Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 77


__ADS_3

Vera sangat senang karena akhirnya ia punya kesempatan tidur berdua dengan Aaron. Meski


ia masih merasa takut, jika tiba -


tiba Aaron berubah kembali seperti dulu yang menyiksanya setiap hari. Bahkan menatap Vera saja, Aaron terlihat sangat jijik.


Belum lagi dengan semua pekerjaan berat yang diberikan Aaron. Tapi malam ini, Aaron sendiri yang mengajaknya tidur


di kamarnya. Vera masih merasa


ia bermimpi. Namun ia masih tetap merasa khawatir. Jangan - jangan ini bagian dari rencana


Aaron untuk menyiksanya.


Sejak Vera melihat Aaron menikah dengan Felicie, ia sudah menyukainya. Vera begitu iri melihat keberuntungan Felicie yang bisa menikah dengan lelaki tampan dan seorang pemilik perusahaan besar.


Wanita mana yang gak tertarik pada Aaron, selain tampan ia juga kaya - raya. Vera gak perduli meski ia mendengar sifat Aaron yang arrogant, dan dingin pada


wanita. Walau niat Vera memang


agar bisa hidup senang dan menikmati kekayaan Aaron. Tapi


ia tidak bisa memungkiri, kalau hatinya sudah tertarik dengan


Aaron.


" Kenapa kamu belum tidur ? " tanya Aaron yang melihat Vera


belum menutup matanya.


" Aku ... aku gak bisa tidur. " jawab


Vera gugup.


" Tidurlah, pikirkan kesehatan bayi yang sedang kamu kandung." ujar Aaron.


" Apa aku boleh tidur di kamarku aja ? " tanya Vera takut.


" Kamu gak suka tidur denganku ?" tanya Aaron menatap Vera.


" Bukan ... bukan itu maksudku."


ucap Vera dengan wajah gelisah.


Ia tidak mungkin mengatakan kalau ia masih takut dengan Aaron.


" Hmm ... kamu takut aku akan


menyiksamu ? " tanya Aaron karena melihat wajah khawatir Vera.


Vera langsung menunduk mendengar perkataan Aaron.


Ia gak berani menjawab, meski dugaan Aaron benar.


" Kamu gak usah khawatir. Mulai hari ini aku gak akan pernah menyiksa kamu lagi. Aku gak mau


terjadi hal buruk pada anak yang sedang kamu kandung."


" Sungguh ? " tanya Vera belum yakin.


" Ya, aku memang membenci kamu karena telah menjebak ku.


Tapi bagaimanapun sekarang kamu sedang hamil. Aku tidak


mungkin melakukan hal yang


tidak manusiawi. Aku akan berusaha untuk ikut menjaga anak


yang ada dalam kandungan kamu.

__ADS_1


Walau aku masih belum tahu, apa memang benar itu anakku atau bukan." ujar Aaron panjang.


" Sungguh, ini anak kamu. Aku tidak melakukannya dengan siapapun selain dengan kamu."


ucap Vera.


Ya, memang setelah Vera melakukannya dengan Aaron, ia tidak pernah berhubungan intim lagi dengan yang lain.


" Hmm ... aku harap kamu tidak berbohong padaku. " Aaron melihat wajah Vera dengan tatapan menyelidik.


" Sumpah, aku gak bohong. Ini anak kamu. Sejak hari itu aku tidak berhubungan dengan siapapun." ucap Vera meyakinkan Aaron.


" Ya, sudah ... untuk saat ini aku akan berusaha percaya dengan


omongan kamu. Tapi aku tetap akan melakukan test DNA begitu anak ini lahir. " ujar Aaron.


" Baiklah, silahkan test DNA, aku tidak takut karena ini memang anak kamu." kata Vera yakin, karena ia sangat yakin bahwa anak yang di kandungnya adalah anak Aaron.


" Hmm ... sudahlah. Kita tunggu saja sampai anak ini lahir.


Selagi menunggu waktu itu tiba, aku akan bersikap sebagai suami yang baik. Aku akan menemani kamu periksa rutin ke dokter. Kamu boleh minta sesuatu jika kamu sedang mengidam sesuatu. Aku akan berusaha memenuhinya. Jika kamu sedang mual atau kelelahan kamu bisa meminta tolong padaku. Tapi jangan pernah mengharapkan lebih dari itu. " ujar Aaron serius.


" Maksud kamu ?" tanya Vera dengan tatapan gak mengerti.


" Cinta dan tubuhku sudah mati


untuk wanita lain." ucap Aaron datar.


Vera meski sudah bisa menduganya tapi masih saja ia tetap terkejut. Ternyata Aaron begitu dalam mencintai Felicie.


" Apa aku tidak punya kesempatan untuk mendapatkan cinta darimu ? " tanya Vera lirih.


