
Aaron merasa seperti kehilangan
gairahnya sejak terakhir ia berpisah dengan Felicie seminggu yang lalu di pengadilan.
Ia tidak terlalu banyak bicara,
datang ke perusahaan, kerja selesai, pergi ke bar untuk minum
buat menenangkan dirinya.
Tommy yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.
Karena jika di nasehati Aaron
tidak mau mendengar.
Seperti hari ini, setelah menyelesaikan pekerjaannya Aaron bersiap - siap untuk pergi
ke bar langganannya.
" Lo, bisa masuk rumah sakit kalau terus - terusan begini, bro .. !! " ujar Tommy.
Aaron hanya diam, seperti tidak
mendengar perkataan Tommy.
" Harusnya Lo jangan bersikap
seperti ini. Sikap Lo akan membuat Felicie semakin membenci elo jika ia tahu." Tommy berusaha menyadarkan
Aaron.
Aaron bereaksi mendengar nama
Felicie. Melihat ini, Tommy kembali berbicara.
" Gue tahu, Lo baru menyadari perasaan cinta Lo pada Felicie
dan menyesal karena harus
melepasnya. Tapi ini semua
terjadi karena ulah Lo. Jika dari
awal Lo berusaha menerimanya dan melupakan j*****g kesayangan Lo itu, semua ini pasti gak akan terjadi." ujar Tommy
dengan nada sinis.
" Apa gue akan bertemu Felicie
lagi, Tom ... ?" tanya Aaron lirih.
" Bisa, Lo harus yakin ... meskipun
Lo pisah dengannya, Lo masih bisa tetap memperhatikan dan
mengawasinya dari jauh seperti
yang Lo bilang sama gue.
Tapi jika Lo gak semangat seperti ini dan malah minum tiap hari,
justru ini menghancurkan hidup
Lo. Lo gak akan bisa menjaga
Felicie, jika Lo gak waras.
Harusnya Lo buktikan padanya
bahwa Lo berubah jadi lebih baik.
Jadi jika suatu hari Lo memang
di takdirkan bisa bersamanya kembali, ia akan senang melihat
perubahan yang terjadi dengan
diri Lo." ucap Tommy berusaha
menyadarkan Aaron.
" Apa lo yakin, Tom ....? Apa gue
bisa berharap suatu saat nanti
gue bisa bersama lagi dengan
Felicie ? " tanya Aaron dengan
mata menerawang jauh.
" Lo harus yakin. Jika pun kalian
tidak bisa bersatu sebagai pasangan suami - isteri, Lo bisa
jadi kakak atau sahabat dekatnya. Sama seperti yang gue lakuin. Gue juga suka dengan
istri Lo bro, tapi gak segila Zico.
Cuma gue sadar, gue gak bisa
maksain perasaan padanya.
Makanya gue lebih ikhlas melihat dia bahagia meski bukan bersama
gue. Gue berharap ia mau menerima gue sebagai saudaranya. Meski itu mungkin
hanya harapan gue aja. Jadi, bro
intinya Lo harus yakin. Lo harus
berubah dan segera selesaikan
masalah Lo dengan dua wanita
j****g itu secepatnya agar Lo bisa
fokus untuk menjaga Felicie." ujar
Tommy panjang.
Aaron mencerna semua yang
di katakan Tommy. Meski berat
tapi ia menerima saran dari Tommy. Tapi bagaimana ia bisa
melepaskan kedua wanita sumber masalah itu, jika belum bisa
__ADS_1
memastikan mereka hamil.
Ia bukan pria yang tidak bertanggung - jawab, yang tega
menelantarkan darah dagingnya.
Terpaksa ia harus sedikit lebih
bersabar untuk membiarkan
Giselle dan Vera tetap menjadi
isterinya, meskipun Aaron sudah
sangat muak melihat tingkah
Giselle yang hampir tiap hari menghubunginya untuk menyuruh Aaron datang ke apartment nya.
Bahkan sudah dua kali, Giselle
berusaha untuk menyelinap masuk ke perusahaan karena
ingin bertemu dengan Aaron.
Untung saja, saat Giselle datang,
Aaron sedang rapat. Sehingga ia memerintahkan Tommy untuk menyuruh sekuriti mengusir Giselle pergi, dengan mengatakan Aaron sedang tidak berasa di perusahaan.
Ia benar - benar menghindari
pertemuannya dengan Giselle.
Cukup sekali ia melakukan kesalahan dengan melakukan
hubungan itu. Ia tidak ingin terjebak untuk yang kedua kalinya.
Apalagi setelah Aaron tahu, semua perselingkuhan yang
di lakukan Giselle selama mereka
masih berhubungan dari Tommy.
Ia juga sudah tahu, Daddy nya sengaja menyuruh Giselle pergi
jauh karena mengetahui tingkah Giselle yang menjijikkan.
" Woi, malah melamun ... sebaiknya Lo pulang, istirahat.
Dari pada Lo pergi ke bar, bukannya tenang malah nanti bisa
buat masalah baru. Bisa aja karena elo mabuk, Lo tidur dengan wanita lain. Emang elo
mau nikah lagi ? Punya isteri dua aja gak ada yang beres, mau di tambah dengan yang lebih gak beres ... hehehe." goda Tommy
sambil terkekeh.
" Sia*** Lo ... hahaha. " akhirnya Aaron ikut tertawa mendengar candaan Tommy.
" Btw, saingan berat gue kemana ?
Seharian gue gak lihat dia
di perusahaan ? " tanya Aaron karena gak ada melihat Zico.
" Hahahaha ... Zico maksud Lo ? "
tanya Tommy tertawa karena omongan Aaron.
kesal.
