Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 59


__ADS_3

Tidak terasa hari ini adalah hari


sidang penjatuhan talak cerai dari Aaron pada Felicie. Itu berarti


Felicie akan bertemu kembali


dengan Aaron dan ini yang terakhir. Karena setelah ini mereka tidak akan ada hubungan


sama sekali. Lalu ia akan segera


pergi dari negara ini.


Sebenarnya jika tidak ada campur tangan dari Tuan William, proses perceraian ini jatuhnya akan lebih lama.


Normalnya sidang perceraian itu bisa berjalan kurang lebih selama enam bulan, atau tiga sampai empat bukan jika sidang berjalan lancar dan cepat. Karena jangka waktu tersebut berdasarkan atas tingkat kerumitan setiap kasus perceraian. Ini semua tergantung


kedua belah pihak, baik penggugat maupun tergugat. Apakah mereka kooperatif atau tidak pada saat terjadinya sidang.


Jika kedua belah pihak bersikap


kooperatif maka persidangan


bisa selesai lebih cepat dan


berjalan dengan lancar.


Berbeda dengan kasus umumnya,


sidang perceraian Aaron dan Felicie jauh lebih cepat di laksanakan. Tuan William


meminta pada Hakim dan pihak yang terkait agar segera memproses nya.


Kali ini Tika tidak bisa ikut menemani Felicie. Karena ia harus


mengurus jualan onlinenya yang sedang bermasalah. Salah - satu


pelanggannya ada yang komplain,


karena barang yang mereka pesan belum datang juga pada hari yang di janjikan Tika pada mereka.


Elbert menggenggam tangan Felicie dengan erat saat masih di dalam mobil.Karena tangan Felicie sangat dingin ketika tadi Elbert gak sengaja bersentuhan dengannya.


" El ... " ucap Felicie berusaha menarik tangannya dari genggaman Elbert.


Tapi Elbert menahannya dengan


semakin erat.


" Tanganmu dingin, biarkan sebentar seperti ini. Nanti setelah


lebih hangat akan aku lepaskan."


ujar Elbert menatap Felicie dengan lembut.


Felicie gak bisa menjawab perkataan Elbert. Ia tahu saat ini,


kondisinya tidak dalam keadaan baik. Semalam entah kenapa ia


kesulitan untuk tidur. Setelah


selesai mengemasi semua barangnya yang ada di apartment


Aaron, lalu ia membersihkan apartment Aaron mulai dari lantai atas hingga lantai bawah.


Ia ingin keluar dari apartment itu


tanpa meninggalkan sebutir debu


sedikitpun. Jadi jika nanti Aaron


kembali tinggal di apartment itu,


ia akan senang melihatnya.


Bukan apa - apa, ini hanya sebagai


ucapan terima kasih Felicie saja


terhadap Aaron. Karena bagaimana pun, ia memiliki tempat berteduh yang nyaman setelah ia keluar dari rumahnya.


Meski Felicie punya apartment sendiri pemberian Papa nya, tapi karena saat itu ia tidak ingin Bagas dan keluarganya tahu,


jadi ia terpaksa tinggal bersama


Aaron. Karena terlalu semangat bebersih, ia tidak menyadari jika hari sudah menjelang pagi.


" Kamu sakit, Feli ....? " tanya Elbert karena melihat keringat yang mulai berjatuhan dari dahi


Felicie.


" Gak, hanya kurang tidur aja." ucap Felicie.


" Kog gak bisa tidur ? " tanya Elbert perhatian.


" Karena aku akan segera keluar dari apartment itu, jadi aku membersihkan semuanya. Gak taunya karena keasyikan bebersih, aku sampai lupa waktu." jelas


Felicie jujur.


" Kamu ... kenapa harus memaksakan diri seperti ini ?


Biarkan aja pria itu menyuruh pelayannya untuk membersihkan


apartment nya. Karena itu kamu


jadi kelelahan dan sakit." ujar


Elbert gusar.


