
Rasanya saat ini Aaron ingin segera pergi dari kamar ini.
Ia sudah tidak bisa berkata apapun lagi.
Bagaimana caranya agar bisa
mengatasi semua kejadian ini.
Apakah dia harus menikah lagi ?
Sedangkan ia belum resmi bercerai dengan Felicie.
Bagaimana jika Felicie tahu, ia
akan menikahi sepupunya sendiri ? Pasti ia akan semakin menjauh dan membenci Aaron.
Padahal Aaron sudah berencana
akan mengejar Felicie kembali setelah menceraikan Giselle.
Ia akan memberi Felicie waktu
yang panjang agar ia bisa menyelesaikan kuliahnya.
Baru setelah itu, Aaron akan mendekatinya kembali.
Pertanyaan dan kata - kata ini memenuhi isi kepala Aaron.
" Jadi Tuan Aaron, kapan anda akan menikahi anak saya Vera. Karena saya tidak mau Vera hamil, tanpa ada suami yang mendampinginya. " tanya Sisca
menekan Aaron.
" Enak aja, gak bisa. Saya isteri sahnya Aaron. Saya tidak mau Aaron memiliki isteri selain saya !
Lagian belum tentu anak kamu
hamil." bentak Giselle gak setuju.
Ia hanya ingin menguasai Aaron
tanpa harus berbagi. Jika memang benar, Vera nanti hamil
berarti anaknya akan jadi pewaris dari semua kekayaan Aaron.
Sedangkan. Giselle, ia tidak yakin hamil dengan Aaron, karena ia telah melakukan hubungan intim
dengan orang lain sebelum melakukannya dengan Aaron.
" Hah, Isteri sah ? Hahaha ...
Dimana kamu menikah dengan
Tuan Aaron ... Kenapa saya tidak
pernah menerima undangan dari Tuan William atau jangan - jangan
kamu yang bermimpi sebenarnya."
hina Sisca dengan wajah puas setelah mengatakan hal ini.
Karena ia sangat yakin, jika pun benar wanita ini sudah menikah dengan Aaron, pasti dinikahi
secara siri. Kalau tidak ia pasti tidak perlu bersusah payah datang dengan menyamar seperti sekarang kerumah sakit buat menemui Aaron.
Giselle terkejut mendengar Sisca
mengatakan hal ini. Ia tidak menyangka, Sisca ternyata mengenal Tuan William. Bahkan sepertinya, wanita tua ini terlihat
dekat, karena bagaimana mungkin
ia bisa menerima undangan dari
William, jika tidak memiliki sebuah hubungan. Karena William pasti tidak sembarangan memilih orang untuk dijadikan teman dekatnya selain relasi bisnis atau pun kerabatnya. Giselle baru menyadari, apa yang dilakukannya sudah membahayakan buat dirinya sendiri.
Vera yang baru saja terbangun dari pingsannya, mendengar perdebatan antara Mamanya dengan wanita yang memukulinya tadi. Ia lalu memasang wajah sedih, agar Aaron merasa kasihan padanya.
" Mama ... hiks." panggil Vera dengan wajah memelas.
Sisca yang melihat anaknya sudah sadar dari pingsannya, segera memeluk Vera. Dengan
sandiwara yang patut diacungi jempol keduanya berpelukan sambil mengeluarkan air mata.
" Ma, bagaimana ini ? Aku sudah gak suci lagi, aku kotor ... " ujar
Vera menangis.
" Tenang sayang ... kamu anak baik. Tuan Aaron pasti mau bertanggung - jawab atas perbuatannya. " kata Sisca sengaja sambil melihat ke arah Aaron.
Vera menahan senyum ketika mendengar omongan Mamanya.
Mamanya memang hebat. Rencananya sempurna. Ia tidak perlu lagi bersusah payah untuk
mendekati Aaron. Tinggal menunggu waktu saja, ia akan jadi isterinya Aaron dan menggeser kedudukan Felicie dan Giselle.
" Hei, sepertinya aku pernah melihat kamu di hotel. Ya, benar ...
benar, kamu yang waktu itu mau
__ADS_1
mendekati Aaron dengan norak dan kecentilan. Ya, kan sayang ... aku benarkan ? Wanita ini yang waktu itu menghampiri kita saat di lounge hotel." ujar Sisca saat mengingat Vera.
