Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 60


__ADS_3

Tommy dan Zico yang tahu Aaron benar - benar terpuruk hari ini karena perceraiannya, terpaksa menemaninya minum sekarang.


Aaron bersikap layaknya orang


gak waras. Berulang kali ia tertawa tiba - tiba tanpa ada penyebabnya. Setelah tertawa kencang mendadak diam seperti patung. Hal ini di lakukannya berulang.


Tommy dan Zico hanya menghela nafas dengan berat melihat sikap


Aaron.


Walaupun Zico senang dengan perceraian Aaron, tapi ia tetap


tidak bisa mengenyampingkan


nya sebagai sahabat.


Bagaimanapun Aaron adalah


teman yang baik untuknya dan


Tommy.


" Ron ... kita pulang sekarang.


Lo udah m**** berat ... ! " ajak Tommy sembari menarik tangan


Aaron.


" Hah ... kenapa ? Lo pulang aja


duluan sama Zico. Gue masih


mau di sini. " Aaron menolak ajakan Tommy dengan tatapan


kosong.


" Gak bisa, Ron ... Lo harus ikut pulang dengan kami. " paksa Tommy.


" Pulang ... Pulang kemana ?


Felicie sudah gak ada ! atau


maksud lo, gue pulang ketempat dua j****g itu ? Hah ... iya.


Itu maksud Lo ... ? Hahahaha ... "


tawa Aaron terdengar sangat menyeramkan ketika mengatakan


hal ini.


Tommy hanya bisa menghela nafas mendengar jawaban Aaron yang terdengar menyedihkan.


" Lo, gak bisa kaya gini, Ron ... Lo


harusnya bisa bersikap dewasa.


Kalau lo cuma meratapi nasib, apa Lo pikir Felicie kembali lagi ?


Gak ... dia gak akan pernah kembali lagi dengan Lo. Jadi, sebaiknya Lo menerima kenyataan yang ada di depan mata Lo. Sorry, Ron ... gue gak


ingin Lo terpuruk seperti ini.


Walaupun jujur, gue senang dengan perceraian kalian. Karena


sekarang gue punya kesempatan


untuk mendekati Felicie dan


menjadikannya milik gue.


Tapi gue gak suka punya lawan


yang mudah kaya Lo ... yang


bisanya cuma melarikan diri dari


masalah dengan minum. Gue gak mau buang waktu menemani kebodohan yang lo lakukan. Sementara saat ini gue punya saingan yang lebih berat dari Lo.


Elbert, dia lebih pantas jadi saingan gue di bandingkan Lo yang pengecut .... !!! " ujar


Zico kesal sembari bangkit meninggalkan Aaron dan Tommy.


Tommy gak bisa berbuat apa - apa dengan perkataan yang


di keluarkan Zico. Zico memang benar, Aaron terlalu lemah.


Dulu, saat di tinggal pergi oleh


Giselle ... Aaron masih bisa bersenang - senang, meski dengan cara yang salah.


Sedangkan Aaron lebih memilih tak perduli dengan omongan Zico. Ia semakin larut dengan


minumannya. Hari ini ia hanya


ingin minum agar bisa melupakan


Felicie.


Melihat sikap Aaron yang malah


terus menuangkan minuman


ke gelasnya membuat Tommy mengambil tindakan untuk menghentikannya.


Tommy menarik badan Aaron untuk berdiri agar bisa membawanya keluar, lalu pergi


dari tempat yang sudah lama


tidak mereka datangi, sejak


semua masalah yang menimpa


Aaron.


Tapi Aaron melawan dengan keras. Ia menahan tubuhnya agar tidak bisa di bawa oleh Tommy.


" Udah, Lo pulang aja Tom.


Gue akan tinggal disini sementara. Lo, jangan khawatir,


gue akan pulang setelah gue nanti merasa lebih baik." usir Aaron.


" Lo gak akan bisa pulang sendiri dalam keadaan mabuk kaya gini, Ron .. " ujar Tommy menolak.


" Bisa ... nanti gue minta tolong


pada manajer club' buat di panggilkan taksi. Udah, Lo pulang ... Gue hanya ingin sendiri saat ini. " ucap Aaron


serius.


" Gak bisa ... Nanti Lo buat masalah kalau masih tetap


berada di tempat ini." tolak Tommy.


" Gue bilang, Lo pergi ... !!!


Gue mau sendiri ... dengar gak Lo.


Gue ini boss Lo ... Pergi, Lo !!"


bentak Aaron kasar.


