Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 55


__ADS_3

" Bisa kita bicara sebentar Fei ?"


tanya Aaron pada Felicie sebelum mereka masuk ke ruang sidang.


Elbert langsung menatap dengan tajam begitu mendengar permintaan Aaron.


" Baiklah ... " sahut Felicie singkat


lalu berjalan agak menjauh dari yang lain untuk memberikan kesempatan pada Aaron bicara dengannya.


Aaron langsung berjalan menyusul Felicie meninggalkan semuanya. Ia sangat senang karena Felicie masih memberikan kesempatan padanya untuk berbicara. Padahal tadi ia khawatir kalau Felicie akan menolak permintaannya.


Elbert terus memperhatikan mereka dari kejauhan. Ia khawatir,


Aaron berusaha membujuk Felicie


untuk membatalkan perceraian


mereka. Padahal harusnya ia tidak perlu seperti ini. Felicie pernah mengatakan pada El, jika


ia tidak memiliki perasaan sedikitpun pada Aaron.


" Apa yang ingin lo bicarakan dengan gue ?" tanya Felicie langsung karena ia tidak ingin


terlalu lama bersama Aaron.


" Aku ... aku, apa kamu akan bersama Elbert setelah berpisah denganku ? " tanya Aaron gugup.


" Hmm ... itu bukan urusan Lo dan gue belum tahu. Karena saat ini kami hanya berteman. Tapi untuk kedepannya gue gak tahu. Bukankah lo sudah pernah bertanya tentang masalah ini sama gue ?" jawab Felicie jujur.


Ia ingin menjelang perpisahannya


dengan Aaron sedikit bersikap baik. Toh, setelah ini mereka tidak akan bertemu lagi. Karena Felicie akan pergi meninggalkan negara ini. Karena memang pernikahan mereka bukan sepenuhnya salah Aaron juga. Lagi pula ia sangat


di untungkan dengan perceraian mereka. Jadi gak ada salahnya jika ia saat ini berusaha bersikap jujur.


" Huff ... apa setelah kita berpisah,


aku masih bisa bertemu dengan


kamu ? " tanya Aaron berharap.


" Tidak, karena gue gak mau istri


Lo marah dan cemburu." jawab Felicie tegas.


" Aku akan menceraikan mereka


segera, jika mereka tidak hamil."


ujar Aaron lagi berharap.


" Itu bukan urusan gue." sahut Felicie singkat.


Aaron sedih mendengar jawaban Felicie yang benar - benar tidak


perduli dengannya.


" Sudah selesai ? " tanya Felicie melihat Aaron hanya diam.


" Fei, apa setelah kejadian itu,


kamu tidak pernah mengingatku


walau hanya sekali ? " ujar Aaron


mengingatkan saat ia melecehkan


Felicie.


" Hmm ... Lo mau jawaban jujur atau bohong ?" tanya Felicie datar.


" Jujur ... " sahut Aaron.


" Okey, gue pernah mengingat Lo tapi dalam ingatan yang sangat menjijikkan. Mungkin jika saat kita menikah, Lo gak membuat perjanjian itu, gue masih berusaha


memaklumi jika elo minta hak sebagai suami sama gue. Karena


suka gak suka, terima ataupun gak terima, status gue tetaplah istri sah Lo. Tapi karena lo yang


dari awal meminta agar kita tetap bersikap sebagai orang asing,


maka tentu saja gue gak terima


dengan perlakuan lo. Jadi intinya,


ya ... gue pernah mengingat kehadiran Lo dalam hidup gue tapi dalam ingatan yang menyakitkan. Seminggu gue jijik


melihat tubuh gue sendiri, bahkan saat itu gue berniat untuk mati karena yang lo lakukan dan tidak berani keluar karena takut jika orang lain tahu lalu memandang hina pada gue. Karena bisa sampai hampir


di perkosa oleh suami sendiri. " Felicie bergegas pergi meninggalkan Aaron setelah selesai mengatakan hal yang mengganjal di hatinya selama ini.


Ya, selama ini Felicie berusaha bersikap tegar dan melupakan


tentang kejadian itu meskipun


sulit. Bahkan sampai detik ini ia


terkadang masih sering merasa


gelisah jika mengingat akan hal


itu. Tapi ia sangat pintar menutupinya hingga orang - orang terdekat dengannya tidak tahu.


Ia hanya ingin fokus dengan tujuannya saat ini.


Mendengar semua yang dikatakan


Felicie padanya membuat Aaron


sangat menyesal atas hal yang


telah ia lakukan. Ia sama sekali


gak menyangka, karena perbuatan jahatnya membuat Felicie mengalami stres selama seminggu. Bahkan Felicie sampai


kepikiran untuk bunuh diri, karena


malu dengan pandangan orang


padanya. Aaron benar - benar merasa jahat. Harusnya ia bisa


menahan dirinya saat itu agar


Felicie tidak terluka seperti ini.


