
Felicie terbangun dari tidurnya mendengar suara ketukan di pintu kamarnya. Dengan mata belum sepenuhnya terbuka, ia pun bangkit dan membuka pintu kamar. Ia menutupi rasa terkejutnya begitu melihat Aaron yang berdiri di hadapannya.
Felicie segera menutup kembali pintu kamar setelah menyadari ia tidur hanya memakai baju tidur yang sangat tipis.
Aaron yang sempat terpukau begitu melihat keadaan Felicie yang tetap cantik dan seksi walau dalam keadaan baru bangun tidur,
langsung tersadar.
Ia tidak boleh tertarik dengan gadis tengil di hadapannya tadi.
Apalagi kini Giselle sudah kembali ke sisi nya dan akan segera menikahinya. Tapi ia sekarang harus menuntaskan rasa penasaran yang membuat nya pulang. Ia ingin tahu siapa pria yang bersama Felicie selain Zico dan Tommy. Rasa egois yang besar di dalam dirinya tidak menerima, jika Felicie harus berdekatan dengan seorang pria di depan teman - temannya.
Ini menghancurkan harga dirinya, yang terkenal dengan julukan penakluk wanita.
" Hei, buka pintunya sekarang atau
Lo mau gue menghancurkan nya !" perintah Aaron dengan suara keras.
Felicie yang baru saja selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih sopan langsung membuka pintu dengan wajah marah.
" Apa mau Lo, sebenarnya ? " tanya Felicie dingin.
" Gak usah banyak nanya. Ikut gue ... " Aaron menarik tangan Felicie keluar dari kamar.
" Udah gue bilang Lo gak berhak nyentuh gue sedikitpun. " bentak Felicie sambil menghempaskan
tangan Aaron yang mencengkram
tangannya.
" Gak ada yang bisa melarang gue buat melakukan apapun dengan Lo. Lo itu isteri gue." ujar Aaron gak mau kalah. Ia kembali menarik tangan Felicie.
" Lo ini waras ? Isteri ... ? Ngaca Lo, isteri cuma status yang kalian buat. Gue gak pernah menganggap elo suami gue.
Bukankah elo juga harus seperti itu. Elo kan yang buat perjanjian sebelum kita menikah dan gue menyetujuinya. Jadi jangan melanggar semua hal yang ada di dalam perjanjian yang elo buat sendiri. " Felicie bertambah emosi
mendengar kata isteri kembali keluar dari mulut Aaron.
Bukankah mereka berdua sudah sepakat hanya sebagai pasangan kontrak aja dan bebas memiliki kehidupan pribadi masing - masing. Toh, selama ini Felicie juga gak perduli dengan yang di lakukan Aaron.
Aaron yang mendengar perkataan Felicie menjadi semakin emosi.
Rasa egois nya yang besar gak menerima Felicie tidak menganggapnya sebagai suami.
Dia gak perduli, kalau yang di katakan Felicie itu memang benar.
Ia sendiri yang membuat kontrak itu agar Felicie tidak mengganggunya selama dalam ikatan pernikahan. Hingga jangka waktu yang ia tetapkan.
Dengan cepat ia mendaratkan ciumannya di bibir Felicie yang sedang menatapnya dengan sinis.
Aaron menahan kedua tangan Felicie yang hendak memukulnya ke dinding kamar.
Ia ******* bibir itu dengan penuh amarah dan nafsu. Kini terbayang kembali saat ia melihat tubuh Felicie yang sedang tidak berpakaian waktu ia mengawasi Felicie dari cctv.
__ADS_1
Felicie yang tidak terima dengan perlakuan Aaron terus memberontak, tapi gerakannya sedikit susah karena selain tangannya ditahan oleh Aaron.
Kakinya juga di tekan dengan kuat oleh kaki Aaron yang lebih besar.
Sedangkan Aaron semakin terhanyut, ia semakin ******* bibir Felicie dengan lebih dalam.
Ia mengabsen setiap baris gigi di mulut Felicie. Awalnya Felicie yang menutup rapat bibirnya saat Aaron menciumnya terpaksa terbuka setelah Aaron menggigit bibir Felicie.
Aaron yang semakin bernafsu segera menggendong tubuh Felicie, setelah terlebih dulu mengikat tangan Felicie ke belakang, dengan ikat pinggangnya. Ia meletakkan tubuh Felicie ke atas tempat tidur dan langsung menghimpitnya dengan tubuh Aaron berada di atasnya.
Tangan Aaron mulai bergerilya di atas bukit kembar milik Felicie.
