
Begitu Felicie pergi, Elbert kembali masuk ke apartment. Ia kemudian menghubungi asistennya untuk menanyakan perkembangan perusahaan selama ia tidak bisa hadir disana.
Asisten Elbert yang bernama John, memberikan semua data dan berkas yang harus ditangani Elbert. Karena Elbert akan meneliti kembali setiap harinya semua pekerjaan yang ia wakilkan pada John. Jadi meskipun ia tidak berada di perusahaan, Elbert tetap mengawasi.
" John, kamu tolong bukakan sebuah usaha kecil dan cari lokasi yang tidak terlalu dekat dengan apartment, agar keberadaan saya tidak terlalu menarik perhatian buat orang - orang disekitar tempat tinggal saya dan Felicie. " perintah Elbert pada asistennya.
" Baik Tuan Elbert, saya akan segera mengerjakannya." ujar John.
" Bagaimana situasi disana sejak saya tidak ada di perusahaan.
Apa mereka masih berusaha melakukan semua kecurangan itu ?" tanya Elbert serius.
" Masih tetap sama, Tuan Elbert ... malah belakangan, sejak beberapa bulan Tuan tidak ada
di perusahaan, mereka semakin berani. "
" Hmm ... biarkan saja. Saya mau lihat mereka berani bertindak sejauh apa !".
" Tapi, maaf Tuan ... kapan ada bisa datang ke perusahaan ? Saya sudah mulai kewalahan menghadapi nona claire. Hampir setiap hari dia datang ke perusahaan menanyakan keberadaan Tuan. "
" Siapa yang berani mengizinkan dia masuk ! Saya sudah bilang sama kamu untuk tidak membiarkan dia membuat keributan di perusahaan."
" Saya sudah berulang kali melarangnya tapi tetap saja ia bisa menerobos masuk. Sepertinya ada yang membantu nona Claire."
" Apa yang ia tanyakan denganmu ?".
" Tentang keberadaan tuan sekarang. Ia ingin menyusul anda."
" Jangan sampai dia mengetahuinya. Saya tidak mau dia menganggu Felicie. Kamu sudah tahu bagaimana sikapnya.
Ia akan melakukan apapun untuk mengusik ketenangan saya dan Felicie disini. "
" Baik Tuan Elbert. Sampai sejauh ini dia belum mengetahui keberadaan Tuan. Tapi beberapa Minggu kemarin, ia hampir menyusul Tuan ke Indonesia.
Nona Claire memaksa pelayan mansion untuk memberitahu dimana anda saat itu. "
" Hmm ... mulai hari ini jangan biarkan dia masuk ke mansion saya. "
" Tapi tuan, saya tidak mungkin bisa melakukannya. Almarhum kakek anda dengan kakek nona Claire sudah bersahabat sejak lama. Bahkan meskipun kakek Tuan sudah menolak untuk menjodohkan Tuan dan Nona Claire, tapi nona Claire tetap memaksa dengan memberi alasan sudah menganggap anda kakaknya. Hingga akhirnya kakek anda tidak bisa melarang nona Claire untuk terus datang menemui anda."
" Claire sudah tidak bisa dibiarkan berbuat sesuka hatinya lagi.
Kakek sudah meninggal, begitu juga dengan kakeknya. Jadi ia sudah tidak bisa meneruskan kebohongannya. Katakan pada Claire, aku akan bertindak kasar jika ia masih berani dan tetap terus datang ke mansion dan
perusahaan."
" Baik, Tuan ... saya akan sampaikan apa yang anda perintahkan. Tapi bagaimana jika nanti meminta nomer handphone Tuan ?"
" Katakan saja pada dia, kalau saya akan memecat kamu jika berani memberikan nomer ini pada orang lain !".
" Baik ... kalau begitu saya permisi dulu, Tuan Elbert. "
" Hmm ... segera kerjakan apa yang saya katakan tadi. Beri kabar
__ADS_1
jika sudah selesai !" .
" Baik, Tuan Elbert."
" Hmm ... " Elbert langsung memutuskan sambungan telefon nya.
Hal ini membuat John menggerutu. Kebiasaan Tuan Elbert, yang tanpa basa - basi langsung menutup telefon jika sudah tidak membutuhkan apapun lagi untuk di bicarakan.
Tapi meskipun begitu, John tidak bisa berbuat apa - apa.
Ia sudah menganggap Elbert layaknya adik kandung sendiri. Sejak kecil John sudah berteman dengan Elbert. Walaupun awal mereka ketemu karena John kesal melihat sikap dan tingkah Elbert yang begitu menjengkelkan.
Kedua orang tua John bekerja
di mansion. Ayahnya adalah seorang ketua tim keamanan disana. Sedangkan Ibunya kepala rumah tangga buat semua pelayan.
Ia pertama kali bertemu dengan
El, saat Elbert akhirnya dibawa
ke mansion oleh kakeknya, karena kematian kedua orang tuanya.
Elbert kecil, selalu bersikap angkuh dan dingin pada orang
disekitarnya. Ia hanya duduk menyendiri dan belajar setiap hari.
Ia seakan - akan hidup di dunia lain. Mengacuhkan orang
yang berusaha menghibur dan
Elbert hanya mau berbicara pada kakek, serta kedua orang tua John. Tapi pada John, ia bahkan tidak pernah ingin memulai pembicaraan meskipun John saat itu sudah sering mencoba untuk
mengajaknya berteman.
Elbert juga kerap meminta Ibunya untuk membuatkan makanan kesukaannya, bahkan terkadang menemaninya tidur. Setiap hari, ia selalu belajar bela diri dengan ayahnya John. Jadi hampir bisa dibilang keseharian Elbert banyak dihabiskan dengan kedua orang tua John. Hal inilah yang membuat John kesal waktu itu.
