Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 62


__ADS_3

Giselle ingin sekali teriak dengan keras saat Aaron mengatakan akan menerimanya kembali dan tidak jadi menceraikannya.


Ia tidak perduli meski cinta Aaron


bukan lagi untuknya, tetapi pada


Felicie.


Giselle juga masa bodoh saat ia dan Aaron bercinta yang Aaron teriakkan adalah nama Felicie, bukan namanya.


Lagi pula Aaron dan Felicie sudah


bercerai. Berarti sudah tidak ada


lagi halangan atau saingan Giselle


dalam meraih hati dan cinta Aaron.


Kali ini ia akan berusaha


dengan sangat keras, agar Aaron


kembali mencintainya seperti dulu saat mereka masih jadi pasangan kekasih.


Tapi jika dalam usahanya Aaron tetap tidak mencintainya, baru


Giselle melanjutkan rencananya


untuk mengambil semua harta


Aaron.


" Kita memang masih terikat dalam pernikahan selama kau


hamil. Tapi bukan berarti aku masih sama seperti dulu. Aku sudah tidak mencintai kau lagi,


Giselle. Jadi jangan pernah berharap sama sekali, aku akan bersikap layaknya seorang suami.


Kita hanya jadi pasangan sambil


menunggu lahirnya anak yang sedang kau kandung. Jika memang anak itu terbukti darah daging ku, aku akan mengasuhnya, dan kita tetap berpisah. Tapi jika anak ini bukan anakku, maka kau akan tahu sendiri akibatnya ! " ancam Aaron dengan wajah yang sangat dingin.


Aaron segera bangkit dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang kotor. Ia benar - benar jijik dengan tubuhnya sekarang.


Kenapa ia begitu mudah tergoda dan melakukan hubungan dengan Giselle. Aaron tidak ingat bagaimana ia bisa sampai melakukannya dengan Giselle.


Apakah memang seperti yang


di katakan Giselle, ia yang memulai dan memintanya ?


Memikirkan hal ini membuat Aaron semakin membenci dirinya,


apalagi ia bisa melihat dengan jelas pantulan dirinya di cermin ... tubuhnya penuh dengan jejak bekas percintaan mereka tadi malam.


Bahkan ia sempat melihat leher dan bibir Giselle terluka.


Apakah ia begitu menikmati permainan mereka ? pikiran ini memenuhi kepala Aaron.


Pantas saja Felicie tidak pernah bisa mencintainya, meski mereka


beberapa kali bertemu


di apartment. Mungkin ia juga jijik melihat sikap Aaron yang murahan. Karena dengan


mudahnya Aaron tidur dengan banyak wanita. Bahkan pernah


di depan mata Felicie saat ia membawa wanita bayarannya


ke apartment.


Memikirkan hal ini membuat Aaron membuang nafasnya dengan kasar.


Ia sudah tidak ada harapan sama sekali untuk sekedar dekat meski sebagai teman dengan Felicie.


Aaron sudah tidak menepati janjinya untuk mencintai Felicie


buat selamanya. Karena dalam


waktu singkat ia malah bercinta dengan. Giselle.


Aaron mengguyur tubuhnya dengan air yang mengalir deras.


Ia ingin air yang jernih ini menghilangkan noda yang sudah begitu banyak melekat di seluruh tubuhnya.


Sedangkan Giselle bersenandung


kecil karena terlalu bahagia.


Setelah lumayan lama di kamar mandi, Aaron pun menyelesaikan


ritual pembersihan dirinya.


Tanpa menoleh pada Giselle yang menatap Aaron, ia segera mengenakan pakaian. Aaron ingin secepatnya keluar dari tempat ini.


Setelah selesai, Aaron bergegas


membuka pintu apartment, tapi suara Giselle yang memanggilnya membuat Aaron terpaksa menghentikan gerakannya.


" Sayang, nanti sore temani aku


ke dokter ya buat periksa. Aku


takut pergi sendirian dalam keadaan seperti ini." ucap Giselle


dengan manja.


