
Elbert yang kini sudah tinggal
di apartmentnya sendiri dan tidak lagi tinggal bersama Felicie
menunggu Felicie keluar dari kamarnya. Hari ini seperti biasa ia akan mengantarkan Felicie ke kampus.
Seiring berjalannya waktu mereka berdua semakin dekat. Felicie tidak lagi terlalu menjaga sikapnya pada Elbert.
Felicie sekarang lebih sedikit terbuka dan mulai berbagi cerita padanya, baik mengenai kegiatan di kampus ataupun keinginannya
untuk mengelola perusahaan Papanya dengan baik setelah nanti ia kembali ke negaranya.
Bahkan ketika Elbert menanyakan mengenai masalah yang terjadi
di masa lalunya, Felicie dengan
tanpa merasa terpaksa cerita
kepadanya.
Walaupun Elbert tahu masih ada beberapa hal yang belum diceritakan oleh Felicie, tetapi ia mengerti. Mungkin Felicie masih memerlukan waktu dan lebih memilih menyimpannya sendiri.
Felicie.
Felicie tidak mau menceritakan padanya apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya saat ia
membuat Aaron terluka parah dan kemudian Felicie menghilang selama seminggu. Ia hanya diam ketika Elbert bertanya apa yang membuat Aaron harus sampai di rawat di rumah sakit dengan beberapa cedera yang lumayan parah.
Meskipun sekarang ia masih belum menerima cinta Elbert tetapi El bisa melihat kalau sebenarnya Felicie sudah mulai membuka hatinya untuk El.
Tapi hari ini ia harus pergi dan meninggalkan Felicie untuk sementara, karena Elbert harus kembali ke perusahaannya untuk menghadiri rapat yang tidak bisa ia hindari. Sudah beberapa lama,
Elbert hanya menyerahkan tanggung - jawab pada John untuk menjalankan perusahaannya. Walaupun memang ia yang selalu memberi perintah apa saja yang harus
di kerjakan oleh John.
Selain itu sebenarnya yang paling penting dan ingin Elbert lakukan adalah menemui Claire.
Jika tidak karena ada sesuatu yang harus tuntaskan dengan segera, Elbert tidak sudi pergi menemui Claire.
Tapi kali ini ia terpaksa karena harus sebelum berita yang tidak benar ini akan sampai di telinga Felicie.
Elbert tidak ingin Felicie percaya dengan apa yang didengar dan
dilihatnya dari berita. Hingga membuat Felicie menutup kesempatan bagi Elbert untuk mendapatkan cintanya.
Claire pasti akan menggunakan cara dan kekuasan yang ia punya untuk menemui Elbert dan akan sengaja membuat keributan jika Elber tidak juga menemuinya.
Beberapa hari yang lalu, John melaporkan padanya apa saja yang telah di lakukan Claire di perusahan dan publik.
Claire sengaja mengatakan pada media dengan mengadakan jumpa pers kalau ia adalah tunangan El dan setelah El pulang mereka akan melangsungkan pernikahan.
Sebelumnya Claire mengancam John jika tetap tidak mau memberitahu keberadaan Elbert, ia akan melakukan hal besar yang akan membuat John dan Elbert menyesal karena tidak mau mendengarkan permintaannya.
Waktu itu Elbert dan John hanya menganggap remeh ancaman dari Claire, hingga mereka tidak menanggapinya. Tapi ternyata Claire melakukannya. Hingga membuat publik geger. Terutama para petinggi perusahan.
Karena sejak berita itu dirilis oleh Claire, harga saham mereka di pasaran malah semakin naik. Semua orang tahu kalau kakek Claire adalah pengusaha besar sebagaimana kakeknya Elbert.
Tentu saja berita dari dua keturunan pengusaha raksasa akhirnya bersatu membuat banyak orang turut bahagia. Tapi tidak untuk Elbert.
Ia malah sangat marah atas tindakan yang dilakukan Claire.
Elbert takut jika sampai Felicie mengetahui akan menutup kesempatan yang sudah ditunggunya selama ini menjadi sia - sia.
Meskipun selama ini, Elbert tidak pernah menunjukkan wajahnya
di depan publik demi menjaga privasinya. Kalangan pengusaha dimana pun berada baik di dalam negeri maupun di dalam negeri hanya mengetahui namanya saja tanpa mengetahui wajah aslinya. Bahkan di perusahaan hanya orang - orang tertentu saja yang bisa melihat wajah Elbert.
Ia hanya ingin tampil layaknya orang biasa saja jika sedang berada di luar.
Tapi karena ulah Claire, masyarakat jadi penasaran akan sosoknya yang dilukiskan Claire seorang pria yang sangat tampan.
Sehingga membuat masyarakat meminta agar Elbert muncul dan memperlihatkan wajahnya di depan publik.
__ADS_1
Belum lagi masalah Dave yang terus berusaha mendekati Felicie. Ia tidak perduli meski sudah pernah di ancam oleh Elbert untuk menjauh.
Bahkan Dave tetap tidak perduli meski El mengatakan padanya kalau Felicie adalah calon isterinya.
