
Tika yang baru saja tiba bertepatan dengan Tommy dan Zico merasa heran begitu melihat pintu apartment yang terbuka.
Mereka bergegas masuk karena khawatir terjadi hal yang buruk pada Felicie.
Tapi langkah mereka terhenti ketika melihat Felicie sedang duduk menikmati makanan bersama Elbert.
Zico yang melihat ini langsung merasa kesal, karena Elbert
terlalu berani datang dan hanya berduaan di apartment ini.
Dengan langkah lebar, ia menghampiri Felicie dan Elbert,
yang belum menyadari kehadiran mereka bertiga.
Sementara Tika yang bingung melihat keadaan ini, karena tidak biasanya Felicie bisa duduk dengan nyaman dan tertawa bersama seorang pria.
Apalagi Tika tidak mengenal pria asing ini.
Tommy yang gak mau terjadi
pertengkaran antara Zico dan Elbert, segera menyusulnya.
" Lancang sekali, ngapain Lo datang ke apartment saat Felicie sedang sendirian ? Elo udah tahukan kalau Felicie sudah memiliki suami ! " bentak Zico dengan suara keras.
Felicie sedikit terkejut melihat Zico dan Tommy yang mendadak datang ke apartment. Sedangkan
pada Tika, ia memberikan senyuman kecilnya.
Elbert hanya bersikap datar melihat kedatangan mereka.
" Lo, biasa aja ... gak usah teriak.
Lo lihat sendiri kan tadi pintu sengaja kami buka agar orang - orang yang berpikiran picik kayak elo gak mikir yang aneh -
aneh. Terus memang kenapa kalau Feli udah punya suami ?
Teman Lo juga udah nikah lagi,
tanpa ijin dari Felicie. Lagian elo
jangan lupa, kalau pernikahan mereka hanya sebatas kontrak.
Jadi, elo gak punya hak buat
ikut campur, karena Feli berhak melakukan apapun yang diinginkannya seperti teman Lo yang brengsek itu atau karena elo suka dengan Felicie, jadi elo merasa berhak gitu ... hahahaha. " Elbert berkata dengan
menatap dingin dan meremehkan
Zico.
Felicie hanya bisa terdiam mendengar kata - kata Elbert, ia
tidak bisa menghentikannya.
Hal yang disembunyikannya dari
Tika akhirnya terbuka juga.
Benar saja Tika langsung terhenyak begitu mendengar semua yang dikatakan Elbert tadi.
Ia tidak menyangka kalau adik
kesayangannya ternyata sangat
pintar menutupi hal yang menyedihkan ini darinya.
Tika langsung memeluk tubuh Felicie, dengan erat.
Ia sedih karena Felicie harus mengalami dan menghadapi semua ini sendiri, sudah dinikahi kontrak ... suaminya yang brengsek itu malah menikah lagi.
" Mana si b******n itu ? biar mbak
buat perhitungan dengan dia.
S****n , beraninya dia mainin kamu Felicie. Kenapa gak kamu
patahin aja tangan atau sekalian
kakinya juga biar dia tahu rasa. " kata Tika penuh emosi.
Tommy tersenyum kecil mendengar perkataan Tika.
" Ternyata gadis ini dibalik sikap
lembutnya, galak juga ternyata."
ucap Tommy dalam hati.
" Udah, mbak ... jangan emosi.
Felicie gak papa, kog ... " ujar Felicie menenangkan Tika.
" Apanya gak papa, kenapa kamu gak bilang sama mbak kalau
pernikahan kalian hanya sebatas
kontrak ... terus kenapa diam saja
waktu dia nikah lagi ? Ini seperti bukan kamu, Felicie ... " ujar Tika
masih dengan penuh emosi.
" Mbak Tika, sebaiknya duduk dulu. Pasti belum sarapan kan ?
Makanya emosian kaya gini." ujar Felicie tersenyum.
Zico dan Tommy yang jarang melihat Feli tersenyum dan berkata dengan lembut seperti ini,
tanpa di suruh langsung ikut duduk. Sekarang mereka berlima berada di meja makan.
" Kalian juga makan, tapi cuma
makanan seadanya saja." ujar Felicie menyuruh Tommy dan Zico
ikut sarapan.
