Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 126


__ADS_3

" Panggil Tommy dan Zico sekarang juga !" perintah Tuan William dengan wajah dingin pada asistennya Rio.


" Baik Tuan. " jawab Rio lalu beranjak keluar dari ruangan Tuan William.


Tuan William menarik nafas panjang begitu melihat Rio sudah keluar dari ruangan kerjanya.


Dari kemarin ia kepikiran Felicie, mantan menantunya yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.


Sejak ia mendapatkan undangan pernikahan Elbert dan Claire yang di berikan oleh pelaksana perusahaan cabang milik pria itu yang ada di Indonesia. William langsung memikirkan Felicie.


Hingga sekarang ia dan anak buahnya belum juga menemukan keberadaan Felicie.


Awalnya Tuan William berpikir kalau Felicie pergi bersama Elbert ke negara A. Tapi ia jadi kehilangan arah saat melihat Elbert malah tunangan dengan Claire, yang sekarang sudah jadi isterinya.


Padahal Tuan William sangat bersyukur melihat Elbert yang selalu menemani Felicie pasca berpisah dengan Aaron anaknya. Ia merasa kalau Felicie sudah bersama dengan pria yang tepat.


Tuan William bisa melihat mata Elbert yang penuh dengan tatapan cinta pada Felicie. Meski ia masih selalu berharap Felicie bisa bersatu kembali dengan Aaron. Tapi ia akhirnya bisa mengikhlaskan begitu melihat Elbert yang selalu menemaninya di setiap kondisi tersulit yang menghampiri Felicie akibat perbuatan Aaron. Walaupun William tahu Felicie adalah seorang wanita yang kuat tapi tetap saja ia membutuhkan kehadiran seorang pria di sisinya untuk melindunginya.


Tapi begitu ia melihat kalau Elbert menikah dengan wanita lain, membuat William jadi mengkhawatirkan Felicie.


William kembali bersikap dingin begitu pintu ruangannya di ketuk oleh asistennya Rio.


" Masuk ... !" ucap William.


Begitu mendengar perintahnya, Rio pun masuk bersama dengan Tommy dan Zico.


William memandang wajah kedua sahabat anaknya Aaron dengan tatapan dingin.


Sementara itu jantung Tommy dan Zico yang sudah berdetak dengan kencang sejak Rio, asisten Tuan William memanggil mereka untuk menemui Tuan William semakin berdetak dengan keras begitu melihat sorot mata dan wajah Tuan William yang dingin.


" Apa kalian belum juga menemukan keberadaan Felicie ?" tanya William masih dengan mode wajah dinginnya.


Ia tahu kalau Tommy dan Zico masih terus mencari Felicie. Bahkan beberapa bulan yang lalu, William mendapatkan laporan dari anak buahnya bahwa Zico yang pergi ke negara A untuk urusan perusahaan tapi kemudian setelah urusannya selesai Zico meminta izin beberapa hari untuk liburan di sana. Lalu melalui Naka buahnya William tahu kalau sebenarnya Zico sedang mencari Felicie.


Zico langsung terbang ke sana lebih cepat dari hari yang telah di tentukan dari perusahaan begitu mendengar berita mengenai acara tunangan Elbert dengan Claire.


Sebenarnya William juga merasa kalau Felicie berada di negara itu. Tapi sayangnya ia tidak tahu Felicie tinggal di kota mana. Anak buahnya hingga hari ini belum memberi laporan padanya tentang di kota mana Felicie berada.


Wajah Tommy dan Zico berubah pucat begitu mendengar Tuan William menanyakan mengenai Felicie.


" Bagaimana Tuan William bisa tahu kalau kami mencari keberadaan Felicie ?" batin Tommy dan Zico.


" Kenapa kalian malah diam ! Saya tanya apa kalian sudah tahu di -


mana Felicie ?" tanya William dengan suara keras.


Hal ini membuat Tommy dan Zico semakin gugup. Dahi mereka langsung berkeringat. Apalagi kini mereka tahu kalau Tuan William mengetahui mengenai usaha mereka yang sedang mencari Felicie.


" Maaf Tuan William, kami belum mengetahui keberadaan nona Felicie. Kami masih menunggu kabar dari orang yang kami tugaskan di negara A." jawab Tommy dengan gugup.


" Hmm ... bukankah kamu kemarin


pergi ke negara A, lalu mengajukan cuti buat liburan beberapa hari. Apa kamu juga tidak menemukan Felicie ada di - kota mana ?" tanya William menatap Zico.


