
Ternyata inilah maksud dari mimpinya kemarin. Tangan yang Felicie lihat adalah tangan seorang wanita yang akan membawa Elbert pergi dan menjauh darinya.
" Apakah ini yang kamu maksud untuk tetap percaya padamu, El ... ? Tapi apa aku masih bisa mempercayaimu jika yang kulihat di berita itu nyata !" ucap Felicie lirih dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya.
Sudah dua jam sejak kepulangannya dari butik, Felicie hanya bisa duduk seperti tak bernyawa di atas tempat tidurnya.
" Kamu minta aku untuk tidak percaya pada semua berita yang ada ! Tapi kenapa kamu tidak berusaha memberitahu aku dan menjelaskannya, jika itu memang tidak benar !".
" Tidak, aku tidak boleh lemah seperti ini ! Aku dan Elbert tidak punya hubungan apapun. Jika dia memang mencintaiku seperti yang sering dia ucapkan, Elbert tidak mungkin merahasiakan hal ini dariku ! ".
" Apa memang sudah menjadi takdir ku untuk selalu di khianati oleh pria ? Apa memang aku tidak berhak untuk bahagia dan mencintai seorang pria ! ".
" Apakah semua pria memang seperti itu ! Dulu, Aaron dengan mudahnya mengatakan cinta padaku setelah ia berkhianat dengan Giselle dan Vera. Lalu, sekarang Elbert, dengan yakin ia berkata padaku kalau sudah sejak lama ia mencintaiku tapi di belakang ku ternyata ia sudah bertunangan ... hahaha !" tawa Felicie terdengar memilukan karena bercampur dengan tangisannya.
Ia sangat menyesali kebodohannya. Harusnya ia tidak dengan mudah membuka hati pada Elbert hanya karena terharu atas semua perhatian dan kata - kata cinta darinya.
Harusnya ia hanya fokus pada tujuan awalnya pada saat memutuskan datang ke negara ini untuk belajar dan menyelesaikannya dengan cepat.
Harusnya ia menolak dengan keras saat Elbert meminta izin padanya untuk menemaninya di kota ini.
Kenapa ia berubah jadi wanita yang lemah ? Kenapa ia jadi seorang wanita yang bergantung dengan orang lain, sedangkan selama ini ia terbiasa mengatasi semua masalahnya sendiri !
Felicie kembali teringat akan video Elbert dan Claire yang sedang berada di kamar hotel. Claire terlihat begitu bahagia dan bangga memperkenalkan pada semua media kalau Elbert adalah calon suaminya. Apalagi dengan wajah sumringah Claire mengatakan pada media bahwa wajar saja jika mereka melakukan hubungan intim, karena sebentar lagi mereka akan menikah.
Hal ini membuat air matanya jatuh dengan deras. Ia tidak bisa membendungnya sama sekali. Felicie memukul dadanya yang mulai terasa sesak.
" El, apa yang harus aku lakukan ? Apakah aku harus tetap percaya seperti yang kau pinta atau malah sebaliknya ?" gumam Felicie sembari merebahkan tubuhnya.
Karena terlalu lelah dan tidak bisa menjawab pertanyaan yang ada
di benaknya membuat Felicie tertidur.
Sementara itu, suasana di - mansion Elbert berubah jadi sangat menegangkan. Tidak ada seorangpun yang ada di dalam mansion berani bersuara, karena takut terkena amarah dari Elbert.
Elbert yang sedang di kuasai rasa marah akibat perbuatan Claire,
melemparkan semua barang - barang yang ada di dalam ruangan kerjanya. Ia bahkan meninju dinding dengan keras hingga menyebabkan tangannya terluka dan mengeluarkan d***h.
Mungkin jika saat ini, Claire ada di dekatnya wanita itu pasti akan ma** di tangannya.
Jhon yang melihat ini hanya bisa menghela nafas dengan pelan.
Ia tahu, Elbert sangat sedih karena kejadian ini. Ia harus terpisah dengan wanita yang ia cintai dengan sepenuh hatinya. Hingga membuatnya kembali menjadi sosok yang mengerikan.
" Apa, kau sudah berhasil mengetahui di mata wanita j****g si****n itu, bersembunyi Jhon ... ! " tanya Elbert dengan wajah sedingin es.