" Eh, iya ... makasih Felicie." ujar
Tommy dan Zico yang tertegun
melihat sikap lembut Felicie.
" Sekarang ceritakan sama mbak,
apa yang sebenarnya terjadi dengan pernikahan kamu ? "
ujar Tika gak sabar.
" Iya, Felicie akan cerita tapi setelah mbak selesai sarapan.
Ini makanan dari Ibu, ya mbak ... ?" tanya Felicie melihat
tempat makanan yang dibawa
Tika.
" Iya, Ini dari Ibu. Ibu buatin bistik buat kamu. Ada sambal udang juga." emosi Tika mulai mereda melihat wajah Felicie yang tersenyum.
Felicie terlihat senang, lalu mengambil makanan yang dibuat bik Sumi dan memindahkan
sebagian kepiring lalu menaruhnya kemeja makan agar
__ADS_1
bisa dinikmati bersama.
Akhirnya mereka menikmati makanan yang disediakan oleh Felicie dengan suasana yang mulai tenang.
Meskipun sesekali Zico dan Elbert
masih saling tatap dengan kilatan emosi dimata mereka.
" Mbak ... tolong awasi mereka dulu, ya ... Felicie mau mandi bentar." katanya pada Tika.
" Okey, kamu mandi, gih ... " sahut
Tika cepat dengan mulut terisi makanan.
Tanpa pamit pada yang lain, Felicie berjalan meninggalkan ruang makan dan segera menuju
kamarnya di lantai atas.
Mata Elbert dan Zico tak lepas
memandang tubuh Felicie yang
menjauh.
Melihat Felicie sudah naik kelantai atas, langsung saja Zico bicara.
Karena ia belum terima dengan perkataan dan kehadiran Elbert
di apartment ini.
" Karena elo sudah tahu gue suka dengan Felicie, sebaiknya
elo jaga jarak dengannya. Karena
setelah Felicie pisah dengan Aaron, gue akan segera menikahinya."
" Hahaha ... yakin Lo Feli bakalan
mau ? " tanya Elbert mentertawakan omongan dengan memandang sinis pada Zico.
" Hei, kalian berdua ini apa - apaan ? Felicie itu adikku, kenapa
kalian berdua merasa paling berhak atas dirinya. Jika dia memang akan bercerai dengan Aaron, dia harus melanjutkan cita - citanya yang tertunda karena terpaksa menikah dengan b******n tak tahu diri itu. " bentak Tika melotot marah.
Tommy mengulum senyum melihat wajah Tika yang terlihat
menggemaskan saat matanya
melotot seperti itu.
Elbert dan Zico langsung terdiam mendapat bentakan dari Tika.
Dalam hati, Elbert merasa bahagia
karena Tika terlihat begitu menyayangi dan melindungi Feli
dengan sangat tulus. Karena malas terjadi perdebatan lagi dengan Zico, El pun bangkit dan berjalan menuju sofa di ruang tamu.
Sedangkan Zico justru gak terima.
Keinginannya sudah sangat besar
untuk bisa menjadikan Felicie
isterinya setelah bercerai dengan
Aaron.
Felicie yang baru saja
mengenakan pakaiannya setelah selesai mandi, segera keluar dari kamar. Karena sejak Tommy dan Zico datang ke apartment ia merasa heran. Sebenarnya mereka berdua ada keperluan apa,
hingga pagi - pagi udah datang kesini. Apa Aaron yang memerintah mereka berdua untuk
Tapi gak mungkin, karena Aaron sudah mengatakan akan mengurusnya setelah ia keluar dari rumah sakit. Felicie sendiri yang memberi waktu seminggu buatnya. Jadi apa kepentingan
mereka ? Felicie sibuk bertanya -
jawab dengan dirinya.
Elbert yang melihat Felicie sudah
berjalan menuruni tangga menatapnya dengan penuh kagum. Padahal Felicie hanya memakai pakaian sporty.
" Kenapa duduk sendiri disini, El .. ? " tanya Felicie.
" Iya, soalnya aku gak suka melihat temannya si Aaron itu." ujar Elbert jujur.
" Oh, kamu mau tetap nunggu disini atau ikut kemeja makan ? Aku mau melihat mbak Tika udah selesai sarapan apa belum ?" ujar Felicie.
