Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 45


__ADS_3

Rasanya saat ini Aaron ingin segera pergi dari kamar ini.


Ia sudah tidak bisa berkata apapun lagi.


Bagaimana caranya agar bisa


mengatasi semua kejadian ini.


Apakah dia harus menikah lagi ?


Sedangkan ia belum resmi bercerai dengan Felicie.


Bagaimana jika Felicie tahu, ia


akan menikahi sepupunya sendiri ? Pasti ia akan semakin menjauh dan membenci Aaron.


Padahal Aaron sudah berencana


akan mengejar Felicie kembali setelah menceraikan Giselle.


Ia akan memberi Felicie waktu


yang panjang agar ia bisa menyelesaikan kuliahnya.


Baru setelah itu, Aaron akan mendekatinya kembali.


Pertanyaan dan kata - kata ini memenuhi isi kepala Aaron.


" Jadi Tuan Aaron, kapan anda akan menikahi anak saya Vera. Karena saya tidak mau Vera hamil, tanpa ada suami yang mendampinginya. " tanya Sisca


menekan Aaron.


" Enak aja, gak bisa. Saya isteri sahnya Aaron. Saya tidak mau Aaron memiliki isteri selain saya !


Lagian belum tentu anak kamu


hamil." bentak Giselle gak setuju.


Ia hanya ingin menguasai Aaron


tanpa harus berbagi. Jika memang benar, Vera nanti hamil


berarti anaknya akan jadi pewaris dari semua kekayaan Aaron.


Sedangkan. Giselle, ia tidak yakin hamil dengan Aaron, karena ia telah melakukan hubungan intim


dengan orang lain sebelum melakukannya dengan Aaron.


" Hah, Isteri sah ? Hahaha ...


Dimana kamu menikah dengan


Tuan Aaron ... Kenapa saya tidak


pernah menerima undangan dari Tuan William atau jangan - jangan


kamu yang bermimpi sebenarnya."


hina Sisca dengan wajah puas setelah mengatakan hal ini.


Karena ia sangat yakin, jika pun benar wanita ini sudah menikah dengan Aaron, pasti dinikahi


secara siri. Kalau tidak ia pasti tidak perlu bersusah payah datang dengan menyamar seperti sekarang kerumah sakit buat menemui Aaron.


Giselle terkejut mendengar Sisca


mengatakan hal ini. Ia tidak menyangka, Sisca ternyata mengenal Tuan William. Bahkan sepertinya, wanita tua ini terlihat


dekat, karena bagaimana mungkin


ia bisa menerima undangan dari


William, jika tidak memiliki sebuah hubungan. Karena William pasti tidak sembarangan memilih orang untuk dijadikan teman dekatnya selain relasi bisnis atau pun kerabatnya. Giselle baru menyadari, apa yang dilakukannya sudah membahayakan buat dirinya sendiri.


Vera yang baru saja terbangun dari pingsannya, mendengar perdebatan antara Mamanya dengan wanita yang memukulinya tadi. Ia lalu memasang wajah sedih, agar Aaron merasa kasihan padanya.


" Mama ... hiks." panggil Vera dengan wajah memelas.


Sisca yang melihat anaknya sudah sadar dari pingsannya, segera memeluk Vera. Dengan


sandiwara yang patut diacungi jempol keduanya berpelukan sambil mengeluarkan air mata.


" Ma, bagaimana ini ? Aku sudah gak suci lagi, aku kotor ... " ujar


Vera menangis.


" Tenang sayang ... kamu anak baik. Tuan Aaron pasti mau bertanggung - jawab atas perbuatannya. " kata Sisca sengaja sambil melihat ke arah Aaron.


Vera menahan senyum ketika mendengar omongan Mamanya.


Mamanya memang hebat. Rencananya sempurna. Ia tidak perlu lagi bersusah payah untuk


mendekati Aaron. Tinggal menunggu waktu saja, ia akan jadi isterinya Aaron dan menggeser kedudukan Felicie dan Giselle.


" Hei, sepertinya aku pernah melihat kamu di hotel. Ya, benar ...


benar, kamu yang waktu itu mau

__ADS_1


mendekati Aaron dengan norak dan kecentilan. Ya, kan sayang ... aku benarkan ? Wanita ini yang waktu itu menghampiri kita saat di lounge hotel." ujar Sisca saat mengingat Vera.