Aaron tidak perduli dengan pertanyaan yang diajukan Giselle.
Saat ini ia hanya memikirkan
bagaimana caranya ia bisa menyelesaikan semua masalah yang ia hadapi.
" Hahaha ... anak baik kata kamu.
Pakaian yang dikenakannya aja kaya p******. Dia pasti sudah tidak perawan ketika melakukannya dengan Aaron ! " cecar Giselle menghina Vera.
" Jangan sembarangan kamu kalau ngomong. Anak saya tidak
seperti itu. Saya Mamanya, jelas lebih tahu bagaimana keseharian
Vera." bantah Sisca geram, karena
takut Aaron terpengaruh dengan perkataan Giselle.
" Diam. ... !!! Suara kalian membuat kepalaku makin pusing.
Sebaiknya kalian segera pergi dari kamarku. Aku ingin sendiri saat ini. " bentak Aaron dengan suara
keras mengusir mereka.
Langsung Giselle dan Sisca terdiam mendengar bentakan Aaron. Sedangkan Vera menjadi
takut. Wajah Aaron sangat menyeramkan jika sedang marah.
" Kalian keluar sekarang atau aku akan memanggil sekuriti untuk
menyeret kalian semua." kata Aaron masih dengan intonasi keras.
" Tidak, saya tidak akan keluar sebelum kamu mau berjanji untuk
bertanggung jawab pada Vera.
Jika tidak, saya akan langsung mendatangi Tuan William, biar dia
yang menangani masalah ini." ujar Sisca mengancam Aaron tanpa berpura - pura sopan lagi.
" Kamu jangan pernah berani
mengancam saya jika masih ingin
hidup. Selagi saya masih bisa bersikap baik, keluar ... !!! atau
kamu mau saya menyuruh orang untuk menyiksa anak kamu ini agar tidak hamil, hah ... !! " kata Aaron dengan wajah memerah
karena marah mendengar perkataan Sisca yang terlalu lancang.
Sisca tidak berani untuk bicara lagi. Bagaimanapun ia tidak ingin terjadi hal buruk menimpa anaknya. Apalagi wajah Aaron terlihat sangat mengerikan ketika
mengatakan hal ini.
Giselle tersenyum mencemooh ketika melihat wajah Sisca dan Vera yang mendadak pucat karena takut akan omongan yang dikeluarkan Aaron.
" Keluar ... Apa kalian tidak mendengarnya ? Aaron sudah mengusir kamu beserta anakmu yang murahan ini untuk segera pergi dari kamarnya." ujar Giselle
menatap sinis keduanya.
Rasanya Sisca dan Vera ingin sekali mencakar wajah Giselle,
jika tidak takut dengan Aaron.
Tapi mereka terpaksa mengalah,
karena tidak ingin membuat Aaron semakin marah pada mereka.
" Baik, kami akan keluar. Tapi
sekali lagi saya katakan, saya tidak takut dengan ancaman kamu. Hari ini juga saya akan
mendatangi Tuan William jika kamu tidak mau bertanggung -
jawab pada Vera. Oh, ya ... biar sekalian juga saya katakan pada Tuan William, kalau disini ada
perempuan j***** yang sudah
mengaku sebagai isterinya kamu.
Kita lihat saja apa yang akan dilakukan Tuan William pada kalian berdua. " ujar Sisca lalu mengajak Vera untuk keluar dari
kamar Aaron.
Kini gantian Aaron dan Giselle yang pucat mendengar perkataan
Sisca. Tentu saja hal ini tidak boleh terjadi. Walau sebenarnya
Aaron bukan takut bakalan jadi miskin karena ketahuan menikah dengan Giselle. Tapi justru yang
paling ditakutkan, bagaimana
jika Daddy nya tetap memaksa kalau ia harus mempertahankan pernikahannya dengan Felicie. Karena Aaron tahu, Daddynya sangat menyukai gadis kecil itu.
Walau Aaron pernah bertanya, apa alasan Daddy nya memaksa ia
__ADS_1
menikah dengan Felicie. Namun, Daddy nya tidak ingin memberitahu alasannya.
Sementara ia juga harus
menikahi Vera sepupunya, karena
perbuatan Aaron tadi.
Sedangkan ia sudah berjanji pada Felicie untuk segera menceraikannya.
