
Keesokkan harinya, Felicie yang sudah benar - benar yakin dengan keputusannya melangkah keluar dari apartment nya.
Saat ini juga, ia akan menemui Aaron untuk menuntaskan masalah di antara mereka.
Felicie yang tidak tahu kalau Aaron di rawat di rumah sakit karena perbuatan nya menuju apartment Aaron.
Tapi begitu tiba di sana, ia tidak menemukan keberadaan Aaron. Felicie bahkan menahan perih saat melihat kamar, tempat Aaron melecehkannya. Tapi dengan cepat ia bersikap tegar kembali.
Ia gak mau menjadi cengeng dan terpuruk seperti kemarin.
Felicie segera menghubungi nomer ponsel Tommy, untuk mengetahui keberadaan Aaron.
Hanya sebentar saja ia menunggu, teleponnya langsung diangkat oleh Tommy.
" Halo, Felicie ... kamu di mana ?
Apa kamu baik - baik saja ? " terdengar suara Tommy yang terlihat khawatir pada diri nya.
" Gue baik - baik saja. Sekarang gue lagi di apartment si bajingan itu. Mana dia ... Gue mau bicara dengan nya ? " jawab Felicie tegas.
Tommy terperanjat mendengar kalau sekarang Felicie sedang berada di apartment Aaron.
Berarti selama ini, Felicie tidak tahu kalau Aaron berada di rumah sakit karena perbuatan Felicie.
" Kamu tunggu di sana, aku akan segera menjemput kamu. " ucap Tommy langsung keluar dari ruangan nya.
Ia berjalan dengan tergesa, bahkan Tommy melupakan untuk memberitahu Zico yang sudah seperti orang gak waras selama seminggu ini karena gak tahu keberadaan Felicie setelah kejadian itu.
" Katakan saja dimana b****** itu,
biar gue sendiri yang menemuinya. " bantah Felicie dengan dingin.
" Tidak, biar aku yang menjemput kamu dan mengantarkan ke Aaron. " Tommy bersikeras.
Ia gak ingin masalah semakin runyam, jika Felicie bertemu berdua saja dengan Aaron.
Dengan secepat kilat, Tommy memacu mobil nya dengan kencang menuju apartment Aaron
buat menjemput Felicie.
Sementara itu, anak buah Elbert langsung mengabarkan pada nya, bahwa saat ini ponsel Felicie sudah aktif kembali dan sedang berada di sebuah lokasi apartment.
Elbert yang begitu senang karena sudah mengetahui keberadaan gadis kecilnya, segera meluncur keluar dari mansion nya.
Selama seminggu ini, ia seperti pesakitan karena gak tahu keberadaan Felicie.
Hampir setiap hari, ia mendatangi tempat kerja dan apartment Aaron, berharap bisa bertemu dengan Felicie. Bahkan ia rela duduk berjam - jam di halte, berharap bisa bertemu dengan Felicie di sana. Karena terkadang,
gadis kecil nya itu suka duduk berlama - lama disana jika belum ingin pulang ke apartment.
Wajah Elbert terlihat semangat mengingat sekarang ia sudah bisa menemui Felicie lagi.
Bahkan wajahnya yang selalu dingin itu terlihat tersenyum ketika keluar dari mansion tadi.
Hal ini membuat kepala pelayan dan semua pelayan di mansion ikut bahagia melihatnya.
Sementara itu, di rumah sakit di ruangan tempat Aaron di rawat,
Giselle sudah menyiapkan semua untuk acara pernikahannya dengan Aaron. Walau tidak terlalu mewah, karena ia ingin mendapat simpati dari Aaron, ia tetap menghias ruangan itu dengan berbagai macam jenis bunga dan hiasan. Bahkan Giselle menyewa WO untuk menyiapkan makanan terbaik yang akan di bagikan pada semua penghuni di rumah sakit.
Setelah sebelumnya dia meminta
ijin terlebih dahulu pada dokter dan manajemen rumah sakit untuk menyiapkan semua ini.
Sekarang ia hanya tinggal menunggu kedatangan penghulu yang akan menikahkan Aaron dengan diri nya. Karena penghulu yang akan menikahkan mereka baru datang sekitar satu jam lagi,
karena harus menikahkan orang lain terlebih dahulu.
Giselle yang sudah memakai kebaya putih panjang dan bawahan kain songket berwarna gold terlihat begitu semangat dan bahagia ketika melihat Aaron sudah selesai mengganti pakaiannya dengan tuksedo yang
juga sudah di siapkan Giselle.
Tommy dan Elbert yang saat ini sedang membawa mobil nya melaju dengan kencang di jalanan untuk menemui Felicie terlihat bersemangat. Karena walaupun tujuan mereka masing - masing berbeda, tapi ada satu hal yang sama yaitu keduanya ingin segera ketemu dengan Felicie.
__ADS_1
Tak terasa sudah hampir setengah jam, Felicie menunggu kedatangan Tommy. Ia sudah mulai merasa jenuh dan kesal karena harus menunggu di apartment ini.
