
Hari ini Vera sudah memakai kebaya terbaik yang ia beli bersama Mamanya di butik langganan mereka.
Wajahnya terlihat sangat bahagia, karena akhirnya ia berhasil menikah dengan Aaron.
Sementara Bagas yang awalnya tidak setuju dengan pernikahan ini, terpaksa menerima karena paksaan dari isterinya, Sisca.
Apalagi setelah ia tahu, bahwa anaknya Vera sudah tidur dengan Aaron. Ia tidak ingin anaknya hamil tanpa ada suami yang mendampinginya.
" Pa, penghulunya sudah datang. " ujar Vina.
" Hmm ... baiklah. Kita pergi sekarang." ujar Bagas pada keluarganya.
Sisca yang dandanannya sangat
heboh, karena pernikahan Vera hari ini terlihat semangat saat
berjalan menuju mobil.
Tika, bik Sumi dan pelayan lainnya
menahan senyum diwajah mereka
melihat penampilan Sisca yang seperti toko mas berjalan.
Sementara Vera naik kemobil lain bersama Vina.
" Cie, yang bakalan jadi nyonya Aaron senang banget. Tuh, bibir apa gak capek senyum terus." goda Vina.
" Hahahaha ... kamu benar Vin,
aku bahagia banget bisa menikah
dengan Aaron. Kita akan bertambah kaya. Jadi kamu tidak
perlu cemas lagi akan kekurangan uang. Nanti kita bisa shopping tiap hari bersama Mama." kata Vera dengan sangat yakin.
" Benar ya, aku pegang janji kamu.
Awas aja nanti kalau kamu berubah jadi pelit."
" Gak mungkinlah, aku bisa menikah dengan Aaron karena
rencana Mama yang brilian.
Jadi untuk membalasnya, aku akan membawa Mama dan kamu shopping sepuasnya tiap hari."
Sementara itu di rumah sakit, Aaron yang sedang bersama Tommy dan Zico sedang menunggu kehadiran Vera dan keluarganya.
Aaron sudah mengetahui kenapa ia bisa sampai melakukan itu pada Vera. Ternyata benar dugaan Giselle, ia di jebak melalui minumannya sendiri.
Aaron yang terus kepikiran atas perbuatannya pada Vera dan Giselle menceritakan semua kejadian pada Tommy dan Zico ketika mereka datang buat
menemaninya. Sekalian Zico
membawa berkas perceraiannya
dengan Felicie yang sudah ia tanda tangani semalam.
Tommy dan Zico langsung mengecek cctv rumah sakit.
Disana terlihat jelas, kalau Sisca dan Vera memang sengaja menjebak Aaron. Giselle yang
melihat ini langsung menggunakan kesempatan untuk
tidur juga bersama Aaron.
" Apa kamu akan tetap menikahi
perempuan licik itu, bro ? " tanya Tommy.
" Ya, aku akan membiarkan mereka senang dulu sejenak, baru setelah itu aku akan menyiksanya hingga ia menyesal telah menikah denganku."
jawab Aaron dingin dengan wajah
mengerikan. Karena ia merasa jijik melihat perbuatan Sisca dan Vera.
" Bagaimana jika dia hamil anakmu ? " tanya Zico.
" Aku akan memisahkannya dari anak itu. Karena bagaimanapun itu keturunanku. Setelah itu aku akan menyiksanya setiap hari, hingga ia yang akan memohon
sendiri untuk mati di tanganku." ujar Aaron bengis.
" Bagaimana dengan Felicie, bukankah ia akan datang bersama
Tuan William hari ini ? " tanya Zico
lagi ingin tahu.
"Ya, awalnya aku cemas karena Daddy pasti akan marah melihat aku akan menikah lagi, dengan sepupunya pula. Tapi setelah kupikirkan , justru ini malah bagus. Nanti aku akan menjelaskan semua kejadiannya pada Daddy, agar mereka merasa malu dan ketakutan. Walau aku tahu Daddy
pasti tidak akan setuju jika aku
menceraikan Felicie. Tapi jika Felicie yang memohon pada Daddy, mungkin Daddy akan mengabulkannya. Meskipun aku gak sepenuhnya yakin. Karena kalian lihat sendiri, Daddy sangat sayang pada Felicie." ujar Aaron sambil membayangkan wajah Felicie yang sedang memarahinya.
Hal ini membuat Aaron tersenyum
kecil. Ia berusaha tidak perduli jika Felicie akan semakin membencinya jika melihat pernikahan ini. Tapi yang jelas, ia
akan menepati janjinya pada Felicie untuk segera menceraikannya sesuai dengan yang ia inginkan.