Aaron tidak perduli dengan pertanyaan yang diajukan Giselle.


Saat ini ia hanya memikirkan


bagaimana caranya ia bisa menyelesaikan semua masalah yang ia hadapi.


" Hahaha ... anak baik kata kamu.


Pakaian yang dikenakannya aja kaya p******. Dia pasti sudah tidak perawan ketika melakukannya dengan Aaron ! " cecar Giselle menghina Vera.


" Jangan sembarangan kamu kalau ngomong. Anak saya tidak


seperti itu. Saya Mamanya, jelas lebih tahu bagaimana keseharian


Vera." bantah Sisca geram, karena


takut Aaron terpengaruh dengan perkataan Giselle.


" Diam. ... !!! Suara kalian membuat kepalaku makin pusing.


Sebaiknya kalian segera pergi dari kamarku. Aku ingin sendiri saat ini. " bentak Aaron dengan suara


keras mengusir mereka.


Langsung Giselle dan Sisca terdiam mendengar bentakan Aaron. Sedangkan Vera menjadi


takut. Wajah Aaron sangat menyeramkan jika sedang marah.


" Kalian keluar sekarang atau aku akan memanggil sekuriti untuk


menyeret kalian semua." kata Aaron masih dengan intonasi keras.


" Tidak, saya tidak akan keluar sebelum kamu mau berjanji untuk


bertanggung jawab pada Vera.


Jika tidak, saya akan langsung mendatangi Tuan William, biar dia


yang menangani masalah ini." ujar Sisca mengancam Aaron tanpa berpura - pura sopan lagi.


" Kamu jangan pernah berani


mengancam saya jika masih ingin


hidup. Selagi saya masih bisa bersikap baik, keluar ... !!! atau


kamu mau saya menyuruh orang untuk menyiksa anak kamu ini agar tidak hamil, hah ... !! " kata Aaron dengan wajah memerah


karena marah mendengar perkataan Sisca yang terlalu lancang.


Sisca tidak berani untuk bicara lagi. Bagaimanapun ia tidak ingin terjadi hal buruk menimpa anaknya. Apalagi wajah Aaron terlihat sangat mengerikan ketika


mengatakan hal ini.


Giselle tersenyum mencemooh ketika melihat wajah Sisca dan Vera yang mendadak pucat karena takut akan omongan yang dikeluarkan Aaron.


" Keluar ... Apa kalian tidak mendengarnya ? Aaron sudah mengusir kamu beserta anakmu yang murahan ini untuk segera pergi dari kamarnya." ujar Giselle


menatap sinis keduanya.


Rasanya Sisca dan Vera ingin sekali mencakar wajah Giselle,


jika tidak takut dengan Aaron.


Tapi mereka terpaksa mengalah,


karena tidak ingin membuat Aaron semakin marah pada mereka.


" Baik, kami akan keluar. Tapi


sekali lagi saya katakan, saya tidak takut dengan ancaman kamu. Hari ini juga saya akan


mendatangi Tuan William jika kamu tidak mau bertanggung -


jawab pada Vera. Oh, ya ... biar sekalian juga saya katakan pada Tuan William, kalau disini ada


perempuan j***** yang sudah


mengaku sebagai isterinya kamu.


Kita lihat saja apa yang akan dilakukan Tuan William pada kalian berdua. " ujar Sisca lalu mengajak Vera untuk keluar dari


kamar Aaron.


Kini gantian Aaron dan Giselle yang pucat mendengar perkataan


Sisca. Tentu saja hal ini tidak boleh terjadi. Walau sebenarnya


Aaron bukan takut bakalan jadi miskin karena ketahuan menikah dengan Giselle. Tapi justru yang


paling ditakutkan, bagaimana


jika Daddy nya tetap memaksa kalau ia harus mempertahankan pernikahannya dengan Felicie. Karena Aaron tahu, Daddynya sangat menyukai gadis kecil itu.


Walau Aaron pernah bertanya, apa alasan Daddy nya memaksa ia

__ADS_1


menikah dengan Felicie. Namun, Daddy nya tidak ingin memberitahu alasannya.


Sementara ia juga harus


menikahi Vera sepupunya, karena


perbuatan Aaron tadi.


Sedangkan ia sudah berjanji pada Felicie untuk segera menceraikannya.