Aaron hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan Giselle, lalu ia melangkah pergi.


Giselle tak perduli dengan sikap Aaron yang terkesan yang terkesan mengacuhkannya.


Kali ini Aaron tidak akan bisa berbuat apapun padanya.


Giselle mengelus perutnya yang masih rata.


" Baby, kamu adalah pembawa


keberuntungan buatku. Daddy mu

__ADS_1


tidak akan bisa pergi karena kau ada di perut mama." ucap Giselle


tersenyum lebar.


Aaron yang masih dalam keadaan kacau tidak ingin pergi ke perusahaan hari ini. Ia pulang ke mansion untuk mengistirahatkan kembali tubuh dan pikirannya yang lelah.


Tapi begitu ia masuk ke dalam


mansion, Daddy nya sedang


duduk seperti menunggu kedatangannya.


William menatap dengan sorot mata yang tajam begitu melihat


kehadiran Aaron.


" Kau tidak pulang semalam


ke mansion. Kau menemui j****g


itu, hah ... !" bentak William dengan keras.


Aaron diam tak berani menjawab


pertanyaan Daddy nya.


" Daddy sudah pernah bilang berulang kali pada kamu, agar


tidak berhubungan dengan j****g


itu lagi. Bahkan sampai mengancam mu. Tapi kau tidak


pernah mau mendengar omongan


Daddy. Apa Daddy harus melenyapkannya dulu baru kau


mau dengar perkataan Daddy ? " ujar William dengan dingin.


Mendengar ini Aaron langsung


terkesiap.


" Ja ... jangan, Dad ... tolong jangan lakukan itu." mohon Aaron


dengan gugup, ia memikirkan bayi yang ada di dalam perut Giselle.


" Kenapa tidak bisa ? Apa karena


j****g itu isteri kesayanganmu


maka aku tidak boleh melenyapkannya ?" tanya William


dengan wajah menyeramkan.


Lagi - lagi Aaron terkejut dengan


perkataan Daddy nya. Ia memang sudah menduga Daddy pasti akan segera tahu kalau ia menikahi Giselle. Tapi ia tidak menyangka dalam waktu secepat ini.


" Kenapa kau heran ? Daddy sudah


sakit. Apa kalian pikir, kalian sangat pintar hingga bisa menyembunyikan hal sekecil itu dari ku ! Daddy masih diam, karena tidak ingin membuat Felicie bersedih. Ia pasti kecewa


jika tahu kau menikah lagi.


Padahal Daddy sangat berharap kalian bisa saling mencintai dan mempertahankan pernikahan kalian. Makanya aku tidak melakukan apapun pada kau dan


dan j****g itu. Tapi kau malah kembali menikah dengan Vera dan itu tepat di depan mata Felicie. Hal inilah yang membuat Daddy sudah tidak bisa mentolerir lagi sikapmu. Maka, Daddy merelakan Felicie berpisah darimu. Gadis malang itu tidak pantas bersama denganmu.


Karena sekarang kau dan Felicie


sudah bercerai, Daddy tidak akan


membuang waktu lagi.


Jika kau masih tetap ingin mempertahan nya maka seperti yang Daddy katakan padamu, kau harus keluar dari perusahaan.


Karena sebagian kekayaanmu sudah di berikan pada Felicie, maka Daddy akan menarik sisanya. Daddy ingin lihat, apa


j****g itu tetap mau tinggal di sisimu jika kau sudah tidak memiliki apa - apa lagi." William


mengatakan dengan wajah yang


sangat mengintimidasi siapapun


yang melihatnya.


Rasanya semua sendi - sendi Aaron seperti tak bertenaga


begitu mendengar omongan


Daddy nya.


Ia bukan merasa berat karena Daddy akan mengeluarkan nya dari perusahaan atau pun menyita kekayaannya tapi karena


mendengar nama Felicie.