Ia merasa Elbert ingin menguasai
orang tuanya.
Ketika ia mengatakan pada orang tuanya, mereka malah membela Elbert, dengan alasan karena Elbert diusianya yang masih muda sudah harus kehilangan kedua orang tuanya. Kemudian harus belajar mengenai semua apa saja yang harus ia lakukan pada perusahaan sejak dini. Karena sebagai cucu satu - satunya, Elbert yang harus mengemban tugas berat ini.
Ia yang harusnya masih bermain - main layaknya anak - anak seusianya harus mengemban tanggung - jawab yang besar.
Sedangkan John masih sangat beruntung, ia memiliki orang tua yang lengkap dan bisa bebas melakukan apapun yang ia inginkan. Sementara Elbert, jangankan untuk pergi berkemah seperti yang John lakukan dengan teman - teman sekolahnya. Bahkan untuk pergi ke acara sekolahnya, dia harus membawa pengawal. Kakeknya terlalu khawatir, ia akan mengalami hal yang sama seperti yang terjadi pada orang tuanya. Jadi apapun dan kemanapun Elbert pergi harus bersama beberapa bodyguard.
Hal yang membuat John semakin marah pada Elbert adalah ketika
hari ulang tahunnya, kedua orang tuanya malah menemani Elbert yang sedang jatuh sakit. Mereka memberikan alasan, karena waktu itu kakek Elbert harus pergi ke negara lain. Jadi tidak ada yang menemaninya. Belum lagi masalah - masalah kecil lainnya.
Semua ini membuat John berontak dan akhirnya pada suatu hari, ia sengaja mengajak Elbert
untuk berduel, tanpa sepengetahuan ayahnya.
__ADS_1
Mereka berdua babak - belur, bahkan dia dan Elbert harus beberapa hari tidak masuk sekolah karena hal ini.
Baru setelah John diberi pengertian dari kedua orang tuanya hampir setiap hari, bahwa mereka sangat menyayangi John.
Kedudukan John tidak akan bisa digantikan oleh siapapun di hati mereka berdua.
Sejak itu John mulai mencoba memahami dari sudut pandang orang tuanya atas perhatian yang mereka berikan pada Elbert.
Akhirnya ia mulai bisa menerima
semuanya.
Malah sejak kejadian mereka berduel itu, John mulai bisa mengajak Elbert berkomunikasi secara perlahan.
Mereka berdua mulai bisa berbagi cerita. Tentang perasaan sedih El,
karena harus kehilangan kedua orang tuanya. Lalu harus pergi ketempat yang benar - benar asing buat dirinya. Kemudian harus melakukan hal - hal yang sebenarnya tidak ia sukai.
Kemudian ia sedih karena harus berpisah dengan seorang gadis kecil yang pernah menyemangatinya ketika ia merasa sendiri saat orang tuanya meninggalkannya. Gadis itu yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya.
Karena sejak hari ia datang ke negara ini dan mulai tinggal di mansion ia berusaha tidak terlalu dekat dengan gadis lain.
Meskipun waktu itu ada gadis kecil, yang di kenalkan
kakek untuk jadi teman mainnya, sekaligus jodoh buat El di masa depan. Tapi ia menolak dengan tegas. Elbert selalu menjauh darinya. Hingga akhirnya kakek tidak pernah memaksakan lagi keinginannya untuk menjodohkan Elbert dengan Claire.
Tapi Claire yang keras kepala tidak pernah mau menerima penolakan yang dilakukan Elbert. Ia tetap terus berusaha mengejar El, dengan menggunakan berbagai cara. Mulai dari cara baik - baik hingga cara licik. Hingga akhirnya dia mengatakan pada kakek, kalau ia sudah bisa menerima Elbert hanya menganggapnya sebagai saudara saja.
Sebab Elbert selalu yakin dan sering mengatakan pada John suatu saat ia pasti akan menemukan gadis yang telah membuatnya jatuh cinta dan tidak bisa berpaling ke wanita lain..
Meski ketika John mendengar pertama kali ia langsung mentertawakan kebodohan yang
dilakukan Elbert. Karena bagaimana mungkin, seseorang bisa jatuh cinta begitu dalamnya pada gadis kecil yang baru ia temui sekali.
Tapi ternyata Elbert tetap memegang teguh dengan keyakinan yang ia buat. Bahkan Elbert sampai rela pulang pergi
ke negara tempat ia dan gadis kecil itu bertemu untuk mencarinya. Akhirnya ia berhasil, menemukan wanita yang ia cintai meski harus menunggu selama beberapa tahun.
John sebagai teman dan saudara juga turut merasakan kebahagiaan yang di alami Elbert sekarang. Meski John juga tahu, kalau Elbert masih belum bisa mendapatkan hati dan cinta Felicie. Tapi ia juga yakin, suatu hari nanti Elbert akan berhasil, melihat semua usaha yang telah ia lakukan demi Felicie.
**********************************
Hai semua ... Apa kabar ?
Semoga kalian semua sehat selalu, ya ... 😘😘
Makasih yang sudah terus mendukung cerita Mommy dan memberikan like maupun komentar yang baik. 😘😘😍
Meskipun belakangan ini, mommy gak bisa setiap hari menulis karena satu lain hal.
Maaf kalau masih banyak kesalahan dalam penulisan ... 🙏🙏🙏
Tetap jangan lupa berikan Like, koment dan favoritkan ya ... ❤️
__ADS_1
Love You All ❤️❤️ ❤️