Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 26


__ADS_3

Hari ini mereka berdua, Felicie dan Elbert banyak berbicara.


Felicie lebih terbuka dari pada biasanya, karena Elbert sudah menceritakan tentang siapa dirinya, pekerjaannya ... yang selama ini selalu di tutupinya dari orang lain.


Bahkan Felicie, mengatakan dengan jujur kalau ia belum pernah melakukan hal apapun dengan Aaron meski status mereka suami isteri. Ia bersyukur dengan isi perjanjian yang di buat Aaron.


Elbert yang pada dasarnya tidak perduli, mau Felicie sudah atau pun belum berhubungan dengan Aaron layaknya pasangan suami isteri menjadi sangat bahagia mendengarkan penuturan Felicie tadi.


" Kita pulang sekarang, Feli ? " Elbert menanyakan karena hari sudah larut. Ia gak ingin Felicie kelelahan karena besok ia harus bekerja.


" Sebenarnya aku malas buat pulang. " sahut Felicie pelan.


" Benarkah ? Kalau begitu, apa kamu menginap di mansion ku ? " tanya Elbert dengan wajah berharap.


" Hmm ... bukannya aku menolak.


Tapi saat ini aku merasa gak pantas. Bagaimanapun statusku masih isteri nya Aaron, meski gak ada yang tahu. Aku gak mau hal ini membuat Tuan William marah dan menyita perusahaan papa.


Aku harus menunggu hingga Aaron yang menceraikan aku. " Felicie terlihat berat ketika mengatakan ini.


" Aku mengerti, atau kalau gak kamu ke apartment ku aja." usul Elbert.


" Aku gak mau kamu terkena masalah, kalau Tuan William tahu.


Udah, gak papa ... aku pulang aja ke apartment. " ucap Felicie akhirnya karena gak enak harus merepotkan Elbert dalam urusan pribadinya.


" Kalau masalah Tuan William aku tidak takut sama sekali. Kamu jangan khawatir. Tapi gak papa, aku mengerti. Ya, udah ... kita pulang. " Elbert paham dengan alasan yang di berikan Felicie. Ia tidak ingin memaksa nya.


" El, makasih ... " ucap Felicie lirih.


" Okey ... " Elbert tersenyum, ia senang dengan kemajuan hubungan mereka berdua.


Perlahan mobil Elbert mulai berjalan. Felicie meletakkan kepalanya di sandaran jok sambil memejamkan mata.


Elbert yang sedang meliriknya, ingin sekali memeluk Felicie. Rasanya ia gak rela mengantarkan


Felicie kembali ke apartment Aaron. Tapi ia harus menunggu waktu yang tepat untuk membawa Felicie pergi dari sini.


" Tidur aja, Feli kalau kamu ngantuk. Nanti kalau udah sampai


di apartment, aku bangunkan." ujar El melihat wajah Felicie mulai mengantuk.


" Baiklah ... " sahut Felicie.


Gak butuh lama, El sudah mendengar dengkuran halus keluar dari mulut Felicie.


Ia melihat wajah Felicie sangat polos saat sedang tidur seperti ini. Rasanya ingin sekali El, menciumi wajah cantik Feli.


Tapi ia harus bisa menahannya.

__ADS_1


Ia ingin gadis kecil ini bisa menerima perasaan nya walau pun tidak dalam waktu dekat.


Elbert sengaja belum membangunkan Felicie dari tidurnya begitu sampai di apartment. Ia masih belum puas memandangi wajah polos nya yang masih tertidur. Hingga akhirnya Feli terbangun.


Begitu membuka mata ia melihat sudah berada di basement apartment.


" Sudah puas tidurnya, hmm ... " tanya El lembut.


" Maaf, apa kita udah sampai dari tadi ? " tanya Felicie sedikit malu.


" Lumayan, udah satu jam." jawab El sengaja menggoda Feli.


" Apa, satu jam ? Kenapa kamu gak bangunkan aku ? Jadi dari tadi kamu nungguin aku bangun ?"


Felicie merasa malu karena membuat Elbert harus menunggu lama akibat ia tertidur.


" Aku sengaja gak bangunkan kamu. Biar aku bisa lebih lama melihat wajah gadis kecil kesayanganku ... " Elbert mengatakan sejujurnya, bukan karena gombal. Ia memang tidak akan pernah puas untuk memandang wajah Feli.


Felicie yang biasanya tidak pernah mempan dengan berbagai rayuan dari pria, mendadak merasa senang mendengar omongan Elbert. Wajahnya pun memerah. Agar El tidak tahu perubahan di wajahnya, ia segera keluar dari mobil Elbert.


Elbert juga ikut keluar dari dalam mobilnya. Melihat wajah Feli tadi memerah, karena perkataannya


membuat El ingin bisa mengganggunya setiap hari.