Ia segera merobek baju Felicie dengan kasar. Matanya dengan takjub melihat bukit kembar milik Felicie yang begitu menantang sempurna. Dengan cepat Aaron langsung ******* bukit kembar itu seperti anak bayi yang sedang kehausan. Tangan Aaron yang satunya juga mulai merambah ke daerah sensitif Felicie. Ia segera menarik celana training itu kebawah dengan cepat. Hingga Felicie kini hanya tinggal memakai
********** saja. Aaron mulai menggerakkan jarinya di daerah kewanitaan Felicie, sambil terus ******* bukit kembar Felicie.
Felicie yang tidak bisa bergerak karena perlakuan Aaron hanya bisa menitikkan air mata.
Ia merasa jijik dan kotor akan tubuhnya yang sudah di kuasai Aaron.
Saat Aaron ingin membuka celana, karena juniornya mulai memberontak ingin menemui pasangan nya terdengar suara bell berbunyi di apartment nya.
Ia tidak perduli. Aaron harus menuntaskan hasratnya.
Tapi suara bell itu terus berbunyi dan gak berhenti. Ini membuat konsentrasi Aaron terpecah.
Ia pun bangkit setelah terlebih dulu mengikat kaki Felicie.
Ia lalu melihat dari layar ponselnya. Wajah Aaron langsung berubah pucat ketika melihat kehadiran Giselle.
Mendadak pikiran Aaron jadi buntu. Ia jadi gelisah harus melakukan apa. Jika ia membuka pintu, berarti Giselle akan segera mengetahui kalau Aaron memiliki seorang wanita selain dirinya.
Sementara Aaron tidak ingin Giselle tahu. Ia tercenung sambil menatap layar ponselnya. Baru saja ia kaget karena kehadiran Giselle, sekarang malah di tambah dengan kehadiran Tommy dan Zico. Ia melihat mereka berdebat di depan pintu apartment Aaron.
Sementara itu Felicie yang melihat
Aaron sedang tidak konsentrasi dengannya, berusaha melepaskan ikatan di tangannya. Walau terasa sakit karena ia harus bergerak dengan kaki terikat ia tidak menyerah. Akhirnya salah satu ikatan tangannya berhasil terbuka.
Dengan cepat ia membuka ikatan yang satunya lagi.
Aaron yang masih melamun karena bingung harus melakukan apa tidak mengetahui kalau Felicie sudah berhasil membuka ikatan yang di buatnya.
Sedangkan Felicie yang sudah berhasil membuka ikatan kaki nya segera bangkit dari tempat tidur.
Dengan tidak memperdulikan keadaan nya yang hanya mengenakan dalaman bagian bawah saja ia pun bangkit lalu membanting tubuh Aaron dengan cepat. Ia tidak memberi ampun sedikitpun. Felicie memukuli badan dan wajah Aaron dengan membabi buta. Aaron yang sedang melamun tidak siap sedikitpun mendapatkan serangan dari Felicie. Ia terkapar di lantai dengan penuh kesakitan di seluruh tubuhnya.
" Hei, bajingan ... seharusnya Lo mati gue buat. Tapi gue masih ingat dengan perjanjian kita makanya Lo selamat hari ini. Tapi jika Lo berani menyentuh gue sekali lagi, gue gak akan segan - segan untuk membunuh Lo.
Mulai hari ini, gue gak akan tinggal di apartment Lo lagi. Lo gak berhak melarang gue atau gue akan menceritakan pada Daddy tentang kontrak yang Lo buat. Segera urus surat cerai kita. Lo mengerti .... Mengerti kan bangsat ... !! " ujar Felicie dengan wajah memerah karena marah. Bahkan matanya yang dingin terlihat beringas, walau Aaron bisa melihat di sudut mata nya masih tertinggal sisa tangisan yang sudah mengering.
Setelah selesai mengatakan ini, Felicie masih sempat memukul
wajah dan tubuh Aaron. Bahkan ia menendang dengan sangat kuat, perut Aaron.
__ADS_1
Baru setelah itu, Felicie mengemasi semua pakaiannya ke dalam koper. Lalu ia membasuh wajahnya dengan air agar tidak terlihat bekas tangisan.
Aaron yang tergeletak tak berdaya di lantai hanya bisa melihat dengan tatapan nanar ketika Felicie melewatinya sambil menarik koper dan barang - barang miliknya tanpa melirik sedikitpun pada Aaron.
Aaron yang tidak bisa menghalangi Felicie karena tubuhnya tidak bisa di gerakkan hanya bisa menahan rasa sesal di hatinya. Hanya karena harga dirinya yang tidak menerima melihat Felicie yang jelas - jelas isterinya malah duduk bersebelahan dengan pria yang tidak di kenalnya sama sekali. Kenapa ia harus melakukan hal ini pada gadis kecil itu. Bukankah selama mereka dalam ikatan pernikahan, Felicie tidak pernah mengusik kehidupan pribadi Aaron. Bahkan sebenarnya ia juga bebas melakukan apapun seperti
berdekatan dengan pria lain. Karena Aaron yang menuliskan syarat itu dalam perjanjian mereka. Tapi mengapa malah Aaron gak terima melihat Felicie dekat pria lain.