" Gak El, aku gak sakit, kog.


Cuma kurang istirahat aja. Nanti


setelah sidang selesai aku akan


menebusnya dengan tidur seharian." ucap Felicie


meyakinkan Elbert.


Elbert memandang Felicie dengan


mata khawatir. Ia benar - benar gak ingin kalau Felicie sampai


jatuh sakit.


" Apa kamu kuat untuk jalan ? "


tanah Elbert.


" Kuatlah. Masa gitu aja gak kuat.


Sungguh aku gak papa, El ... " ujar


Felicie terharu dengan perhatian


yang di berikan Elbert.


" Hmm ... baiklah. Jika kamu gak


kuat bilang biar aku menggendong kamu sampai ke dalam." kata Elbert serius.


" Hehehe ... Okey. " sahut Felicie tertawa melihat wajah Elbert yang


terlihat cemas.


Melihat Felicie tertawa membuat


Elbert jadi ikut tertawa. Ia selalu


merasa bahagia jika bisa melihat


senyum dan tawa Felicie.


Elbert mencubit hidung Felicie dengan gemas tanpa sadar.


Felicie yang mendapat perlakuan


seperti ini dari Elbert mendadak


salah tingkah. Ia membuang pandangannya ke luar agar tidak


bertatapan dengan El.


Elbert yang tahu Felicie sedang


malu, karena yang di lakukannya tadi semakin berniat menggoda


Felicie. Ia sengaja mendekatkan

__ADS_1


wajahnya ke arah Felicie, seakan


ingin mencium Felicie.


Walaupun ia memang sangat menginginkannya selama ini.


Benar saja Felicie langsung bereaksi begitu melihat El mendekatinya.


" Eh, kamu mau lakuin apa, El ... ?"


tanya Felicie terkejut dengan wajah memerah.


Hidung Felicie bisa menghirup wangi maskulin yang keluar dari tubuh Elbert yang jaraknya begitu dekat dengannya.


Lalu Felicie memegang dadanya yang tiba - tiba berdetak lebih keras dari biasanya.


Begitu juga dengan Elbert, rasanya ia sangat ingin menarik


Felicie ke dalam pelukannya saat


ia mencium aroma vanila yang


keluar dari tubuh Felicie.


Tapi El sudah berjanji pada dirinya, ia akan bersabar menunggu cinta Felicie dan tidak


memaksakan perasaannya.


Hingga Felicie sendiri yang datang


padanya suatu hari nanti.


" Gak ada, cuma mau bukain seat belt kamu, Feli ... abis udah nyampe dari tadi gak di buka juga.


Taat peraturan banget sih gadis


kecilku ...." ujar Elbert menggoda


Felicie.


" Oh ... kirain apa ? " ucap Felicie


malu, karena pikiran mesum yang tadi sempat terlintas di kepalanya.


Ia pikir Elbert ingin menciumnya.


" Kamu pikir aku mau lakuin apa rupanya ? " tanya El lagi dengan mata tersenyum.


" Eh, itu ... aku pikir kamu mau


bukain pintu nyuruh aku keluar."


jawab Felicie berbohong dengan


gugup.


" Oh, kirain kamu mikir aku mau


mencium kamu .... hehehe." ledek


Elbert.


" Elbertttttt ... !!! " teriak Felicie


malu, lalu segera keluar dari mobil.


Elbert tertawa melihat tingkah


Felicie. Ia benar - benar seperti


gadis kecil kecil yang sangat menggemaskan. Ia lalu berlari


menyusul Felicie yang sudah


jauh di depan.


Aaron menyaksikan semua yang


terjadi antara Felicie dan Elbert


dengan hati sakit.


Feli terlihat sangat bahagia saat bersama Elbert.


Hari ini ia akan menjatuhkan talak


cerai pada Felicie. Berarti setelah ia menjatuhkan talak, mereka sudah resmi berpisah untuk selamanya. Ia tidak akan lagi


Felicie, isteri cantiknya. Aaron menghela nafas dengan berat,


memikirkan hal ini.


