
" Nak ... Felicie pasti akan baik - baik saja disana kan ? " ujar bik Sumi pada Tika.
" Ya, buk ... Ibu harus yakin dan terus mendoakannya agar dia
selalu baik - baik aja. " ucap Tika.
" Iya, tapi ibu merasa Felicie seperti mengalami kejadian dulu lagi. Semuanya di lakukan sendirian, di sana. Sementara harusnya dia udah bisa hidup tenang sekarang."
" Ibu, ini semua sudah jadi keinginan Felicie, bahkan sejak lama. Kalau dia gak menikah dengan Aaron, pasti dia pergi
ke Perancis. Ibu juga tahukan hal ini. Dia harus merelakan beasiswa
nya karena pernikahan itu.
Jadi biarkan sekarang dia mengejar cita - citanya. Kita berdua disini hanya tinggal mendukungnya agar dia cepat selesai dan kembali pulang kemari."
" Iya, Ibu tahu ... tapi kita gak akan
ketemu dengan Felicie selama beberapa tahun ini. "
" Gak papa Bu ... biarkan dia berkembang disana dan pulang dengan keberhasilan. Jadi Felicie bisa yakin menjalankan perusahaan Papanya nanti."
" Iya, mudah - mudahan Felicie
bisa secepatnya menyelesaikan
kuliahnya. "
" Aamiin ... kita doakan aja, Bu.
Dengan otak sepintar dia, Tika yakin Felicie gak akan menemui kesulitan dalam belajar."
" Ya, kamu benar nak. Teringat Ibu
kamu bagaimana tadi saat datang
ke perusahaan ? Apa ada orang yang keberatan, karena kamu yang menjalankan kantor papanya Felicie ?" .
" Alhamdulillah gak ada Bu ... dari awal mereka semua sudah tahu kalau Tika yang mendapat kuasa
dari Felicie untuk menggantikannya. Meski ada juga yang bertanya tentang keberadaan Felicie dan kenapa bukan dia yang menjalankan perusahaan. Tapi setelah
di jelaskan sama pengacara, akhirnya mereka gak berani bertanya lagi."
" Oh, begitu ya nak ... apa sulit kerja di sana ? ".
" Ya, namanya kerja pasti ada kesulitannya Bu, tapi syukurnya ada beberapa orang yang masih setia dengan papa nya Felicie
membantu Tika di sana. Jadi Tika gak terlalu kesusahan."
" Syukurlah kalau begitu. Ibu hanya khawatir kamu gak bisa
menjalankan perusahaan Felicie
sedangkan kamu di beri tanggung
jawab olehnya. "
" Ibu gak usah mikirin hal ini. Tika akan berusaha kerja keras agar
saat Felicie pulang, perusahaan
papa nya jadi lebih berkembang dari pada sekarang."
" Iya nak ... tapi Ibu ingatkan sama kamu, jangan sampai kamu menjadi orang yang serakah
seperti Pak Bagas dan Bu Sisca
setelah memiliki kekuasaan.
Semua harta ini adalah miliknya
__ADS_1
Felicie. Jangan sampai kamu
di butakan oleh keserakahan dunia. Ingat, Felicie itu adikmu dan dia sudah mempercayakan
semua ini pada kamu ... jadi Ibu harap kamu bisa mengemban
amanah darinya dengan baik."
" Ibu jangan khawatir ... Tika gak akan melakukan hal seperti itu.
Kita sudah terlalu banyak berhutang budi pada orang tuanya dan Felicie sendiri. Sekaranglah saatnya bagi Tika untuk membalas semua kebaikan mereka pada kita."
" Iya nak ... kamu benar sekali.
Ibu bangga sama kamu karena
berpikir seperti ini. "
" Siapa dulu dong Ibu nya ... hehehe."
Bik Sumi ikut tertawa mendengar perkataan Tika anaknya. Ternyata
perjuangannya selama ini untuk membesarkan Tika sendirian agar tumbuh jadi anak yang baik tidaklah sia - sia. Meskipun ayahnya Tika dulu tidak mengharapkan kehadiran mereka.
Tapi justru kehadiran anaknya inilah yang memberikan kekuatan baginya untuk bertahan hidup.
* * * * *
" Bro, kenapa elo kemarin gak jadi
pengacaranya Felicie ?" tanya Zico pada temannya.
" Hmm ... gak tahu, tiba - tiba saja
Felicie membatalkan dan mengatakan kalau sudah ada pengacara yang disediakan oleh temannya. Jadi dia minta maaf sama gue. Lagi pula waktu Lo lihat dia datang ke kantor gue, dia masih konsultasi awal belum menunjuk gue jadi pengacaranya."
Zico langsung terpikir Elbert. Pasti dia yang mencarikan pengacara
buat Felicie. Tapi yang buat Zico heran, bagaimana Elbert bisa kenal dengan pengacara handal tersebut.
biasa menangani masalah internasional. Bahkan gak bisa sembarangan orang bisa bertemu dengannya kecuali pengusaha - pengusaha besar dan terkenal. Tapi kenapa Elbert bisa mengenalnya.