Hal ini membuat Aaron sekarang berjanji pada dirinya, tidak akan


pernah mendekati Felicie lagi,


untuk selamanya. Biarlah ia menyimpan rasa cinta dihatinya


untuk selamanya. Kecuali Felicie

__ADS_1


yang menginginkannya.


Ia akan membiarkan Felicie pergi,


menjauh darinya namun ia akan tetap memantaunya dari kejauhan. Hingga akhirnya Felicie


menemukan orang yang bisa membuatnya bahagia.


Ya, itulah keputusan yang diambil


Aaron. Meski sakit tapi ia harus


melakukannya demi Felicie, gadis


kecil yang kini sangat ia cintai.


Setelah mengambil keputusan ini


Aaron kembali bergabung dengan


yang lain. Karena beberapa menit lagi persidangan mereka akan segera di mulai.


Sementara itu Giselle yang telah


mengikuti Aaron sejak dari mansion hingga sampai ke Pengadilan Agama tanpa ada yang menyadari kehadirannya karena ia menyamar dengan memakai cadar. Giselle merasa sangat marah, ternyata Felicie adalah isteri pertamanya Aaron. Bukan Giselle. Berarti saat ia kembali dari luar, Aaron sudah menikah dengan Felicie.


Ia benar - benar merasa sudah


di bohongi oleh Aaron.



Penampilan Giselle saat sedang


menyamar ... !!!


Walaupun sekarang mereka sedang dalam proses perceraian


tapi tetap saja Aaron berbohong


padanya. Ia tetap tidak terima.


Giselle benar - benar wanita yang sangat egois. Padahal ia sendiri hanya ingin memanfaatkan cinta


dan kekayaan Aaron saja. Bahkan


saat sudah menikah dengan Aaron, ia tetap tidur bersama selingkuhannya.


Giselle harus mencari tahu, apa sebabnya pernikahan Aaron dan perceraiannya di sembunyikan dari masyarakat.


Padahal ia melihat Tuan William


sepertinya sangat menyukai gadis itu, saat ia bertemu mereka


di rumah sakit.


Sayang, ia tadi tidak bisa mendekati Aaron dan Felicie, untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan saat berdua tadi. Karena jika hal itu dilakukannya bisa menimbulkan


kecurigaan buat mereka.


Bahkan ia tidak diijinkan ikut masuk kedalam ruang sidang


perceraian keduanya karena persidangan di lakukan secara


tertutup.


" B******k ... apa yang sebenarnya Lo sembunyikan, Ron ... ? " tanya Giselle geram.


Terpaksa ia menunggu di luar


Sementara itu, di ruang sidang


Aaron sama sekali tidak ingin


menyulitkan Felicie. Ia membantunya agar Felicie bisa


segera bercerai dengannya.


Bahkan ia tidak ingin di lakukan


mediasi agar proses mereka cepat selesai. Mungkin hal yang


di lakukannya kali ini bisa membuat Felicie tidak terlalu


membenci dirinya. Itulah harapan


Aaron.


Setelah selesai sidang pertama,


mereka akan kembali lagi menjalani sidang kedua, tapi Aaron memutuskan untuk tidak


datang lagi ke Pengadilan Agama agar perceraian mereka bisa lebih cepat selesai. Begitu juga dengan


Felicie, mereka akan mewakilkan


pada Pengacara masing - masing.


Felicie duluan keluar dari ruang sidang diikuti Tika dan Elbert, juga pengacaranya.


Tidak begitu lama baru Aaron dan kedua temannya Tommy dan Zico menyusul keluar.


Aaron sengaja menghampiri Felicie yang sudah berjalan ke arah mobil. Ini adalah hari terakhirnya bisa bertemu dan melihat dari dekat wanita yang


ia cintai. Karena setelah ini, mereka tidak akan bertemu lagi selain pada saat penjatuhan talak dan penyerahan aset kekayaan dan saham perusahaan dari Daddy nya.


" Fei ... " panggil Aaron lirih.


Felicie yang mendengar Aaron memanggil namanya terpaksa


menghentikan langkahnya.


" Ya, ada apa ? " tanya Felicie.


" Bolehkan aku memelukmu terakhir kalinya sebagai seorang suami ? " tanya Aaron dengan nada pelan.


Karena ia merasa keinginannya tidak mungkin akan di kabulkan oleh Felicie. Meskipun begitu ia tetap berusaha mengatakannya.


Mendengar perkataan Aaron membuat Felicie terkejut sejenak.


Begitu pula dengan Elbert dan Tika dan kedua sahabat Aaron.


Apalagi Giselle yang masih tetap setia menunggu hingga sidang


berakhir.


Elbert ingin sekali melarang Felicie melakukan apa yang


di minta oleh Aaron tapi ia sadar


jika ia gak berhak. Status Felicie


masih sebagai istrinya Aaron.

