Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 39


__ADS_3

Tommy dan Zico yang baru saja tiba di perusahaan sangat terkejut begitu melihat kehadiran


Tuan William beserta asistennya Rio. Mereka gak menyangka Tuan William pulang lebih cepat dari yang direncanakan.


Rasa takut melanda hati mereka.


Apakah kepulangan Tuan William,


karena sudah mengetahui hal yang telah di lakukan Aaron.


" Pagi Tuan William. " sapa Tommy dan Zico dengan hormat.


" Pagi. Dimana Aaron ? " tanya William dingin setelah menjawab sapaan mereka.


Wajah Tommy dan Zico langsung


pucat begitu mendengar pertanyaan Tuan William.


Mendadak otak mereka jadi buntu, karena bingung harus


menjawab apa pada Tuan William.


Sementara itu Tuan William yang


penampilannya selalu berwibawa


dan bisa mengintimidasi lawan


dengan mudah melihat wajah


mereka dengan serius.


Hal ini membuat Tommy dan Zico semakin gugup.


Zico yang biasanya selalu bisa


mengatasi keadaan dengan sikap


tenangnya, kali ini pun merasa


sulit bernafas. Karena ia belum


memiliki persiapan atas kepulangan Tuan William.


Menurut jadwal, seharusnya Tuan William pulang dua Minggu lagi.


" Perintahkan Aaron datang sekarang juga dan jangan mencoba untuk menutupi hal sekecil apapun dari saya. Karena kalian pasti tahu apa yang bisa saya lakukan terhadap Aaron dan kalian berdua. " ujar William


dengan sorot mata tajam.


Tommy dan Zico semakin gelisah


mendengar perkataan Tuan William. Kali ini mereka semua


benar - benar dalam bahaya.


Tuan William terkenal tidak pernah main - main dengan ucapan dan tindakannya.


Jika mereka berkata bohong, takutnya Tuan William sudah tahu


fakta yang sebenarnya.


Lebih baik mereka mengatakan


dimana Aaron sekarang berada.


Mudah - mudahan Tuan William


belum mengetahui tentang pernikahan Aaron dengan Giselle.


" Kenapa kalian diam ! Apa kalian berdua tidak mendengar apa yang saya katakan ?" ujar Tuan William


dengan penuh tekanan.


" Dengar Tuan ... sebenarnya Aaron sekarang sedang berada


di rumah sakit. Ia mengalami


musibah, sehingga harus di rawat


beberapa hari." akhirnya Tommy


memutuskan untuk menjawab pertanyaan Tuan William.


" Iya, Tuan William ... Aaron sedang dalam kondisi tidak baik."


Zico menambahkan.


Mata William terlihat menyipit


ketika mendengar jawaban dari


Tommy dan Zico. Ia tahu sejak


melihat dirinya, Tommy dan Zico


menjadi sangat gelisah.


Ia hanya mencoba mendengar


kejujuran yang keluar dari mulut mereka berdua. Ia juga tahu, mereka berdua ini sangat loyal


dan melindungi Aaron.

__ADS_1


Mereka sahabat yang baik. Tapi sayang, anaknya saja yang bodoh.


Aaron tidak pernah mau mendengarkan nasehat dari keduanya. Ia selalu dengan egois


melakukan apa yang diinginkannya.


Ya, walaupun tadi Tommy dan Zico saat berada di apartment bersama Felicie sudah sangat yakin untuk tidak membela Aaron lagi. Tetapi sekarang mereka tidak tega jika sahabatnya harus melepaskan semua yang bisa menjadi miliknya. Hanya karena seorang wanita j****g.


Sebenarnya bukan karena masalah kehilangan kekayaan ataupun kekuasaan tetapi Giselle memang tidak pantas dengan Aaron.


Aaron memang arrogant, tapi bagaimanapun ia tetap sahabat


yang baik bagi mereka.


Ia selalu ada jika mereka dalam


kesulitan.


" Hmm ... rumah sakit mana ?


Sekarang kalian berdua ikut bersama saya kerumah sakit tempat dia di rawat." perintah Tuan William.


" Baik ... baik Tuan William." jawab mereka berdua dengan gugup.


William bangkit dari kursi kekuasaannya. Ia berjalan melewati Tommy dan Zico bersama asisten kepercayaannya, Rio.


Mereka berdua saling menukar pandangan. Tommy dan Zico bingung bagaimana cara menyampaikan pada Aaron bahwa Tuan William akan datang kerumah sakit. Supaya Aaron bisa menyuruh Giselle segera pergi


dari rumah sakit.


" Cepat ... !! Apa lagi yang kalian tunggu." William menghentikan langkahnya ketika melihat Tommy dan Zico belum juga beranjak dari tempat mereka semula.


" Ya ... Baik Tuan. " Tommy dan Zico mulai melangkah mengikuti


Tuan William dan Rio.


Semua pegawai menunduk hormat begitu melihat Tuan William berjalan melewati mereka dengan aura wibawa diwajahnya.


Seperti biasa Tuan William hanya


membalas dengan anggukan di kepala tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Ya, Tuan William memang tidak terlalu banyak bicara jika sedang


berada di perusahaan ataupun


lingkungan lainnya.


Ia hanya bisa bersikap santai jika sedang berada di mansion nya ataupun dengan orang - orang


yang ia percayai.


Tommy dan Zico masih terus memikirkan cara untuk memberi


kabar pada Aaron tanpa sepengetahuan Tuan William.