" Istriku sangat cantik, Tom ... " gumam Aaron sambil melihat


Felicie yang kembali mengenakan


pakaian formal untuk sidang terakhir ini. Tapi kali ini ia terlihat


lebih anggun dalam balutan pakaian yang di kenakan nya.



Beginilah perkiraan Author penampilan Felicie hari ini ... 😀


Tommy yang tahu jika sahabatnya


sedang bersedih berusaha untuk


menghiburnya.


" Lo harus kuat, bro ... Jangan


lemah. Gue tahu Lo sedih, tapi


Lo ingat semua ini adalah yang


terbaik yang elo bisa lakukan


buat Felicie." ujar Tommy menepuk bahu Aaron pelan.


" Ya, Lo benar Tom ....ayo, kita


segera menyusul mereka." ucap


Aaron berusaha menutupi perasaan sedihnya.


" Yuk, Zico udah heboh dari tadi,


nih ... " Tommy menunjukkan


ponselnya yang terus berdering


karena panggilan dari Zico.


Aaron dan Tommy lalu keluar dari


dalam mobil dan berjalan dengan


cepat menghampiri Zico.


" Gila Lo, ya Ron ... udah tau sebentar lagi mau sidang. Lo baru


datang jam segini." omel Zico kesal.


" Sorry, bro ... sebenarnya kami udah datang dari tadi, tapi karena


gue dan Tommy kecepatan jadi


kami nunggu di mobil." ujar Aaron


menjelaskan sambil melirik Felicie


yang berdiri tak jauh dari nya.


Aaron dan Zico membicarakan


mengenai sidang hari ini dan


mengenai pengalihan saham pada Felicie yang sudah di lakukan sejak kemarin di perusahaan.


Begitu juga dengan pengalihan kekayaan milik Aaron dan uang


satu milyar yang pernah ia janjikan pada Felicie jika mereka


bercerai.


" Ya, udah kalau gitu kita masuk

__ADS_1


sekarang. Felicie juga udah masuk, tuh ... " ucap Zico.


Benar, Aaron sudah gak melihat


Felicie, yang tadi masih berdiri


bersama Elbert dan pengacaranya.


" Hmm ... " jawab Aaron singkat.


Ia pun mengikuti langkah Zico menuju ruang sidang.


Aaron melihat Felicie sudah duduk dengan manis di kursi


yang di sediakan untuknya.


Sementara Aaron akan duduk


di sebelahnya.


Aaron memandang wajah Felicie


dengan tatapan cinta yang penuh


kesedihan dan penyesalan.


Ingin rasanya Aaron memeluk


tubuh Felicie yang pernah ia lecehkan. Semua lekuk tubuh Felicie masih terekam dengan jelas di pikirannya.


" Andai saja waktu itu aku tidak bertindak bodoh, mungkin aku akan jadi pria yang paling beruntung dan bahagia di dunia ini karena memiliki isteri secantik dan sebaik Felicie." batin Aaron.


Felicie yang merasa sedang


di perhatikan oleh Aaron, hanya bisa menghela nafas pelan.


Elbert yang melihat Aaron terus


melihat ke arah Felicie


menahan gejolak cemburu


di hatinya.


Hakim memulai jalannya persidangan dengan cepat.


Karena kedua belah pihak yang akan bercerai sudah mencapai


kata sepakat. Selama ini kedua pengacara dari pihak Felicie dan Aaron mewakili mereka di setiap persidangan.


Akhirnya tibalah waktunya Aaron


mengikrarkan kata talak untuk


Felicie yang menandakan ia sudah


sah di mata hukum dan agama sebagai pasangan yang telah bercerai.


Saat akan mengucapkan kata - kata, itu Aaron benar - benar merasa berat. Ia terdiam sejenak.


Akhirnya Hakim kembali mengulang dan mengingatkan pada Aaron untuk segera mengucapkan kata talak.