Mendengar perkataan Aaron, membuat Tommy emosi. Karena ia juga minum, walau tidak semabuk Aaron. Tapi hal ini


menyebabkan nya tidak bisa berfikir terlalu normal.


" Okey ... gue pergi !! Gue gak akan perduli jika Lo terkena masalah !!" ujar Tommy marah,


lalu bangkit dan meninggalkan


Aaron sendiri.


Aaron mengibaskan tangannya


tak perduli dengan Tommy yang telah meninggalkannya sendiri


di ruangan VVIP, tempat mereka biasa jika datang ke club'. Memang ini yang Aaron inginkan.


Tommy melangkah dengan wajah


merah dan langkah yang agak sempoyongan keluar dari club'.


Ia benar - benar meninggalkan


Aaron sendirian.


Tanpa sepengetahuan Aaron dan kedua sahabatnya, Giselle menyeringai dengan liciknya


melihat kepergian Tommy.


Berarti saat ini Aaron sendiri.


Giselle sudah berada di club' ini


ketika melihat Aaron dan teman -


temannya datang. Ia sengaja sembunyi agar keberadaannya tidak di ketahui mereka.


Giselle hampir saja berteriak karena kesenangan melihat Zico dan Tommy, satu persatu meninggalkan Aaron. Ini berarti


Aaron sedang sendirian di ruangan itu. Kesempatan ini tidak akan di sia - siakan Giselle.


Dengan sabar ia menunggu Aaron


keluar dari ruangannya. Ia ingin menunggu sampai keadaan Aaron


benar - benar mabuk agar ia bisa


leluasa membawa Aaron pulang


ke apartment nya.


Tapi hampir satu jam ia menunggu, setelah kepergian Tommy, Aaron belum juga keluar. Hal ini membuatnya tidak sabar. Giselle bangkit dari tempat duduknya lalu menghampiri


salah satu pelayan di club' ini untuk meminta tolong melihat


Aaron.


" Tolong kamu lihat suami saya


di ruangan VVIP 1. Dari tadi ia

__ADS_1


belum juga keluar. Saya takut ia


mabuk berat." ucap Giselle.


" Tapi kenapa gak nona sendiri saja yang masuk dan melihat


suami nona. " jawab pelayan club'.


" Kami sedang bertengkar. Saya


takut ia akan semakin marah jika melihat saya ada di sini." bohong Giselle meyakinkan.


" Oh, baiklah ... " sahut pelayan itu percaya, sembari melangkah pergi menuju ruangan tempat Aaron berada.


Giselle tersenyum puas melihat hal ini. Ia lalu mengikuti pelayan itu untuk melihat Aaron.


Pelayan itu terkejut ketika membuka pintu ruangan VVIP.


Ternyata Aaron dalam keadaan terkapar dan tidur di atas sofa.


Sementara di lantai penuh dengan


pecahan kaca botol minuman


yang di banting oleh Aaron.


" Bagaimana ini, nona ? Suami


anda pingsan ... " ujar pelayan


itu bingung.


" Sekarang kamu bantu saya untuk mengangkat dan membawa suami saya ke mobil. Saya akan


membawanya pulang." perintah


Giselle.


" Baik nona."


Giselle bersama pelayan itu mengangkat tubuh Aaron yang berat dengan cara membopongnya. Mereka sedikit


kesulitan membawanya.


Sementara itu Giselle terus menundukkan kepalanya agar tidak terlihat di cctv. Untung saja ia selalu menaruh topi di dalam tasnya. Jadi ia memakainya, begitu juga dengan masker.


Giselle sengaja melebarkan maskernya agar hanya matanya saja yang terlihat.


Terpaksa pelayan meminta bantuan dari salah - satu petugas keamanan club' yang bertubuh besar untuk mengangkat Aaron


ke mobil.


" Terima kasih atas bantuannya."


ujar Giselle pada kedua orang yang telah membantunya sembari


memberikan beberapa lembar uang untuk mereka.


" Sama - sama non." jawab mereka dengan wajah senang karena mendapatkan uang tip yang banyak.


Giselle menganggukkan kepalanya lalu bergegas melajukan mobilnya meninggalkan club'.


Ia bersorak dalam hati karena bisa membawa Aaron ke apartment nya. Ia tidak akan


menyia - nyiakan kesempatan bagus ini untuk tidur kembali


bersama Aaron dan memintanya


untuk mengalihkan kekayaannya


pada Giselle.