" Maaf, El ... aku belum menemukannya. " ujar Jhon.
" Keluarganya ! Apa yang
di katakan keluarganya ketika kau mengatakan aku akan segera bertunangan dengan p*****r murahan itu !" Elbert menatap Jhon dengan sorot mata nya yang begitu menyeramkan.
" Mereka tentu saja sangat senang mendengar kabar ini, El ..
dan meminta kamu datang ke mansion mereka untuk membahas pertunangan kamu dan Claire ?" ucap Jhon dengan nada khawatir.
" Jangan pernah kau sebut nama wanita j****g itu di dekatku ! Mendengar namanya saja aku sudah sangat muak !".
" Maaf, Elbert ... tapi mulai hari ini kamu harus terbiasa mendengar namanya. Bukankah kau memutuskan untuk bertunangan dengan Claire ? Jadi, kamu mesti membiasakan diri agar dia tidak curiga dan kita bisa menjebaknya
dengan mudah !" ujar Jhon berusaha mengingatkan niat Elbert.
Elbert mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat. Ia membuang nafas dengan kasar, setelah mengingat rencana yang menjijikkan ini.
__ADS_1
" Hmm ... apa sudah kau jalankan perintah dariku buat menempatkan orang untuk menjaga Felicie ?" suara Elbert berubah menjadi lirih saat menanyakan hal ini.
" Sudah, El ... bahkan dia sudah berangkat kesana !" jawab Jhon.
" Hmm ... apakah menurutmu, Felicie sudah mengetahui mengenai berita itu !" suara Elbert terdengar bergetar.
" Aku tidak tahu, El ... !" ujar Jhon menatap sedih pada Elbert yang kembali terlihat tidak berdaya ketika menanyakan hal itu.
“ Jhon, apakah Felicie bisa percaya denganku lagi setelah melihat video di hotel itu ? Apa dia akan memaafkan aku ?” ucap Elbert dengan wajah tidak percaya diri.
Sosoknya yang tadi menyeramkan saat membahas Claire berubah jadi meyedihkan ketika ia bicara tentang Felicie.
Jhon bingung harus memberikan jawaban apa buat Elbert. Ia tidak mau memberikan harapan palsu padanya.
Jujur saja Jhon juga tidak tahu, apakah Felicie bisa mempercayai Elbert kembali atau tidak, apalagi untuk memaafkan Elbert. Meskipun selama ini, Elbert telah menunjukkan rasa cintanya yang begitu besar pada felicie. Tapi rasanya kesempatan untuk itu sangat kecil.
“ Jhon ... ! “ Elbert terlihat menunggu jawaban dari Jhon.
“ Oh, Maaf El ... Jujur aku tidak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan yang kamu berikan. Apalagi setelah ini kamu akan bertunangan dengan Claire, sedangkan Felicie kan tidak tahu kalau pertunanganmu itu hanya pura – pura saja.” Jhon mencoba berbicara dengan jujur.
Elbert menarik nafas panjang lalu menghempaskannya dengan kasar setelah mendengar perkataan Jhon.
Walaupun sebenarnya ia tau, apa yang dikatakan Jhon itu benar tapi Elbert tetap tidak bisa menerimanya. Ia masih tetap berharap Felicie akan tetap mempercayainya dan bisa memberikan maaf buat Elbert.
“ Hmm ... El, sebaiknya kamu berdoa. Kita berdua sama – sama meminta pada Tuhan agar semua masalah yang kamu hadapi sekarang bisa selesai dengan cepat dan kamu bisa kembali bersama dengan Felicie. “ ujar Jhon.
Ya, meskipun Elbert dan Jhon menganut agama yang berbeda tapi sejak kecil, mereka diajarkan untuk saling menghormati kepercayaan masing – masing. Elbert muslim, karena daddynya memutuskan untuk mempelajari agama Islam setelah jatuh cinta dengan mommy nya. Sedangkan Jhon beserta kedua orang tuanya beragama kristen.
“ Hmm ... kamu benar, Jhon ! Sudah beberapa hari ini aku tidak melakukannya.” ucap Elbert sembari menghela nafas.
Tiba – tiba suara handphone Jhon berbunyi. Ia segera mengangkat nya, karena panggilan tersebut dari anak buah nya yang ia tugaskan untuk mencari Claire.
