
" Bisa kita bicara sebentar Fei ?"
tanya Aaron pada Felicie sebelum mereka masuk ke ruang sidang.
Elbert langsung menatap dengan tajam begitu mendengar permintaan Aaron.
" Baiklah ... " sahut Felicie singkat
lalu berjalan agak menjauh dari yang lain untuk memberikan kesempatan pada Aaron bicara dengannya.
Aaron langsung berjalan menyusul Felicie meninggalkan semuanya. Ia sangat senang karena Felicie masih memberikan kesempatan padanya untuk berbicara. Padahal tadi ia khawatir kalau Felicie akan menolak permintaannya.
Elbert terus memperhatikan mereka dari kejauhan. Ia khawatir,
Aaron berusaha membujuk Felicie
untuk membatalkan perceraian
mereka. Padahal harusnya ia tidak perlu seperti ini. Felicie pernah mengatakan pada El, jika
ia tidak memiliki perasaan sedikitpun pada Aaron.
" Apa yang ingin lo bicarakan dengan gue ?" tanya Felicie langsung karena ia tidak ingin
terlalu lama bersama Aaron.
" Aku ... aku, apa kamu akan bersama Elbert setelah berpisah denganku ? " tanya Aaron gugup.
" Hmm ... itu bukan urusan Lo dan gue belum tahu. Karena saat ini kami hanya berteman. Tapi untuk kedepannya gue gak tahu. Bukankah lo sudah pernah bertanya tentang masalah ini sama gue ?" jawab Felicie jujur.
Ia ingin menjelang perpisahannya
dengan Aaron sedikit bersikap baik. Toh, setelah ini mereka tidak akan bertemu lagi. Karena Felicie akan pergi meninggalkan negara ini. Karena memang pernikahan mereka bukan sepenuhnya salah Aaron juga. Lagi pula ia sangat
di untungkan dengan perceraian mereka. Jadi gak ada salahnya jika ia saat ini berusaha bersikap jujur.
" Huff ... apa setelah kita berpisah,
aku masih bisa bertemu dengan
kamu ? " tanya Aaron berharap.
" Tidak, karena gue gak mau istri
Lo marah dan cemburu." jawab Felicie tegas.
" Aku akan menceraikan mereka
segera, jika mereka tidak hamil."
ujar Aaron lagi berharap.
" Itu bukan urusan gue." sahut Felicie singkat.
Aaron sedih mendengar jawaban Felicie yang benar - benar tidak
perduli dengannya.
" Sudah selesai ? " tanya Felicie melihat Aaron hanya diam.
" Fei, apa setelah kejadian itu,
kamu tidak pernah mengingatku
walau hanya sekali ? " ujar Aaron
mengingatkan saat ia melecehkan
Felicie.
" Hmm ... Lo mau jawaban jujur atau bohong ?" tanya Felicie datar.
" Jujur ... " sahut Aaron.
" Okey, gue pernah mengingat Lo tapi dalam ingatan yang sangat menjijikkan. Mungkin jika saat kita menikah, Lo gak membuat perjanjian itu, gue masih berusaha
memaklumi jika elo minta hak sebagai suami sama gue. Karena
suka gak suka, terima ataupun gak terima, status gue tetaplah istri sah Lo. Tapi karena lo yang
dari awal meminta agar kita tetap bersikap sebagai orang asing,
maka tentu saja gue gak terima
dengan perlakuan lo. Jadi intinya,
ya ... gue pernah mengingat kehadiran Lo dalam hidup gue tapi dalam ingatan yang menyakitkan. Seminggu gue jijik
melihat tubuh gue sendiri, bahkan saat itu gue berniat untuk mati karena yang lo lakukan dan tidak berani keluar karena takut jika orang lain tahu lalu memandang hina pada gue. Karena bisa sampai hampir
di perkosa oleh suami sendiri. " Felicie bergegas pergi meninggalkan Aaron setelah selesai mengatakan hal yang mengganjal di hatinya selama ini.
Ya, selama ini Felicie berusaha bersikap tegar dan melupakan
tentang kejadian itu meskipun
sulit. Bahkan sampai detik ini ia
terkadang masih sering merasa
gelisah jika mengingat akan hal
itu. Tapi ia sangat pintar menutupinya hingga orang - orang terdekat dengannya tidak tahu.
Ia hanya ingin fokus dengan tujuannya saat ini.
Mendengar semua yang dikatakan
Felicie padanya membuat Aaron
sangat menyesal atas hal yang
telah ia lakukan. Ia sama sekali
gak menyangka, karena perbuatan jahatnya membuat Felicie mengalami stres selama seminggu. Bahkan Felicie sampai
kepikiran untuk bunuh diri, karena
malu dengan pandangan orang
padanya. Aaron benar - benar merasa jahat. Harusnya ia bisa
menahan dirinya saat itu agar
Felicie tidak terluka seperti ini.
