Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 98


__ADS_3

Sejak hari dimana Felicie dan Dave janjian buat ketemu dan ngobrol di cafe, mereka pun jadi semakin dekat. Ternyata, Dave orangnya asyik di ajak ngobrol mengenai hal apapun. Sehingga Felicie nyaman cerita dengannya.


Dave bahkan mendengarkan dengan serius saat Felicie menceritakan mengenai masalah yang sedang ia rasakan.


Dave tidak meremehkan Felicie sama sekali.


Ia mendengarkan dengan serius semua cerita yang keluar mulut Felicie. Baru setelah ia selesai menceritakan semua, Dave kemudian memberikan pendapat dan masukan yang berguna buat Felicie.


Karena Dave sudah pernah beberapa kali pacaran membuat ia lebih pengalaman dalam menangani masalah yang membuat Felicie resah.


Dave mengatakan padanya untuk


terlebih dahulu bertanya pada hati kecilnya. Coba tanyakan, apakah ia sudah benar - benar mencintai Elbert atau hanya sekedar kagum


karena melihat kebaikan dan pengorbanan yang di lakukan Elbert terhadapnya. Apakah ia merindukan Elbert karena sudah mulia mencintainya atau hanya sekedar merasa kehilangan sosok seseorang yang selalu berada di dekatnya.


Jika Felicie sudah yakin dengan perasaannya dan menemukan jawaban yang pasti, Dave menyuruhnya untuk segera menghubungi Elbert dan katakan dengan jujur tentang apa yang ia rasakan.


Felicie tidak perlu malu apalagi gengsi jika seorang wanita menghubungi untuk menanyakan kabar lebih dulu dari pria yang di cintai nya. Bahkan Dave mengatakan kalau Elbert pasti akan sangat senang karena cinta Felicie yang sudah di tunggu Elbert sekian lama akhirnya datang juga.


Hal inilah yang membuat Felicie memutuskan untuk menghubungi Elbert hari ini. Karena sudah empat hari sejak ia pergi, hanya hari pertama saja ia menelepon Felicie.


Dada Felicie berdebar dengan keras saat menunggu Elbert menjawab panggilan telefon dari nya. Tapi setelah ditunggu hingga akhirnya panggilan itu terhenti sendiri, tidak terdengar suara Elbert di sana.


Felicie kemudian mencoba lagi dan masih tetap sama seperti tadi. Hingga sudah hampir sepuluh kali ia menghubungi ulang nomer handphone Elbert namun hasilnya masih sama.


" Mungkin dia lagi sibuk di kantor nya ! Nanti kamu coba hubungi lagi." ujar Dave yang menemani Felicie untuk menghubungi Elbert.


" Hmm ... ya, mungkin kamu benar, Dave ." ucap Felicie cemberut sembari menghela nafas dengan berat.


" Hei, jangan cemberut gitu ! Kamu lebih cocok dengan sosok dingin kaya biasanya. Lebih misterius dan mempesona ... !" ujar Dave sambil tertawa lebar.


Mau gak mau Felicie ikut tertawa mendengar perkataan Dave yang menyebalkan.


" Hai, Dave ... !" sapa Airin dan Devan yang baru saja tiba.


Mereka sengaja menyusul Felicie ke toko usaha peninggalan Elbert,


yang sekarang di lanjutkan oleh Felicie.


" Hai Van, Rin ... !" balas Dave ramah.


" Kamu udah dari tadi disini ?" tanya Airin ingin tahu, karena belakangan ini ia lihat Felicie semakin dekat saja dengan Dave.


Devan juga sudah tidak salah paham lagi dengan Dave.


Ternyata setelah Felicie menceritakan hal yang sebenarnya mengenai Dave, dan ia juga mencari tahu sendiri Devan akhirnya tahu kalau Dave tidak seburuk yang ia pikirkan.


Bukan salah juga Dave kalau wanita - wanita itu menyukainya.


Sementara dia gak pernah memberi harapan pada mereka.


Cuma mereka nya saja yang terobsesi pada Dave. Termasuk mantan pacarnya.


Bahkan mereka - mereka yang pernah di tolak olehnya sengaja menghembuskan cerita buruk mengenai Dave, agar tidak ada wanita lain yang mendekatinya lagi.

__ADS_1


" Gak, aku baru nyampe juga. Cuma selisih beberapa menit aja dari kalian. " jawab Dave.