" Baiklah, setelah aku keluar dari


rumah sakit, aku akan menikahi anakmu." ujar Aaron akhirnya karena menemukan jalan buntu.


Seringai lebar muncul di wajah


Sisca saat mendengar perkataan Aaron. Ia sudah berhasil menekan Aaron. Tapi ia belum puas, karena itu berarti harus


menunggu beberapa hari lagi.


Sedangkan Sisca dan Vera sudah


tidak sabar untuk menjadi bagian


dari keluarga William.


" Sayang, kamu gak bisa melakukan ini padaku. Aku gak mau memiliki madu. Kita baru saja menikah ! Aku gak setuju." protes Giselle keras.


" Kamu jangan protes. Ini yang terbaik buat kita." ucap Aaron lelah.


Giselle terpaksa diam setelah mendengar perkataan Aaron.


Ia juga tidak tahu cara membatalkan pernikahan kedua


Aaron dengan wanita menjijikkan


itu.


" Tidak bisa ... Besok kamu harus menikahi anak saya.. Saya tidak tahu apa yang bakalan terjadi jika harus menunggu. Bisa saja kamj membayar orang untuk melenyapkan kami." ujar Sisca dengan nada tak percaya pada


ucapan Aaron.


Sedangkan Vera terus memasang wajah sedih dan polosnya agar


Aaron yakin bahwa ia yang pertama melakukan hal itu padanya.


" Gak usah gila kamu, ya ... udah syukur Aaron mau menikahi anakmu yang kampungan ini.


Jika kalian tidak menjebaknya, apa kamu pikir dia mau dekat -


dekat dengan anakmu ini ... cih !


Dasar gak tahu malu." umpat Giselle emosi.


" Baiklah, baiklah ... besok pagi saya akan menikahi anak kamu. Tapi karena saya masih dirawat, menikahnya dilakukan di kamar ini. Kalian yang harus menyiapkan


penghulu dan bawa kesini."


kesini. " Aaron sudah malas berdebat. Karena kepalanya sudah benar - benar sakit memikirkan masalah ini. Itu sebabnya, ia menyetujui keinginan Sisca, untuk menikahi Vera besok.


" Baik, kami akan datang besok pukul 9.00 bersama penghulu yang menikahkan kalian.


Oya, masalah maharnya saya minta kamu membelikan perhiasan berlian lengkap, mulai dari cincin kalung, gelang dan anting. Uang satu milyar, sama seperti Felicie dan juga apartment ." tanpa malu Sisca meminta semua ini pada Aaron.


Ia mengeluarkan sifat aslinya yang matre.


Mata Giselle melotot mendengar mahar yang disebutkan Sisca.


Wanita tua ini benar - benar pintar


memanfaatkan kesempatan.


Tapi Giselle sengaja tidak protes, karena setelah ini ia akan meminta sesuatu yang lebih banyak pada Aaron.


Aaron tidak habis pikir, kenapa sikap Felicie sangat berbeda dengan Sisca dan Vera. Gadis itu


walaupun dingin dan tempramen


tapi ia tidak pernah sekalipun memaksa Aaron untuk membelikannya sesuatu selama


dalam pernikahan. Ia menggunakan uangnya sendiri untuk membeli keperluannya.


" Baik, kalian beli aja sendiri, nanti aku transfer uangnya. Buat sisanya nanti aku akan menyuruh asistenku untuk mengantarkan kerumah kalian." ucap Aaron


menahan kesal.


Sisca dan Vera langsung berbinar begitu mendengar yang dikatakan Aaron. Ingin rasanya mereka berdua teriak dengan keras saat ini untuk meluapkan perasaan senang mereka, karena sudah berhasil menguras Aaron.


Sisca lalu menyebutkan nomer rekening banknya pada Aaron agar bisa segera mendapatkan uang secepatnya.


" Baiklah, kalau begitu karena semua sudah disetujui, kami pamit pulang agar bisa segera menyiapkan acara pernikahan kalian besok." ucap Sisca pada Aaron dengan nada lebih ramah.


Giselle mendengus kesal melihat Sisca dan Vera yang sengaja tersenyum lebar kepadanya sebelum keluar dari kamar Aaron.


Seakan, mereka mengatakan pada Giselle, bahwa sekarang posisi mereka berada di atasnya, karena semua keinginan mereka


disetujui oleh Aaron.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2