" Dia lagi sibuk mengurus perceraian Lo dan kasus lain.
Bukankah Tuan William ingin
masalah perceraian Lo dengan
Felicie segera di selesaikan dengan cepat. " jawab Tommy.
" Hmm ... " sahut Aaron singkat.
Tommy tahu Aaron berubah begitu mendengar kembali masalah perceraiannya, segera
mengalihkan agar Aaron gak
bersedih lagi.
" Bro, mumpung kita bisa pulang
cepat, gimana kalau kita pergi
nonton buat menghilangkan
stress. Baru setelah itu pulang,
jadi Lo bisa langsung istirahat
tanpa perlu mendengar teriakan
dan tangisan Vera." ujar Tommy.
" Baiklah, gue juga malas pulang
cepat termasuk gara - gara wanita si***** itu ada di mansion."
" Kalau Lo malas, kenapa gak
Lo bebasin aja ? ".
" Nanti, setelah gue resmi bercerai dengan Felicie lalu j***** itu
terbukti gak hamil, baru gue lepasin. Agar keluarga mereka
tidak menganggu Felicie lagi."
" Bagus ... gue suka dengan sikap
Lo yang sekarang."
" Udah, jadi gak kita nontonnya ? ".
" Jadi dong, apa gue telefon Zico biar dia nyusul kita kesana ?".
" Hmm ... terserah Lo aja."
" Okey .... ".
Aaron dan Tommy melangkah keluar dari ruangan Aaron lalu turun melalui lift khusus buat para petinggi perusahaan.
Begitu mereka tiba di lobby, kehadiran Aaron dan Tommy jadi pusat perhatian karyawan wanita di perusahaan.
__ADS_1
Karena biasanya Aaron keluar
melalui jalur khusus yang hanya
di ketahui oleh Tuan William, Aaron dan kedua sahabatnya saja.
Para karyawan wanita, mencoba
mencari perhatian Aaron dengan memberikan senyum terbaik mereka. Bahkan ada yang sengaja
bersikap menggoda Aaron dan Tommy.
Tommy yang melihat ini, hanya
menahan senyum. Sedangkan
Aaron tetap terus berjalan tanpa
menoleh sama sekali pada mereka. Bahkan wajah angkuhnya
dan dinginnya kembali ia perlihatkan. Karena sekarang Aaron benar - benar merasa muak melihat wanita yang bersikap
murahan.
" Gila, sumpah gue gak tahan lihat wajah dan tubuh Tuan Aaron.
Seksi banget. Apa gue bisa jadi isterinya, ya ... ?".
" Hahaha ... mimpi Lo. Dari yang gue dengar Tuan Aaron sangat
mencintai kekasihnya. Bahkan
ia belum menikah hingga sekarang karena menunggu kekasihnya pulang dari luar negeri."
" Eh, tapi gue dengar wanita yang
kemarin sempat menyelinap kemari mencari Tuan Aaron itu
adalah kekasihnya. Tapi kenapa Tuan Aaron tidak mau menemuinya. Bahkan Tuan Tommy, memerintahkan sekuriti
untuk mengusirnya."
" Ah, ya ... benar juga omongan Lo. Gue juga dengar beritanya."
" Berarti masih ada kesempatan
dong buat gue dan Lo semua
untuk mendekati dan jadi isterinya
Tuan Aaron."
" Iya, sih ... tapi pasti sangat sulit
untuk mendekati Tuan Aaron.
Ini aja bagai rezeki nomplok
buat kita, karena bisa secara langsung melihat wajahnya.
Biasanya hingga kita pulang kerja,
gak pernah bisa bertemu dengan
Tuan Aaron dan kedua sahabatnya yang gak kalah tampan itu."
" Iya, kalau gue gak bisa dapat Tuan Aaron. Tuan Tommy atau Tuan Zico juga boleh.
Mereka berdua juga gak kalah
tampan. Hanya bedanya Tuan
Aaron lebih kaya."
" Benar, gue dengan Tuan Tommy.
Lo dengan Tuan Zico."
" Bagus, jadi gue yang akan mendapatkan Tuan Aaron."
" Hahahahaha ... terserah Lo deh."
" Lihat aja, gue akan mengikuti test sebagai sekretaris baru menggantikan sekretaris Tuan Aaron yang cuti melahirkan,agar bisa semakin dekat dengan Tuan Aaron."
" Lo gak akan di terima. Karena dari yang gue dengar, Tuan Aaron
meminta Tuan Tommy, asistennya
yang merangkap tugas sebagai sekretarisnya."
" Ah, yang benar Lo ... ?".
" Benar lah ... gue dengar dari orang HRD. "
" S*** ... hilang deh kesempatan
gue mendekati Tuan Aaron ."
" Hahahaha .... ".
Aaron yang mendengar pembicaraan mereka hanya bersikap dingin.
" Gak tahu aja mereka kalau Lo sekarang lagi bucin sama mantan isteri .... hahahaha." ujar Tommy
tertawa dengan keras saat sudah berada di dalam mobil.
" Bre****k Lo ... !!!" umpat Aaron pada Tommy. Tapi dalam hati ia membenarkannya.
Ya, Aaron kena batunya akibat kesombongannya dulu. Ia yang
meminta pada Felicie agar tidak boleh jatuh cinta padanya, malah
yang terjadi kebalikannya. Sekarang ia yang malah sangat
mencintai Felicie.
**********************************
Semangat .... !!!!!
Meski lagi kurang sehat ... 😁
Jangan lupa Like, Koment, Vote,
Hadiahnya dan tekan Favorit agar
kalian bisa tahu kapan Mommy
Up ...
__ADS_1
Terima kasih ... 🙏🙏😘😘