
Giselle yang mencoba belajar memasak dari menonton you ****
lumayan kesal karena sejak pagi,
Vera gak ada niat membantunya
di dapur. Vera dengan alasan mual dan badannya yang lemas membuat Giselle harus mengerjakan semuanya sendiri.
Tapi ia berusaha bersabar karena ingin Aaron melihatnya benar - benar sudah berubah. Giselle bersungguh - sungguh mempraktekkan masakan yang sedang di lihatnya.
Sementara itu Vera berada
di kamarnya setelah selesai makan tadi. Ia sengaja pura - pura mau muntah ketika mereka berada di meja makan. Hingga membuat Aaron menyuruhnya untuk kembali istirahat di kamar.
" Untung aja ini anak gak nyusahin. Kalau aku beneran muntah - muntah kaya wanita lain mungkin aku tersiksa banget. " ucap Vera senang.
Ia segera mengambil ponsel yang baru dibelinya dari dalam lemari pakaian. Vera sengaja menyembunyikan dibawah tumpukan baju.
Vera menekan nomer mamanya
dengan hati gembira karena akhirnya ia bisa menghubunginya lagi. Pada panggilan kedua, ia mendengar suara mamanya yang menyahut dengan suara kesal.
" Halo, ini siapa ! " ucap Siska.
" Ma, ini Vera ... " ujar Vera.
" Apa, ini beneran kamu nak ?
Kamu dimana sekarang ... ? Kamu baik - baik ajakan ... Mama kangen sama kamu. Udah berapa kali mama coba menemui kamu
di mansion Tuan William tapi gak
diizinkan masuk. " Siska memberondong Vera dengan banyak pertanyaan.
" Hahaha ... ma, santai aja. Ini beneran aku, Vera. Aku baik - baik aja sekarang dan udah gak tinggal di mansion lagi. Aku dan Aaron tinggal di apartment. Sejak kami tinggal disini, Aaron sudah berubah. Ia jadi perhatian dan gak kasar lagi sama aku." Vera menjelaskan.
" Hah ... benarkah ? Kog, bisa ... ?
Terus kalian berdua aja di apartment ? Tuan William gak melarang Aaron saat mau membawa kamu pergi ? Terus ini nomer baru kamu, ya ... kapan kamu beli ponsel baru ?" tanya
Siska semangat.
" Ya, bisalah ma ... aku hamil sekarang. Mungkin karena Aaron gak mau anaknya kenapa - kenapa , jadi sikapnya berubah baik padaku. Tuan William juga gak ngelarang saat Aaron membawaku pergi. " Vera lalu mejelaskan cara saat ia membeli handphone.
" Apa ... kamu hamil ? Wah ... mama senang dengarnya. Jadi sekarang Aaron berubah karena kamu hamil. Kalau begitu kamu harus pintar mencari perhatian darinya, supaya Aaron bisa jatuh cinta secepatnya sama kamu. "
" Tenang aja, ma ... Vera sudah melakukannya. Tadi malam Vera sudah boleh tidur di kamar Aaron. Dengan alasan kalau anaknya yang pengen, Vera berhasil memeluk Aaron sepanjang malam hingga tertidur."
" Kamu benar - benar pintar kaya mama. Gak seperti papa kamu.
Sekarang kami, harus tinggal
dirumah yang kecil karena papa kamu sudah gak mampu bayar cicilan rumah. Jadi, rumahnya
disita. Mama udah gak tahan nih, Vera ... harus tinggal ditempat sempit kaya gini. Apa boleh mama ikut tinggal di apartment sama kamu ?" ujar Siska dengan licik.
" Apa ... kog bisa disita, sih ... Memangnya Papa gak punya simpanan lagi ? Terus papa kerja dimana sekarang ... ? " Ucap Vera kaget karena gak menyangka kalau keluarganya bisa jatuh miskin lagi.