Hal ini membuat Aaron sekarang berjanji pada dirinya, tidak akan
pernah mendekati Felicie lagi,
untuk selamanya. Biarlah ia menyimpan rasa cinta dihatinya
untuk selamanya. Kecuali Felicie
__ADS_1
yang menginginkannya.
Ia akan membiarkan Felicie pergi,
menjauh darinya namun ia akan tetap memantaunya dari kejauhan. Hingga akhirnya Felicie
menemukan orang yang bisa membuatnya bahagia.
Ya, itulah keputusan yang diambil
Aaron. Meski sakit tapi ia harus
melakukannya demi Felicie, gadis
kecil yang kini sangat ia cintai.
Setelah mengambil keputusan ini
Aaron kembali bergabung dengan
yang lain. Karena beberapa menit lagi persidangan mereka akan segera di mulai.
Sementara itu Giselle yang telah
mengikuti Aaron sejak dari mansion hingga sampai ke Pengadilan Agama tanpa ada yang menyadari kehadirannya karena ia menyamar dengan memakai cadar. Giselle merasa sangat marah, ternyata Felicie adalah isteri pertamanya Aaron. Bukan Giselle. Berarti saat ia kembali dari luar, Aaron sudah menikah dengan Felicie.
Ia benar - benar merasa sudah
di bohongi oleh Aaron.
Penampilan Giselle saat sedang
menyamar ... !!!
Walaupun sekarang mereka sedang dalam proses perceraian
tapi tetap saja Aaron berbohong
padanya. Ia tetap tidak terima.
Giselle benar - benar wanita yang sangat egois. Padahal ia sendiri hanya ingin memanfaatkan cinta
dan kekayaan Aaron saja. Bahkan
saat sudah menikah dengan Aaron, ia tetap tidur bersama selingkuhannya.
Giselle harus mencari tahu, apa sebabnya pernikahan Aaron dan perceraiannya di sembunyikan dari masyarakat.
Padahal ia melihat Tuan William
sepertinya sangat menyukai gadis itu, saat ia bertemu mereka
di rumah sakit.
Sayang, ia tadi tidak bisa mendekati Aaron dan Felicie, untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan saat berdua tadi. Karena jika hal itu dilakukannya bisa menimbulkan
kecurigaan buat mereka.
Bahkan ia tidak diijinkan ikut masuk kedalam ruang sidang
perceraian keduanya karena persidangan di lakukan secara
tertutup.
" B******k ... apa yang sebenarnya Lo sembunyikan, Ron ... ? " tanya Giselle geram.
Terpaksa ia menunggu di luar
Sementara itu, di ruang sidang
Aaron sama sekali tidak ingin
menyulitkan Felicie. Ia membantunya agar Felicie bisa
segera bercerai dengannya.
Bahkan ia tidak ingin di lakukan
mediasi agar proses mereka cepat selesai. Mungkin hal yang
di lakukannya kali ini bisa membuat Felicie tidak terlalu
membenci dirinya. Itulah harapan
Aaron.
Setelah selesai sidang pertama,
mereka akan kembali lagi menjalani sidang kedua, tapi Aaron memutuskan untuk tidak
datang lagi ke Pengadilan Agama agar perceraian mereka bisa lebih cepat selesai. Begitu juga dengan
Felicie, mereka akan mewakilkan
pada Pengacara masing - masing.
Felicie duluan keluar dari ruang sidang diikuti Tika dan Elbert, juga pengacaranya.
Tidak begitu lama baru Aaron dan kedua temannya Tommy dan Zico menyusul keluar.
Aaron sengaja menghampiri Felicie yang sudah berjalan ke arah mobil. Ini adalah hari terakhirnya bisa bertemu dan melihat dari dekat wanita yang
ia cintai. Karena setelah ini, mereka tidak akan bertemu lagi selain pada saat penjatuhan talak dan penyerahan aset kekayaan dan saham perusahaan dari Daddy nya.
" Fei ... " panggil Aaron lirih.
Felicie yang mendengar Aaron memanggil namanya terpaksa
menghentikan langkahnya.
" Ya, ada apa ? " tanya Felicie.
" Bolehkan aku memelukmu terakhir kalinya sebagai seorang suami ? " tanya Aaron dengan nada pelan.
Karena ia merasa keinginannya tidak mungkin akan di kabulkan oleh Felicie. Meskipun begitu ia tetap berusaha mengatakannya.
Mendengar perkataan Aaron membuat Felicie terkejut sejenak.
Begitu pula dengan Elbert dan Tika dan kedua sahabat Aaron.
Apalagi Giselle yang masih tetap setia menunggu hingga sidang
berakhir.
Elbert ingin sekali melarang Felicie melakukan apa yang
di minta oleh Aaron tapi ia sadar
jika ia gak berhak. Status Felicie
masih sebagai istrinya Aaron.