Tommy dan Zico yang masih terus berdebat di depan pintu apartment Aaron, karena tidak suka melihat keberadaan Giselle,
langsung terkejut begitu melihat pintu itu terbuka dari dalam dan melihat wajah Felicie yang muncul dengan raut yang sangat dingin dan penuh amarah. Ia bahkan seakan tidak melihat sama sekali kehadiran mereka. Dengan kasar, ia menerobos ke tiga manusia yang masing - masing terkejut melihatnya. Lalu dengan cepat ia menyeret kopernya melewati mereka.
Giselle yang paling terkejut melihat keberadaan seorang wanita di apartment milik Aaron langsung tersadar. Ia langsung emosi dan tidak terima. Apalagi ia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri, ada tanda merah di sekitar leher Felicie hasil perbuatan Aaron. Ia langsung berlari menyusul Felicie dan langsung menarik tangan nya untuk menghentikan langkah Felicie. Dengan sinis ia menatap kearah wajah Felicie yang tetap cantik walaupun belum mandi dan tidak bersolek sedikitpun.
Sedangkan Tommy yang tersadar langsung masuk ke dalam apartment begitu menyadari tidak melihat keberadaan Aaron. Sementara Zico menyusul Felicie. Ia tidak mau wanita ****** itu menyakiti Felicie, walaupun ia yakin Giselle tidak akan mampu. Malah mungkin dia yang babak belur di buat Felicie.
" ******, siapa Lo ... ? Kenapa bisa keluar dari apartment Aaron calon suami gue ... " ujar Giselle dengan suara keras.
Felicie hanya menatap Giselle dengan tatapan dinginnya.
" Jadi ini kekasih si bajingan itu ? "
geram Felicie dalam hati.
" Jawab, Lo pasti ****** yang mau menggoda Aaron kan ? " Giselle gak bisa menahan emosi melihat Felicie yang cuma menatapnya.
Apalagi wajah cantik gadis di depannya malah melihatnya dengan tatapan dingin sekali.
" Lo, bisu ya ... gue harus memberi pelajaran buat ****** kaya Lo ... " Giselle semakin emosi melihat gak ada tanggapan dari Felicie.
Ia lalu melayangkan tangannya ke wajah Felicie.
Tapi dengan cepat Felicie menangkap tangan Giselle yang masih berada di udara. Ia lalu menekan tangan Giselle dengan kuat, hingga kekasih Aaron ini meringis menahan sakit.
Zico yang sudah berada di dekat mereka berdua hanya membiarkan Felicie menyakiti Giselle. Karena ia mendengar kata - kata kasar yang di lontarkan Giselle pada Felicie.
" Lepaskan tangan gue, kalau gak gue akan bilang ke Aaron ... Lo udah nyakitin gue. " pikir Giselle dia bisa mengancam Felicie dengan menyebut nama Aaron.
" Bagus Lo pergi melihat pria bajingan itu dari pada lo ganggu gue. " ujar Felicie datar.
" Gak, sebelum gue tahu siapa Lo ? Kenapa Lo bisa sepagi ini di apartment Aaron, calon suami gue ? Apa Lo, ****** simpanan Aaron ? " Giselle yang biasanya selalu menjaga citra nya yang lembut bila di depan Aaron atau pun di hadapan publik kini menunjukkan sifat aslinya yang kasar.
" He .. Lo beneran pengen tahu siapa gue ... tanya ke pacar Lo yang udah mau mati gue buat.
Pergi Lo ... " Felicie yang menahan emosi sejak tadi mendorong tubuh Giselle dengan keras hingga terbentur ke dinding.
" Aduh, sakit ... dasar wanita gila." umpat Giselle marah sambil melihat tubuh Felicie yang berjalan meninggalkan nya.
Zico yang ingin mengejar Felicie, langsung langkah nya terhenti ketika mendengar suara Tommy yang berteriak memanggilnya.
Ia pun terpaksa membatalkan niatnya untuk mengejar Felicie, karena ia yakin terjadi sesuatu dengan Aaron. Kalau tidak, mana mungkin Tommy memanggilnya dengan wajah panik seperti itu.
Giselle yang melihat ini, mengikuti langkah Zico dari belakang sambil menahan nyeri di tubuhnya akibat benturan tadi.
__ADS_1
Zico yang mengetahui hal ini membiarkan, karena ia juga penasaran apa yang terjadi dengan Aaron. Kenapa wajah Felicie saat keluar dari apartment tadi terlihat sangat marah. Bahkan matanya yang dingin itu terlihat bengkak.
**********************************