Sementara itu Felicie sudah bersama Tuan William di dalam
mobil. Tadi saat Tuan William menjemputnya di apartment, Felicie sudah menunggu di lobby.
Ia tidak ingin Tuan William tahu, jika selama ini mereka tidur di kamar yang terpisah.
Ia tidak mau Tuan William kecewa, karena di awal pernikahannya ia sudah meminta
Felicie untuk memberikan cucu
buatnya. Sedangkan hal itu tidak
mungkin terjadi.
" Nak, apa sikap Aaron baik sama kamu selama kalian menikah ?" William memulai pembicaraan dengan Felicie.
" Tentu saja Daddy, ia sangat baik.
Memangnya kenapa, Daddy menanyakan hal ini ? " tanya Felicie.
" Apa kamu yakin tidak ada yang kamu tutupi dari Daddy ? ". kata William meneliti perubahan
di wajah Felicie, tapi ia tidak menemukannya. Wajah Felicie masih sama seperti tadi. Tidak ada perasaan gugup atau cemas sedikitpun.
Felicie yang sudah menyiapkan
diri sejak awal untuk tidak terlihat gugup jika Tuan William bertanya padanya, berhasil menutupi
perasaannya. Ia sudah menduga hal ini akan terjadi. Tidak mungkin, Tuan William belum
mengetahui kabar pernikahan Aaron dengan Giselle, kekasihnya.
Hanya saja ia bersikap seakan
tidak tahu di depan Felicie.
" Dad, apa yang harus Felicie tutupi dari Daddy. Daddy sudah menganggap Felicie seperti anak sendiri. Lagian Daddy pasti akan
segera tahu kalau Felicie berbohong." ujar Felicie dengan
wajah meyakinkan.
" Apa Aaron sudah mulai bisa
mencintai kamu ? " tanya William lagi.
Felicie agak terkejut mendengar
__ADS_1
pertanyaan kali ini.
" Masih belum, dad ... mungkin Aaron sedang berusaha. Bukankah kami menikah karena
terpaksa. Jadi wajar saja, jika
kami tidak bisa dengan cepat
menumbuhkan perasaan." kali ini Felicie bicara dengan jujur.
" Hmm ... apa kamu tahu kalau
Aaron sudah memiliki kekasih sebelum menikah denganmu ? "
William menanyakan hal penting
ini.
" Gak, Dad ... " Felicie menggelengkan kepalanya saat
mengatakan ini. Padahal ia sedang berbohong. Dari awal Aaron memberikan perjanjian itu, ia sudah tahu kalau Aaron pasti sudah memiliki kekasih.
" Hmm ... baiklah Daddy akan menceritakan pada kamu siapa wanita itu agar kamu tahu kenapa
Daddy memilih kamu menjadi
isterinya Aaron." kata Tuan William lalu menceritakan tentang bagaimana sikap dan tingkah laku Giselle.
Felicie mendengar dengan serius semua perkataan Tuan William mengenai Giselle. Sekarang ia mengerti sebabnya, kenapa Aaron harus menikah diam - diam tanpa
sepengetahuan Tuan William.
Ternyata Tuan William sangat tidak menyukai kekasihnya.
Menurut Felicie, Aaron pasti tidak
tahu siapa dan apa yang
di lakukan Giselle di belakangnya,
atau mungkin karena terlalu cinta pada Giselle membuat Aaron tidak perduli dengan semua hal
yang di lakukan Giselle.
Rio yang sedang menyetir mobil,
sesekali mencuri pandang pada
Felicie melalui kaca spion.
Ia langsung mengalihkan matanya, ketika Tuan William menyelesaikan ceritanya.
" Jadi kamu sudah mengertikan
kenapa Daddy sangat tidak setuju,
Aaron berdekatan apalagi mau
menikahi wanita licik itu. " ujar William mengakhiri ceritanya.
" Ya, Dad ... " sahut Felicie singkat.
" Karena itu, Daddy minta sama kamu untuk tetap mempertahankan pernikahan kalian meskipun suatu hari
wanita itu datang kembali. Kamu gadis yang baik dan juga cantik. Daddy yakin, Aaron akan segera mencintai kamu dan melupakan wanita itu. " William memandang
Felicie dengan tatapan sayang.
Ia benar - benar seperti melihat wajah Adele di diri Felicie
Felicie tidak bisa mengatakan
sepatah katapun mendengar permintaan Tuan William.