" Itulah, papamu sudah berumur jadi gak mungkin bisa diterima
di perusahaan lain kalau melamar kerja. Dia mau coba buka usaha kecil - kecilan. Tapi mau sampai berapa lama bisa kaya seperti dulu kalau cuma jualan. Papa kamu itu udah berubah, dia aneh sekarang. Masa mama suruh buat tinggal dirumah Felicie lagi, dia
gak mau. Padahal Felicie kan udah pisah dari Aaron. Pasti Tuan William gak akan melindunginya lagi seperti dulu. " ujar Siska kesal.
" Papa kenapa berubah kaya gitu ma ... ? Padahal Felicie itu kaya banget sekarang, ma ... selain perusahaan Papa nya, dia juga
beneran dikasi saham perusahaan
Tuan William dan kekayaan Aaron. Pasti kalau papa memohon dengan wajah menyedihkan seperti dulu pada Felicie, dia gak akan tega. Secara Papa kan, saudara papanya. ujar Vera iri.
" Mama udah ngomong begitu sama papa, tapi dia tetap gak mau. Malah papa membentak mama kalau membicarakan hal itu lagi. Jadi, gimana ... mama bisakan tinggal di apartment
__ADS_1
bareng kamu ... ? Mama gak tahan disini ... mana kamarnya kecil banget. " kata Siska.
Vera menghela nafas berat saat mendengar permintaan mamanya.
" Untuk sekarang jangan dulu ma,
soalnya yang tinggal di apartment bukan hanya Vera dan Aaron saja
tapi Giselle juga ikut tinggal disini.
Dia juga sedang hamil. Jadi, Vera
harus mengambil hati Aaron dulu biar dia mau mendengarkan perkataan Vera. " ujar Vera.
" Apa ! Wanita itu hamil juga ?
Jadi Aaron membawa kalian berdua untuk tinggal bersama ? "
ucap Siska sangat terkejut.
" Iya ma ... dia hamil sama seperti Vera. Bahkan sepertinya nanti kami juga melahirkan di bulan yang sama juga. Mungkin karena kami berdua hamil, makanya Aaron memutuskan untuk tinggal
bersama. "
" Jadi, kenapa Aaron bisa tidur bersama kamu, sedangkan Giselle
itukan kekasih yang dicintainya."
" Aaron membagi waktu buat kami , ma ... tiga hari bersama Vera dan tiga hari kemudian dengan Giselle. Sedangkan sisa satu hari, Aaron sendiri, biar adil katanya. "
" Oh, bagus kalau begitu. Jadi kamu masih ada kesempatan untuk merayu Aaron. Jangan sampai kamu kehilangan kesempatan. Karena walau bagaimanapun Aaron dan Giselle sudah lama bersama. Jadi kamu jangan mau kalah. Kamu harus pintar menggunakan waktu saat
bersamanya. Biar Aaron nantinya lebih memilih kamu dibandingkan
wanita sial itu."
" Mama tenang, aku sudah tahu
sedang bersama Aaron. Saat ini aja, aku bisa santai di kamar istirahat karena pura - pura mual.
Sementara Giselle mungkin sekarang lagi kelelahan karena harus masak di dapur ... hehehe."
" Pintar kamu ... gak percuma kamu jadi anak kesayangan mama. Kamu harus terlihat lebih
lemas setiap harinya. Kalau perlu pura - pura gak bisa bangkit dari
tempat tidur. Jadi Aaron gak tega
ninggalin kamu sendirian di kamar."
" Wah ... ide yang bagus itu ma ...
nanti bisa langsung aku praktekkan di depan Aaron."
" Bagus ... kamu harus, biar Aaron
semakin perhatian sama kamu. "
" Iya, ma ... !" .
" Sekarang Aaron di mana ?"
" Tadi dia keluar. Aaron mau
membuat usaha baru. Karena kan dia udah gak kerja lagi di perusahaan. Setelah sebagian kekayaannya diberikan pada Felicie sisanya juga disita
sama Tuan William."