Wajah Zico semakin pucat mendengar perkataan Tuan William. Ia gak menyangka kalau Tuan William mengetahuinya.


Padahal Zico sengaja memberi alasan untuk mengambil cuti beberapa hari setelah urusan pekerjaan nya selesai. Tapi ternyata Tuan William tetap mengetahui kalau alasannya di - sana demi mencari Felicie.


" Maaf Tuan William. Saya belum bisa menemukan nona Felicie." Zico menjawab dengan jujur, karena gak ada gunanya juga ia berbohong.


" Hmm ... kenapa begitu susah menemukan kamu nak ? Padahal Daddy yakin kalau kamu ada di - salah satu kota di negara A." gumam William seakan - akan ia bicara dengan dirinya sendiri.


" Tuan William, tapi dari orang yang kami suruh untuk mencari nona Felicie. Ada yang pernah melihat ia berada di kota B****n.


Tapi setelah saya mengecek kesana langsung, saya tidak menemukan nya. Walau selama di kota itu saya juga meminta bantuan dari beberapa orang aparat pemerintahan untuk mencari nona. Tapi tetap saja gak ada jejaknya sama sekali. Apalagi terlalu sulit mencari nona Felicie di negara seluas itu. " ujar Zico menjelaskan.


" Hmm ... saya tahu ! " ucap William singkat sambil memikirkan sesuatu.


" Apa mungkin Felicie sebenarnya tidak berada di negara A ? Apa ia pergi ke negara P, tempat mommy nya lahir dan di - besarkan ? Tapi tidak mungkin, kalau ia berada di sana pasti aku bisa tahu mengenai keberangkatannya dari awal ia pergi meninggalkan negara ini. Tapi kepergiannya ini tidak meninggalkan jejak sedikit pun. Aku yakin hal ini bisa terjadi karena ada campur tangan dari orang yang memiliki kuasa yang besar dan kuat seperti Elbert.


Hmm ... aku yakin saat itu ia pasti pergi bersama Elbert !" ucap William dalam hati dengan yakin setelah berpikir dengan keras.


Tommy, Zico dan Rio tidak berani bersuara melihat wajah Tuan William yang terlihat begitu serius.

__ADS_1


" Telepon Aaron dan suruh dia datang ke sini sekarang juga. Anak b***g**k itu harus ikut mencari Felicie. Anak gadisku pergi karena sikapnya yang b*d*h itu !" perintah Tuan William pada Tommy.


" Baik Tuan ... " Tommy buru - buru menghubungi nomer Aaron begitu mendapat perintah Tuan William.


" S**l ... Aaron angkat ! gue bisa di pecat kalau Lo gak angkat telepon sekarang juga !" umpat Tommy kesal dalam hati karena Aaron belum juga mengangkat telepon darinya. Padahal ia sudah beberapa kali mencobanya.


" Anak itu tidak mengangkat teleponnya ?" tanya Tuan William dengan memandang tajam ke - arah Tommy.


" Belum Tuan, sepertinya Tuan Aaron sedang sibuk. Jadi mungkin Tuan Aaron tidak sempat memegang handphonenya." ujar Tommy berusaha melindungi Aaron.


" Kamu hubungi lagi sampai ia mengangkat teleponnya. Kalau ia tidak juga mengangkat telepon dari kamu, kalian berdua susul anak itu ke cafe nya dan bawa dia ke perusahaan !" kata Tuan William dengan wajah dingin.


" Baik, baik Tuan ... !" jawab Tommy gugup.


Sedangkan Zico hanya bisa diam, ia bahkan tidak berani bergerak sedikitpun demi menghindari kemarahan dari Tuan William.


" Angkat Aaron ... please !" gumam Tommy pelan.


" Halo ... kenapa Lo telepon gue ? ucap Aaron begitu mengangkat telepon Tommy.


" Tuan William menyuruh Tuan untuk datang ke perusahaan sekarang juga !" Tommy menarik nafas lega begitu selesai menyampaikan perintah dari William.


" Apa ? Serius Lo gue disuruh Daddy ke perusahaan sekarang ? " tanya Aaron dengan nada gak percaya.


" Iya, serius ! Sekarang juga Tuan." ujar Tommy menekan nada bicaranya agar Aaron tidak mengira ia sedang bercanda. Sementara keringat kembali mengalir di dahinya karena Tuan William lagi menatap wajah Tommy dengan mata sedingin es.


" Hmm ... okey ! gue sekarang kesana. " ucap Aaron dengan senyum yang tercetak di bibirnya karena baru kali ini setelah sekian lama ia bisa di izinkan untuk datang ke perusahaan lagi.