" Ikut ... ! " jawab Elbert lompat dari sofa lalu berdiri di samping
Feli.
Feli tersenyum kecil melihat tingkah konyol Elbert.
Tika baru saja selesai mencuci piring bekas mereka makan saat Felicie dan Elbert datang.
Zico dan Tommy terlihat kagum saat melihat Felicie yang kelihatan lebih segar setelah selesai mandi. Sementara Elbert menatap Zico dengan sinis.
" Udah mbak duduk sini. Felicie mau ngomong." ucap Felicie
menepati janjinya tadi.
" Ceritakan semua, jangan ada yang kamu tutupi lagi Feli." ujar Tika kemudian duduk di sebelah
Feli.
" Ya, mbak ... " ujar Felicie, lalu menceritakan semua dari awal
pernikahannya, dan perjanjian
yang Aaron buat. Kemudian mengenai pernikahan Aaron dengan Giselle. Tidak ada yang di tutupinya sedikitpun. Kecuali pelecehan yang di alaminya, Felicie tetap merahasiakannya.
Karena ia gak ingin membuat Tika dan Bik Sumi kepikiran.
Tika benar - benar gak menyangka
ternyata Felicie mengalami semua ini dan menutupinya dari mereka.
Tapi ia juga bersyukur, karena itu
berarti Felicie masih tetap virgin hingga mereka bercerai nanti.
" Kamu gak papa, Feli ? " tanya Tika lirih karena prihatin dengan
nasib yang di alami adiknya.
" Ya, gak papa lah mbak ... Memangnya aku harus bersedih atau nangis gitu ? Itu bukan Feli banget, mbak ... Lagian siapa juga yang mau punya suami kaya
bandot tua itu ! " ujar Felicie santai.
Mereka tertawa mendengar omongan Felicie yang seperti gak ada masalah. Melihat semua tertawa, Felicie cuma mendengus kecil.
" Oya, Felicie ... hampir saja aku lupa tujuan awal datang kesini." ucap Tommy setelah berhenti tertawa.
" Iya, gue juga heran ... kenapa Lo berdua muncul disini pagi - pagi."
kata Felicie.
__ADS_1
" Sebenarnya aku di minta oleh Aaron untuk melihat
keadaanmu di apartment. Walau
mungkin kamu pasti gak percaya,
tapi saat ia menghubungiku tadi ...
suaranya terdengar mengkhawatirkan kamu.
Kebetulan Zico mendengar aku mau kemari, jadi ia ikut.
Karena gak enak juga kalau aku hanya sendirian datang kesini.
Kami berdua juga gak suka dengan Giselle, isterinya. Wanita
j***** itu tidak pantas untuknya.
Apalagi Tuan William sudah pernah mengusirnya agar menjauh dari Aaron. Jadi kalau
bisa aku sebagai sahabat Aaron
memohon sama kamu, agar jangan berpisah dengan Aaron.
Tolong pertahankan pernikahan
kalian hingga wanita itu bisa segera disingkirkan.
Karena status yang kamu punya sebagai isteri pertama dan sah dimata agama dan negara bisa menuntut mereka, sebab Aaron dan 🦊 itu menikah tanpa mendapat izin dari kamu terlebih dulu. " Tommy sangat
serius ketika mengatakan hal ini.
Semua terkejut mendengar kalimat yang diutarakan Tommy.
Terutama Zico dan Elbert. Zico sama sekali tidak tahu Tommy bermaksud meminta Felicie untuk tidak bercerai dengan Aaron.
Sedangkan Tommy tahu, kalau Zico benar - benar menyukai gadis
ini. Tommy juga tahu, Zico memang menunggu perceraian
mereka supaya bisa memiliki
Felicie, secepatnya.
" Apa maksud lo Tom ... Kenapa lo gak ngomong dulu ke gue ! "
bentak Zico dengan emosi.
" Hei, Lo gak mikir dulu sebelum ngomong ! Siapa elo berani mengatur kehidupan Feli. Dia berhak menentukan apapun yang dia inginkan. Kalau lo mau
Aaron b******* itu pisah dengan
isteri keduanya, harusnya elo cari cara lain, bukan dengan mengorbankan Felicie ! " suara Elbert terdengar menggelegar dan wajahnya terlihat memerah karena marah pada Tommy.