" Halo ... !" ucap Jhon.
" Bagus ! Di mana dia ?" tanya Jhon singkat.
" Dia baru saja pulang ke mansion orang tua nya. "
" Hah, dia sudah pulang, kapan ?" tanya Jhon seraya tersenyum tipis karena akhirnya Claire berani memperlihatkan dirinya.
" Baru saja, Tuan ... ia pulang di antar sebuah mobil dan sepertinya yang mengantarkan dia pulang seorang pria. "
" Hmm ... kalau begitu awasi dia terus. Kalian jangan sampai lengah sedikitpun. " ujar Jhon.
" Baik Tuan .... !" .
" Hmm .... hati - hati. Keberadaan kalian jangan sampai ketahuan." pesan Jhon.
" Ya, Tuan ... !" .
Setelah selesai bicara dengan anak buahnya, Jhon segera menutup handphonenya.
" El, wanita itu sudah kembali
ke mansion nya. " ujar Jhon melaporkan berita yang baru di dapatkannya.
Elbert kembali seperti gunung es, saat mendengar pembicaraan Jhon dan anak buahnya tadi. Ia dapat menduga bahwa yang di maksud oleh Jhon sudah pulang pastilah wanita j****g itu !
" Elbert ... " Jhon baru saja hendak menyampaikan berita yang ia dapat tapi langsung di potong oleh Elbert.
" Sudah ... ! Tidak perlu kau lanjutkan lagi. Pasti wanita itu sudah pulang ke mansion nya kan ... !" ucap Elbert dingin.
" Ya ... kamu benar El !" ujar Jhon seraya menganggukkan kepalanya dengan pelan.
__ADS_1
" Heh ... dia pasti sudah di kabari oleh keluarganya kalau aku sudah datang ke mansion nya untuk mengajak tunangan dengannya. Kalau tidak dia akan terus bersembunyi ! Dasar perempuan m*****n !" ucap Elbert geram.
" Ya, dia pulang pasti karena itu. " ujar Jhon.
" Hmm ... kalau begitu kita tunggu saja kabar dari keluarganya. Mereka pasti akan segera menghubungi kita. " ucap Elbert lalu bangkit dan menuju balkon.
Jhon mengikuti Elbert dan kini keduanya sedang menatap taman yang terlihat dengan sangat jelas dari balkon.
" Jhon, aku harap kali ini berita mengenai pertunangan ku jangan sampai di ketahui oleh media. Aku tidak mau berita itu akan semakin menyakiti Felicie. " Elbert terlihat menahan sakit saat mengatakan hal ini.
" Baik, El ... aku akan melakukannya ! Kamu jangan khawatir. " ujar Jhon sembari menatap Elbert dengan tatapan iba.
Ia tahu, bukan hanya Felicie yang terluka dalam masalah ini tapi Elbert juga, bahkan lebih karena Jhon sangat mengetahui seberapa besar rasa cinta Elbert terhadap Felicie.
" Pergilah ! persiapkan semua urusan untuk pertunangan memuakkan itu ! Biarkan perempuan itu merasa sangat senang sekarang, karena merasa sudah berhasil memaksaku untuk bertunangan dengannya. Aku mau istirahat ! " ucap Elbert dengan seringai di bibir nya.
" Baik ... !" sahut Jhon yang bergidik saat melihat seringai mengerikan Elbert.
Jhon segera keluar dari ruangan kerja Elbert. Ia tahu Elbert tidak ingin di ganggu saat ini.
Ia pun melangkah dan berjalan menuju lantai bawah untuk mengatur semua persiapan untuk pertunangan Elbert.
Jhon tahu Elbert pasti sangat berat karena harus bertunangan dengan Claire. Tapi jika tidak melakukan ini akan sangat sulit untuk menemukan bukti - bukti penjebakan itu.
Jhon tidak menyangka sama sekali, Claire yang selalu terlihat sebagai wanita manja dan terlihat belum bisa bersikap dewasa ternyata bisa melakukan semua penjebakan ini. Bahkan ia lakukan dengan sangat rapi.
Jhon yakin Claire telah di bantu oleh seseorang yang pintar. Karena tidak di temukan sedikitpun kesalahan dari kejadian kemarin.
