Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 57


__ADS_3

Aaron merasa seperti kehilangan


gairahnya sejak terakhir ia berpisah dengan Felicie seminggu yang lalu di pengadilan.


Ia tidak terlalu banyak bicara,


datang ke perusahaan, kerja selesai, pergi ke bar untuk minum


buat menenangkan dirinya.


Tommy yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.


Karena jika di nasehati Aaron


tidak mau mendengar.


Seperti hari ini, setelah menyelesaikan pekerjaannya Aaron bersiap - siap untuk pergi


ke bar langganannya.


" Lo, bisa masuk rumah sakit kalau terus - terusan begini, bro .. !! " ujar Tommy.


Aaron hanya diam, seperti tidak


mendengar perkataan Tommy.


" Harusnya Lo jangan bersikap


seperti ini. Sikap Lo akan membuat Felicie semakin membenci elo jika ia tahu." Tommy berusaha menyadarkan


Aaron.


Aaron bereaksi mendengar nama


Felicie. Melihat ini, Tommy kembali berbicara.


" Gue tahu, Lo baru menyadari perasaan cinta Lo pada Felicie


dan menyesal karena harus


melepasnya. Tapi ini semua


terjadi karena ulah Lo. Jika dari


awal Lo berusaha menerimanya dan melupakan j*****g kesayangan Lo itu, semua ini pasti gak akan terjadi." ujar Tommy


dengan nada sinis.


" Apa gue akan bertemu Felicie


lagi, Tom ... ?" tanya Aaron lirih.


" Bisa, Lo harus yakin ... meskipun


Lo pisah dengannya, Lo masih bisa tetap memperhatikan dan


mengawasinya dari jauh seperti


yang Lo bilang sama gue.


Tapi jika Lo gak semangat seperti ini dan malah minum tiap hari,


justru ini menghancurkan hidup


Lo. Lo gak akan bisa menjaga


Felicie, jika Lo gak waras.


Harusnya Lo buktikan padanya


bahwa Lo berubah jadi lebih baik.


Jadi jika suatu hari Lo memang


di takdirkan bisa bersamanya kembali, ia akan senang melihat


perubahan yang terjadi dengan


diri Lo." ucap Tommy berusaha


menyadarkan Aaron.


" Apa lo yakin, Tom ....? Apa gue


bisa berharap suatu saat nanti


gue bisa bersama lagi dengan


Felicie ? " tanya Aaron dengan


mata menerawang jauh.


" Lo harus yakin. Jika pun kalian


tidak bisa bersatu sebagai pasangan suami - isteri, Lo bisa


jadi kakak atau sahabat dekatnya. Sama seperti yang gue lakuin. Gue juga suka dengan


istri Lo bro, tapi gak segila Zico.


Cuma gue sadar, gue gak bisa


maksain perasaan padanya.


Makanya gue lebih ikhlas melihat dia bahagia meski bukan bersama


gue. Gue berharap ia mau menerima gue sebagai saudaranya. Meski itu mungkin


hanya harapan gue aja. Jadi, bro


intinya Lo harus yakin. Lo harus


berubah dan segera selesaikan


masalah Lo dengan dua wanita


j****g itu secepatnya agar Lo bisa


fokus untuk menjaga Felicie." ujar


Tommy panjang.


Aaron mencerna semua yang


di katakan Tommy. Meski berat


tapi ia menerima saran dari Tommy. Tapi bagaimana ia bisa


melepaskan kedua wanita sumber masalah itu, jika belum bisa

__ADS_1


memastikan mereka hamil.


Ia bukan pria yang tidak bertanggung - jawab, yang tega


menelantarkan darah dagingnya.


Terpaksa ia harus sedikit lebih


bersabar untuk membiarkan


Giselle dan Vera tetap menjadi


isterinya, meskipun Aaron sudah


sangat muak melihat tingkah


Giselle yang hampir tiap hari menghubunginya untuk menyuruh Aaron datang ke apartment nya.


Bahkan sudah dua kali, Giselle


berusaha untuk menyelinap masuk ke perusahaan karena


ingin bertemu dengan Aaron.


Untung saja, saat Giselle datang,


Aaron sedang rapat. Sehingga ia memerintahkan Tommy untuk menyuruh sekuriti mengusir Giselle pergi, dengan mengatakan Aaron sedang tidak berasa di perusahaan.


Ia benar - benar menghindari


pertemuannya dengan Giselle.


Cukup sekali ia melakukan kesalahan dengan melakukan


hubungan itu. Ia tidak ingin terjebak untuk yang kedua kalinya.


Apalagi setelah Aaron tahu, semua perselingkuhan yang


di lakukan Giselle selama mereka


masih berhubungan dari Tommy.


Ia juga sudah tahu, Daddy nya sengaja menyuruh Giselle pergi


jauh karena mengetahui tingkah Giselle yang menjijikkan.


" Woi, malah melamun ... sebaiknya Lo pulang, istirahat.


Dari pada Lo pergi ke bar, bukannya tenang malah nanti bisa


buat masalah baru. Bisa aja karena elo mabuk, Lo tidur dengan wanita lain. Emang elo


mau nikah lagi ? Punya isteri dua aja gak ada yang beres, mau di tambah dengan yang lebih gak beres ... hehehe." goda Tommy


sambil terkekeh.


" Sia*** Lo ... hahaha. " akhirnya Aaron ikut tertawa mendengar candaan Tommy.


" Btw, saingan berat gue kemana ?


Seharian gue gak lihat dia


di perusahaan ? " tanya Aaron karena gak ada melihat Zico.


" Hahahaha ... Zico maksud Lo ? "


tanya Tommy tertawa karena omongan Aaron.


kesal.