Sedangkan Tommy yang kini sudah berada di apartment dan baru saja selesai mandi, membersihkan tubuhnya yang bau minuman kini menyesali tindakannya yang meninggalkan


Aaron sendirian di sana dalam


keadaan mabuk.


" Bagaimana jika ada yang menjebaknya lagi ? " gumam Tommy.


Memikirkan hal ini membuat Tommy segera mengambil


kunci mobilnya dan bergegas


pergi kembali menuju club'.


Tapi begitu ia tiba di sana, Tommy sudah tidak melihat keberadaan


Aaron. Ia menjadi cemas karenanya.


" Aaron gak mungkin bisa pulang sendiri dalam keadaan seperti itu.


Pasti ia meminta tolong untuk


memanggilkan taksi." uajr Tommy.


" Ah, sebaiknya gue menanyakan


pada manajer club' saja."


Tommy segera menghubungi


nomer manajer club' dan menyuruhnya untuk datang menemuinya.


pada manajer itu, karena pemilik club' ini adalah salah satu teman


mereka. Begitu pula dengan orang tuanya yang merupakan temannya


Tuan William, Daddy Aaron.


Dengan terburu - buru manajer


datang menemui Tommy. Ia tidak


ingin mendapatkan masalah jika


menentang kemauan mereka.


Ia tidak ingin pekerjaannya sebagai manajer terancam


di pecat. Karena ia tahu, mereka


adalah teman dari pemilik club'


tempat ia bekerja.


" Maaf, Tuan Tommy ... Tuan mau bertanya mengenai apa ? " tanyanya dengan wajah khawatir.


" Apa Aaron tadi ada menghubungi kamu untuk minta


di carikan taksi ? " tanya Tommy


serius.


"Maaf, tidak ada Tuan. Tuan Aaron


tidak ada menghubungi saya." jawabnya jujur dengan perasan cemas.


Tommy mengernyitkan dahinya


mendengar jawaban dari manajer.


" Hmm ... jika begitu kenapa ia bisa tidak ada di ruangan ini ?


Aaron tidak mungkin bisa berjalan sendiri. Ia dalam kondisi m****


berat." kata Tommy kesal.


" Ma ... ma ... maaf Tuan. Saya akan mencoba menanyakan pada


para pelayan dan bartender mengenai Tuan Aaron. Siapa tahu


ada di antara mereka yang membantu Tuan Aaron untuk


memanggilkan taksi. " ucap manajer dengan gugup.


" Hmm ... " sahut Tommy singkat.


Mereka berdua keluar dari ruangan untuk menanyakan masalah Aaron pada para pekerja


club'.


Pelayan yang membantu Giselle


untuk membawa Aaron mulai


merasa takut, karena teman pria yang ia bawa keluar tadi sedang mencari keberadaannya.


Karena yang ia dengar dari beberapa temannya. Aaron belum memiliki seorang isteri. Berarti siapa wanita yang tadi memberikan uang padanya dan sekuriti ? Hal ini semakin membuatnya semakin gelisah.


Ia baru saja bekerja seminggu


di club' ini. Ia tidak ingin di pecat.


Karena ia pergi dari kampung dan datang kemari untuk mencari uang demi membiayai sekolah adiknya yang masih kecil.


Pelayan baru ini semakin gugup


ketika melihat manajer dan Tommy kini mulai berjalan


mendatanginya.


" Kamu yang membawa Tuan


Aaron keluar ? " tanya manajernya


langsung begitu sudah tiba


di hadapannya.


" I .. iya ... Tuan." jawabnya jujur dengan gugup.


" Kamu tahu siapa Tuan Aaron ? "


tanya manajer lagi.


" Ti ... tidak Tuan."


Tommy dan manajer saling berpandangan. Mereka yakin


dengan kejujuran pelayan ini

__ADS_1


melihat ia jujur dan gugup ketika


menjawab pertanyaan.


" Hmm ... kamu membawanya kemana ? " tanya Tommy datar.


" Itu ... itu tadi ada seorang wanita


yang mengaku sebagai isteri dari Tuan itu. Ia meminta tolong pada saya untuk membantunya membawa Tuan Aaron ke mobilnya. Karena Tuan Aaron


pingsan dan mabuk parah. Bahkan botol minuman banyak


pecah di buat Tuan Aaron."


jawabnya jujur.


" Wanita ... ? " Tommy mengernyitkan dahinya.


" Ya, Tuan ... wanita itu tadi mengaku isterinya. Makanya saya


membantunya."


