Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 69


__ADS_3

Felicie sudah merasa lega


karena tugasnya sekarang selesai


setelah tadi mengunjungi Tuan


William untuk berpamitan.


Kini ia hanya harus fokus dengan


tujuannya, yaitu kuliah ... tanpa


harus memikirkan hal lainnya.


Masalah perusahaan Papa, juga


sudah ia serahkan pada Tika.


Besok, adalah hari yang paling


ia nantikan dalam hidupnya.


Felicie akan pergi meninggalkan


semua, baik itu masalah dalam


kehidupannya maupun urusan


lainnya.


Felicie ingin saat ia pulang nanti,


bisa menjalankan perusahaan


dengan baik agar bisa membuat


bangga almarhum Papa dan Mama nya.


Semua yang ia perlukan untuk


di bawa besok sudah selesai.


Felicie tersenyum kecil membayangkan ke depannya ia


bisa hidup layaknya remaja yang


seusianya.


Lagi asyik - asyiknya melamun,


Felicie di kejutkan dengan suara


handphonenya yang berdering.


Ia tersenyum lebar ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Devan dan Airin, dua sahabatnya yang telah lebih dulu


berada di A*****a untuk kuliah.


Felicie segera menggeser tombol jawab di ponselnya dengan senyum yang terus menghias bibirnya.


" Halo, Felicie ... Lo jadikan berangkat besok ?" tanya Airin sahabatnya dengan semangat begitu Felicie menjawab panggilannya.


" Eh, Lo gak bisa pelan dikit suaranya. Sakit nih telinga gue."


protes Felicie.


" Hehehe ... abis, gue gak sabar


nungguin Lo datang kesini." sahut Airin tertawa.


" Gaya, Lo ... ntar gue disana, Lo


sibuk pacaran melulu." ucap Felicie.


" Ya, kalau itu Lo gak boleh ngiri


sama kita. Secara gue dan Devan


sepaket, jadi dimana ada gue pasti ada Devan. Jadi Lo harus


ikhlas ngeliatin kami berduaan


terus ... hehehe." ujar Airin dengan


ringannya.


" Woi, Lo berdua disana itu buat belajar, bukan pacaran. Kasihan,


orang tua Lo udah ngeluarin uang


yang banyak buat kuliah, Lo nya


pacaran melulu."


" Iya, orang tua gue juga udah


ngerti kog, gue itu belajar sekalian pacaran ... hahaha."


" Bisa aja, Lo ... ini Lo lagi gak kuliah ? kog bisa telfon gue ?".


" Ya, bisa lah ... namanya lagi


istirahat. Makanya gue sempatin


bentar buat nanya kabar Lo."


" Oh, gitu ... gimana, enak gak


tinggal dan kuliah di sana ? ".


" Ya, gitu deh ... ada enaknya tapi ada juga gak enaknya. Gue masih suka kangen sama orang tua gue,


Feli ... belum lagi kangen sama


makanan di Indonesia. Lo tahu


sendiri, gaya gue boleh sok


bule tapi lidah, tetap Indo banget,


kalau gak ada sambel berasa gak

__ADS_1


makan gue."


" Hehehe ... ntar gue bawain deh


sambel terasi yang banyak buat Lo."


" Eh, benar ya ... Lo janji ya ...


sama rendang juga. Lagi pengen gue nih ... ".


" Iya, kebetulan bik Sumi masakin


gue rendang buat di bawa kesana.


Ntar, gue kasi deh Lo dikit."


" Ya, kog dikit sih ... pelit Lo."


" Hei, Lo belajar masak dong ... jangan beli jadi melulu. Jadi,


kapan Lo pengen bisa buat sendiri."


" Hehehe ... kalau ada yang udah jadi ngapain capek - capek masak."


" Lo nya aja yang malas."


" Sorry, gue bukan malas. Tapi gue


di takdir kan jadi ratu bukan babu ... hahaha."


" Sialan, Lo ... !" .


" Oh, ya ... Lo jadi perginya bareng


cowok baru Lo, itu kan, Feli ... ?


Siapa namanya, lupa gue ... ?".


" Enak aja cowok gue, Elbert teman gue sama kaya Lo berdua."


" Iya, awalnya teman tapi nanti jadi pacar juga gak papa, kaya gue sama Devan ... hahaha."


" Emangnya gue sama kaya Lo.


Gue mau fokus belajar dulu."


" Hei, pacaran bisa nambah semangat belajar juga, tau ... !".


" Terserah lo, deh ... yang jelas


gue pergi kesana buat belajar


bukan buat yang lain."


" Iya, deh ... tapi gue yakin Lo bakalan jadian sama Elbert.


Sayang cowok sebaik itu, dibiarin.


Kalau gue jadi Lo, gak bakalan


gue sia - siakan. Secara, sekarang ini udah susah dapatin cowok setia kaya Elbert. Lo bayangin aja,


dari ketemu sama Lo saat kecil


tetap setia nungguin Lo ... kalau gue jadi Lo, gak akan gue lepas deh ... !".


Felicie tercenung mendengar


omongan Airin. Apa memang


seharusnya Felicie menerima


saja cinta Elbert. Tapi, ia takut


kalau menerima cinta Elbert


sekarang, nanti ia tidak bisa


fokus dengan kuliahnya.


