
Giselle ingin sekali teriak dengan keras saat Aaron mengatakan akan menerimanya kembali dan tidak jadi menceraikannya.
Ia tidak perduli meski cinta Aaron
bukan lagi untuknya, tetapi pada
Felicie.
Giselle juga masa bodoh saat ia dan Aaron bercinta yang Aaron teriakkan adalah nama Felicie, bukan namanya.
Lagi pula Aaron dan Felicie sudah
bercerai. Berarti sudah tidak ada
lagi halangan atau saingan Giselle
dalam meraih hati dan cinta Aaron.
Kali ini ia akan berusaha
dengan sangat keras, agar Aaron
kembali mencintainya seperti dulu saat mereka masih jadi pasangan kekasih.
Tapi jika dalam usahanya Aaron tetap tidak mencintainya, baru
Giselle melanjutkan rencananya
untuk mengambil semua harta
Aaron.
" Kita memang masih terikat dalam pernikahan selama kau
hamil. Tapi bukan berarti aku masih sama seperti dulu. Aku sudah tidak mencintai kau lagi,
Giselle. Jadi jangan pernah berharap sama sekali, aku akan bersikap layaknya seorang suami.
Kita hanya jadi pasangan sambil
menunggu lahirnya anak yang sedang kau kandung. Jika memang anak itu terbukti darah daging ku, aku akan mengasuhnya, dan kita tetap berpisah. Tapi jika anak ini bukan anakku, maka kau akan tahu sendiri akibatnya ! " ancam Aaron dengan wajah yang sangat dingin.
Aaron segera bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor. Ia benar - benar jijik dengan tubuhnya sekarang.
Kenapa ia begitu mudah tergoda dan melakukan hubungan dengan Giselle. Aaron tidak ingat bagaimana ia bisa sampai melakukannya dengan Giselle.
Apakah memang seperti yang
di katakan Giselle, ia yang memulai dan memintanya ?
Memikirkan hal ini membuat Aaron semakin membenci dirinya,
apalagi ia bisa melihat dengan jelas pantulan dirinya di cermin ... tubuhnya penuh dengan jejak bekas percintaan mereka tadi malam.
Bahkan ia sempat melihat leher dan bibir Giselle terluka.
Apakah ia begitu menikmati permainan mereka ? pikiran ini memenuhi kepala Aaron.
Pantas saja Felicie tidak pernah bisa mencintainya, meski mereka
beberapa kali bertemu
di apartment. Mungkin ia juga jijik melihat sikap Aaron yang murahan. Karena dengan
mudahnya Aaron tidur dengan banyak wanita. Bahkan pernah
di depan mata Felicie saat ia membawa wanita bayarannya
ke apartment.
Memikirkan hal ini membuat Aaron membuang nafasnya dengan kasar.
Ia sudah tidak ada harapan sama sekali untuk sekedar dekat meski sebagai teman dengan Felicie.
Aaron sudah tidak menepati janjinya untuk mencintai Felicie
buat selamanya. Karena dalam
waktu singkat ia malah bercinta dengan. Giselle.
Aaron mengguyur tubuhnya dengan air yang mengalir deras.
Ia ingin air yang jernih ini menghilangkan noda yang sudah begitu banyak melekat di seluruh tubuhnya.
Sedangkan Giselle bersenandung
kecil karena terlalu bahagia.
Setelah lumayan lama di kamar mandi, Aaron pun menyelesaikan
ritual pembersihan dirinya.
Tanpa menoleh pada Giselle yang menatap Aaron, ia segera mengenakan pakaian. Aaron ingin secepatnya keluar dari tempat ini.
Setelah selesai, Aaron bergegas
membuka pintu apartment, tapi suara Giselle yang memanggilnya membuat Aaron terpaksa menghentikan gerakannya.
" Sayang, nanti sore temani aku
ke dokter ya buat periksa. Aku
takut pergi sendirian dalam keadaan seperti ini." ucap Giselle
dengan manja.