" Hmm ... wanita itu seperti apa ? "


tanya Tommy lagi.


Pelayan itu menjelaskan rupa dan


ciri - ciri wanita yang di bantunya.


Meski ia tidak terlalu yakin, jika


yang di deskripsikan nya itu benar.


" Tapi tuan, wanita itu pakai topi dan masker. Jadi saya tidak bisa


memastikannya dengan jelas."


Tommy langsung teringat pada


Giselle begitu mendengar ciri -


ciri yang di sebutkan pelayan itu.


Tapi ia belum yakin.


" Tuan bisa melihat cctv untuk


melihat wajah wanita itu." kata


manajer.


Hmm ...." Tommy lalu mengikuti


langkah manajer menuju ruang


cctv.


Tommy tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang membawa Aaron. Ia mengenakan


topi dan masker seperti yang


di katakan pelayan tadi.


Bahkan wajah Giselle yang ia curigai tidak terlihat. Karena. wanita itu selalu menundukkan


kepalanya. Seakan ia tahu di mana letak cctv di club' ini.


" Tapi Giselle memang sering di bawa Aaron kesini saat mereka


masih pacaran dulu ? " batin


Tommy.


" Bagaimana ini Tuan Tommy ?


wajah wanita ini tidak bisa kita lihat dengan jelas." ujar manajer


takut, karena merasa gagal menemukan orang yang membawa Aaron.


" Hmm ... berikan copy an cctv ini pada saya. Biar saya yang mencari Aaron. " ujar Tommy


datar.


" Baik Tuan ... " manajer menyuruh


bawahannya untuk membuatkan


copy an yang di minta Tommy.


" Ini Tuan ... " ujar manajer memberikan copy an cctv yang


di minta Tommy.


" Hmm ... Ya, sudah saya pergi."


Tommy melangkah pergi meninggalkan manajer dan club'


setelah mengatakan hal itu pada


manajer.


Tommy segera memacu mobilnya dengan kencang melaju di jalanan


yang mulai sepi. Karena waktu


sudah menunjukkan pukul dua


pagi.


Ia akan pergi ke apartment


Giselle pemberian Aaron.


Tommy tidak ingin, Giselle menjebak sahabatnya lagi.


Sedangkan Aaron sudah berniat


menceraikan Giselle, jika ia tidak


hamil anak Aaron.


Tapi begitu tiba di lobby apartment, ia tidak di perbolehkan masuk, karena hari sudah larut bahkan bisa di katakan pagi.


Sekuriti menyuruhnya untuk datang kembali setelah para


penghuni apartment bangun dan


beraktivitas.


Mendengar hal ini, Tommy benar -


benar frustasi. Ia tidak bisa menolong Aaron saat ini. Ia yakin


Giselle telah berhasil menjebak


Aaron kembali. Wanita j****g itu


pasti sengaja melakukan ini.


Karena sudah beberapa kali ia


mencoba mendatangi dan menghubungi Aaron, tapi Aaron selalu menolaknya.


Aaron benar - benar membenci


Giselle sekarang.


Terpaksa ia harus pergi dari


apartment Giselle dan kembali


saat matahari sudah mulai


menampakkan dirinya.


Sebelum masuk ke dalam mobil,


Tommy memandang ke arah apartment yang menjulang.


Di salah satu kamar yang ada


di sana ada Aaron sahabatnya


yang terjebak bersama wanita


j****g, Giselle.


**********************************


Hai semua, sayang - sayangku .... pada Sehatkan ?


Harus Sehat ya , agar bisa beraktivitas dan tetap produktif.


Sebenarnya Mommy ingin bisa


up seperti Author yang lain hingga


tiga bab sekaligus. Tapi sayangnya Mommy tidak cukup


untuk menulis. Ada aja kesibukan


yang gak bisa di tinggalkan.


Jadi Mommy mohon pengertiannya, ya ... gak papakan


kalau Mommy cuma bisa Up


satu episode setiap harinya.


Tapi jika ada waktu lebih luang,


Mommy akan usahakan sesekali


Up beberapa episode.


Tapi belum tahu kapan, ya sayang... 😀😘


Terima kasih buat yang sudah mendukung novel yang mommy buat. 🙏😁😘😍


Jangan lupa terus dukung Mommy, ya ....like, koment, vote, beri hadiahnya yang banyak .... dan tekan favorit agar notifikasi masuk di tempat kalian semua. hehehe. ❤️😍

__ADS_1


Okey deh ... selamat membaca.😘😘😘


__ADS_2