Ya, Aaron benar - benar menyesali


akibat tindakan bodohnya ia harus


kehilangan Felicie dan sudah tidak


ada harapan lagi untuk bisa dekat dengannya, karena ia kembali


mengulangi kesalahan yang sama.


" Satu lagi, isteri mu, Vera hamil.


Mungkin anakmu atau bisa jadi


bukan. Karena tingkahnya juga sama dengan isteri pilihan mu itu."


ujar William datar


" Ha ... ha ... hamil ? " tanya Aaron


dengan gugup.

__ADS_1


Kenapa kedua wanita j****g yang


jadi isterinya ini malah hamil bersamaan.


" Ya, hamil ... tadi dokter memeriksanya karena ia terus


muntah - muntah." William memastikannya.


" Kenapa ? Apa j****g mu yang satu lagi juga hamil ? " tanya


William sembari memandang tajam ke arah Aaron.


Aaron sudah tak bisa berkata


apa - apa lagi mendengar pertanyaan Daddy nya. Ia hanya bisa menganggukkan kepala dengan sisa tenaganya.


Tubuhnya benar - benar lemas


menghadapi semua ini.


" Dasar bodoh ... wanita j****g itu


berhasil mengikatmu sekarang !"


bentak William geram melihat


sikap anaknya.


Wajah Aaron berubah pucat mendengar yang di katakan Daddy nya. Benar, ia memang


sangat bodoh.


" Sekarang dengarkan kata Daddy ... karena aku tidak mungkin bisa melenyapkan j****g


mu itu karena ada anak dalam


perutnya. Jadi Daddy akan mencoba menunggu sampai


bayi itu lahir dan lakukan test DNA. Jika anak itu bukan anakmu, aku akan segera menyingkirkan nya." William menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan kata - katanya lagi.


" Daddy tetap akan mengeluarkan


kamu dari perusahaan dan mengambil alih kekayaan mu


yang tersisa agar j****g itu tidak


bisa menikmatinya.


Sekarang rapikan dirimu karena kita akan pergi ke perusahaan.


Ada rapat pemegang saham sebentar lagi. Daddy ingin bertemu dengan menantu kesayanganku yang kau sia - siakan. Sekalian Daddy akan mengumumkan pada semua


di rapat itu bahwa mulai hari ini


kau sudah tidak lagi menjabat


sebagai pimpinan di perusahaan.


Begitu juga dengan kekayaanmu,


Daddy akan menyuruh pengacara


pribadi Daddy untuk mengesahkan pemindahannya


atas nama Felicie lagi. Biarkan


Felicie jadi pemilik semua kekayaanmu. Daddy lebih ikhlas memberikan padanya meski ia


sudah bukan isteri mu lagi di bandingkan hartamu di nikmati oleh j****g sialan itu.


Pergi, ganti bajumu ! Kita harus


berangkat secepatnya." perintah


William dengan tegas.


" Baiklah, dad ... " Aaron hanya bisa menjawab dengan singkat


perkataan Daddy nya.


Ia tidak bisa berbuat apapun sekarang ini. Lagi pula apa yang


di katakan Daddy nya memang


benar. Lebih baik harta Aaron


di berikan pada Felicie dari pada


nanti Giselle yang menikmatinya.


Ia juga ingin melihat, apakah yang di katakan Daddy nya terbukti ...


Giselle tidak akan bisa bertahan


jika Aaron sudah tidak punya


kekayaan lagi.


**********************************


Sorry, baru bisa Up sore ... 🙏🙏😘


Seperti biasa, jangan lupa like, koment positifnya, serta vote dan hadiahnya.


Oya, Favorit ❤️ juga, agar jika


Mommy mengeluarkan episode


baru kalian akan mendapatkan


notifikasinya.


Buat yang sudah mendukung, tetap dukung terus ya ...


Terima kasih .... 🙏🙏😘😘


Love You All ... 😍❤️😘🥰

__ADS_1


__ADS_2