Aaron hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan Giselle, lalu ia melangkah pergi.
Giselle tak perduli dengan sikap Aaron yang terkesan yang terkesan mengacuhkannya.
Kali ini Aaron tidak akan bisa berbuat apapun padanya.
Giselle mengelus perutnya yang masih rata.
" Baby, kamu adalah pembawa
keberuntungan buatku. Daddy mu
__ADS_1
tidak akan bisa pergi karena kau ada di perut mama." ucap Giselle
tersenyum lebar.
Aaron yang masih dalam keadaan kacau tidak ingin pergi ke perusahaan hari ini. Ia pulang ke mansion untuk mengistirahatkan kembali tubuh dan pikirannya yang lelah.
Tapi begitu ia masuk ke dalam
mansion, Daddy nya sedang
duduk seperti menunggu kedatangannya.
William menatap dengan sorot mata yang tajam begitu melihat
kehadiran Aaron.
" Kau tidak pulang semalam
ke mansion. Kau menemui j****g
itu, hah ... !" bentak William dengan keras.
Aaron diam tak berani menjawab
pertanyaan Daddy nya.
" Daddy sudah pernah bilang berulang kali pada kamu, agar
tidak berhubungan dengan j****g
itu lagi. Bahkan sampai mengancam mu. Tapi kau tidak
pernah mau mendengar omongan
Daddy. Apa Daddy harus melenyapkannya dulu baru kau
mau dengar perkataan Daddy ? " ujar William dengan dingin.
Mendengar ini Aaron langsung
terkesiap.
" Ja ... jangan, Dad ... tolong jangan lakukan itu." mohon Aaron
dengan gugup, ia memikirkan bayi yang ada di dalam perut Giselle.
" Kenapa tidak bisa ? Apa karena
j****g itu isteri kesayanganmu
maka aku tidak boleh melenyapkannya ?" tanya William
dengan wajah menyeramkan.
Lagi - lagi Aaron terkejut dengan
perkataan Daddy nya. Ia memang sudah menduga Daddy pasti akan segera tahu kalau ia menikahi Giselle. Tapi ia tidak menyangka dalam waktu secepat ini.
" Kenapa kau heran ? Daddy sudah
sakit. Apa kalian pikir, kalian sangat pintar hingga bisa menyembunyikan hal sekecil itu dari ku ! Daddy masih diam, karena tidak ingin membuat Felicie bersedih. Ia pasti kecewa
jika tahu kau menikah lagi.
Padahal Daddy sangat berharap kalian bisa saling mencintai dan mempertahankan pernikahan kalian. Makanya aku tidak melakukan apapun pada kau dan
dan j****g itu. Tapi kau malah kembali menikah dengan Vera dan itu tepat di depan mata Felicie. Hal inilah yang membuat Daddy sudah tidak bisa mentolerir lagi sikapmu. Maka, Daddy merelakan Felicie berpisah darimu. Gadis malang itu tidak pantas bersama denganmu.
Karena sekarang kau dan Felicie
sudah bercerai, Daddy tidak akan
membuang waktu lagi.
Jika kau masih tetap ingin mempertahan nya maka seperti yang Daddy katakan padamu, kau harus keluar dari perusahaan.
Karena sebagian kekayaanmu sudah di berikan pada Felicie, maka Daddy akan menarik sisanya. Daddy ingin lihat, apa
j****g itu tetap mau tinggal di sisimu jika kau sudah tidak memiliki apa - apa lagi." William
mengatakan dengan wajah yang
sangat mengintimidasi siapapun
yang melihatnya.
Rasanya semua sendi - sendi Aaron seperti tak bertenaga
begitu mendengar omongan
Daddy nya.
Ia bukan merasa berat karena Daddy akan mengeluarkan nya dari perusahaan atau pun menyita kekayaannya tapi karena
mendengar nama Felicie.