Apalagi ia masih mengingat kejadian itu hingga membuat rasa marah nya kembali. Padahal tadi waktu memutuskan untuk pergi kesini, ia sudah berpikir dengan jernih.
Felicie hanya ingin bicara baik - baik dengan Aaron agar ia mau segera menceraikan nya.
Tommy dan Elbert yang sampai secara bersamaan, masing - masing merasa terkejut begitu mereka keluar dari mobil.
Tapi karena, Tommy ingin segera menemui Felicie, ia tidak terlalu menghiraukan kehadiran Elbert.
Tommy berfikir mungkin kebetulan, Elbert punya teman juga di apartment ini.
Ia berjalan dengan langkah lebar agar segera sampai di apartment
Aaron. Sedangkan Elbert yang tahu, kalau Tommy pasti ingin ke apartment Aaron segera mengikutinya dari belakang.
Tommy segera membuka pintu apartment begitu tiba. Sebelum ia sempat menutup kembali pintu itu, tangan Elbert menahannya.
Hingga Elbert akhirnya ikut masuk juga ke dalam apartment Aaron.
Tommy yang terkejut karena melihat Elbert ikut masuk ke apartment Aaron langsung bertanya dengan emosi.
" Ngapain Lo ikut masuk ? Ini apartment teman gue ... keluar lo dari sini. " ujar Tommy dengan suara keras, masih berdiri di depan pintu.
" Gue gak ada urusan sama Lo ...
gue cuma ingin menemui Felicie." bantah Elbert dengan dingin, lalu ia sengaja menabrak bahu Tommy saat berjalan melewatinya.
Tommy tentu saja kaget mendengar omongan Elbert. Bagaimana dia bisa tahu kalau Felicie ada di apartment ini. Atau jangan - jangan dia juga sudah mengetahui jika Felicie dan Aaron
telah menikah.
Felicie yang sedang duduk di sofa menunggu Tommy, begitu mendengar suara ribut di depan pintu ia pun segera bangkit.
Felicie langsung terbelalak tak percaya melihat keberadaan Elbert. Karena rasa terpuruknya selama satu Minggu ini, ia bahkan melupakan Elbert yang sangat perduli padanya. Elbert bahkan tidak memaksa nya untuk menerima perasaan cinta yang dia utarakan. El hanya meminta di ijinkan menjadi teman terdekat Felicie, selagi Aaron belum menceraikan nya.
" Honey ... aku merindukanmu. " Elbert langsung memeluk Felicie begitu berada tepat di hadapannya.
Tommy yang melihat ini, hanya bisa terpana. Ia gak percaya dengan penglihatannya. Bagaimana mungkin seorang Felicie membiarkan pria memeluknya, sedangkan Aaron yang cuma menyentuh tangannya waktu itu langsung di plintir oleh Felicie. Tapi ini, bahkan Felicie hanya diam membiarkan pria itu memeluknya dengan erat.
pria ini dulu juga pernah merasakan hal yang sama seperti Aaron saat mengajak berkenalan dengan Felicie di cafe hotel.
Tapi kenapa sekarang, Felicie terlihat sangat dekat dengan nya.
" Hei, lepaskan ... Felicie ini kekasih Aaron. Lo jangan seenaknya aja main peluk kekasih nya teman gue. " ujar Tommy menarik tangan Elbert untuk melepaskan pelukannya dari tubuh Felicie.
" Cih, Felicie cuma isteri kontrak buat teman Lo yang b******* itu.
Jadi jangan coba - coba berani ngelarang gue. " sahut Elbert dingin dengan menatap tajam pada Tommy.
Tommy terkesiap mendengar Elbert mengetahui pernikahan kontrak yang terjadi antara Felicie dan Aaron. Seketika ia bingung harus mengatakan apa.
Bagaimana mungkin bule blasteran ini bisa mengetahuinya.
Apakah Felicie yang sudah menceritakan hal ini ? Langsung pertanyaan ini menyerbu dalam pikiran Tommy.
" Lo, heran dari mana gue bisa tahu, hah ... ! Gue mengetahui semua hal mengenai Felicie ... bukan karena Felicie yang cerita tapi gue cari tahu sendiri. Karena gue gak akan rela membiarkan satu orang pun yang berani menyakiti nya.
Apalagi teman Lo itu ... " ancam Elbert seperti bisa menduga isi pikiran Tommy, dengan sorot mata merah menahan marah.
Felicie yang melihat Elbert sudah terlihat sangat emosi, berusaha meredakan suasana.
" Udah, El ... sebaiknya kamu tenang dulu, sekarang ada yang mau aku kerjakan dengan Tommy.
Aku harus menemui Aaron untuk menyelesaikan sesuatu." Felicie bicara dengan nada pelan.
Lagi - lagi Tommy terkejut melihat sikap Felicie yang tidak terlihat dingin pada Elbert. Bahkan ia gak memakai kata Lo, gue pada pria ini. Hal ini membuat Tommy, berfikir ... apakah Elbert sudah menjadi kekasih Felicie ?
Tapi gak mungkin, bagaimanapun Tommy sedikit banyak tahu sifat Felicie, karena baru - baru ini ia juga sudah menyelidiki tentang kehidupan Felicie, sejak ia keluar dan menghilang dari apartment Aaron.
