
Begitu pintu kamar Aaron terbuka,
beberapa pasang mata yang menunggu di luar langsung melihat ke arah Felicie.
Terutama Giselle dan Elbert.
Giselle melototkan matanya saat
menatap Felicie dan terlihat seakan - akan mengancam.
Tapi Felicie hanya memandang dengan mata dinginnya. Sementara Elbert langsung menghampiri.
" Feli ... apa yang kamu bicarakan dengan pria b******n itu ? " tanya Elbert ingin tahu.
" El, sebaiknya kita segera pergi
dari tempat ini." ajak Felicie mengindahkan pertanyaan Elbert.
" Baiklah ... " Elbert mengalah, ia tidak ingin mendesak Felicie saat ini. Ia yakin, jika Felicie ingin cerita padanya tanpa harus ia paksa pun pasti Felicie akan menceritakannya.
" Felicie ... tunggu, aku mau ngomong sebentar sama kamu."
Zico berusaha menahan Felicie pergi.
" Sorry, sepertinya tidak ada hal yang penting yang harus kita bicarakan. Lebih baik, Lo dan Tommy, memberi selamat pada teman kalian karena hari ini dia
baru saja menikah." ujar Felicie
mengindahkan permintaan Zico.
Kemudian segera berjalan menjauh bersama Elbert, yang menatap dingin ke arah Zico.
Zico yang tidak mengerti dengan
apa yang dimaksud oleh Felicie, menatap Tommy, dengan perasaan terkejut.
" Apa yang di maksud, Felicie ... Tom, jangan bilang kalau Aaron menikahi wanita licik ini ? " tanya Zico melirik sinis Giselle.
" Sebaiknya kita menanyakan langsung pada Aaron. Kenapa dia
nekat menikahi perempuan j*****
ini ? Apa dia gak berfikir akan resikonya, jika Tuan William sampai mengetahuinya." ujar Tommy kesal.
" Karena itu aku rela dinikahi secara siri oleh Aaron agar Tuan William tidak sampai tahu. " sahut Giselle tanpa malu.
" Diam kamu, rubah. Tidak ada yang bicara sama kamu." bentak Zico keras.
Giselle cuma melengos mendengar bentakan Zico. Ia tidak perduli, yang penting statusnya sekarang jadi isterinya
Aaron. Mulai hari ini, ia tidak akan membiarkan siapapun yang akan menghancurkan pernikahannya.
Termasuk Tuan William. Secepatnya ia akan hamil anak Aaron. Senyum smirk tercetak jelas di bibir Giselle begitu memikirkan hal ini.
Zico yang melihat senyum licik Giselle, memandang dengan remeh. " Jangan terlalu senang. Kamu pikir Tuan William akan diam saja jika dia tahu Aaron menikah dengan wanita rubah seperti kamu atau kamu memang sudah siap hidup miskin bersama Aaron ? Suamimu itu tidak akan
memiliki apapun karena telah berani menentang keinginan Tuan
William. Bersiaplah, kalian berdua akan jadi gembel."
Giselle mendadak kecut mendengarnya. Ia tidak mau hidup miskin. Setelah dengan susah payah membujuk Aaron
menikah, ia harus hidup dengan semua kekayaan Aaron.
Tapi jika memang benar, apa yang
dikatakan Zico bahwa Aaron tidak akan memiliki harta sedikitpun
kalau sampai Tuan William tahu maka Giselle tidak akan segan untuk pergi meninggalkan Aaron.
Ia tidak butuh cinta tanpa adanya
harta.
" Sudah, Zi ... kita tanya Aaron, apa sebenarnya yang ada di kepalanya, hingga begitu bodoh
mau menikahi wanita sampah ini."
hina Tommy melihat Giselle.
"Lihat saja, aku akan meminta Aaron untuk memecat kalian berdua." ancam Giselle yang merasa di atas angin karena menikah dengan Aaron.
" Silahkan kau bermimpi setinggi mungkin, selagi masih ada waktu
sebelum kau di depak oleh Tuan
William dan Aaron." ujar Tommy dengan senyum mengejek.
" Tom, jangan pedulikan siluman rubah ini. Ayo, kita jumpai Aaron."