Belum lagi, ia takut bagaimana


kalau Elbert tiba - tiba meminta


untuk menikah. Sedangkan Felicie


masih ingin menikmati kesendiriannya setelah perceraiannya dengan Aaron. yang penuh dengan masalah.


Felicie mengakui dalam hati kecilnya, kalau Elbert adakah pria yang sangat baik, pengertian dan selalu sabar menghadapinya.


Elbert juga selalu menemaninya,


dalam masa - masa sulit saat ia


mengurus perceraian dengan Aaron. Jujur, Felicie juga mulai


menyukai Elbert dalam hatinya.


Tetapi ia masih ragu, rasa sukanya itu karena rasa terima kasih pada Elbert disebabkan ia selalu ada disisinya dalam menghadapi semua masalah yang ia hadapi belakangan ini atau karena memang Felicie murni menyukai dari hatinya.


Untuk hal ini, ia harus memastikan hatinya terlebih dahulu, agar suatu saat ia bisa yakin ketika menerima Elbert.


" Woi, kog Lo malah diam, sih ... ?


Lagi melamun kan Elbert kan Lo ... ? Apa gue bilang Lo sebenarnya udah suka sama dia, tapi elo masih ragu atau jangan


bilang Lo masih ingat sama mantan suami Lo yang b******k itu !".


Felicie tersentak mendengar perkataan Airin yang nyelekit.


" Enak aja Lo, siapa juga yang mikirin Aaron."


" Nah, itu Lo masih ingat namanya."


" Gila Lo ya ... masa karena gue udah pisah terus gue jadi amnesia gitu. "


" Pokoknya gue gak mau ya kalau


Lo masih ingat dan berhubungan


sama pria b******n itu. Kalau Lo

__ADS_1


masih tetap nyebutin nama dia


lagi di depan gue ... gue bakalan


gak mau temenan dengan Lo lagi."


" Udah bisa ngancam gue Lo sekarang, ya ... udah berani nih ?".


" Hehehe ... gak berani sih , tapi kalau Lo berani macam - macam


dengan gue, kan ada Devan ... biar Lo berdua aja yang beradu di ring."


" Beraninya ngandalin orang lain.


Lo dong yang jadi lawan gue."


" Devan bukan orang lain, tapi calon suami masa depan gue.


Jadi, wajar dong sebagai suami


membela isterinya yang mau


dizolimi sama Lo, cewek bar - bar."


Felicie tak bisa menahan tawanya


mendengar omongan Airin yang


selalu saja bisa memberikan alasan. Tapi ia gak marah sedikitpun pada Airin, meski


di katakan bar - bar.


" Awas Lo ya, nanti ... !".


" Sayang, lihat nih, isteri kamu


di ancam sama wanita jadi - jadian nih ... !" terdengar suara


Airin mengadu pada Devan dengan manja.


" Sialan Lo ya ... tadi bar - bar,


sekarang jadi - jadian. Lihat aja Lo ntar kalau udah ketemu sama gue."


" Iya deh ... ampun Feli. Gue cuma


bercanda doang. Pokoknya gue ingatin, Lo harus melupakan


si laron itu dan harus menerima


Elbert. Gue dukung Elbert seribu persen buat jadian dengan Lo.


Devan juga sama nih ... dia mau


Lo jadinya sama Elbert."


" Hmm ... terserah Lo berdua mau ngomong apa. Udah, sekarang gue tutup telfonnya, nih ... gue


mau keluar bentar sama mbak Tika."


" Okey, okey ... sekali lagi gue ingatin ... Lo terima Elbert ya."


Felicie diam gak menjawab perkataan Airin.


" Feli, gue serius nih ... !".


" Udah selesai belum ngomongnya, gue tutup nih ... ".


" Ya udah ... sampai jumpa disini."


" Hmm ... bye."


" Bye honey ... "


Setelah telefon ditutup, Felicie segera keluar dari kamarnya.


Ia pun turun ke bawah untuk


mencari keberadaan Tika.


Sementara itu Aaron bersama


Giselle dan Vera sudah sampai


di apartment baru milik Aaron.


Tanpa memperdulikan keduanya,


Aaron keluar dari mobil.


" Sayang, bantuin dong ... " rengek


Giselle.


" Kamu punya tangankan ? jadi


bawa aja sendiri." ujar Aaron datar.


" Hahaha ... kasihan banget sih ...!" ejek Vera.


" Diam Lo ... !" bentak Giselle kesal, karena Aaron benar - benar


meninggalkannya.


" Pak, bawakan koper saya !" perintah Giselle pada supir Aaron.


" Baik, nona." sahut supir menutupi rasa jengkelnya.


Giselle pun berjalan cepat mengejar Aaron yang sudah jauh berada di depannya.


Melihat hal ini, Vera gak mau kalah, ia juga bergegas menyusul


keduanya.


**********************************


Selamat membaca ... semoga


kalian menyukai lanjutan cerita ini.


Terima kasih ... 🙏🙏😘

__ADS_1


Love you All ❤️❤️❤️


__ADS_2