Hal inilah yang membuat Elbert khawatir untuk pergi meninggalkan Felicie. Ia tidak bisa bicara jujur dan mengatakan pada Felicie mengenai masalah yang sedang ia hadapi .
Hingga sampai hari ini, ia belum juga berani mengatakan pada Felicie kalau ia akan pergi ke perusahaannya setelah mengantarkan Felicie ke kampus dan nanti ia tidak bisa menjemputnya.
Ia bingung bagaimana menyampaikan pada Felicie kalau ia mungkin tidak akan bisa cepat kembali. Padahal ia sudah berjanji untuk selalu berada disisi Felicie.
Kali ini ia benar - benar bersikap seperti seorang pengecut, karena terlalu takut kehilangan Felicie,
membuatnya tidak berani berkata jujur.
" El ... kamu kenapa ? Kog kelihatannya lagi banyak yang kamu pikirkan ?" Elbert terkejut karena Felicie tiba - tiba sudah berada di dekatnya.
Ia tidak menyadarinya sama sekali karena sibuk dengan pikirannya sendiri.
" Hmm ... gak ada apa - apa, Feli.
Aku hanya gak mau nantinya kamu mendadak membenciku jika mendengar sesuatu hal yang tidak mungkin akan aku lakukan. " ujar Elbert berusaha memberi isyarat pada Felicie.
" Hehehe ... memangnya kamu melakukan apa sampai aku bisa jadi benci sama kamu !" Felicie malah menanggapi dengan tertawa mendengar omongan Elbert.
" Tidak ... tidak ada. Aku gak melakukan apa - apa. Cuma aku hanya ingin mengingatkan, tolong kamu tetap percaya denganku. Jangan langsung percaya dengan apa yang kamu dengar ataupun kamu lihat. Aku gak akan pernah mengkhianati kamu !" ujar Elbert berubah serius.
" Kamu aneh hari ini, El ... ! Tapi baiklah, aku akan dengar saran dari kamu. Sekarang kita sudah bisa berangkat ? " Felicie melihat Elbert dengan perasaan heran tapi ia tetap berusaha bersikap biasa.
" Feli ... " panggil Elbert sebelum mereka melangkah keluar dari apartment.
" Ya ... !" Felicie lalu melihat ke arah Elbert.
" Feli ... sebenarnya hari ini setelah aku mengantarkan kamu kuliah. Aku akan pergi ke perusahaan yang di N*****k ... Aku harus menghadiri rapat penting dan sekaligus menyelesaikan sebuah masalah." akhirnya Elbert memutuskan untuk memberitahukan tentang kepergiannya pada Felicie.
Felicie terdiam sejenak begitu mendengar perkataan Elbert.
" Hmm ... pergilah. Aku udah berulang kali ngomong ke kamu, jangan gara - gara aku, kamu menentelantarkan pekerjaan kamu. Tapi kamunya gak mau dengar. Aku bisa sendiri, kog ... !" .
Elbert merasa lega setelah memberitahu Felicie tentang kepergiannya. Ia tahu memang Felicie tidak pernah menahannya untuk tetap berada disini. Tapi Elbert yang menginginkannya karena gak ingin jauh darinya lagi.
Felicie lumayan merasa terganggu dengan yang di katakan Elbert. Walaupun ia sudah sering mendengar kata - kata ini keluar dari mulutnya Elbert. Meski selama ini Felicie belum menjawabnya, namun Elbert gak bosan mengatakannya lagi pada Feli. Tapi entah mengapa hatinya mendadak jadi merasa khawatir kali ini.
Seolah - olah ada hal yang besar yang akan terjadi dalam kehidupannya. Tapi ia berusaha terlihat tenang, karena gak ingin membuat Elbert membatalkan kepergiannya. Felicie tidak mau ia menjadi seseorang yang menghambat masa depan Elbert.
" Feli ... kamu dengar aku, kan ?" tanya Elbert cemas karena melihat Felicie melamun.
" Eh, dengar ... tentu saja aku tahu.
Maaf, kalau aku belum bisa memberikan apa yang kamu mau, El ... !" jawab Felicie menutupi rasa gugupnya.
" Gak papa, aku mengerti !
Feli, selama aku pergi kamu kuliah bawa mobil sendiri, ya ... ! " sahut Elbert.
" Loh, kamu gak bawa mobil ?" tanya Felicie.
" Gak, aku naik pesawat aja. Mobil ini aku beli memang untuk kamu selama kuliah disini. " ujar Elbert.
" Hah ... kamu gak perlu lakuin ini buat aku, El ... aku bisa numpang dengan Airin dan Devan kalaupun gak ada mobil. Kalau gak aku bisa jalan. " ucap Felicie merasa gak enak, karena Elbert sudah banyak berkorban untuknya.
" Aku yang gak mau melihat kamu lelah jika harus jalan ke kampus. " sahut Elbert cepat.
" Hmm ... baiklah. Kita bisa berangkat sekarang ? Nanti kamu telat lagi berangkatnya kalau ngobrol terus sama aku. " ucap Felicie.
" Baiklah ... nanti kamu ambil mobil di toko aku, ya ... !" ujar Elbert masih belum rela kalau harus meninggalkan Felicie.