" Oh, kirain udah lama !" ujar Airin


sembari duduk di dekat Felicie.


Dave cuma menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari perkataan Airin.


" Felicie ... Lo gak capek apa ? Pulang kuliah langsung jaga toko, sampe sore lagi.


Kenapa gak kamu biarin aja toko ini tutup dan tunggu hingga Elbert pulang, baru di buka lagi. Biar dia aja yang jalankan usahanya." kata Airin gak bisa menutupi perasaan kesalnya terhadap Elbert yang belum juga memberi kabar pada Felicie.


" Gak papa, Rin ... sayangkan kalau gak di buka. Elbert pasti udah mengeluarkan uang yang lumayan banyak buat membuka toko ini. Jadi sambil nunggu dia pulang, mendingan gue buka .. lumayan nambah - nambah uang jajan ... hehehe. " ucap Felicie berusaha terlihat santai agar sahabatnya tidak curiga kalau sebenarnya saat ini ia sedang


merindukan Elbert.


" Elbert kapan pulang, Felicie ?


Dia udah ngasi kabar sama lo ?" tanya Devan yang tahu perubahan yang terjadi di wajah Felicie.


" Hmm ... belum tahu, Van. Dia mungkin lagi sibuk ngurusin pekerjaannya, makanya belum ada waktu menghubungi gue." jawab Felicie.


" Masa sih ... sesibuk - sibuknya orang kerja sampai gak punya waktu buat telefon. Malam kan bisa menghubungi Lo, itu pun kalau dia emang niat." ujar Airin geram.


" Hahaha .... jelek banget muka Lo, Rin ... !" Felicie sengaja tertawa agar Airin teralih dari yang baru saja ia ucapkan.


" Lo, ya ... !" Airin yang di katai jelek, langsung menggelitik badan Felicie.


" Udah ... ntar Lo capek sendiri gelitikin gue, Rin ... !" ucap Felicie tersenyum karena ia memang tidak pernah merasa geli sedikitpun jika sedang di gelitiki.


" Iya, badan Lo terbuat dari apa, sih ... kog bisa gak geli ? Jangan - jangan, nanti Lo juga gak nafsu kalau lagi bermesraan sama pria .... hahaha. " akhirnya Airin melepas tangannya dari badan Felicie sembari tertawa.


Devan dan Dave tertawa melihat reaksi yang di perlihatkan Felicie. Ia terkesan begitu polos.


Tapi Dave mengerti dan hal ini pula yang membuatnya semakin menyukai Felicie.


Felicie benar - benar wanita yang unik. Meski ia sengaja memendam perasaannya karena ia tahu kalau Felicie sudah mencintai Elbert.


Ia juga melakukannya agar Felicie tidak menjauh darinya jika tahu kalau Dave bukan hanya menganggapnya sebagai teman.


Sementara itu, Elbert sedang marah besar, karena fotonya bersama Claire tersebar di media.


Bahkan dengan judul yang besar, mengatakan kalau sosok pria inilah pemilik dari beberapa perusahaan besar dan merupakan calon suami dari Claire.


Elbert sangat murka karena hal ini bisa terjadi karena keteledorannya sendiri. Ia benar - benar menganggap sebelah mata pada Claire selama ini, yang ternyata wanita ini jauh lebih licik dari perkiraannya.


Ia menyuruh John untuk membawa Claire dan bertemu dengannya di sebuah apartment, miliknya.


Waktu itu Elbert mengancam Claire untuk mengklarifikasi berita yang ia buat sebelumnya. Jika tidak, ia akan menghancurkan perusahaan orang tua Claire.


Tapi Claire dengan tegas menolak dan tidak perduli bahkan sengaja ia berlari keluar dari dalam apartment dan membuat keributan di sana agar mendapatkan perhatian dari penghuni - penghuni apartment lainnya.


Tentu saja karena kehebohan yang di buat Claire membuat ia jadi pusat perhatian. Claire mengatakan kalau calon suaminya sedang marah karena ia tidak mau memutuskan pertunangan mereka, karena calon suaminya ingin menikah dengan selingkuhannya. Karena ia menolak, Elbert kemudian mengusirnya keluar dari apartment mereka, tanpa boleh membawa apapun.