" Aku akan berusaha menyayangi kamu karena kau sekarang isteri


ku. Tapi untuk cinta, aku tidak bisa." jawab Aaron jujur.


untuk memastikan.


" Jika kau sudah tahu jawabannya, aku rasa tidak perlu lagi mengatakannya." sahut Aaron.


" Maaf, kalau aku lancang karena berani menanyakan ini padamu.


Tapi pertanyaan ini sudah lama tertanam di kepalaku. Felicie dan kamu menikah karena terpaksa.


Aku juga tahu setelah menikah


dengannya, kamu masih berhubungan dengan Giselle.


Karena dua kali aku melihat kamu bersama Giselle setelah kalian menikah. Bahkan kamu menikahi Giselle. Tapi kenapa, sekarang kamu bisa begitu mencintai Felicie ? Apa yang ia lakukan hingga membuat kamu seperti ini. Tolong, jangan marah atas pertanyaan ku. " tanya Vera dengan perasaan takut.


Aaron menatap nanar kearah Vera. Ia tidak menyangka Vera


menanyakan hal ini padanya.


Aaron sendiri awalnya tidak menyadari ia bisa mencintai Felicie sedalam ini.


Tapi setelah ia pikirkan kembali,


ternyata sejak awal menikah ia sudah menyukai Felicie tapi ia tidak menyadarinya.


Saat Felicie berani menatap Aaron dengan tatapan dinginnya. Saat Felicie menyetujui menandatangani kontrak yang ia buat. Ketika Ia tidak pernah meminta Aaron untuk memberikan nafkah untuknya. Ia bahkan tetap bekerja meski sudah menikah dengan Aaron. Felicie tidak pernah melanggar perjanjian yang sudah mereka sepakati.


Ia tidak seperti wanita kebanyakan yang menggunakan kesempatan untuk menggoda Aaron. Bahkan Felicie benar - benar menepati janjinya untuk tidak jatuh cinta pada Aaron.


Aaron yang bodoh, karena terlambat menyadari perasaannya karena masih terpaku dengan Giselle.


" Sudah larut ... tidurlah. Aku tidak


ingin menjawab pertanyaan mu. "

__ADS_1


jawab Aaron sembari menghela nafas dengan berat.


Vera tidak berani membantah perintah Aaron, ia buru - buru


menutup matanya agar Aaron tidak marah.


Aaron kemudian ikut merebahkan dirinya di tempat tidur.


Vera yang bisa mencium aroma tubuh Aaron yang maskulin karena jarak mereka yang begitu dekat membuat ia ingin memeluk


Aaron. Vera membalik badannya ke arah Aaron dan melihat wajah Aaron yang tampan.


" Ada apa ? " tanya Aaron.


" Bolehkah aku memeluk kamu ? "


tanya Vera dengan mata berharap.


" Ini bukan kemauanku tapi keinginan anak yang ada dalam perutku. " bohong Vera.


Aaron melihat ke arah perut Vera,


lalu kembali melihat wajah Vera


yang masih menatapnya penuh harap.


" Hmm ... baiklah. " ujar Aaron.


Vera dengan semangat memeluk


badan Aaron setelah diizinkan.


Ia lalu menaruh kepalanya


ke dada Aaron yang bidang. Ia segera menghirup aroma tubuh Aaron yang maskulin.


Bisa berdekatan dengan Aaron seperti ini membuatnya sangat bahagia. Hal yang ia inginkan selama ini akhirnya bisa terwujud juga. Meski Aaron tidak membalas pelukannya, tidak masalah. Ia yakin, perlahan Aaron akan luluh padanya bila setiap hari ia melakukan ini.


" Tidurlah. " ucap Aaron.


" Ya, terima kasih karena sudah mengizinkan aku untuk memeluk kamu." ucap Vera sembari mendongakkan kepalanya.


" Hmm ... " sahut Aaron singkat.


Vera memejamkan matanya dan


karena merasa nyaman dengan aroma badan Aaron perlahan Vera mulai tertidur.


Setelah Aaron melihat Vera terlelap, ia melepaskan pelukan


Vera dan menggeser tubuhnya


menjauh.


Aaron bangkit dari tempat tidurnya dan menuju balkon apartment nya. Ia memasang r***k lalu mengisapnya dalam.


Aaron melihat langit yang gelap seperti hidup yang dijalaninya sekarang.


" Apa yang sedang kamu lakukan


sekarang sayang ? Apakah kamu mengingat keberadaan ku ? " ucap Aaron lirih mengingat Felicie.


" Fei, maafkan aku karena tidak bisa menepati janji yang aku ucapkan. Aku terpaksa melakukan ini. " ujar Aaron dengan mata


berkaca - kaca.


Aaron melihat foto Felicie yang ada di ponselnya. Ia menciumi Foto Felicie dengan penuh perasaan. Tak terasa air matanya menetes saat melihat wajah cantik gadis kecilnya.


**********************************

__ADS_1


__ADS_2