" Ya ... !" sahut Felicie.
" Selama aku pergi jangan biarkan si b******k Dave mendekati kamu, ya ... !" ujar Elbert cemburu.
" Itu gak mungkin, El ... seperti kamu tahu dia kakak senior di kampus. Banyak urusan kampus yang membuat kami terkadang
bertemu. " bantah Felicie, walau dia mengerti kalau Elbert sedang khawatir karena rasa cemburunya.
__ADS_1
" Aku mengerti, tapi bisakah jangan terlalu dekat dengannya !
Dia hanya memanfaatkan kesempatan untuk dekat dengan kamu. " ujar Elbert.
Felicie hanya tersenyum mendengar omongan Elbert yang jelas sekali wajah cemburunya.
Tiba di kampus, Elbert rasanya ingin membatalkan kepergiannya saja, karena gak rela berpisah dengan Felicie. Tapi sayangnya ia harus tetap pergi untuk menyelesaikan masalah yang dibuat Claire.
" Feli ... !" panggil Elbert lirih, membatalkan niat Felicie yang baru saja hendak membuka pintu mobil.
" Ada apa, El ... ?" tanya Felicie menatap Elbert.
Tanpa mengatakan sepatah katapun, Elbert langsung menarik badan Felicie ke dalam pelukannya.
Felicie tidak berusaha menolak pelukan Elbert. Ia justru membutuhkannya kali ini agar tidak terlihat sedih karena jauh di lubuk hatinya, Felicie juga mulai terbiasa atas semua perhatian yang diberikan Elbert padanya.
Elbert kemudian melonggarkan pelukannya dan mengangkat kepala Felicie yang bersandar di dadanya. Ia melihat dengan tatapan penuh arti. Begitu pula dengan Felicie. Hatinya benar - benar tidak bisa ia kendalikan lagi.
Perlahan tanpa ada yang bisa mencegahnya, Elbert dan Felicie menyatukan bibir mereka. Dengan penuh kelembutan dan perasaan, Elbert me****m bibir Felicie.
Felicie yang belum begitu ahli melakukannya hanya bisa pasrah dan mengimbangi setiap gerakan yang di lakukan Elbert.
Mereka berdua larut dalam perasaan yang selama ini bergejolak.
Hingga akhirnya mereka terpaksa menghentikan kegiatannya karena suara dering handphone milik Elbert terus berbunyi.
" Angkat dulu ... mungkin panggilan penting !" ucap Felicie dengan suara lirih. Wajahnya merah, ia merasa malu dengan yang baru saja mereka lakukan.
Elbert tertawa pelan sembari menghapus jejak bibirnya di bibir Felicie dengan jarinya, kemudian mengangkat handphonenya.
" Ya, sebentar lagi aku tiba disana ! Siapkan semuanya dengan cepat !" perintah Elbert pada John yang menanyakan kapan ia tiba di perusahaan.
Elbert kemudian menutup telepon nya setelah selesai bicara dengan John.
" Pergilah ... dan kembali dengan cepat jika urusan kamu udah selesai. " ucap Felicie dengan wajah yang masih memerah karena malu.
Kali ini ia sudah yakin dengan perasaannya. Ternyata selama ini Felicie sudah mencintai Elbert.
Hanya saja ia belum menyadarinya.
" Baik ... tunggu aku kembali." ujar Elbert bahagia karena ia tahu kalau Felicie sudah menerimanya.
" Hmm ... " sahut Felicie sembari membuka pintu mobil.
" Feli, jaga dirimu selama aku tidak ada, ya ... ! jangan biarkan berita tidak benar menghancurkan
kamu. Yakinlah, aku selalu mencintai kamu !" ujar Elbert menatap mata Felicie dengan tatapan penuh cinta.
" Hmm ... Kamu hati - hati ! Semoga masalahmu bisa cepat selesai. " ucap Felicie kemudian keluar dari dalam mobil Elbert.
" Baik ... kamu juga hati - hati
disini selama aku tidak ada, ya .. !" pesan Elbert menurunkan kaca jendela mobil.
" Ya ... bye . Aku masuk, ya ... !" ucap Felicie.
" See you my little girl ... !" ujar Elbert.
Felicie menganggukkan kepalanya sembari berusaha meredakan debaran keras yang terjadi. Ia kemudian melangkah masuk ke dalam kampus.
Elbert terus memandang hingga Felicie tidak terlihat lagi. Ia kemudian menghela nafas dengan kasar.
Elbert benar - benar marah dengan Claire, karena ulahnya yang menjijikkan membuat El harus berpisah dengan Felicie yang baru saja menerimanya.
" Tunggu aku honey, aku pasti segera kembali !" gumam Elbert sebelum pergi meninggalkan
kampus Felicie.
**********************************
Hai semua ... 😍
Jangan lupa like, vote dan koment positifnya ya ... 😘😘😘
__ADS_1
Buat yang sudah dan tetap mendukung dengan memberi like, vote dan komentnya, Mommy ucapkan terima kasih .... 🙏🙏😘😍
Love You All ❤️❤️❤️