__ADS_1


Sedangkan ia bukan siapa - siapa,


hanya seorang pria yang sangat


mencintainya.


Sambil berdebar semua menunggu jawaban yang akan


di berikan Felicie. Mereka pikir pasti Felicie akan menolaknya tapi sungguh di luar dugaan,


Felicie menerima permintaan


terakhir Aaron.


" Ya ... " jawab Felicie singkat.


Felicie tahu pasti mereka mengira ia akan menolak keinginan Aaron.


Tapi ia tidak bisa sejahat itu.


Bagaimanapun, Aaron masih suaminya saat ini.


Ia juga meminta dengan cara


baik - baik. Lagi pula selama pernikahan, walaupun mereka tidak bertegur sapa dengan cara yang benar tetapi Aaron memberikan kebebasan buat Felicie. Meski waktu itu demi keuntungan Aaron sendiri karena ia masih memiliki kekasih yang


ia cintai. Hanya sekali dalam


pernikahan mereka, Aaron membuat kesalahan yaitu ketika


melecehkannya. Untuk itu agar


bisa menghilangkan rasa traumanya, ia harus mencoba


untuk memaafkan Aaron dengan


memberikan apa yang di mintanya. Meskipun ia tahu, Elbert pasti akan kecewa. Tapi ini juga bisa sekalian menguji rasa cinta El padanya. Jika ia bisa bersikap dewasa dan memaklumi yang Felicie lakukan itu akan menambah nilai El buatnya.


Lagi pula benar seperti kata Aaron, ini permintaan terakhirnya sebagai suami Felicie.


Aaron tidak menyangka jika keinginannya dikabulkan oleh Felicie. Rasanya ingin ia menjerit


dengan keras saat ini karena bahagia.


Sedangkan Zico, sangat cemburu


mendengarnya. Tangannya terkepal dengan sangat erat hingga menyakiti tangannya sendiri.


Elbert berusaha memaklumi keputusan yang di ambil Felicie.


Walaupun ia tidak setuju, tapi


Elbert bersikap legowo. Ia harus


ikhlas. Aaron sekarang memang masih berhak atas diri Felicie.


Giselle yang berdiri tidak begitu jauh dari mereka, hingga ia bisa


mendengar perkataan Aaron dan


Giselle ingin sekali mendekat lalu


menampar wajah Felicie yang cantik itu karena telah berhasil


mencuri perhatian Aaron darinya.


Aaron mendekat ke arah Felicie


lalu perlahan dengan lembut ia


menarik Felicie ke dalam pelukannya. Aaron menghirup


dengan sepenuh hati aroma tubuh Felicie yang sangat ia rindukan.


Ingin sekali rasanya saat ini dunia tiba - tiba berhenti sehingga mereka bisa selamanya dalam keadaan berpelukan seperti ini.


Sedangkan Felicie mendadak merasa sulit bernafas ketika Aaron membisikkan kalimat


di telinganya dengan penuh perasaan.


" Terima kasih atas kehadiranmu dalam hidupku. Maafkan aku karena terlambat menyadari bahwa aku mencintaimu.


Terima kasih isteri kecilku."


Setelah selesai mengatakan isi hatinya, Aaron melepaskan pelukannya dari Felicie lalu


berjalan menjauh menuju mobil.


Tika yang melihat ini merasa kasihan pada Felicie. Ia tahu


pasti saat ini, adiknya sedang


sedih. Karena bagaimanapun


sebuah pernikahan walaupun


terjadi tanpa adanya cinta tapi


tetap saja yang namanya perpisahan, akan terasa sangat menyakitkan.


" Udah, yuk ... kita pulang." ajak


Tika menghampiri Felicie.


" Feli, kamu gak papakan ?


Apa yang tadi Aaron bisikkan padamu ? " tanya Elbert penasaran.


" Tidak ada, ia hanya meminta maaf. " jawab Felicie menutupi demi menjaga perasaan Elbert.


" Oh, sekarang kita sudah bisa pulang ? " Elbert berusaha percaya dengan omongan Felicie.


" Ya, kita pulang." ucap Felicie singkat.


Selama di perjalanan Felicie lebih banyak diam. Ia belum bisa percaya apa yang telah di dengarnya tadi dari Aaron.


Bagaimana mungkin, Aaron bisa


mengatakan mencintainya, sedangkan ia tahu jika Aaron sangat mencintai Giselle kekasihnya yang kini sudah jadi


isterinya. Bahkan walaupun Tuan


William menentang dan mengancamnya, Aaron tetap


menikahi Giselle.


Tommy yang melihat Felicie hanya diam sepanjang perjalanan


hanya bisa menghela nafas pelan.


Ia sengaja tidak berusaha mengajak Felicie ngobrol agar


Felicie jadi lebih tenang.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2