Sementara dari yang Zico dan Tommy selidiki Elbert hanyalah pebisnis biasa. Pasti kalau pun Felicie memakai jasanya, membutuhkan biaya yang besar.
Sedangkan Felicie sama sekali tidak menggunakan kekayaan Aaron yang diberikan padanya.
Jadi, bagaimana bisa pengacara besar itu yang menangani kasus
Felicie. Bagaimana Felicie bisa
mengenalnya ? Gak mungkin melalui Elbert. Memikirkan hal ini membuat Zico berpikir keras.
" Malah melamun ... apa yang elo pikirkan sampai wajah elo kusut kaya gitu ?" tanya sahabat Zico.
" Hmm ... btw, waktu itu Felicie
ingin memberikan surat kuasa buat siapa ?" Zico baru teringat akan hal ini.
" Penerima kuasa dari Felicie kalau gak salah namanya Tika. "
" Tika ... ? kenapa Felicie memberikan kuasa sama dia ?".
" Waktu itu Felicie mengatakan
jika sewaktu - waktu dia tidak bisa berada disini, jadi Tika yang akan menggantikannya menjalankan
perusahaan ataupun hal lainnya."
" Hah ... Felicie mengatakan hal itu ?" tanya Zico heran.
" Ya ... !".
__ADS_1
" Terus apa Felicie tidak ada mengatakan sebab apa sehingga dia tidak bisa berada disini ?".
" Tidak ... Felicie hanya mengatakan kalimat seperti yang aku katakan tadi."
Hal ini membuat Zico penasaran.
Apa yang membuat Felicie memberikan kuasa pada Tika untuk menjalankan perusahaannya. Memangnya Felicie mau mengerjakan apa sehingga dia tidak bisa berada
disini.
" Coba elo ingat - ingat apa ada perkataan Felicie yang menunjukkan akan sesuatu yang lebih spesifik ?".
" Hmm ... kalau seingat gue gak ada. Dia cuma bilang kalau mungkin saja dia tidak bisa
berada di sini, karena harus melakukan hal yang lebih penting."
" Hal yang lebih penting ?".
" Ya ... tapi Felicie tidak menjelaskan hal penting apa."
" Hmm ... baiklah. Okey, bro ... kalau begitu gue cabut duluan.
Ada yang harus gue cari tahu. " ujar Zico sembari bangkit dari tempat duduknya.
" Okey, gue juga mau pulang. Tapi btw, elo beneran jatuh cinta sama Felicie ?".
" Ya ... " .
" Gila Lo ... gue baru tahu setelah
Felicie membatalkan memakai jasa gue. Ternyata dia isterinya Aaron. Aaron kan sahabat elo, bro ... !".
"Sekarang sudah jadi mantan isterinya. Mereka sudah berpisah.
Tapi dari mana elo tahu kalau dia istrinya Aaron ?" tanya Zico penasaran, karena gak ada orang luar yang tahu mengenai perceraian Aaron dan Felicie.
" Gue pengacara, bro ... sama kaya elo. Kebetulan saat elo jadi
pengacara Aaron di sidang perceraiannya gue juga ada disana sedang menangani kasus.
Nah, gue sempat melihat Aaron dan Felicie keluar dari ruangan
yang sama dengan elo."
Zico terdiam, dia gak menyangka kalau ada kebetulan seperti ini.
" Beneran elo ada waktu itu ?" tanya Zico gak percaya.
" Ya ... gue juga menangani kasus yang sama kaya elo. Kebetulan klien gue salah - satu dari kalangan pebisnis dan mereka dulunya menikah secara diam - diam makanya saat hendak bercerai mereka juga melakukan hal yang sama, tertutup.
Sama seperti yang di lakukan Aaron dan Felicie. Tapi gue gak menyangka juga awalnya kalau
Aaron bisa menikah dengan Felicie. Bukankah kita semua tahu dia sedang menunggu kekasihnya itu. Apa jangan - jangan mereka berpisah karena kekasih Aaron kembali ? Apa benar dugaan gue, bro ... ?" .
" Hmm ... bukan. Felicie dan Aaron sudah tidak cocok aja. Jadi mereka memutuskan berpisah."
" Gak cocok ? ".
" Udah, gak jadi - jadi gue pulang gara - gara elo. " Zico mengalihkan pembicaraan lalu segera melangkah keluar meninggalkan temannya agar obrolan mereka tidak semakin panjang.
Bagaimanapun Zico pengacara Aaron. Ia tidak boleh mengungkapkan rahasia pribadi atau alasan kliennya bercerai meski pada temannya sendiri.
Didalam mobil, Zico kembali
memikirkan mengenai alasan Felicie memberikan surat kuasa pada Tika.
" Sebenarnya apa yang ingin
di kerjakan Felicie ? " Ujar Zico sambil mengerutkan keningnya.
" Sebaiknya gue tanyakan sama Tommy. Siapa tahu dia mengetahuinya."
__ADS_1
Setelah memikirkan hal ini, Zico segera memacu mobilnya dengan cepat menuju apartment Tommy.
**********************************