Agar perceraian mereka bisa selesai dengan secepatnya.


Dengan menarik nafas kasar, akhirnya Aaron melafaskan kata


talak itu dari mulutnya.


Setelah Aaron mengucapkan kata talak pada Felicie, ia pun terduduk dengan lemas di kursinya.


Kini hubungan pernikahan mereka benar - benar telah berakhir. Felicie sudah bukan isterinya lagi. Begitu pula sebaliknya. Aaron bukanlah suami Felicie.


Setelah hakim mengesahkan


perceraian mereka akhirnya


sidang ini pun selesai.


Felicie bersama Elbert dan pengacaranya lebih dulu keluar dari ruangan sidang.


Baru kemudian tak lama giliran


Aaron dan kedua sahabatnya.


Aaron hanya bisa menatap dengan nanar ke arah Felicie.


Haknya sebagai suami sudah hilang hari ini.


Tapi tiba - tiba Aaron tidak percaya dengan penglihatannya. Felicie terlihat berjalan mendekat


ke arahnya. Apakah ini mimpi ?


" Apakah Felicie sengaja melakukan ini untuk menghukum ku lalu setelah itu ia akan menerima rasa cinta dariku ?" gumam Aaron senang dalam hati.


" Tuan Aaron ... terima kasih."


ucap Felicie mengulurkan tangannya untuk mengajak berjabatan dengan Aaron.


Aaron termangu mendengar perkataan Felicie. Ternyata Felicie hanya ingin mengucapkan kata terima kasih bukan seperti yang ia pikirkan. Ia hanya berdiri seperti patung tanpa membalas jabatan tangan Felicie .


Tommy yang melihat hal ini segera menyenggol badan Aaron untuk menyadarkannya.


Aaron pun menyadari sikapnya, lalu dengan senyum di wajah


Aaron membalas jabatan tangan dari Felicie.


" Harusnya aku yang berterima kasih padamu, Fei ... karena sudah memberikan kesempatan padaku untuk menjadi suamimu.


Walau hanya sebentar.


Aku sadar, aku memang tidak


pantas untukmu ... Semoga setelah ini kehidupan yang akan kamu jalani lebih baik dan bahagia di bandingkan saat bersamaku.


Maafkan atas semua kesalahan


yang pernah aku lakukan padamu


dan terima kasih untuk segalanya. Aku akan menghukum diriku dengan mencintaimu seumur hidupku." setelah selesai mengucapkan kata - kata ini, Aaron segera melangkah pergi meninggalkan Felicie yang terdiam mendengar perkataan


Aaron.


Semua yang ada di dekat mereka,


termasuk juga Elbert merasa terkejut dengan perkataan Aaron.


Mata Aaron berkaca - kaca setelah berlalu dari hadapan Felicie. Ia benar - benar merasa hancur kali ini.


" Selamat Felicie ... semoga kamu


selalu bahagia. Maafkan Aaron


sahabatku." ujar Tommy menjabat tangan Felicie, lalu berlari mengejar Aaron.


Felicie hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas perkataan Tommy padanya.


Karena kata - kata Aaron tadi masih terngiang jelas di telinganya.


" Feli, kita bisa pulang sekarang ? "


tanya Elbert yang melihat Felicie


masih terkejut dengan ucapan


Aaron tadi dengan menggenggam


tangan Felicie.


Elbert sendiri sebenarnya juga sangat terkejut. Ia tidak menyangka Aaron ternyata mencintai Felicie begitu dalam,


sama seperti dirinya.


" Hah, Ya ... Baiklah." jawab


Felicie gugup dengan lirih.


Elbert segera merangkul Felicie


untuk menyalurkan kekuatan


padanya. Agar gadis kecilnya ini


tidak menjadi rapuh.


**********************************


Maaf semua, Up nya baru bisa

__ADS_1


malam nich ... 🙏🙏😘


Love You All ... 🙏🙏😘😘


__ADS_2