__ADS_1
Zico menggeser badan Giselle
dengan kasar dari depan pintu kamar Aaron, lalu masuk di ikuti Tommy. Sedangkan Giselle hanya
bisa mengumpat dengan kasar di luar, karena ia tidak di izinkan masuk oleh Zico dan Tommy. Mereka mengunci pintu dari dalam.
Aaron yang melihat Tommy dan Zico masuk tanpa Giselle hanya bisa menghela nafas dengan
berat. Ia tahu, pasti kedua sahabatnya ini marah atas
tindakan yang di ambil olehnya.
" Apa Lo udah gak waras, heh ... ?"
tanya Zico begitu berdiri dekat tempat tidur Aaron.
" Dia memang sudah gila, Zi ... kalau waras gak mungkin dia berani melakukan hal ini. Apalagi
pria bodoh ini tidak bisa melihat, dia jelas - jelas di tipu sama j***** itu selama ini." Tommy kelihatan marah sekali pada Aaron.
"Berarti Lo, memang sudah siap untuk kehilangan semua aset dari Tuan William dengan tetap menikahi rubah sialan itu ! " kata Zico dengan nada keras.
" Tentu saja gue masih waras. Gue juga gak mau kehilangan semuanya. Tapi gue gak tega lihat Giselle. Dia itu bukan wanita seperti yang kalian pikirkan. Giselle tulus mencintai gue. Bahkan dia rela hanya di nikahi secara siri hari ini supaya Daddy tidak mengetahuinya. Giselle bersedia untuk menutupi pernikahan kami dari siapapun hingga gue mendapatkan aset Daddy. " Aaron berusaha menjelaskan alasannya
pada Tommy dan Zico.
" Dasar bodoh, Lo mau aja di bohongin sama 🦊 itu. Tentu saja
dia mau nikah siri sama Lo. Dia gak perduli itu, karena yang penting buatnya sekarang kalian
sudah sah dan terikat dalam perkawinan. Terus apa Lo bilang tadi, dia bersedia menutupi pernikahan ini dari siapapun ?
Lo emang tolol, Ron ... semua orang yang ada di rumah sakit ini
baik dokter maupun suster mengetahui pernikahan kalian.
Hal ini sudah menjadi bukti kuat buat 🦊 licik itu jika sewaktu -
waktu Lo menyangkal pernikahan ini. Apa Lo gak mikir sampai situ ?
Terus apa Lo gak mikir bagaimana perasaan Felicie melihat semua ini. Gue tahu memang Lo dan Felicie menikah hanya karena paksaan tanpa ada perasaan di antara kalian. Tapi setidaknya Lo harus sabar menunggu hingga tiba waktunya kalian bercerai, hanya tiga bulan, baru setelah itu terserah elo mau
melakukan apapun." Tommy berkata kesal dengan sangat panjang pada Aaron.
Aaron terhenyak mendengar perkataan Tommy yang panjang.
Ia mengakui kebodohannya dalam hati. Namun saat ini, ia sadar sudah tidak bisa lagi mundur dari semua ini. Pernikahannya dengan Giselle sudah terjadi. Aaron mengakui jika ia memang sedikit ceroboh dan keterlaluan karena
keputusan seperti ini. Bahkan ia
tidak terpikir mengenai perasaan
Felicie. Walau bagaimanapun status pernikahan mereka, tetap
saja Felicie itu masih isteri sahnya.
" Tapi gadis kecil itu tadi tidak terlihat kecewa , bahkan wajahnya kelihatan dingin seperti biasanya ketika meminta cerai dengan gue. Bahkan dia tidak mengungkit sedikitpun yang terjadi waktu itu. Seakan dia tidak merasakan apapun. Sedangkan gue, sejak hari itu malah semakin memikirkannya. " ucap Aaron dalam hati dengan perasaan gundah.
" Oh, ya selain masalah pernikahan ini, gue juga mau nanya sama Lo. Sebenarnya apa yang terjadi antara elo dengan Felicie waktu di apartment ?
Kenapa setelah Lo babak belur,
Felicie menghilang selama seminggu, apa yang Lo buat dengannya hingga bisa semarah itu ? " Zico menanyakan hal yang sudah ditahannya selama beberapa hari ini, karena keadaan Aaron yang masih belum terlalu
pulih.
" Benar, gue juga penasaran.
Lo buat apa sama Felicie ? " sahut Tommy.
Mulut Aaron serasa terkunci mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh kedua sahabatnya.
