Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 21


__ADS_3

Felicie yang baru saja terbangun dari tidurnya, terkejut. Ternyata ia semalam ketiduran di sofa.


" Untung si bandot tua itu tidak ada di sini. Jadi gue aman mau tidur di mana aja." gumam Felicie senang lalu bergegas bangkit dari sofa dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman.


Setelah merasa tenggorokan nya lega, Felicie lalu membuat sarapan untuk dirinya. Kali ini, ia hanya memasak yang simpel dan cepat saja. Dengan bernyanyi - nyanyi kecil, ia membuat masakan itu.


Padahal saat ini, tanpa di ketahui Felicie ... Aaron sedang melihat semua gerak - geriknya melalui hand phone nya. Aaron memang memasang cctv di setiap ruangan di apartment miliknya. Biasanya ia tidak berminat melihat Felicie melalui cctv , tapi entah kenapa setelah ia pergi dengan Giselle, Aaron malah ingin mengetahui apa saja yang dikerjakan gadis kecil itu sendirian di apartment nya.


" Ternyata gadis kecil ini memang memiliki tubuh yang sangat bagus. Bahkan wajahnya sangat cantik saat bangun tidur." ucap Aaron lirih sambil terus menatap ponselnya.


" Kalau sendiri begitu, ia tidak terlalu dingin. Kelihatannya gadis tengil ini sangat senang karena gue gak ada di dekatnya." lanjut Aaron berbicara sambil tersenyum kecil melihat Felicie yang bernyanyi sambil menggoyangkan badannya.


" Honey ... apa yang sedang kamu lakukan ? " Giselle menghampiri Aaron setelah bangun dari tidurnya.


Mendengar suara Giselle, Aaron buru - buru menutup ponselnya.


" Tidak ada ... aku sedang membaca chat dari Tommy." bohong Aaron.


" Oh, tapi kamu udah janji sama aku. Selama kita di sini, kamu gak akan membahas tentang pekerjaan di perusahaan. Kita harus menikmati liburan ini , honey." kata Giselle manja lalu melingkarkan tangannya ke leher Aaron.


" Maaf, tapi tadi ada hal penting.


Jadi aku terpaksa membahasnya." dalih Aaron.


" Honey, kenapa kamu tetap gak mau melakukan nya denganku ? "


Giselle bertanya dengan lengan masih bergelayut di leher Aaron.


" Aku tidak akan melakukannya sebelum kita menikah, sayang.


Kamu wanita yang aku suka jadi


aku ingin kita tetap menjaganya hingga akhirnya kita menyatu dalam pernikahan." kata Aaron mengecup bibir Giselle pelan.


" Tapi aku ingin secepatnya kita melakukannya. Aku gak masalah kalau pernikahan kita tiga bulan lagi. Aku hanya gak mau, kamu nanti berubah pikiran. Jadi aku ingin kamu membuktikan cintamu dengan melakukan hal itu." rayu Giselle manja, tak lupa ia menggesekkan tubuh nya yang hanya terbalut baju tipis itu ke badan Aaron.


" Kamu harus sabar, sayang. Aku tidak melakukan itu denganmu bukan berarti aku tidak mencintaimu. Justru karena aku sangat mencintai kamu, makanya aku harus menjaga hingga kita nanti akhirnya sah di mata Tuhan dan negara." Aaron memberikan alasannya lalu memberikan senyuman pada Giselle.

__ADS_1


Tapi Aaron merasa heran, bahkan dalam posisi seperti sekarang, saat Giselle yang hanya memakai baju tipis, bahkan ketika Giselle mencoba memancing nafsunya.


Aaron tidak merasakan gairah sedikitpun.


Berbeda dengan tadi, waktu ia melihat Felicie yang tidur hanya menggunakan hot pants dan tank top ... tiba - tiba junior Aaron hidup dengan sendirinya.


Ia tidak mengerti, kenapa hal ini bisa terjadi. Apa mungkin karena ia terlalu mencintai Giselle, hingga ia menghormatinya dan tidak ingin melakukan hal lain sebelum sah memilikinya. Begitulah isi pikiran Aaron saat memikirkan hal yang membuatnya merasa bingung saat ini.


Giselle langsung cemberut mendengar jawaban dari Aaron.


Padahal ia sudah sengaja untuk memancing gairah Aaron. Tapi ia tetap saja menolak. Paling yang di lakukan nya pada Giselle hanya sebatas ciuman dan menggerayangi tubuh bagian atas Giselle saja. Tanpa berniat melakukan hal yang diinginkan Giselle. Padahal ia ingin segera hamil lalu bisa memaksa Aaron secepatnya untuk menikah dengannya.


" Hmm ... apa aku harus melakukannya dengan cara lain agar aku bisa melaksanakan rencana ku ? " tanya Giselle kesal dalam hati.


" Sayang ... kamu marah ? " tanya Aaron melihat Giselle hanya diam saja.


" Tentu saja tidak, honey. Aku mengerti alasanmu. Sebaiknya kita sekarang membersihkan badan kita, terus kita pergi ke tempat yang aku bilang sama kamu semalam. " Giselle dengan cepat memasang wajah manjanya kembali begitu mendengar pertanyaan Aaron.