Ia tidak mungkin bisa memenuhi
keinginannya. Sedangkan saat ini,
semua hal yang dilakukannya
mulai dari awal pernikahan hingga
kejadian itu.
" Apa yang sedang kamu pikirkan, nak ? " tanya William melihat Felicie hanya diam saja.
" Eh, gak ada Dad .... cuma kepikiran dengan perkataan Daddy tadi, mengenai kekasihnya
Aaron. " Felicie sengaja mengatakan hal ini agar William
tidak menanyakan kembali mengenai keinginannnya tadi.
Karena terlalu asyik ngobrol membuat mereka tidak menyadari
sudah sampai di depan rumah sakit.
Sementara itu di kamar Aaron sedang dilangsungkan pernikahan
Aaron dan Vera dengan Bagas
sebagai wali nikahnya.
Wajah Vera dan Sisca sangat bahagia melihat pernikahan ini
akhirnya bisa dilaksanakan.
Mereka sudah membayangkan
akan hidup dengan nyaman.
Tepat saat Aaron selesai mengucapkan ijab kabul
bersamaan dengan kedatangan Tuan William, Felicie dan Rio asistennya.
Semua yang ada di ruangan ini,
sangat terkejut dengan kehadiran
Tuan William. Apalagi Bagas, ia
sangat takut William akan membuat perhitungan dengannya karena memaksa Aaron untuk
menikahi anaknya. Sementara
waktu itu Tuan William meminta
Felicie untuk dijadikan isterinya
Aaron dan menyuruh Bagas agar tidak pernah menganggu Felicie lagi. Ia tiba - tiba menyesal sudah menuruti kemauan Sisca,
isterinya untuk tetap menikahkan
Vera dengan Aaron.
" Apa yang sedang kalian lakukan ? Jelaskan padaku sekarang juga ... !!! " wajah William langsung terlihat menyeramkan ketika mengatakan ini.
Ia lalu memandang tajam kearah Bagas. Hingga membuat Bagas
semakin khawatir akan hal buruk yang akan menimpanya.
Felicie yang awalnya terkejut kembali bersikap seperti biasanya, dingin. Ia tidak
perduli meskipun Aaron menikahi Vera, sepupunya.
Sedangkan Vera walau terlihat pucat karena mendengar suara
bentakan dari Tuan William, masih sempat tersenyum penuh kemenangan dan menatap Felicie dengan angkuh.
__ADS_1
Tommy dan Zico yang sudah menduga akan terjadi hal seperti ini, langsung menghampiri Tuan William dan mencoba menjelaskan padanya.
" Aku mau Aaron yang menjelaskan, bukan kalian berdua." kata William dengan tegas.
Tommy dan Zico segera membatalkan niat mereka mendengar perkataan William.
Penghulu yang tidak ingin mendapat masalah, segera pamit undur diri setelah menyelesaikan
tugasnya.
Aaron pun turun dari kursi roda,
dan mendekati William yang duduk di sofa.
Sebelum ia menjelaskan pada Daddy nya, Aaron masih sempat
melihat wajah Felicie. Ia ingin mencoba mencari sesuatu yang
Aaron harapkan selama beberapa hari ini. Tapi wajah Felicie hanya terlihat datar, tidak
ada ekspresi apapun selain tatapan dinginnya. Aaron hanya
bisa menghela nafas kecewa
melihatnya.
" Dad ... sebelumnya aku minta maaf karena melakukan pernikahan ini tanpa meminta izin dari Daddy dulu. Tapi aku terpaksa melakukannya karena terjadi sesuatu hal antara aku dan Vera. Hingga membuatku harus bertanggung - jawab padanya." ujar Aaron memberanikan diri, karena ia juga
takut dengan tatapan tajam Daddynya.
" Apa yang terjadi sehingga mengharuskan kamu untuk menikahi wanita ini. Bukankah Daddy sudah pernah mengatakan
bahwa kau tidak akan mendapatkan secuil pun dari kekayaanku, jika berani melanggar aturan dan waktu yang sudah kutetapkan." ujar William dengan
wajah dingin.
" Ya, dad ... aku tahu akibatnya jika
menentang keinginan Daddy. Tapi aku terpaksa melakukan ini.
Hal ini terjadi bukan atas keinginanku tapi aku dijebak oleh
kedua wanita licik ini." kata Aaron sambil menunjuk ke arah Sisca dan Vera.
Sisca dan Vera langsung tidak terima dengan perkataan Aaron.
" Maaf, maksud kamu apa dengan
mengatakan kami menjebak kamu dalam pernikahan ini ? " Sisca dengan berani mengatakan ini pada Aaron di depan William.