Mereka yang mendengarnya pun, terutama kaum wanita merasa iba dan mengantarkannya kembali ke apartment Elbert. Meskipun biasanya penghuni apartment disini tidak pernah mau ikut campur urusan penghuni lainnya tapi setelah mereka mulai mengenal wajah Claire yang beberapa hari belakangan ini sering seliweran di media membuat mereka jadi ingin tahu juga siapa sosok pria yang di kenal pemilik dari beberapa perusahaan besar di negara ini.

__ADS_1


John yang juga sedang berada di dalam apartment bersama Elbert,


saat itu tidak mau membuka pintu apartment.


Tapi sialnya, saat Claire keluar dari apartment ia sempat membawa kartu akses milik Elbert. Jadi dengan mudahnya ia kembali masuk ke dalam bersama beberapa penghuni apartment lainnya.


Tentu saja kesempatan ini tidak di sia - siakan oleh Claire, ia kemudian menghampiri Elbert yang sedang berdiri dengan wajah marah, lalu mengambil beberapa foto dirinya bersama Elbert.


Tidak ketinggalan pula penghuni yang ikut bersama Claire mengambil foto mereka berdua.


Mereka tidak menyia - nyiakan kesempatan besar ini. Karena mereka bisa melihat langsung wajah pemilik perusahaan yang salama ini tidak pernah memperlihatkan wajahnya di depan publik.


Meskipun John mencoba menghalau dan meminta pihak sekuriti untuk mengamankan mereka tapi sayangnya foto Elbert dan Claire sudah terlanjur tersebar di internet.


Meski John dan teamnya sudah berusaha secepat mungkin untuk menghapus semua foto dan berita yang ada tapi masyarakat sudah banyak yang tahu dan sempat menyimpan foto mereka.


Elbert tidak ingin berita ini sampai terdengar di telinga Felicie. Ia tidak mau gadis kecilnya salah paham terhadapnya. Oleh karena itulah, beberapa hari ini ia sengaja tidak menghubunginya agar bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat.


" John, bagaimana perkembangannya ? Apa kau menemukan dimana gadis sialan itu bersembunyi !" tanya Elbert dengan wajah menyeramkan.


Karena sejak kejadian itu, Claire menghilang dan sengaja bersembunyi agar Elbert tidak bisa menemukannya.


" Belum, Tuan, dia menghilang begitu saja. " ujar John juga emosi atas kejadian ini.


" Hmm ... apa kau sudah mendatangi kediaman keluarganya ?" tanya Elbert.


" Sudah Tuan ... dia tidak ada disana dan mereka juga tidak tahu di mana keberadaannya." jawab John.


" Tidak mungkin dia bisa menghilang. Pasti wanita gila itu masih bersembunyi di salah satu tempat di kota ini. Kau harus mencarinya dengan benar !" Elbert menatap John dengan mata tajamnya yang terlihat penuh emosi.


" Baik, Tuan ... saya akan mengerahkan lebih banyak orang untuk mencarinya !" ujar John.


" Hmm ... sekarang kamu pergi dan cari dia ! Jangan biarkan berita ini sampai ke kota tempat Felicie berada. Aku tidak ingin ia bersedih karena berita sampah ini !" perintah Elbert dengan suara serak karena menahan amarah sejak beberapa hari ini.


" Ya, baik Tuan ... kalau begitu saya permisi !" pamit John lalu keluar dari ruangan kerja Elbert


yang ada di mansion.


Begitu John keluar, terdengar suara barang - barang yang berjatuhan di lantai.


John menghela nafas berat mendengarkan ini. Ia tahu kalau Elbert sangat marah atas kejadian ini. Tapi sayangnya sampai hari ini mereka belum juga menemukan di mana wanita itu bersembunyi.


Ternyata Claire sudah merencanakan ini dengan matang sebelum menemui Elbert.


Ia dan Elbert saja yang lalai karena terlalu menganggap remeh pada Claire, yang terlihat manja layaknya anak kecil dan bersikap seperti tidak tahu apa - apa.


**********************************


Hai, Semua ... 😍


Semoga kalian menyukai episode ini dan episode selanjutnya.


Makasih buat yang sudah dan terus mendukung cerita yang Mommy tulis ... 🙏🙏😘


Tapi, jangan lupa tetap berikan terus like, koment dan vote kalian ya ... agar Mommy semakin semangat dalam menulis. 🙏🙏👌

__ADS_1


Semoga kalian selalu sehat dan diberikan rezeki yang berlimpah ... aamiin.


Love You All ❤️❤️❤️


__ADS_2