" Apa ... ? Jadi dia sekarang miskin gitu, gak punya apa - apa lagi ! " teriak Siska.
" Memang Aaron mengatakan sekarang dia gak punya apapun lagi. Tapi Vera yakin sebenarnya dia pasti masih punya. Apalagi
__ADS_1
Giselle bodoh itu, menjual semua perhiasannya demi membantu
Aaron buat memulai usaha baru.
Karena dia merasa bersalah pada Aaron. Aaron terpaksa kehilangan
semuanya karena menikahi kami berdua. "
" Oh, bagus kalau begitu. Tapi kalau Aaron tidak berhasil, kamu jangan mau berlama - lama bersama dia. Kamu harus mencari pria lain setelah melahirkan. Memangnya kamu mau seterusnya hidup susah."
" Mama gak usah khawatir, Vera gak sebodoh itu. Saat ini Vera bertahan selain karena lagi hamil juga masih berharap kalau Aaron akan sukses lagi. Mama kan tahu,
selama ini Vera beneran jatuh cinta sama Aaron. Jadi, Vera masih menunggu hasilnya.
Baru jika hasilnya gak seperti yang Vera harapkan, meski cinta dengan Aaron bukan berarti aku mau hidup susah bersama dia."
" Hahaha ... iya. Mama setuju dengan kamu. Kamu harus bersabar. Untuk sekarang yang paling penting kamu harus berhasil membuat Aaron jatuh cinta sama kamu. Jadi, kalau dia beneran kaya lagi, kita bisa menikmati kekayaannya dengan
bebas. "
" Okey, mama tenang aja. Aku pasti akan memberikan mama yang banyak buat shopping."
" Bagus ... bagus ... kamu memang terbaik. Tapi apa mama boleh datang dan melihat kamu ke apartment ? Mama juga ingin lihat apartment kamu bagus apa gak ? Mama minta alamat kamu, dong ... !".
" Baiklah ma, nanti Vera kirimkan lewat chat alamat apartment nya.
Tapi tempatnya agak jauh, ma ... bukan di pusat kota. Apartment nya sih, bagus ... ada lima kamar.
Kami bertiga masing - masing dapat satu kamar. Dua kamar lagi buat temannya Aaron."
" Hah ... kenapa kawan Aaron bisa tinggal disana juga ? Padahal besar ya ... ada lima kamar. Harusnya mama bisa tinggal disana. "
" Iya apartmentnya besar ma ...
cuma dari yang aku dengar ketika kami baru dibawa kesini sama Aaron. Giselle protes, dia mau tinggal di apartment tempat Felicie dan Aaron tinggal dulu.
Kata dia sih, lebih mewah dan bagus, di pusat kota lagi. Tapi Aaron bilang sudah dijual buat beli apartment ini. "
" Oh, beruntung banget ya nasib gadis tengik itu. Udah pernah tinggal di apartment mewah,dapat kekayaan banyak lagi. Pasti dia sekarang makin besar kepala."
" Iya, ma ... dia memang beruntung. Dia pernah menemui
aku saat di mansion. Waktu mama gak dibolehin masuk kesana."
" Iya, mama datang kerumahnya,
tapi ternyata dia mau pergi ke mansion. Jadi mama ikuti, biar mama juga bisa diizinkan masuk.
Tapi tetap saja mama gak dibolehkan sama Tuan William."
"Iya, dia juga bilang gitu sama Vera. "
" Udah, gak usah cerita tentang dia dulu. Mama suka kesal kalau dengar nama gadis tengik itu."
" Okey, deh ma ... besok kita telponan lagi. Aku mau tidur dulu.
Capek juga jadi wanita hamil."
" Ya, udah ... kamu istirahat.
Jaga cucu mama dengan baik, karena dia alat terbaik buat kita sekarang untuk meluluhkan Aaron."
" Ya, ma ... bye."
" Bye ... ".
Vera segera menutup telfonnya dan merebahkan diri ke kasur
dengan nyaman.
**********************************
__ADS_1