
Perasan bahagia Giselle saat ini sudah tidak bisa ia lukis dengan
kata - kata.
Ia berhasil membuat Aaron bergairah padanya semalam.
Giselle sengaja memberikan obat perangsang pada Aaron pada saat ia kehausan dan ingin minum air.
Meski merasa marah, tapi Giselle berusaha gak perduli walau yang
di teriakkan Aaron adalah nama
Felicie, pada saat ia mencapai
puncak dalam pergulatan mereka.
Ia hanya perduli keinginannya
sudah tercapai sekarang.
Giselle juga sudah berhasil mendapatkan tanda tangan Aaron
untuk memberikan harta pribadinya atas nama Giselle.
Aaron yang dalam keadaan tidak sadar dan sedang bergairah, mau saja membubuhkan tanda tangannya saat Giselle memberikan kertas yang berisi
surat kuasa atas pengalihan
harta kekayaannya kepada Giselle.
Ia akan segera membawa surat ini ke pengacara untuk mengesahkannya.
Aaron yang masih tertidur tidak
menyadari ia sedang dalam masalah besar sekarang.
Giselle memandangi wajah Aaron yang masih tidur dengan pulas.
Ia pun ingin kembali tidur di samping Aaron untuk menghilangkan rasa lelah di tubuhnya karena pertempuran mereka yang membuatnya sangat puas.
Aaron sangat ganas, apalagi karena pengaruh obat yang ia berikan. Hingga mereka melakukannya beberapa kali.
Walau pun tubuhnya terasa sakit
semua, tapi Giselle tetap meladeninya.
Ia ingin hamil anak Aaron segera karena rencananya dengan selingkuhannya sepertinya belum berhasil. Meski selama Aaron tidak pernah mengunjunginya, ia dan selingkuhannya terus melakukan hubungan intim. Tapi
ia belum juga merasakan mual layaknya orang hamil.
Baru saja ia hendak menutupkan
mata, tiba - tiba yang baru saja
ia pikirkan terjadi.
Mendadak Giselle merasa mual.
Perutnya terasa seperti di acak -
acak.
Giselle pun bangkit kembali dari
tempat tidur dan menuju kamar
mandi sembari membawa test
pack yang selalu ia sediakan
di apartment nya sejak ia melakukan hubungan intim
dengan Aaron dan kekasihnya.
Setelah menunggu beberapa menit, Giselle melihat test pack
yang ia gunakan untuk melihat
ia hamil atau tidak.
Hampir saja ia bersorak dan
meloncat kegirangan begitu
melihat hasilnya.
Yes, hasilnya positif ... ia hamil.
Ini berarti dia akan semakin
mudah menguasai Aaron.
flash back ...
Sebenarnya Giselle awalnya
memang mencintai Aaron.
Tapi karena pekerjaannya saat
itu membuat ia tergoda dengan
beberapa pria. Apalagi Aaron tidak pernah mau melakukan hubungan intim sebelum mereka sah dan terikat dalam pernikahan. Hal inilah yang membuatnya melakukan dengan pria - pria yang mendekatinya.
Terlebih lagi, pria - pria itu selain memberikannya kepuasan, ia juga mendapatkan banyak hadiah dan uang.
Semua yang ia dapatkan membuat Giselle semakin tidak
memikirkan hubungannya dengan Aaron yang saat itu serius ingin menikahinya.
Terlebih lagi ketika itu, kariernya lagi sedang naik daun. Tentu saja ia tidak ingin menyia - nyiakan hidupnya yang harus menjalani tugas sebagai isteri. Meski ia tahu, Aaron akan membuatnya sebagai ratu dalam hidupnya, jika waktu itu ia langsung menerima lamaran dari Aaron.
Apalagi ia selalu ingin terlihat
glamor demi mendukung kariernya sebagai artis hingga membuatnya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang yang banyak.
Bahkan ia tidak perduli ketika harus jadi simpanan pria tua ataupun pria - pria yang membutuhkan tubuhnya.