Ia bingung harus mengatakan apa. Jika ia berkata hal yang sebenarnya pasti Zico dan Tommy akan semakin marah padanya. Apalagi jika Zico sampai tahu, Aaron melecehkan
Felicie, tentu ia akan semakin marah. Karena Aaron tahu, Zico menyukai Felicie isteri kecilnya.
" Kenapa Lo gak menjawab pertanyaan gue, Ron ... ? " Zico mendesaknya.
" Apa yang harus gue jawab.
Gak ada apapun yang terjadi waktu itu. Gue hanya bicara kasar
padanya lalu gadis kecil itu jadi
emosi hingga memukuli gue sampai bonyok seperti ini." Aaron
mengarang cerita bohong agar
Zico dan Tommy tidak curiga.
__ADS_1
" Lo yakin, cuma itu yang elo lakuin pada Felicie ? " mata Zico
menyipit gak percaya menatap Aaron. Begitu juga dengan Tommy, ia terlihat tidak terlalu yakin dengan perkataan Aaron.
" Ya, kejadiannya memang seperti
itu. Mungkin saat itu dia lagi ada
masalah. Jadi begitu gue ngomong kasar, dia jadi bertambah emosi." Aaron kembali
berbohong agar mereka percaya.
Zico dan Tommy melihat Aaron dengan tatapan serius seakan
ingin menyelidiki apakah Aaron bicara jujur atau berbohong
pada mereka.
Aaron bersikap seakan - akan
apa yang dikatakannya tadi itu
adalah benar.
" Hmm ... baik, gue coba percaya dengan omongan Lo. Tapi jika gue sampai tahu elo melakukan hal
aneh pada Felicie, gue gak akan
tinggal diam. Elo pasti tahu, gue suka sama Felicie. Jadi gue gak rela elo menyakitinya. Apalagi kalian nikah hanya tiga bulan saja.
Jadi setelah waktu Lo selesai, gue bermaksud untuk menikahi Felicie. " suara Zico terdengar mengintimidasi Aaron.
Aaron menahan nafas sejenak
mendengar perkataan Zico.
Ternyata ia benar - benar menyukai Felicie. Tapi gadis kecil
itu memang sangat cantik dan
menarik. Bibirnya juga begitu manis. Apalagi tubuhnya ... ?
" Sial, kenapa gue malah teringat lagi kejadian hari itu ! " umpat Aaron dalam hati.
" Sekarang apa yang ingin Lo lakukan ? Apa elo tetap mempertahankan pernikahan Lo dengan j***** itu ? " tanya Tommy yang jijik menyebut nama Giselle.
" Hmm ... gue gak mungkin menceraikannya. Kami baru saja menikah. Gue tahu resikonya
terlalu berat jika Daddy sampai tahu. Tapi gue akan melakukan
apapun agar Daddy jangan sampai mengetahuinya. Gue juga tahu, Lo berdua gak pernah suka gue berhubungan lagi dengan Giselle. Tapi gue dan dia saling mencintai. Jadi, gue minta , tolong rahasiakan pernikahan ini
hingga Daddy menyerahkan semua asetnya pada gue. Waktunya hanya tinggal sebentar lagi. " suara Aaron yang biasanya
gagah terdengar lirih.
Tommy dan Zico menghela nafas
mendengar perkataan Aaron.
Selama mereka bersahabat, baru
kali ini Aaron mengucapkan kata
tolong. Walaupun mereka marah
pada Aaron atas tindakannya menikahi Giselle. Karena wanita itu tidak pantas mendampingi
Aaron. Tapi mereka berdua tidak
tega melihat wajah Aaron sekarang, karena jelas sekali ia
kelihatan lelah. Akhirnya mereka
memutuskan untuk menyetujui
permintaan Aaron.
" Baiklah, mengingat persahabatan kita yang sudah lama gue dan Zico akan mencoba merahasiakan pernikahan Lo dan 🦊 itu dari Tuan William. Tapi jika
Tuan William sudah mengetahuinya dan itu bukan dari mulut kami, lalu kalau beliau bertanya maka gue akan mengatakan hal yang sebenarnya." Tommy mengatakan
hal yang sudah ia sepakati dengan Zico.
" Thanks ..... Tom, Zico, Lo berdua
memang sahabat terbaik." Aaron
terdengar lega.
__ADS_1
**********************************