" Tolong tangani cafe, saya mau pergi. Ada urusan penting !" Aaron memberikan perintah pada pegawai kepercayaannya di cafe.


" Baik Tuan ... !" jawab Dicki.


Aaron buru - buru keluar dari cafe miliknya dan bergegas masuk ke dalam mobil. Lalu memacu mobilnya dengan kencang agar bisa secepatnya tiba di - perusahaan.


Aaron penasaran apa yang ingin di sampaikan daddy padanya hingga harus datang sekarang juga ke perusahaan. Padahal ia sudah di larang dengan sangat keras untuk menginjakkan kakinya lagi ke perusahaan yang pernah ia pimpin selagi ia masih terikat pernikahan dengan kedua wanita itu.


Tak butuh waktu lama, dengan waktu setengah jam Aaron sudah tiba di pelataran khusus parkir pemilik perusahaan. Ia sengaja memarkirkan mobil miliknya di basement tempat ia dulu biasa menaruh mobil.


Ia lalu masuk ke dalam lift khusus pemilik perusahaan.


" Telepon lagi dia ... kenapa Aaron belum datang juga !" William sudah mulai gak sabar karena melihat Aaron belum datang juga.


" Baik Tuan ." Tommy kembali menghubungi nomer handphone Aaron.


" Ini gue udah di depan pintu." Aaron langsung memutuskan telepon dari Tommy dan bergegas masuk ke ruangan Daddy nya.


Tommy dan Zico baru bisa menarik nafas dengan lega setelah melihat kehadiran Aaron di ruangan ini. Suasana yang sedari tadi seperti dalam lemari pendingin mendadak mencair.


" Apa kamu gak bisa mengetuk pintu terlebih dulu sebelum masuk ?" ucap William dengan wajah datar begitu melihat Aaron.


" Maaf dad ... aku lupa saking penasarannya karena ingin mendengar apa yang mau Daddy sampaikan padaku. " ucap Aaron sembari tersenyum tipis.


" Besok kamu berangkat ke - negara A bersama Tommy ! " Tuan William langsung bicara tanpa basa - basi sedikitpun.


Zico kecewa mendengar Tuan William Riska menyuruhnya ikut pergi ke sana bersama Aaron dan Tommy. Padahal dia sangat ingin bertemu dengan Felicie. Tapi ia berusaha menerima keputusan Tuan William karena Aaron juga mencintai Felicie dan sekarang ia juga sudah berubah.


" Ke negara A ? Buat apa, dad ... ?" tanya Aaron yang tidak mengerti.


" Cari Felicie disana ! Kemarin Elbert, pria yang sering bersamanya selama ini sudah menikah dengan wanita lain." ucap Tuan William dengan tegas.


" Felicie ? Pria itu menikah dengan wanita lain ? " tanya Aaron dengan wajah terkejut.


Hatinya mendadak terasa sakit memikirkan hal ini. Jika keadaannya begini berarti Felicie sedang tidak dalam keadaan baik - baik saja sekarang.


" Tapi dari mana Daddy tahu kalau Felicie ada di negara itu ? Bisa saja ia berada di kota atau di negara lain. " kata Aaron yang masih belum percaya kalau Felicie pergi dari negara ini.


Walaupun ia juga tahu kalau Tommy dan Zico tidak menemukan keberadaan Felicie di kota ini.


" Sudah ... kamu tidak perlu banyak tanya. Lakukan saja apa yang Daddy suruh. Nanti begitu kalian tiba di sana, anak buah daddy akan menemani kalian berdua untuk mencari Felicie. Temukan Felicie ... itu yang paling penting !" Tuan William tidak mau mendengar alasan yang di - katakan oleh Aaron.


" Tapi dad, bagaimana jika memang kami bisa menemukannya tapi Felicie tidak mau bertemu denganku ? Bukankah Daddy tahu kalau ia sangat tidak menyukai kehadiranku. Aku sudah begitu menyakitinya selama kami menikah." suara Aaron terdengar serak saat mengatakan hal ini.


Aaron kembali mengingat semua yang telah ia lakukan terhadap Felicie di dalam pernikahan mereka. Banyak luka yang sudah ia berikan pada Felicie. Walau ia tahu Felicie tidak mencintainya. Tapi tetap saja apa yang sudah ia lakukan pada gadis kecil itu sangatlah buruk.

__ADS_1


Lagi pula Aaron takut jika ia bertemu kembali dengan Felicie, ia jadi memaksakan keinginannya untuk memilikinya kembali. Sedangkan saat ini ia masih terikat pernikahan dengan kedua wanita j****g itu.


