Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 85


__ADS_3

" Nak ... Felicie pasti akan baik - baik saja disana kan ? " ujar bik Sumi pada Tika.


" Ya, buk ... Ibu harus yakin dan terus mendoakannya agar dia


selalu baik - baik aja. " ucap Tika.


" Iya, tapi ibu merasa Felicie seperti mengalami kejadian dulu lagi. Semuanya di lakukan sendirian, di sana. Sementara harusnya dia udah bisa hidup tenang sekarang."


" Ibu, ini semua sudah jadi keinginan Felicie, bahkan sejak lama. Kalau dia gak menikah dengan Aaron, pasti dia pergi


ke Perancis. Ibu juga tahukan hal ini. Dia harus merelakan beasiswa


nya karena pernikahan itu.


Jadi biarkan sekarang dia mengejar cita - citanya. Kita berdua disini hanya tinggal mendukungnya agar dia cepat selesai dan kembali pulang kemari."


" Iya, Ibu tahu ... tapi kita gak akan


ketemu dengan Felicie selama beberapa tahun ini. "


" Gak papa Bu ... biarkan dia berkembang disana dan pulang dengan keberhasilan. Jadi Felicie bisa yakin menjalankan perusahaan Papanya nanti."


" Iya, mudah - mudahan Felicie


bisa secepatnya menyelesaikan


kuliahnya. "


" Aamiin ... kita doakan aja, Bu.


Dengan otak sepintar dia, Tika yakin Felicie gak akan menemui kesulitan dalam belajar."


" Ya, kamu benar nak. Teringat Ibu


kamu bagaimana tadi saat datang


ke perusahaan ? Apa ada orang yang keberatan, karena kamu yang menjalankan kantor papanya Felicie ?" .


" Alhamdulillah gak ada Bu ... dari awal mereka semua sudah tahu kalau Tika yang mendapat kuasa


dari Felicie untuk menggantikannya. Meski ada juga yang bertanya tentang keberadaan Felicie dan kenapa bukan dia yang menjalankan perusahaan. Tapi setelah


di jelaskan sama pengacara, akhirnya mereka gak berani bertanya lagi."


" Oh, begitu ya nak ... apa sulit kerja di sana ? ".


" Ya, namanya kerja pasti ada kesulitannya Bu, tapi syukurnya ada beberapa orang yang masih setia dengan papa nya Felicie


membantu Tika di sana. Jadi Tika gak terlalu kesusahan."


" Syukurlah kalau begitu. Ibu hanya khawatir kamu gak bisa


menjalankan perusahaan Felicie


sedangkan kamu di beri tanggung


jawab olehnya. "


" Ibu gak usah mikirin hal ini. Tika akan berusaha kerja keras agar


saat Felicie pulang, perusahaan


papa nya jadi lebih berkembang dari pada sekarang."


" Iya nak ... tapi Ibu ingatkan sama kamu, jangan sampai kamu menjadi orang yang serakah


seperti Pak Bagas dan Bu Sisca


setelah memiliki kekuasaan.


Semua harta ini adalah miliknya

__ADS_1


Felicie. Jangan sampai kamu


di butakan oleh keserakahan dunia. Ingat, Felicie itu adikmu dan dia sudah mempercayakan


semua ini pada kamu ... jadi Ibu harap kamu bisa mengemban


amanah darinya dengan baik."


" Ibu jangan khawatir ... Tika gak akan melakukan hal seperti itu.


Kita sudah terlalu banyak berhutang budi pada orang tuanya dan Felicie sendiri. Sekaranglah saatnya bagi Tika untuk membalas semua kebaikan mereka pada kita."


" Iya nak ... kamu benar sekali.


Ibu bangga sama kamu karena


berpikir seperti ini. "


" Siapa dulu dong Ibu nya ... hehehe."


Bik Sumi ikut tertawa mendengar perkataan Tika anaknya. Ternyata


perjuangannya selama ini untuk membesarkan Tika sendirian agar tumbuh jadi anak yang baik tidaklah sia - sia. Meskipun ayahnya Tika dulu tidak mengharapkan kehadiran mereka.


Tapi justru kehadiran anaknya inilah yang memberikan kekuatan baginya untuk bertahan hidup.


* * * * *


" Bro, kenapa elo kemarin gak jadi


pengacaranya Felicie ?" tanya Zico pada temannya.


" Hmm ... gak tahu, tiba - tiba saja


Felicie membatalkan dan mengatakan kalau sudah ada pengacara yang disediakan oleh temannya. Jadi dia minta maaf sama gue. Lagi pula waktu Lo lihat dia datang ke kantor gue, dia masih konsultasi awal belum menunjuk gue jadi pengacaranya."


Zico langsung terpikir Elbert. Pasti dia yang mencarikan pengacara


buat Felicie. Tapi yang buat Zico heran, bagaimana Elbert bisa kenal dengan pengacara handal tersebut.


biasa menangani masalah internasional. Bahkan gak bisa sembarangan orang bisa bertemu dengannya kecuali pengusaha - pengusaha besar dan terkenal. Tapi kenapa Elbert bisa mengenalnya.