" Baiklah ... aku senang kamu mau mengerti alasanku. " Aaron memeluk tubuh Giselle dengan mesra.


" Ya ... Thanks." jawab Aaron senang.


Setelah Giselle meninggalkan nya,


Aaron kembali melihat ponselnya.


Tapi kini ia melihat gadis kecil itu sedang bersiap - siap untuk mandi. Dengan perasaan berdebar, ia segera menutup hand phone nya. Kepalanya langsung berdenyut, ketika mengingat ia sempat melihat Felicie melepas pakaian nya. Walau hanya bagian atas saja tapi sudah membuat Aaron gelisah saat ini.


" Honey ... aku sudah selesai. Kamu gak mandi ? " pertanyaan Giselle membuyarkan pikiran Aaron yang masih membayangkan apa yang sempat di lihatnya tadi.


" Ini, mau mandi. " Aaron langsung bangkit dan berjalan menuju kamar mandi.


" Kenapa tingkah Aaron seperti menyembunyikan sesuatu begitu ? Apa dia menolak ku karena ada hal yang aku belum ketahui dari kehidupan Aaron sekarang ? " gumam Giselle menatap tubuh Aaron yang kini sudah masuk ke dalam kamar mandi.


" Sepertinya aku harus mencari tahu. Agar posisiku di sampingnya tetap aman." sambung Giselle.


Sementara itu Elbert saat ini harus pergi ke London, ia harus mengurus hal penting. Ia tidak memberitahukan pada Felicie, agar ia tidak bertanya, ada urusan apa ia harus sampai harus pergi ke sana. Ia belum ingin Felicie mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Elbert harus sabar menunggu waktu yang tepat untuk memberitahukan pada Felicie.

__ADS_1


Sebenarnya ia sudah memutuskan untuk menetap selama tiga bulan di sini, agar bisa tetap bersama Felicie. Tapi ternyata, ia harus kembali ke negara kelahirannya, saat ini.


Mungkin selama dua Minggu ini, ia tidak akan bisa menemui Felicie. Walau rasanya ia sangat ingin bisa membawa Felicie ikut dengannya, tapi ia mengerti saat ini posisi Felicie tidak memungkinkan untuk pergi jauh, apalagi bersama pria lain.


Ya, Elbert sudah mengetahui jika Felicie sudah menikah dengan Aaron. Ia juga mengetahui semua yang terjadi pada diri Felicie.


Ternyata, setelah ia menyuruh anak buahnya menyelidiki mengenai Felicie, Elbert baru mengetahui bahwa Felicie adalah gadis kecil yang pernah di temui nya waktu ia masih berumur dua belas tahun. Saat itu Felicie masih berumur lima tahun.


Felicie kecil yang berwajah cantik memberikannya sebuah kaca mata hitam untuk menutupi mata Elbert yang sedang menangis saat itu karena ia baru saja kehilangan orang tua nya. Lalu setelah itu Felicie memeluknya, seakan - akan gadis kecil itu berusaha menghiburnya agar jangan bersedih lagi.


Ya, Elbert memang lahir di London, tapi setelah umur satu tahun orang tuanya memutuskan untuk menetap di Indonesia, negara kelahiran mommy nya.


Baru setelah kematian ke dua orang tuanya, ia dibawa kembali ke London oleh kakeknya dari Daddy dan kemudian menetap di sana. Ia terkadang berkunjung ke negara ini karena mencari keberadaan Felicie. Sudah beberapa tahun ini, Elbert terus melakukannya. Hingga akhirnya ia berhasil menemukan Felicie, gadis kecilnya dan Elbert tidak akan pernah membiarkan Felicie menghilang lagi seperti dulu.


Bahkan Elbert sengaja mengalah ketika bertarung menghadapi Felicie di sanggar, ia tidak ingin menyakiti tubuh gadis kecil itu.


" Hmm ... tunggu aku kembali, gadis kecilku. " gumam Elbert sambil memandang foto Felicie yang ada di ponselnya.


" Tuan Muda, sudah waktunya anda berangkat." asisten Elbert mengingatkannya.


" Hmm ... " sahut Elbert singkat lalu berjalan menuju mobil yang akan membawanya menuju private jet dan segera pergi menuju London.



Visual Elbert ... Semoga kalian menyukainya. 😘


Asisten Elbert hanya melirik sedikit, ia tahu saat ini Tuan mudanya sangat berat untuk pergi meninggalkan wanita yang telah di cintai nya selama bertahun - tahun ini.


" Kenapa El, gak ada menghubungiku lagi setelah mengirim chat yang terakhir ? " tanya Felicie heran sambil melamun menatap ponselnya.


" Felicie ... tolong aku membawa ini." panggil salah satu teman kerjanya di toko buku membuat


lamunan Felicie buyar.


" Baik ... " jawab Felicie singkat lalu membantu temannya itu.


Karena kembali dalam kesibukan kerja, Felicie pun melupakan tentang Elbert.

__ADS_1


__ADS_2