Cinta Aaron yang begitu besar pada Felicie membuatnya tidak ingin menyakitinya lagi sebelum ia bisa menyelesaikan semua masalah yang ia buat.


Ia harus menunggu kedua wanita itu melahirkan anak - anak yang sedang mereka kandung agar bisa segera melakukan test DNA. Agar ia bisa tahu mereka berdua hamil anak siapa dan bisa segera mengambil keputusan yang terbaik.


" Itu gunanya Tommy ikut dengan kamu biar Felicie tidak langsung pergi begitu dia melihat wajah mu yang menyebalkan itu." ucap Tuan William menatap wajah Aaron dengan datar.


Tommy dan Zico mengulum senyum ketika mendengar perkataan Tuan William.


" Pokoknya Daddy gak mau dengar alasan apapun dari kamu.


Sekarang kamu pulang dan bereskan keperluan untuk berangkat besok. Jangan beritahu kedua wanita itu tentang kepergian kamu ke negara A." Tuan William langsung memutuskan hal apa yang harus di lakukan Aaron.


Aaron tahu ia tidak akan bisa lagi menolak perintah yang dikatakan oleh Daddy nya. Apalagi ini menyangkut Felicie yang begitu di sayangi nya.


" Baiklah dad ... !" akhirnya Aaron mengalah dan tidak bersikeras lagi.


" Hmm ... bagus ! Kamu sudah boleh pergi." kata William sembari menarik sudut bibirnya.


Aaron pun bangkit dari tempat duduknya dan beranjak keluar.


" Kamu juga segera bereskan semua keperluan untuk berangkat besok. Kamu boleh pulang cepat hari ini. Buat kamu Zico, tolong handle pekerjaan Tommy selama dia pergi menemani Aaron." kata William.


" Baik. Terima kasih Tuan William." ujar Tommy cepat.


" Ya Tuan ... saya akan melakukannya." jawab Zico lugas.


Setelah itu Tommy dan Zico beranjak keluar dari ruangan Tuan William.


" Rio, sebaiknya sekarang kamu hubungi semua yang berurusan mengenai keberangkatan mereka besok. Juga urus tempat tinggal buat mereka sementara


di sana !" kata Tuan William sembari menatap handphone nya yang berdering.


" Baik Tuan ." sahut Rio lalu bergegas keluar dari ruangan Tuan William sembari membungkukkan badannya dengan hormat.


" Ya, halo ... bagaimana ? Apa kalian sudah tahu keberadaan anak saya ?" tanya William dengan antusias begitu mengangkat ponselnya.


Terdengar suara berat di balik handphone menjawab pertanyaan Tuan William. Wajah Tuan William terlihat senang ketika mendengar jawaban dari anak buahnya.


" Hmm ... lakukan apa yang harus kalian lakukan. Jangan sampai ia mengetahui tentang keberadaan kalian. Saya tidak mau dia pergi lagi jika tahu dia sedang di awasi." ucap Tuan William dengan suara dingin.


" Baik Tuan, akan kami lakukan !" sahut suara seorang pria.


William langsung memutuskan sambungan teleponnya begitu selesai berbicara dengan pria itu yang merupakan salah - satu anak buahnya yang ia tugaskan untuk mencari Felicie.


Senyum tercetak jelas di wajah tuanya yang masih tetap terlihat tampan.


**********************************


Hai, apa kabar semua ?


Maaf, mommy baru bisa menyapa kalian semua hari ini.


Maaf juga karena Mommy baru bisa menulis kembali lanjutan cerita ini setelah sekian lama menghilang. 🙏🙏🙏


Maaf, selama beberapa Minggu ini, mommy tidak bisa hadir di sini. Selain mommy baru saja sembuh dari sakit, mommy juga harus menyelesaikan sesuatu hal yang penting dalam kehidupan nyata mommy.


Semoga kalian semua bisa memakluminya. 🙏🙏😘


Doakan mommy, ya agar bisa tetap melakukan aktivitas seperti biasanya.


Buat kalian yang masih tetap setia menunggu dan mendukung cerita yang Mommy tulis, mommy ucapkan banyak terima kasih ... 🙏🙏😍


Jangan lupa beri like, vote, hadiah yang banyak dan koment yang positif.


Terima kasih ... 🙏🙏😘


Semoga kalian semua selalu dalam keadaan sehat, di beri limpahan rezeki yang banyak, di jauhkan dari semua masalah dan tetap bisa selalu beraktivitas dengan baik. 😍😍


Selamat menjalani weekend.


Love You All ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2