Hingga akhirnya semua yang ia lakukan di ketahui oleh Tuan William, Daddy nya Aaron. Giselle lalu diperintahkan untuk pergi meninggalkan Aaron.
Jika ia tidak pergi, Tuan William
akan menghancurkan karier dan
kehidupannya. Tentu saja ia harus pergi dan menghilang dari Aaron.
Meski pada Aaron ia memberikan alasan bahwa ia pergi demi karier keartisannya.
Ia pun akhirnya pergi dengan senang hati karena Tuan William memberikan sejumlah uang yang besar, asalkan ia jangan pernah kembali menemui Aaron.
Tapi karena gaya hidupnya yang senang menghambur - hambur kan uang bersama kekasihnya
membuat uang yang di berikan
Tuan William itu habis tak bersisa.
Kekasihnya mengusulkan pada
Giselle agar kembali ke pelukan
Aaron agar mereka bisa mendapatkan dan menikmati kekayaan Aaron.
Giselle akhirnya setuju untuk
kembali lalu menemui Aaron.
Ternyata Aaron masih menunggu dan mencintainya.
Setelah berhasil memaksa Aaron
untuk menikahinya, Giselle pikir
ia bisa segera menguasai harta
Aaron .
Rupanya Tuan William
sudah mengancam Aaron, ia akan
menarik semua kekayaan dan perusahaan dari Aaron jika ia
berani kembali bersama Giselle.
Ancaman Tuan William ini membuat Aaron hanya berani menikahinya secara siri.
Tentu saja pernikahan mereka tidak ada kekuatan hukumnya.
Hingga sikap Aaron berubah setelah mereka menikah. Semakin lama ia semakin menjauh dari
Giselle.
Apalagi setelah ia masuk
ke rumah sakit karena perbuatan
Felicie. Awalnya ia menyangka,
Felicie wanita yang sedang di dekati oleh Zico, sahabatnya Aaron.
Ternyata Felicie adalah isteri pertamanya Aaron. Wanita ini adalah pilihan dari Tuan William.
Tentu saja ini membuat Giselle semakin khawatir.
Beberapa kali ia memaksa Aaron
di rumah sakit untuk melakukan
hubungan intim setelah mereka menikah, tapi dengan alasan kalau badannya belum sembuh benar, Aaron menolak keinginan
Giselle.
Untunglah Dewi keberuntungan
__ADS_1
memihak padanya, Vera wanita
bodoh itu menjebak Aaron hingga
akhirnya Giselle bisa juga tidur
dengan Aaron.
Saingan terberatnya Felicie sudah
bercerai dengan Aaron. Meski sekarang ia tahu, Aaron mencintai Felicie, mantan isterinya ... Giselle
tidak mau terlalu memikirkannya.
Ia hanya ingin bisa menguasai
harta Aaron dan Tuan William.
Walaupun sebenarnya dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia berharap bisa mendapatkan cinta Aaron lagi. Jika itu bisa terjadi, maka ia akan melepaskan kekasihnya dan akan jadi isteri yang baik buat Aaron.
Tapi ia juga sadar itu tidak akan mungkin terjadi. Ia wanita kotor.
Entah sudah berapa banyak pria yang tidur dengannya. Apalagi ia tahu pasti, Tuan William tidak akan pernah menyetujuinya.
Dengan anak yang sedang di kandungnya sekarang ia bisa
menekan Aaron untuk menikahinya secara hukum negara, bukan siri lagi.
Ia akan menyingkirkan Vera,
perempuan bodoh itu, meskipun jika nanti ia akan hamil anak Aaron.
Ia juga gak mau tahu, apakah Tuan William merestui pernikahan Aaron dengan Vera hingga menyebabkan wanita j***** itu bisa berada di mansion.
Giselle tersenyum begitu ia melihat kembali hasil test pack
nya yang bergaris dua.
Sekarang ia hanya akan menunggu Aaron terbangun dan
memberitahukan tentang kehamilannya.
Giselle duduk di tempat tidur sembari memandangi wajah
tampan Aaron dengan perasaan
bahagia.