Sementara itu Felicie yang baru saja terbangun dari tidurnya, kembali teringat akan pertunangan Elbert.
Padahal tadi ia sudah sangat tenang saat tidur, dan berharap bisa segera melupakannya begitu terbangun.
Tapi ternyata salah, ia malah semakin mengingat semua yang baru saja ia lihat tadi. Hal ini kembali membuat hati Felicie merasakan kesakitan.
Ia menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidurnya sembari mengingat semua hal yang telah di lakukan Elbert pada nya. Itu di mulai dari pertemuan pertama mereka di hotel, Elbert mengganggunya, kemudian memaksa Felicie untuk berkenalan hingga akhirnya mereka bisa berteman. Felicie yang awalnya tidak menyukai Elbert secara perlahan terkesan dengan semua perhatian dan ketulusan yang ia perlihatkan padanya. Terlebih pada saat ia memang membutuhkan bantuan untuk bisa keluar dengan cepat dari pernikahannya dengan Aaron, agar bisa segera pergi mewujudkan mimpinya.
Apalagi awalnya jujur Felicie sempat merasa sedikit tersentuh ketika melihat ungkapan cinta dari Aaron. Tapi semua itu bisa segera
hilang setelah mendapatkan perhatian yang begitu banyak dari Elbert.
Felicie bisa melihat kesungguhan di mata Elbert ketika mengatakan dengan jujur tentang perasaannya. Apalagi Elbert tidak pernah memaksakan Felicie untuk menerima ungkapan cinta darinya. Ia tetap dengan sabar menunggu hati Felicie bisa menerima cintanya dengan menemani dan menjaga Felicie.
Bahkan ia sampai rela meninggalkan perusahannya demi dirinya.
Hingga akhirnya hati Felicie tersentuh. Tanpa Feli sadari, ia sudah jatuh cinta dengan Elbert. Tapi kenapa saat ia sudah bisa membuka hatinya dan mulai mencintai Elbert, ia malah mengetahui berita yang menyakitkan ini. Elbert ternyata sudah memiliki tunangan dan mereka sebentar lagi akan menikah.
Jika saja dari awal Elbert berani menceritakannya dengan jujur pada Felicie, mungkin ia tidak sesakit ini. Felicie pasti akan membuat dinding yang tebal buat dirinya agar tidak jatuh cinta pada Elbert.
Tapi kenapa Elbert harus berbohong padanya. Apakah karena ia menganggap Felicie masih kecil dan tidak akan pernah mengetahui semua rahasia yang ia simpan.
Jika pun Elbert memintanya untuk tetap percaya padanya dan menganggap bahwa semua berita yang beredar itu bohong harusnya ia bisa menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Tapi itu tidak ia lakukan. Jadi bagaimana Felicie bisa tetap mempercayainya.
Perlahan Felicie dari tempat tidurnya, ia melihat wajahnya yang kusut di cermin. Ia tidak menyukai hal ini !
" Bodoh ! Kenapa kau harus menangisi pria itu, Felicie ! Dia tidak benar - benar mencintaimu ! Jika pria itu memang mencintai kamu dengan tulus, harusnya dia berkata jujur padamu ! Kau harus bangkit ! Kau harus bisa melupakan dirinya ! Aku yakin kau bisa. Kau bisa menghapus rasa sukamu pada Elbert ! Bukankah kau baru saja mencintainya ? Jadi lakukanlah sekarang juga ! Ingat, tujuan mu kesini untuk belajar bukan untuk pacaran ! Maka sadarlah ... bangkit dan lupakan pria itu ! " Felicie bicara pada dirinya sendiri saat melihat wajahnya di cermin.
Tanpa ia sadari air matanya mulai mengalir dari kedua matanya setelah hatinya berperang dengan dirinya sendiri.
" Ingat Felicie ! ini adalah air mata terakhir yang boleh kau jatuhkan buat pria itu ! Setelah ini kau harus melupakannya dan bangkit dengan cepat ! " Felicie berusaha mengingatkan dirinya.
Setelah puas mengeluarkan air matanya dan menjerit dengan keras hati Felicie sedikit lebih lega. Ia memutuskan untuk membersihkan dirinya agar pikiran dan tubuhnya jauh lebih tenang.
**********************************
__ADS_1