit membantah,


tidak pernah ada pernikahan yang


terjadi di sana. Tuan William yakin, Aaron sudah menutup mulut mereka dengan uang atau

__ADS_1


mengancam mereka.


" Tuan, semua udah di siapkan.


Tuan sudah bisa pulang hari ini."


kata asisten Tuan William.


" Hmm ... baiklah. Kita pulang sekarang. Jangan beritahu satu orangpun di sana tentang kepulangan ku. " ucap Tuan William dengan tegas.


" Baik, Tuan ... " jawab asistennya.


Tuan William dan asistennya, lalu


bergerak pergi menuju lokasi


private jet pribadinya.


Besok ia sudah tiba, di Indonesia.


Jika memang benar, Aaron berani


menentang perintahnya. Ia tidak


akan segan untuk mengeluarkannya dari daftar pewaris seluruh kekayaan yang


di milikinya. William tidak ingin


wanita 🦊 itu menikmati hartanya


dengan mudah.


William lebih rela, kekayaannya


di berikan pada Felicie, menantu


sekaligus anak dari wanita masa


lalu yang pernah dicintainya.


Karena ia yakin, Felicie lebih bisa


mengelola semua kekayaannya


di bandingkan Aaron, anaknya


yang dibodohi oleh Giselle.


Kenapa, ia sangat yakin pada kemampuan Felicie, karena demi


mempertahankan perusahaan


almarhum Papanya, ia bahkan


rela menikah dan mengorbankan


masa depannya.


Anak itu memiliki prinsip yang kuat dan tegas. Ia juga anak yang


gigih. William tahu, Felicie lebih memilih bekerja dari pada harus


mengemis pada Bagas, pamannya. Padahal jelas - jelas,


semua harta yang digunakan


Bagas dan keluarganya adalah


milik orang tua Felicie.


Anaknya saja yang bodoh, gadis


secantik itu disia - siakan, malah


memilih sampah bekas orang lain.


Padahal ia berharap dengan


menikahkan Aaron dan Felicie,


bisa membuat mereka berdua


perlahan saling jatuh cinta.


Tapi ternyata harapannya tidak


terkabul. Aaron tidak pernah bisa


lepas dari jerat wanita menjijikkan


itu.


Tuan William menahan emosinya,


saat memikirkan hal ini.


**********************************


Up lagi biar kalian semua yang sudah membaca cerita Mommy


happy ... 😍


Jangan lupa dukung terus karya Mommy, ya ... tekan tombol Favoritnya, like, koment, vote dan hadiah yang banyak.


Boleh dong, beri bunga 😘😘😂


Terima kasih buat yang sudah mendukung Mommy dengan


memberikan komentar yang baik dan positif.


Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan rezeki yang melimpah ... Aamiin.


Terima kasih semuanya ... 😘😘😍🥰🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2