Ya, Aaron benar - benar menyesali
akibat tindakan bodohnya ia harus
kehilangan Felicie dan sudah tidak
ada harapan lagi untuk bisa dekat dengannya, karena ia kembali
mengulangi kesalahan yang sama.
" Satu lagi, isteri mu, Vera hamil.
Mungkin anakmu atau bisa jadi
bukan. Karena tingkahnya juga sama dengan isteri pilihan mu itu."
ujar William datar
" Ha ... ha ... hamil ? " tanya Aaron
dengan gugup.
__ADS_1
Kenapa kedua wanita j****g yang
jadi isterinya ini malah hamil bersamaan.
" Ya, hamil ... tadi dokter memeriksanya karena ia terus
muntah - muntah." William memastikannya.
" Kenapa ? Apa j****g mu yang satu lagi juga hamil ? " tanya
William sembari memandang tajam ke arah Aaron.
Aaron sudah tak bisa berkata
apa - apa lagi mendengar pertanyaan Daddy nya. Ia hanya bisa menganggukkan kepala dengan sisa tenaganya.
Tubuhnya benar - benar lemas
menghadapi semua ini.
" Dasar bodoh ... wanita j****g itu
berhasil mengikatmu sekarang !"
bentak William geram melihat
sikap anaknya.
Wajah Aaron berubah pucat mendengar yang di katakan Daddy nya. Benar, ia memang
sangat bodoh.
" Sekarang dengarkan kata Daddy ... karena aku tidak mungkin bisa melenyapkan j****g
mu itu karena ada anak dalam
perutnya. Jadi Daddy akan mencoba menunggu sampai
bayi itu lahir dan lakukan test DNA. Jika anak itu bukan anakmu, aku akan segera menyingkirkan nya." William menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan kata - katanya lagi.
" Daddy tetap akan mengeluarkan
kamu dari perusahaan dan mengambil alih kekayaan mu
yang tersisa agar j****g itu tidak
bisa menikmatinya.
Sekarang rapikan dirimu karena kita akan pergi ke perusahaan.
Ada rapat pemegang saham sebentar lagi. Daddy ingin bertemu dengan menantu kesayanganku yang kau sia - siakan. Sekalian Daddy akan mengumumkan pada semua
di rapat itu bahwa mulai hari ini
kau sudah tidak lagi menjabat
sebagai pimpinan di perusahaan.
Begitu juga dengan kekayaanmu,
Daddy akan menyuruh pengacara
pribadi Daddy untuk mengesahkan pemindahannya
atas nama Felicie lagi. Biarkan
Felicie jadi pemilik semua kekayaanmu. Daddy lebih ikhlas memberikan padanya meski ia
sudah bukan isteri mu lagi di bandingkan hartamu di nikmati oleh j****g sialan itu.
Pergi, ganti bajumu ! Kita harus
berangkat secepatnya." perintah
William dengan tegas.
" Baiklah, dad ... " Aaron hanya bisa menjawab dengan singkat
perkataan Daddy nya.
Ia tidak bisa berbuat apapun sekarang ini. Lagi pula apa yang
di katakan Daddy nya memang
benar. Lebih baik harta Aaron
di berikan pada Felicie dari pada
nanti Giselle yang menikmatinya.
Ia juga ingin melihat, apakah yang di katakan Daddy nya terbukti ...
Giselle tidak akan bisa bertahan
jika Aaron sudah tidak punya
kekayaan lagi.
**********************************
Sorry, baru bisa Up sore ... 🙏🙏😘
Seperti biasa, jangan lupa like, koment positifnya, serta vote dan hadiahnya.
Oya, Favorit ❤️ juga, agar jika
Mommy mengeluarkan episode
baru kalian akan mendapatkan
notifikasinya.
Buat yang sudah mendukung, tetap dukung terus ya ...
Terima kasih .... 🙏🙏😘😘
Love You All ... 😍❤️😘🥰
__ADS_1