Sementara dari yang Zico dan Tommy selidiki Elbert hanyalah pebisnis biasa. Pasti kalau pun Felicie memakai jasanya, membutuhkan biaya yang besar.


Sedangkan Felicie sama sekali tidak menggunakan kekayaan Aaron yang diberikan padanya.


Jadi, bagaimana bisa pengacara besar itu yang menangani kasus


Felicie. Bagaimana Felicie bisa


mengenalnya ? Gak mungkin melalui Elbert. Memikirkan hal ini membuat Zico berpikir keras.


" Malah melamun ... apa yang elo pikirkan sampai wajah elo kusut kaya gitu ?" tanya sahabat Zico.


" Hmm ... btw, waktu itu Felicie


ingin memberikan surat kuasa buat siapa ?" Zico baru teringat akan hal ini.


" Penerima kuasa dari Felicie kalau gak salah namanya Tika. "


" Tika ... ? kenapa Felicie memberikan kuasa sama dia ?".


" Waktu itu Felicie mengatakan


jika sewaktu - waktu dia tidak bisa berada disini, jadi Tika yang akan menggantikannya menjalankan


perusahaan ataupun hal lainnya."


" Hah ... Felicie mengatakan hal itu ?" tanya Zico heran.


" Ya ... !".

__ADS_1


" Terus apa Felicie tidak ada mengatakan sebab apa sehingga dia tidak bisa berada disini ?".


" Tidak ... Felicie hanya mengatakan kalimat seperti yang aku katakan tadi."


Hal ini membuat Zico penasaran.


Apa yang membuat Felicie memberikan kuasa pada Tika untuk menjalankan perusahaannya. Memangnya Felicie mau mengerjakan apa sehingga dia tidak bisa berada


disini.


" Coba elo ingat - ingat apa ada perkataan Felicie yang menunjukkan akan sesuatu yang lebih spesifik ?".


" Hmm ... kalau seingat gue gak ada. Dia cuma bilang kalau mungkin saja dia tidak bisa


berada di sini, karena harus melakukan hal yang lebih penting."


" Hal yang lebih penting ?".


" Ya ... tapi Felicie tidak menjelaskan hal penting apa."


" Hmm ... baiklah. Okey, bro ... kalau begitu gue cabut duluan.


Ada yang harus gue cari tahu. " ujar Zico sembari bangkit dari tempat duduknya.


" Okey, gue juga mau pulang. Tapi btw, elo beneran jatuh cinta sama Felicie ?".


" Ya ... " .


" Gila Lo ... gue baru tahu setelah


Felicie membatalkan memakai jasa gue. Ternyata dia isterinya Aaron. Aaron kan sahabat elo, bro ... !".


"Sekarang sudah jadi mantan isterinya. Mereka sudah berpisah.


Tapi dari mana elo tahu kalau dia istrinya Aaron ?" tanya Zico penasaran, karena gak ada orang luar yang tahu mengenai perceraian Aaron dan Felicie.


" Gue pengacara, bro ... sama kaya elo. Kebetulan saat elo jadi


pengacara Aaron di sidang perceraiannya gue juga ada disana sedang menangani kasus.


Nah, gue sempat melihat Aaron dan Felicie keluar dari ruangan


yang sama dengan elo."


Zico terdiam, dia gak menyangka kalau ada kebetulan seperti ini.


" Beneran elo ada waktu itu ?" tanya Zico gak percaya.


" Ya ... gue juga menangani kasus yang sama kaya elo. Kebetulan klien gue salah - satu dari kalangan pebisnis dan mereka dulunya menikah secara diam - diam makanya saat hendak bercerai mereka juga melakukan hal yang sama, tertutup.


Sama seperti yang di lakukan Aaron dan Felicie. Tapi gue gak menyangka juga awalnya kalau


Aaron bisa menikah dengan Felicie. Bukankah kita semua tahu dia sedang menunggu kekasihnya itu. Apa jangan - jangan mereka berpisah karena kekasih Aaron kembali ? Apa benar dugaan gue, bro ... ?" .


" Hmm ... bukan. Felicie dan Aaron sudah tidak cocok aja. Jadi mereka memutuskan berpisah."


" Gak cocok ? ".


" Udah, gak jadi - jadi gue pulang gara - gara elo. " Zico mengalihkan pembicaraan lalu segera melangkah keluar meninggalkan temannya agar obrolan mereka tidak semakin panjang.


Bagaimanapun Zico pengacara Aaron. Ia tidak boleh mengungkapkan rahasia pribadi atau alasan kliennya bercerai meski pada temannya sendiri.


Didalam mobil, Zico kembali


memikirkan mengenai alasan Felicie memberikan surat kuasa pada Tika.


" Sebenarnya apa yang ingin


di kerjakan Felicie ? " Ujar Zico sambil mengerutkan keningnya.


" Sebaiknya gue tanyakan sama Tommy. Siapa tahu dia mengetahuinya."

__ADS_1


Setelah memikirkan hal ini, Zico segera memacu mobilnya dengan cepat menuju apartment Tommy.


**********************************


__ADS_2