Setelah menunggu satu jam, akhirnya mata Aaron mulai terbuka.
Aaron melihat sekeliling. Kepalanya masih terasa sakit akibat terlalu banyak minum. Ia terlihat begitu terkejut melihat
Giselle duduk di sebelahnya
di atas tempat tidur yang sama.
Apalagi ia menyadari saat ini tubuhnya sedang tidak memakai
sehelai pakaian pun.
Aaron sadar ia sudah melakukan
kesalahan lagi kali ini.
Membayangkan ia telah melakukannya dengan Giselle,
Aaron benar - benar merasa jijik.
Tapi ia gak habis pikir, bagaimana ia bisa berada di apartment Giselle. Padahal ia masih ingat,
ia sedang berada di sebuah club'
malam itu, karena kepalanya terlalu berat, Aaron pun tertidur.
" Kenapa aku bisa berada di sini ?"
tanya Aaron karena gak bisa
menjawab pertanyaan di kepalanya.
" Aku membawamu pulang karena pelayan menemukan kamu pingsan di ruangan." jawab Giselle .
" Aku bukan pingsan tapi tertidur.
Tapi bagaimana kau bisa kebetulan berada di club' yang
sama denganku ? Apa kau sengaja mengikuti aku ? " Aaron
memberondong Giselle dengan
pertanyaan.
" Tidak, aku tidak mengikuti kamu sayang. Karena aku lagi sedih memikirkan kamu yang gak pernah datang kemari lagi meski pun kamu sudah keluar dari rumah sakit. Aku merindukanmu.
Jadi aku pergi ke club' untuk sekedar duduk dan minum sejenak. Tidak di sangka aku melihat Tommy keluar seorang diri dari sebuah ruangan yang dulu sering kita gunakan jika datang ke club' itu. Karena aku
tidak juga melihat kamu keluar dari ruangan itu, aku minta tolong pada pelayan untuk melihat keadaanmu. Ternyata kamu dalam posisi pingsan. Melihat ini aku tentu saja panik. Maka aku
membawa kamu ke apartment kita." dengan liciknya Giselle membohongi Aaron.
bisa tidak memakai selembar pakaian apa pun ? Apa yang telah
kau lakukan padaku ? " tanya Aaron dengan tatapan yang tajam.
Giselle berusaha tenang mendengar pertanyaan Aaron dan tatapan tajamnya yang mengarah ke Giselle.
" Saat itu kau muntah begitu tiba di apartment, lalu karena pakaian mu terkena muntahan aku membukanya dan berniat membersihkan badanmu yang terkena muntahan. Tapi kau malah tersadar dan mengajakku melakukan hubungan intim.
Tentu saja aku gak mungkin
menolak. Kau suamiku dan aku sangat merindukanmu." jawab
Giselle dengan yakin. Matanya
memandang sendu ke arah Aaron.
" Kau jangan berbohong !
Aku dalam keadaan mabuk berat dan tertidur. Bagaimana mungkin
aku bisa terbangun dan memintamu melakukan hal itu !"
ujar Aaron dengan suara keras.
Seharusnya ini tidak terjadi lagi, jika ia mendengarkan omongan Tommy. Tapi karena ia terlalu keras kepala dan bodoh. Ia malah semakin terus meminum minuman keras itu agar mabuk sehingga ia bisa melupakan Felicie yang terus memenuhi pikirannya. Tapi apa yang terjadi ?
Bukannya berhasil melupakan Felicie, yang terjadi ia malah
menambah masalah baru.
Masalah yang harusnya yang paling ia hindari.
" Kau tidak percaya padaku, sayang ? Untuk apa aku membohongimu. Bahkan kamu melakukannya beberapa kali denganku. Meskipun aku kelelahan karena kau meminta melakukannya lagi, lagi dan lagi tapi aku tetap berusaha melayani. Karena aku istrimu dan kamu suamiku yang sangat aku cintai." Giselle memasang wajah sedihnya agar Aaron percaya dan menyesal.
" Cinta ... hahahaha.