Sedangkan Bagas, suaminya semakin gelisah melihat sikap isterinya yang kelewatan. Ia belum tahu saja bagaimana sikap dan kekejaman William jika ada yang
berani bersikap tidak sopan di depannya.
" Bagas, sebaiknya kamu menyuruh istrimu diam ! " perintah
William tanpa melihat kearah Bagas dan isterinya. Lalu ia kembali menyuruh Aaron meneruskan perkataannya.
Bagas langsung menarik tubuh isterinya, lalu menyuruhnya diam.
Ia tahu saat ini, William sedang
marah besar. Karena Bagas dan
keluarganya sudah berani bersikap lancang.
Aaron lalu menceritakan kejadian
yang sebenarnya terjadi antara
Vera dan dirinya. Ia juga memberikan rekaman cctv yang sudah dicopy oleh Tommy pada
William.
Wajah Sisca dan Vera berubah ketakutan mendengar perkataan Aaron. Mereka tidak menyangka, Aaron bisa tahu secepat ini atas perbuatan licik mereka. Bahkan ada bukti rekaman cctv juga.
"Sial ... kenapa aku bisa lupa kalau rumah sakit mewah seperti ini pasti ada cctv di setiap ruangannya. " gumam Sisca kesal dalam hati.
Setelah William mendengar semua cerita Aaron dan melihat
isi rekaman itu, ia langsung memandang dengan tatapan yang mengerikan pada Sisca dan Vera.
Hal ini membuat mereka menjadi
semakin ketakutan.
Vera yang tadinya terlihat angkuh, saat melihat Felicie menyaksikan pernikahannya dengan Aaron berubah seperti pesakitan.
Begitu juga dengan Bagas dan keluarganya.
" Hmm ... jadi apa yang akan kau lakukan dengan wanita ini ? " William bertanya sambil terus menatap wajah Sisca dan Vera.
" Dia akan tetap menjadi isteri ku,
dan aku akan memberikan hukuman kecil buatnya setiap hari agar ia menyesal telah berani
bermain - main dengan keluarga
William. Lalu setelah bosan, aku akan membuangnya." kata Aaron dengan seringai mengerikan di wajahnya.
Mendengar hal ini tubuh Vera mendadak lemas lalu jatuh terduduk di lantai. Bukan ini yang ia inginkan. Sedangkan Sisca hampir saja jatuh kalau tidak cepat di tahan oleh Bagas.
William tersenyum puas mendengar perkataan Aaron, anaknya. Tapi ia baru teringat, Felicie pasti tidak akan bisa terima dengan pernikahan Aaron.
Bagaimana jika Felicie meminta
Aaron menceraikannya.
Karena walaupun Aaron dijebak agar menikah dengan Vera, tetap saja ia telah melakukan hubungan intim dengan wanita lain. Apalagi itu di lakukan dengan sepupunya sendiri. Tentu Felicie merasa jijik melihat Aaron.
William menghampiri Felicie, lalu menanyakan hal ini padanya.
" Nak, apa kamu bersedia mempertahankan pernikahan kalian meski Aaron sudah berbuat
kesalahan ?" tanya William dengan lembut pada Felicie.
" Maaf Daddy, bukan aku tidak
ingin melakukan keinginan Daddy.
Tapi aku tidak bisa terus bersama
dengan seorang pria, yang jelas - jelas statusnya masih suamiku. tapi melakukan hal yang menjijikkan dengan wanita lain. Aku tahu ia sudah dijebak, tapi tetap saja aku tidak akan bisa menerima Aaron lagi.
Aku tidak pernah ingin berbagi pria atau suami dengan siapapun." dengan cerdas Felicie
memanfaatkan kesempatan ini
untuk mewujudkan keinginannya
agar bercerai dengan Aaron dan
mendapat persetujuan dari Tuan
William. Hal ini sangat menguntungkan buatnya. Ia tidak
harus menutupi perceraiannya lagi dari Tuan William
**********************************
Tiga episode langsung Mommy
up, semoga kalian puas ya ... ,😍
Seperti biasa, Mommy mohon dukungannya, jangan lupa like, koment positif, tekan tombol Favorit, Vote dan Hadiah yang banyak .... 😍😍😍
Buat yang sudah terus mendukung karya Mommy, Mommy ucapkan Terima kasih.
__ADS_1
Semoga kita semua selalu dalam. keadaan sehat, dan diberikan rezeki yang melimpah ... Aamiin.
Love you all ... 😘😘🥰