" Baiklah, setelah aku keluar dari
rumah sakit, aku akan menikahi anakmu." ujar Aaron akhirnya karena menemukan jalan buntu.
Seringai lebar muncul di wajah
Sisca saat mendengar perkataan Aaron. Ia sudah berhasil menekan Aaron. Tapi ia belum puas, karena itu berarti harus
menunggu beberapa hari lagi.
Sedangkan Sisca dan Vera sudah
tidak sabar untuk menjadi bagian
dari keluarga William.
" Sayang, kamu gak bisa melakukan ini padaku. Aku gak mau memiliki madu. Kita baru saja menikah ! Aku gak setuju." protes Giselle keras.
" Kamu jangan protes. Ini yang terbaik buat kita." ucap Aaron lelah.
Giselle terpaksa diam setelah mendengar perkataan Aaron.
Ia juga tidak tahu cara membatalkan pernikahan kedua
Aaron dengan wanita menjijikkan
itu.
" Tidak bisa ... Besok kamu harus menikahi anak saya.. Saya tidak tahu apa yang bakalan terjadi jika harus menunggu. Bisa saja kamj membayar orang untuk melenyapkan kami." ujar Sisca dengan nada tak percaya pada
ucapan Aaron.
Sedangkan Vera terus memasang wajah sedih dan polosnya agar
Aaron yakin bahwa ia yang pertama melakukan hal itu padanya.
" Gak usah gila kamu, ya ... udah syukur Aaron mau menikahi anakmu yang kampungan ini.
Jika kalian tidak menjebaknya, apa kamu pikir dia mau dekat -
dekat dengan anakmu ini ... cih !
Dasar gak tahu malu." umpat Giselle emosi.
" Baiklah, baiklah ... besok pagi saya akan menikahi anak kamu. Tapi karena saya masih dirawat, menikahnya dilakukan di kamar ini. Kalian yang harus menyiapkan
penghulu dan bawa kesini."
kesini. " Aaron sudah malas berdebat. Karena kepalanya sudah benar - benar sakit memikirkan masalah ini. Itu sebabnya, ia menyetujui keinginan Sisca, untuk menikahi Vera besok.
" Baik, kami akan datang besok pukul 9.00 bersama penghulu yang menikahkan kalian.
Oya, masalah maharnya saya minta kamu membelikan perhiasan berlian lengkap, mulai dari cincin kalung, gelang dan anting. Uang satu milyar, sama seperti Felicie dan juga apartment ." tanpa malu Sisca meminta semua ini pada Aaron.
Ia mengeluarkan sifat aslinya yang matre.
Mata Giselle melotot mendengar mahar yang disebutkan Sisca.
Wanita tua ini benar - benar pintar
memanfaatkan kesempatan.
Tapi Giselle sengaja tidak protes, karena setelah ini ia akan meminta sesuatu yang lebih banyak pada Aaron.
Aaron tidak habis pikir, kenapa sikap Felicie sangat berbeda dengan Sisca dan Vera. Gadis itu
walaupun dingin dan tempramen
tapi ia tidak pernah sekalipun memaksa Aaron untuk membelikannya sesuatu selama
dalam pernikahan. Ia menggunakan uangnya sendiri untuk membeli keperluannya.
" Baik, kalian beli aja sendiri, nanti aku transfer uangnya. Buat sisanya nanti aku akan menyuruh asistenku untuk mengantarkan kerumah kalian." ucap Aaron
menahan kesal.
Sisca dan Vera langsung berbinar begitu mendengar yang dikatakan Aaron. Ingin rasanya mereka berdua teriak dengan keras saat ini untuk meluapkan perasaan senang mereka, karena sudah berhasil menguras Aaron.
Sisca lalu menyebutkan nomer rekening banknya pada Aaron agar bisa segera mendapatkan uang secepatnya.
" Baiklah, kalau begitu karena semua sudah disetujui, kami pamit pulang agar bisa segera menyiapkan acara pernikahan kalian besok." ucap Sisca pada Aaron dengan nada lebih ramah.
Giselle mendengus kesal melihat Sisca dan Vera yang sengaja tersenyum lebar kepadanya sebelum keluar dari kamar Aaron.
Seakan, mereka mengatakan pada Giselle, bahwa sekarang posisi mereka berada di atasnya, karena semua keinginan mereka
disetujui oleh Aaron.
__ADS_1
**********************************