__ADS_1
Sedangkan ia bukan siapa - siapa,
hanya seorang pria yang sangat
mencintainya.
Sambil berdebar semua menunggu jawaban yang akan
di berikan Felicie. Mereka pikir pasti Felicie akan menolaknya tapi sungguh di luar dugaan,
Felicie menerima permintaan
terakhir Aaron.
" Ya ... " jawab Felicie singkat.
Felicie tahu pasti mereka mengira ia akan menolak keinginan Aaron.
Tapi ia tidak bisa sejahat itu.
Bagaimanapun, Aaron masih suaminya saat ini.
Ia juga meminta dengan cara
baik - baik. Lagi pula selama pernikahan, walaupun mereka tidak bertegur sapa dengan cara yang benar tetapi Aaron memberikan kebebasan buat Felicie. Meski waktu itu demi keuntungan Aaron sendiri karena ia masih memiliki kekasih yang
ia cintai. Hanya sekali dalam
pernikahan mereka, Aaron membuat kesalahan yaitu ketika
melecehkannya. Untuk itu agar
bisa menghilangkan rasa traumanya, ia harus mencoba
untuk memaafkan Aaron dengan
memberikan apa yang di mintanya. Meskipun ia tahu, Elbert pasti akan kecewa. Tapi ini juga bisa sekalian menguji rasa cinta El padanya. Jika ia bisa bersikap dewasa dan memaklumi yang Felicie lakukan itu akan menambah nilai El buatnya.
Lagi pula benar seperti kata Aaron, ini permintaan terakhirnya sebagai suami Felicie.
Aaron tidak menyangka jika keinginannya dikabulkan oleh Felicie. Rasanya ingin ia menjerit
dengan keras saat ini karena bahagia.
Sedangkan Zico, sangat cemburu
mendengarnya. Tangannya terkepal dengan sangat erat hingga menyakiti tangannya sendiri.
Elbert berusaha memaklumi keputusan yang di ambil Felicie.
Walaupun ia tidak setuju, tapi
Elbert bersikap legowo. Ia harus
ikhlas. Aaron sekarang memang masih berhak atas diri Felicie.
Giselle yang berdiri tidak begitu jauh dari mereka, hingga ia bisa
mendengar perkataan Aaron dan
Giselle ingin sekali mendekat lalu
menampar wajah Felicie yang cantik itu karena telah berhasil
mencuri perhatian Aaron darinya.
Aaron mendekat ke arah Felicie
lalu perlahan dengan lembut ia
menarik Felicie ke dalam pelukannya. Aaron menghirup
dengan sepenuh hati aroma tubuh Felicie yang sangat ia rindukan.
Ingin sekali rasanya saat ini dunia tiba - tiba berhenti sehingga mereka bisa selamanya dalam keadaan berpelukan seperti ini.
Sedangkan Felicie mendadak merasa sulit bernafas ketika Aaron membisikkan kalimat
di telinganya dengan penuh perasaan.
" Terima kasih atas kehadiranmu dalam hidupku. Maafkan aku karena terlambat menyadari bahwa aku mencintaimu.
Terima kasih isteri kecilku."
Setelah selesai mengatakan isi hatinya, Aaron melepaskan pelukannya dari Felicie lalu
berjalan menjauh menuju mobil.
Tika yang melihat ini merasa kasihan pada Felicie. Ia tahu
pasti saat ini, adiknya sedang
sedih. Karena bagaimanapun
sebuah pernikahan walaupun
terjadi tanpa adanya cinta tapi
tetap saja yang namanya perpisahan, akan terasa sangat menyakitkan.
" Udah, yuk ... kita pulang." ajak
Tika menghampiri Felicie.
" Feli, kamu gak papakan ?
Apa yang tadi Aaron bisikkan padamu ? " tanya Elbert penasaran.
" Tidak ada, ia hanya meminta maaf. " jawab Felicie menutupi demi menjaga perasaan Elbert.
" Oh, sekarang kita sudah bisa pulang ? " Elbert berusaha percaya dengan omongan Felicie.
" Ya, kita pulang." ucap Felicie singkat.
Selama di perjalanan Felicie lebih banyak diam. Ia belum bisa percaya apa yang telah di dengarnya tadi dari Aaron.
Bagaimana mungkin, Aaron bisa
mengatakan mencintainya, sedangkan ia tahu jika Aaron sangat mencintai Giselle kekasihnya yang kini sudah jadi
isterinya. Bahkan walaupun Tuan
William menentang dan mengancamnya, Aaron tetap
menikahi Giselle.
Tommy yang melihat Felicie hanya diam sepanjang perjalanan
hanya bisa menghela nafas pelan.
Ia sengaja tidak berusaha mengajak Felicie ngobrol agar
Felicie jadi lebih tenang.
__ADS_1
**********************************