" Apa yang mau kamu omongin dengan dia ? Apakah ada hal yang penting ? " wajah Elbert langsung berubah begitu mendengar kata - kata Felicie.
" Nanti kalau aku sudah selesai bicara dengannya, baru aku bisa memberitahu kamu. Sekarang aku harus pergi bersama Tommy, untuk menemui Aaron. Sebaiknya kamu pulang dulu. " Felicie berusaha membuat Elbert mengerti, agar ia jangan terlalu ikut campur. Bagaimanapun masalah ini, hanya Felicie dan Aaron yang bisa menyelesaikan nya.
__ADS_1
Walau Elbert sebenarnya gak terima Felicie menyuruhnya pergi, tapi ia tetap berusaha bersikap tenang. El gak mau, Felicie menjauh lagi darinya jika Elbert tidak mendengar omongan Felicie.
" Baiklah ... aku pergi sekarang.
Tapi berjanjilah, kamu harus menemui ku setelah urusanmu selesai dengan b******* itu." ucap Aaron berusaha mengalah.
" Ya, baiklah aku janji. " sahut Felicie cepat karena ingin segera pergi menemui Aaron.
" Okey, sekarang aku pulang.
Hati - hati, hubungi aku jika terjadi apa - apa denganmu. " pamit El sambil mengingatkan Feli.
Setelah selesai mengatakan kalimat ini pada Feli, El segera melangkahkan kakinya keluar dari apartment Aaron. Ia tidak menoleh sama sekali pada Tommy yang sejak tadi terdiam melihat kedekatan antara Feli dan El.
" Kita juga harus pergi sekarang.
Gue gak ingin berlama - lama di tempat ini. " ujar Feli pada Tommy, setelah melihat Elbert pergi.
" Baiklah, tapi sebentar aku harus menghubungi Zico agar ia bisa langsung ke tempat Aaron. " jawab Tommy lalu mengambil ponselnya dari saku celana.
Karena nada ponsel Zico sibuk, Tommy mengirimkan sebuah chat pada nya.
" Ayo, Felicie ... " ajak Tommy setelah memasukkan kembali ponselnya.
" Hmm ... " jawab Felicie singkat sambil melangkah keluar dari apartment.
Tommy dengan cepat menutup pintu apartment Aaron dan berjalan di sisi Felicie.
Tommy melirik wajah Felicie yang kembali dingin seperti biasa.
Sebenarnya ia ingin menanyakan tentang kejadian yang sebenarnya terjadi antara Aaron Felicie waktu itu, tapi merasa ragu. Walau ia sudah bisa menduga, tapi ia ingin mendengar langsung dari mulut Felicie.
Felicie yang tahu, Tommy terus melirik padanya pura - pura tidak mengetahuinya. Saat ini ia hanya ingin segera ketemu dengan Aaron.
" Felicie, boleh aku bertanya tentang kejadian yang sebenarnya saat kamu pergi dari apartment ?
Apa yang telah di lakukan Aaron pada kamu dan kenapa Aaron bisa terluka parah seperti itu ? " Tommy yang tidak bisa menahan diri nya lagi, akhirnya menanyakan ini pada Felicie.
Felicie mendengus kasar mendengar pertanyaan Tommy.
Ia memilih untuk diam dan tidak menjawab pertanyaan Tommy.
Walau Tommy sedikit kecewa karena Felicie gak menanggapi pertanyaan darinya, Tommy memilih ikut diam sama seperti yang di lakukan Feli sekarang.
Elbert yang ternyata tidak pergi karena khawatir melihat Felicie lebih memilih menunggu di dalam mobil, setelah keluar dari basement apartment.
Begitu melihat mobil Tommy sudah melewatinya, El pun mengikuti dari jarak sedikit jauh agar Tommy tidak tahu telah
ia ikuti.
Zico yang baru saja melihat ponselnya dan ada chat masuk dari Tommy, langsung bergegas pergi menyusul Tommy ke rumah sakit untuk menemui Aaron.
Ia begitu senang ketika mengetahui Felicie sedang bersama Tommy saat ini.
**********************************
Maaf, ya readers ... beberapa hari ini Mommy gak Up cerita ... karena ada sesuatu hal yang terjadi. Untuk menebusnya hari ini, mommy akan Up 3 bab sekaligus ... 🙏😂😘
Maafin ya, kalau masih banyak
kesalahan dalam penulisan.
Soalnya Mommy hanyalah seorang penulis amatir dan memanfaatkan waktu yang sedikit senggang untuk menulis cerita ini. Jadi terkadang, kurang teliti.
Mohon terus beri dukungan nya buat Mommy ... 🙏🙏🙏
Jangan bosan - bosan untuk memberi like, Favorit, koment, vote dan hadiah yang banyak ... 😘😘😀
Buat yang sudah memberi dukungan pada cerita yang Mommy tulis ... Mommy ucapkan
Terima kasih ... 🙏🙏🥰🥰😘
Semoga kalian selalu sehat dan diberi rezeki yang melimpah ... Aamiin.
__ADS_1
_________________________________