" Aku masuk ya ... " ujar Felicie melihat El sudah berdiri di hadapannya, dengan wajahnya yang mulai normal kembali


" Silahkan, gadis kecilku tapi dengan catatan aku mengantar kamu sampai depan apartment."


" Lebih baik jangan, El ... nanti gimana kalau sekuriti melihat kita terus melaporkan pada Aaron ? "


tolak Felicie.


Elbert tercenung mendengarkan omongan Felicie. Benar apa yang dikatakan nya. El gak mau, membuat gadis kecilnya harus mendapat masalah karena menyetujui keinginannya.


Walau ia tidak takut sedikitpun pada Aaron maupun Tuan William.


Tapi ia harus memikirkan Felicie.


" Baiklah, kalau gitu aku pulang ya ... dan kamu hati - hati.


Nanti kalau udah sampai di apartment tolong kirim chat ke aku. Okey ... " Elbert akhirnya setuju.


" Ya ... " jawab Feli singkat.


" Ya, sudah ... masuklah. Aku akan pergi setelah melihat kamu masuk ke dalam. " ujar Elbert.


Feli gak protes dengan perkataan El, ia pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift yang ada di basement.


Elbert segera pergi setelah melihat Felicie masuk ke dalam.

__ADS_1


Sementara itu di belahan negara lain, Tuan William yang mendapatkan laporan kalau Aaron sedang liburan dengan Giselle, dan meninggalkan Felicie sendirian di apartment, membuatnya sangat marah.


Giselle, wanita itu sangat tidak pantas dengan anaknya. Dia seorang wanita ******. Selama pacaran dengan Aaron, ia juga berhubungan dengan pria lain.


Bahkan ia pernah jadi simpanan


dari salah - satu direktur di perusahaan sahabat Tuan William. Ia juga mengetahui kalau Giselle juga sudah pernah melakukan aborsi karena hamil dengan suami orang.


Karena itu demi menjauhkan wanita ****** itu dari Aaron, William bersedia memberikan uang dengan jumlah yang sangat besar asal dia tidak kembali lagi ke sisi Aaron. Ternyata sekarang ia malah berani melanggar janjinya dengan Tuan William.


Makanya ia sengaja belum ingin


menyerahkan semua asetnya pada Aaron, karena ia yakin ****** itu pasti akan datang kembali jika uang nya sudah habis. Targetnya adalah harta Aaron.


Tuan William yang sebenarnya masih harus menyelesaikan urusan perusahaan nya terpaksa harus mempercepat kepulangannya dalam Minggu ini.


Ia harus segera kembali agar bisa menggagalkan rencana wanita ****** itu untuk mendekati Aaron.


Ia hanya akan menyetujui Aaron berpasangan dengan Felicie, anak dari wanita yang pernah sangat di cintai nya. Ya, dulu Tuan William jatuh cinta pada Adele, mamanya


Felicie. Ia teman dekat adik William. Melihat wajah nya yang cantik dan sikap lembutnya membuat ia mencintainya. Tapi sayangnya Adele hanya menganggap William sebagai kakak dari sahabat dekatnya.


Sejak saat itu, William memutuskan untuk mencoba melupakannya walau tetap saja gak bisa menghilangkan ingatannya tentang Adele. Hingga akhirnya ia menerima perjodohan yang di tetapkan oleh kedua orang tuanya demi kepentingan perusahaan.


Setelah menikah, ia dan isterinya pindah dari mansion keluarganya.


Sejak saat itu, ia tidak pernah lagi bertemu dengan Adele.


Tapi perasaan cinta itu tetap tersimpan rapi di ruang hati yang terdalam. Hingga akhirnya ia mengetahui Adele sudah menikah dengan seorang pengusaha dari Indonesia. William yang ingin, Adele selalu bahagia tetap terus mengawasi kehidupannya.


Ia begitu terpuruk begitu mendengar Adele meninggal di usia yang masih muda.


Maka ketika ia mengetahui jika Adele memiliki seorang anak perempuan, ia lalu mengawasi nya. Sejak dari Adele meninggal


hingga sekarang.


Sebenarnya ia sengaja memberikan pinjaman pada Bagas, pamannya Felicie agar bisa menjerat Felicie untuk menikah dengan Aaron. William tahu, Bagas beserta keluarganya adalah orang yang serakah dan tamak akan harta.


Walau pun ini kejam tapi demi melindungi anak dari wanita yang selalu di cintai nya, ia tetap melakukannya.


Kini setelah semua usahanya untuk mendekatkan Aaron dengan Felicie, ia gak rela semua jadi


sia - sia. Walaupun ia tahu, Felicie dan Aaron tidak saling mencintai.


Tapi ia yakin berjalannya waktu


semua akan berubah.


Tapi sekarang wanita ****** itu malah berani kembali dan sekarang sedang bersenang -

__ADS_1


senang dengan Aaron


**********************************


__ADS_2