Jika benar yang kau katakan
padaku, kau mencintaiku ... maka
kau gak akan mungkin berselingkuh di belakangku dan
menjual tubuhmu dengan banyak
pria. Bahkan hingga kau jadi simpanan pria tua yang lebih pantas jadi ayahmu.
Aku benar - benar sudah muak dan jijik melihat dirimu yang murahan. Jadi mulai hari ini aku
akan .... " dengan wajah menyeramkan dan suara yang dingin Aaron mengatakan semua yang telah ia ketahui tentang Giselle dan berniat sekarang juga menceraikannya. Tapi saat perkataannya belum selesai Giselle memotongnya.
" Sayang aku hamil." ucap Giselle
sembari memperlihatkan testpack
yang ada di tangannya sejak tadi,
dengan menutupi perasaan terkejutnya karena Aaron sudah
mengetahui semua yang telah ia
lakukan selama ini.
Aaron benar - benar ingin mengumpat dengan keras kali ini.
Kenapa saat ia ingin menceraikan Giselle. Wanita j***** ini malah hamil. Walau ia tidak yakin, apakah itu benar anaknya atau
malah anak pria lain.
" Apa kau yakin itu anakku ?
Bisa saja itu anak pria lain !" ujar
Aaron dengan tatapan tak percaya.
" Tentu saja ini anakmu. Sejak aku kembali kesini, aku tidak pernah
berhubungan dengan pria manapun. Aku tahu aku salah telah melakukan semua hal yang menjijikkan itu di belakangmu.
Tetapi saat itu aku masih muda
dan bodoh, aku di jebak oleh
teman - teman artis ku sehingga
bisa melakukan itu. Lalu sejak penjebakan itu, aku di ancam oleh mereka untuk terus
melakukan itu dengan pria - pria
lainnya. Jika aku tidak mau dan
menolak, mereka mengancam ku
akan menyebarkan semua foto
__ADS_1
fotoku saat berhubungan dengan
pria itu. Hingga akhirnya mereka
terus memeras dan memaksaku
untuk jadi simpanan pria tua.
Aku melakukan semua itu karena
terpaksa dan di ancam.
Aku tahu pasti kau jijik dengan ku,
sekarang. Tapi aku sendiripun
benci dan jijik melihat tubuhku
sendiri. Hingga akhirnya aku meminta pertolongan pada seorang teman untuk menolongku dari ancaman mereka dan kembali kesini. Awalnya aku ingin
menceritakan semua ini padamu
begitu pertama kali kita bertemu lagi. Tapi aku takut kamu akan
pergi dan meninggalkanku, sedangkan aku masih sangat
mencintaimu. Apalagi aku lihat kau juga masih mencintaiku.
Hal ini membuatku membatalkan
niatku untuk cerita tentang yang
aku alami saat itu. Aku ingin memulai dari awal lagi denganmu.
Aku berjanji pada diriku sejak kita bertemu, bahwa aku akan jadi
istri yang baik jika kau mau kembali dan menjadikan aku isteri
mu dan hal itu telah aku lakukan.
Aku hanya tidur denganmu, suamiku. " panjang lebar
Giselle menceritakan kebohongannya dengan sangat pintar dan meyakinkan. Bahkan wajahnya terlihat sangat menyedihkan saat menceritakan
kisah palsu yang di karangnya.
Aaron terdiam begitu mendengar
perkataan Giselle. Ia tidak yakin
dengan yang Giselle katakan. Apakah ia memang benar - benar ingin berubah dan menyesali semua yang telah ia lakukan
selama ini di belakang Aaron.
Tapi ia tadi tidak menyangkal
semua perkataan ku ? Bahkan
ia membenarkan semuanya.
Ia terpaksa melakukan perbuatan
menjijikkan itu karena di jebak dan di ancam oleh teman - temannya.
Tapi apa aku masih bisa menerimanya lagi, padahal aku jelas - jelas tahu ia sudah berhubungan dengan banyak pria.
Semua pertanyaan ini bermunculan di benak Aaron hingga membuat kepalanya seperti mau pecah.