Tuan William tidak menyuruh mereka berdua untuk naik dimobil yang sama dengannya.


" Kalian jalan depan, biar Rio mengikuti dari belakang." perintah Tuan William.


" Baik, Tuan William." jawab Tommy dan Zico, lalu masuk kedalam mobil Tommy.


Perlahan mobil Tommy berjalan


meninggalkan perusahaan. Sementara mobil Tuan William mengikutinya.


Zico dengan cepat menghubungi


nomer dokter yang merawat Aaron untuk mengabari kedatangan mereka bersama Tuan William. Tapi sudah beberapa kali dihubungi tetap masih dalam ada sibuk.


" Belum bisa juga, Zi ... " tanya Tommy khawatir sambil menyetir mobil.


" Iya, belum." sahut Zico singkat.


" Coba hubungi nomer ini." Tommy


memberikan nomer dokter baru yang dimintanya untuk mengawasi Giselle selama berada


didekat Aaron.


Zico dengan cepat menekan nomer yang diberikan Tommy.


Untungnya nomer itu langsung diangkat.


" Halo, siapa ini ? " tanya dokter muda bernama Sila.


" Ini Zico temannya Tommy yang


menyuruh kamu mengawasi


Giselle dirumah sakit." ujar Zico


menjelaskan.


" Oh, ya ... ada apa ya Tuan ? " tanya Sila.


" Sekarang kamu secepatnya ke kamar Aaron dan katakan padanya kami menuju kerumah sakit bersama Tuan William.


Sampaikan sekarang juga." perintah Zico.


" Baik Tuan, akan segera saya sampaikan." jawab Sila.


" Bagus, terima kasih." ucap Zico lalu menutup telfonnya.

__ADS_1


Tommy dan Zico mulai bisa menarik nafas dengan lega setelah berhasil mengabari Aaron.


Mudah - mudahan Aaron bisa


menyuruh Giselle pergi secepatnya.


Sila bergegas dengan cepat menuju kamar Aaron. Ia segera menghampiri Aaron untuk menyampaikan pesan yang dikatakan Zico.


" Hei ... tidak ada yang memanggil kamu. Buat apa kamu datang


ke kamar suami saya ? " tanya Giselle sinis dengan tatapan curiga.


Sila tidak perduli dengan perkataan Giselle. Wanita ini memang selalu bersikap tidak sopan padanya.


" Maaf Tuan Aaron ... Tuan Zico baru saja menyuruh saya untuk


mengabarkan pada anda bahwa


Tuan William sedang menuju rumah sakit ini." ujar Sila dengan


mimik serius.


Aaron dan Giselle langsung terperanjat mendengar berita yang disampaikan Sila.


Ia gak mengira, Daddy nya pulang secepat ini. Aaron khawatir, kepulangan Daddy karena telah


mengetahui tentang pernikahan


nya dengan Giselle.


Apalagi Giselle, ia tidak ingin ketahuan sekarang. Ia belum berhasil melakukan hubungan intim dengan Aaron karena kondisi fisik Aaron yang belum terlalu sehat.


" Baik, terima kasih. " jawab Aaron.


" Saya permisi keluar." ujar Sila.


" Ya, silahkan. " kata Aaron.


Begitu melihat Sila sudah keluar dari kamarnya, Aaron langsung


memerintahkan Giselle untuk segera keluar dari rumah sakit.


" Sekarang kamu bereskan barang


milikmu, jangan sampai ada yang


ketinggalan. Aku tidak mau Daddy


curiga dan mengetahui keberadaan mu. Apalagi jika Daddy sampai tahu kita sudah menikah. Sebaiknya kamu pergi sekarang." perintah Aaron dengan


perasaan khawatir.


" Iya, sayang ... sebaiknya kamu tenang, jangan gugup. Aku akan


pergi sekarang juga." ujar Giselle


menenangkan Aaron. Padahal


perasaan Giselle juga sedang dalam ketakutan sekarang.


Ia mengetahui sepak terjang mengenai kekejaman Tuan William jika ada berani yang menentangnya. Ia sendiri pernah


mengalami ketika di perintahkan


untuk menjauh dari Aaron.


" Sayang, aku pergi ..." ujar Giselle


setelah selesai membereskan


beberapa barangnya yang ia bawa


kerumah sakit untuk menemani


Aaron di rumah sakit.


" Hmm ... " jawab Aaron singkat.


Giselle mencium bibir Aaron sebelum pergi. Aaron yang sedang khawatir tidak menanggapi ciuman yang diberikan Giselle.


Giselle pun pergi dengan menghela nafas berat. Tiba - tiba


terlintas pikiran buruk


di pikirannya, bahwa Tuan William


akan kembali memisahkan mereka. Tapi kali ini ia sudah benar - benar bertekad untuk tidak


melepaskan Aaron lagi.


**********************************


Hai, readers tersayang ... semoga


masih tetap setia membaca kisah Felicie , ya ... 😘😘😘


Jangan pernah bosan untuk memberi Like, Koment, Vote dan Hadiah yang banyak. Jangan lupa juga tekan tombol Favorit agar


jika Up episode selanjutnya kalian


akan mendapatkan notifikasinya.


Buat yang sudah memberikan Like dan Koment yang positif, Mommy ucapkan Terima kasih ... 😘😘😍

__ADS_1


Semoga pembaca setia Mommy selalu dijaga kesehatannya dan diberikan rezeki yang berlimpah ... Aamiin.


Muachhh .... 😘😘😘😍


__ADS_2