" Dia lagi sibuk mengurus perceraian Lo dan kasus lain.


Bukankah Tuan William ingin


masalah perceraian Lo dengan


Felicie segera di selesaikan dengan cepat. " jawab Tommy.


" Hmm ... " sahut Aaron singkat.


Tommy tahu Aaron berubah begitu mendengar kembali masalah perceraiannya, segera


mengalihkan agar Aaron gak


bersedih lagi.


" Bro, mumpung kita bisa pulang


cepat, gimana kalau kita pergi


nonton buat menghilangkan


stress. Baru setelah itu pulang,


jadi Lo bisa langsung istirahat


tanpa perlu mendengar teriakan


dan tangisan Vera." ujar Tommy.


" Baiklah, gue juga malas pulang


cepat termasuk gara - gara wanita si***** itu ada di mansion."


" Kalau Lo malas, kenapa gak


Lo bebasin aja ? ".


" Nanti, setelah gue resmi bercerai dengan Felicie lalu j***** itu


terbukti gak hamil, baru gue lepasin. Agar keluarga mereka


tidak menganggu Felicie lagi."


" Bagus ... gue suka dengan sikap


Lo yang sekarang."


" Udah, jadi gak kita nontonnya ? ".


" Jadi dong, apa gue telefon Zico biar dia nyusul kita kesana ?".


" Hmm ... terserah Lo aja."


" Okey .... ".


Aaron dan Tommy melangkah keluar dari ruangan Aaron lalu turun melalui lift khusus buat para petinggi perusahaan.


Begitu mereka tiba di lobby, kehadiran Aaron dan Tommy jadi pusat perhatian karyawan wanita di perusahaan.

__ADS_1


Karena biasanya Aaron keluar


melalui jalur khusus yang hanya


di ketahui oleh Tuan William, Aaron dan kedua sahabatnya saja.


Para karyawan wanita, mencoba


mencari perhatian Aaron dengan memberikan senyum terbaik mereka. Bahkan ada yang sengaja


bersikap menggoda Aaron dan Tommy.


Tommy yang melihat ini, hanya


menahan senyum. Sedangkan


Aaron tetap terus berjalan tanpa


menoleh sama sekali pada mereka. Bahkan wajah angkuhnya


dan dinginnya kembali ia perlihatkan. Karena sekarang Aaron benar - benar merasa muak melihat wanita yang bersikap


murahan.


" Gila, sumpah gue gak tahan lihat wajah dan tubuh Tuan Aaron.


Seksi banget. Apa gue bisa jadi isterinya, ya ... ?".


" Hahaha ... mimpi Lo. Dari yang gue dengar Tuan Aaron sangat


mencintai kekasihnya. Bahkan


ia belum menikah hingga sekarang karena menunggu kekasihnya pulang dari luar negeri."


" Eh, tapi gue dengar wanita yang


kemarin sempat menyelinap kemari mencari Tuan Aaron itu


adalah kekasihnya. Tapi kenapa Tuan Aaron tidak mau menemuinya. Bahkan Tuan Tommy, memerintahkan sekuriti


untuk mengusirnya."


" Ah, ya ... benar juga omongan Lo. Gue juga dengar beritanya."


" Berarti masih ada kesempatan


dong buat gue dan Lo semua


untuk mendekati dan jadi isterinya


Tuan Aaron."


" Iya, sih ... tapi pasti sangat sulit


untuk mendekati Tuan Aaron.


Ini aja bagai rezeki nomplok


buat kita, karena bisa secara langsung melihat wajahnya.


Biasanya hingga kita pulang kerja,


gak pernah bisa bertemu dengan


Tuan Aaron dan kedua sahabatnya yang gak kalah tampan itu."


" Iya, kalau gue gak bisa dapat Tuan Aaron. Tuan Tommy atau Tuan Zico juga boleh.


Mereka berdua juga gak kalah


tampan. Hanya bedanya Tuan


Aaron lebih kaya."


" Benar, gue dengan Tuan Tommy.


Lo dengan Tuan Zico."


" Bagus, jadi gue yang akan mendapatkan Tuan Aaron."


" Hahahahaha ... terserah Lo deh."


" Lihat aja, gue akan mengikuti test sebagai sekretaris baru menggantikan sekretaris Tuan Aaron yang cuti melahirkan,agar bisa semakin dekat dengan Tuan Aaron."


" Lo gak akan di terima. Karena dari yang gue dengar, Tuan Aaron


meminta Tuan Tommy, asistennya


yang merangkap tugas sebagai sekretarisnya."


" Ah, yang benar Lo ... ?".


" Benar lah ... gue dengar dari orang HRD. "


" S*** ... hilang deh kesempatan


gue mendekati Tuan Aaron ."


" Hahahaha .... ".


Aaron yang mendengar pembicaraan mereka hanya bersikap dingin.


" Gak tahu aja mereka kalau Lo sekarang lagi bucin sama mantan isteri .... hahahaha." ujar Tommy


tertawa dengan keras saat sudah berada di dalam mobil.


" Bre****k Lo ... !!!" umpat Aaron pada Tommy. Tapi dalam hati ia membenarkannya.


Ya, Aaron kena batunya akibat kesombongannya dulu. Ia yang


meminta pada Felicie agar tidak boleh jatuh cinta padanya, malah


yang terjadi kebalikannya. Sekarang ia yang malah sangat


mencintai Felicie.


**********************************


Semangat .... !!!!!


Meski lagi kurang sehat ... 😁


Jangan lupa Like, Koment, Vote,


Hadiahnya dan tekan Favorit agar


kalian bisa tahu kapan Mommy


Up ...

__ADS_1


Terima kasih ... 🙏🙏😘😘


__ADS_2