Sedangkan Felicie benar - benar gak menyangka Tommy bisa
menyarankan hal seperti ini.
Tapi tadi, Tommy mengatakan
kalau Aaron yang memintanya
untuk datang melihat Felicie karena khawatir padanya.
" Apa Tommy gak salah, sejak
kapan, Aaron perduli padanya ?
Apa sejak kejadian itu ? atau Tommy sengaja berbohong karena diperintah Tuan William ?
tapi kalaupun memang iya, ngapain juga gue harus peduli." ucap Felicie dalam hati dengan perasaan kesal.
Tommy yang sudah menduga perkataannya akan mendapat reaksi keras dari Zico dan Elbert,
hanya diam, tidak mencoba menjawab sepatah katapun.
Tapi ia heran ketika melihat Felicie dan Tika tidak ada berkomentar.
" Sekarang, sebaiknya kalian bertiga keluar dari apartment ini.
Aku hanya ingin berdua saja dengan adikku. Kehadiran kalian,
hanya menambah masalah bagi
Felicie." Tika mengusir mereka dengan wajah datar.
Elbert memahami maksud dari perkataan Tika, ia hanya ingin
menenangkan Felicie. Jadi El tidak merasa tersinggung. Ia pun bangkit dan menghampiri Felicie yang hanya diam sejak Tommy mengusulkan sesuatu yang tidak
masuk akal.
" Baiklah, aku pulang ya Feli ...
nanti setelah kamu lebih tenang,
aku akan menghubungi kamu. " Elbert pamit pada Felicie.
" Tunggu El ... kamu harus tetap
disini dan mendengarkan apa yang akan kukatakan pada Tommy." Felicie menahan Elbert.
Tommy dan Zico yang baru saja hendak bangkit dari tempat duduknya karena ingin pergi setelah Tika menyuruh mereka keluar, menghentikan gerakannya.
Begitu juga dengan Elbert, ia membatalkan niatnya untuk pergi.
" Tom, sebaiknya dengarkan baik -
baik apa yang akan gue katakan hari ini, karena gue gak berniat mengulangnya lagi sampai kapanpun." Felicie berkata dengan
wajah datar menatap Tommy.
" Baik ... " jawab Tommy cepat.
" Mungkin, karena usiaku yang masih muda ... jadi kalian pikir gue bisa diperalat dengan mudah tapi kalian salah besar.
Gue sudah terbiasa menghadapi
sendiri hal yang lebih gila dari pada ini. Sebenarnya, kalau sahabat Lo yang brengsek itu tidak melanggar perjanjiannya
dengan gue. Mungkin gue akan bertahan dan menunggu hingga waktu kontrak kami selesai. Tapi karena apa yang telah di lakukannya sudah melewati batas ... jadi jangan pernah berharap sedikitpun kalau gue mau tetap terikat dalam pernikahan dengan dia.
Oya, tolong sampaikan sama sahabat Lo itu, kemarin dirumah sakit gue udah memberi waktu seminggu padanya buat segera mengurus perceraian kami, dan sekarang tinggal beberapa hari lagi. Jadi segera urus berkas - berkas perceraian kami karena gue gak mau buang - buang waktu buat orang seperti dia. Apalagi buat menuruti permintaan elo tadi,
itu sama sekali bukan urusan gue." ujar Felicie panjang dengan
wajah yang sangat dingin seperti
awal mereka bertemu.
Tommy dan Zico begitu tertampar dengan ucapan Felicie yang baru
saja dilontarkannya.
Tommy memang sempat berfikir karena usia mudanya Felicie bisa sedikit diperalat demi kepentingan Aaron agar ia tidak kehilangan kesempatan memiliki semua aset Tuan William jika Felicie memilih mempertahankan
pernikahannya. Karena walaupun Tuan William nanti pasti marah
besar jika tau Aaron menikahi Giselle tapi minimal ia masih bisa
selamat karena tetap bertahan dengan Felicie dalam ikatan yang sah. Tinggal mikirin bagaimana rencana selanjutnya untuk menyingkirkan Giselle dari kehidupan Aaron buat selamanya.
__ADS_1
**********************************