Melihat Aaron hanya diam tanpa
mengarahkan sepatah katapun
membuat Giselle kembali bersandiwara.
" Baiklah, jika kau tidak percaya
ini anakmu. Sekarang juga kau
bisa menceraikan aku. Aku akan pergi dan mengasuh anak ini sendiri dan tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi. Mungkin ini memang hukuman
atas semua dosa yang telah aku
lakukan." ujar Giselle dengan suara serak menahan tangis.
Setelah selesai mengucapkan kata - kata ini ia pun bangkit dan
berjalan menuju lemari pakaiannya dan kemudian memasukkan barang - barangnya
ke dalam koper.
Aktingnya benar - benar sempurna.
Aaron benar - benar bimbang dengan keputusan yang akan ia
ambil sekarang. Di satu sisi ia
ingin menceraikan Giselle karena
selain ia sudah sangat mencintai
Felicie dan berjanji akan mencintainya seumur hidupnya.
Ia juga tidak bisa bersama dengan Giselle karena merasa jijik atas perbuatan Giselle dan Daddynya
juga tidak akan pernah mengampuninya jika ia sampai
mengetahui ia masih tetap mempertahankan Giselle.
Tapi sekarang masalah yang membuat Arron ragu untuk mengambil keputusan adalah
Giselle sedang hamil.
Apakah itu anaknya atau bukan,
ia belum bisa memastikan hingga anak itu hadir ke dunia. Karena baru setelah anak itu ada ia bisa
melakukan test DNA.
Tapi jika memang anak yang sedang di kandung Giselle adalah benar anaknya, ia tidak mungkin tega membiarkan anak ini lahir dan tumbuh besar tanpa kehadiran seorang ayah di sisinya.
Lagi pula saat ini, hanya Giselle
yang mencintainya dan tetap ada di sisinya dan Aaron pernah
benar - benar mencintainya.
Beda dengan Vera, ia tidak punya perasaan sama sekali. Meski ia akan hamil dan melahirkan anaknya juga, Aaron tidak akan
perlu berpikir lama untuk menceraikannya. Ia akan mengasuh anak itu sendiri.
" Baiklah, aku akan memberikan
kesempatan terakhir untukmu.
Aku akan mempertahankan
pernikahan ini karena kau sedang
hamil. Aku tidak ingin anak itu
tidak memiliki seorang Daddy jika ia lahir kedunia. Tapi itu jika dia memang benar anak kandungku.
Aku akan segera melakukan test DNA, begitu anak ini lahir.
Aku akan langsung menceraikan
kau, jika terbukti anak ini bukan
darah daging ku. " akhirnya Aaron
mengambil keputusan ini setelah memikirkannya dengan matang.
Meski ia tahu setelah ini Aaron akan menghadapi banyak masalah. Ia pasti akan mendapat hukuman dari Daddy nya.
Kedua sahabatnya pasti akan sangat membencinya dengan keputusan Aaron.
Memikirkan hal ini, Aaron hanya bisa menghela nafas dengan kasar. Seakan ia ingin membuang semua beban yang ada di kepalanya.
**********************************
Hai semua ... semoga suka ya dengan lanjutannya ini.
Hari ini memang Mommy khusus
menceritakan tentang Aaron dan
Giselle.😁😀
Jangan marah ya ... 🙏🙏😘
Tetap dukung terus karya Mommy
dan maaf jika masih banyak typo dalam menulis kata atau pun kalimat dalam novel Mommy ini.
Jangan lupa like, koment yang positif, vote, hadiah dan tekan
tombol Favorit ❤️ agar setiap Mommy Up episode baru, kalian
semua akan mendapatkan notifikasinya.
Buat yang sudah dan selalu mendukung cerita Mommy,
Mommy ucapkan banyak Terima kasih ....🙏🙏😘😍
Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat hingga bisa tetap menjalankan aktivitas apapun.
Baik itu wanita pekerja ataupun
Ibu rumah tangga.
Masing - masing kita semua punya kesibukan sendiri
Semangatttttt .... !!!!
__ADS_1
Love You All .... 🙏😘😘😍