
Tommy dan Zico yang baru saja tiba di perusahaan sangat terkejut begitu melihat kehadiran
Tuan William beserta asistennya Rio. Mereka gak menyangka Tuan William pulang lebih cepat dari yang direncanakan.
Rasa takut melanda hati mereka.
Apakah kepulangan Tuan William,
karena sudah mengetahui hal yang telah di lakukan Aaron.
" Pagi Tuan William. " sapa Tommy dan Zico dengan hormat.
" Pagi. Dimana Aaron ? " tanya William dingin setelah menjawab sapaan mereka.
Wajah Tommy dan Zico langsung
pucat begitu mendengar pertanyaan Tuan William.
Mendadak otak mereka jadi buntu, karena bingung harus
menjawab apa pada Tuan William.
Sementara itu Tuan William yang
penampilannya selalu berwibawa
dan bisa mengintimidasi lawan
dengan mudah melihat wajah
mereka dengan serius.
Hal ini membuat Tommy dan Zico semakin gugup.
Zico yang biasanya selalu bisa
mengatasi keadaan dengan sikap
tenangnya, kali ini pun merasa
sulit bernafas. Karena ia belum
memiliki persiapan atas kepulangan Tuan William.
Menurut jadwal, seharusnya Tuan William pulang dua Minggu lagi.
" Perintahkan Aaron datang sekarang juga dan jangan mencoba untuk menutupi hal sekecil apapun dari saya. Karena kalian pasti tahu apa yang bisa saya lakukan terhadap Aaron dan kalian berdua. " ujar William
dengan sorot mata tajam.
Tommy dan Zico semakin gelisah
mendengar perkataan Tuan William. Kali ini mereka semua
benar - benar dalam bahaya.
Tuan William terkenal tidak pernah main - main dengan ucapan dan tindakannya.
Jika mereka berkata bohong, takutnya Tuan William sudah tahu
fakta yang sebenarnya.
Lebih baik mereka mengatakan
dimana Aaron sekarang berada.
Mudah - mudahan Tuan William
belum mengetahui tentang pernikahan Aaron dengan Giselle.
" Kenapa kalian diam ! Apa kalian berdua tidak mendengar apa yang saya katakan ?" ujar Tuan William
dengan penuh tekanan.
" Dengar Tuan ... sebenarnya Aaron sekarang sedang berada
di rumah sakit. Ia mengalami
musibah, sehingga harus di rawat
beberapa hari." akhirnya Tommy
memutuskan untuk menjawab pertanyaan Tuan William.
" Iya, Tuan William ... Aaron sedang dalam kondisi tidak baik."
Zico menambahkan.
Mata William terlihat menyipit
ketika mendengar jawaban dari
Tommy dan Zico. Ia tahu sejak
melihat dirinya, Tommy dan Zico
menjadi sangat gelisah.
Ia hanya mencoba mendengar
kejujuran yang keluar dari mulut mereka berdua. Ia juga tahu, mereka berdua ini sangat loyal
dan melindungi Aaron.
__ADS_1
Mereka sahabat yang baik. Tapi sayang, anaknya saja yang bodoh.
Aaron tidak pernah mau mendengarkan nasehat dari keduanya. Ia selalu dengan egois
melakukan apa yang diinginkannya.
Ya, walaupun tadi Tommy dan Zico saat berada di apartment bersama Felicie sudah sangat yakin untuk tidak membela Aaron lagi. Tetapi sekarang mereka tidak tega jika sahabatnya harus melepaskan semua yang bisa menjadi miliknya. Hanya karena seorang wanita j****g.
Sebenarnya bukan karena masalah kehilangan kekayaan ataupun kekuasaan tetapi Giselle memang tidak pantas dengan Aaron.
Aaron memang arrogant, tapi bagaimanapun ia tetap sahabat
yang baik bagi mereka.
Ia selalu ada jika mereka dalam
kesulitan.
" Hmm ... rumah sakit mana ?
Sekarang kalian berdua ikut bersama saya kerumah sakit tempat dia di rawat." perintah Tuan William.
" Baik ... baik Tuan William." jawab mereka berdua dengan gugup.
William bangkit dari kursi kekuasaannya. Ia berjalan melewati Tommy dan Zico bersama asisten kepercayaannya, Rio.
Mereka berdua saling menukar pandangan. Tommy dan Zico bingung bagaimana cara menyampaikan pada Aaron bahwa Tuan William akan datang kerumah sakit. Supaya Aaron bisa menyuruh Giselle segera pergi
dari rumah sakit.
" Cepat ... !! Apa lagi yang kalian tunggu." William menghentikan langkahnya ketika melihat Tommy dan Zico belum juga beranjak dari tempat mereka semula.
" Ya ... Baik Tuan. " Tommy dan Zico mulai melangkah mengikuti
Tuan William dan Rio.
Semua pegawai menunduk hormat begitu melihat Tuan William berjalan melewati mereka dengan aura wibawa diwajahnya.
Seperti biasa Tuan William hanya
membalas dengan anggukan di kepala tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Ya, Tuan William memang tidak terlalu banyak bicara jika sedang
berada di perusahaan ataupun
lingkungan lainnya.
Ia hanya bisa bersikap santai jika sedang berada di mansion nya ataupun dengan orang - orang
yang ia percayai.
Tommy dan Zico masih terus memikirkan cara untuk memberi
kabar pada Aaron tanpa sepengetahuan Tuan William.
Tuan William tidak menyuruh mereka berdua untuk naik dimobil yang sama dengannya.
" Kalian jalan depan, biar Rio mengikuti dari belakang." perintah Tuan William.
" Baik, Tuan William." jawab Tommy dan Zico, lalu masuk kedalam mobil Tommy.
Perlahan mobil Tommy berjalan
meninggalkan perusahaan. Sementara mobil Tuan William mengikutinya.
Zico dengan cepat menghubungi
nomer dokter yang merawat Aaron untuk mengabari kedatangan mereka bersama Tuan William. Tapi sudah beberapa kali dihubungi tetap masih dalam ada sibuk.
" Belum bisa juga, Zi ... " tanya Tommy khawatir sambil menyetir mobil.
" Iya, belum." sahut Zico singkat.
" Coba hubungi nomer ini." Tommy
memberikan nomer dokter baru yang dimintanya untuk mengawasi Giselle selama berada
didekat Aaron.
Zico dengan cepat menekan nomer yang diberikan Tommy.
Untungnya nomer itu langsung diangkat.
" Halo, siapa ini ? " tanya dokter muda bernama Sila.
" Ini Zico temannya Tommy yang
menyuruh kamu mengawasi
Giselle dirumah sakit." ujar Zico
menjelaskan.
" Oh, ya ... ada apa ya Tuan ? " tanya Sila.
" Sekarang kamu secepatnya ke kamar Aaron dan katakan padanya kami menuju kerumah sakit bersama Tuan William.
Sampaikan sekarang juga." perintah Zico.
" Baik Tuan, akan segera saya sampaikan." jawab Sila.
" Bagus, terima kasih." ucap Zico lalu menutup telfonnya.
__ADS_1
Tommy dan Zico mulai bisa menarik nafas dengan lega setelah berhasil mengabari Aaron.
Mudah - mudahan Aaron bisa
menyuruh Giselle pergi secepatnya.
Sila bergegas dengan cepat menuju kamar Aaron. Ia segera menghampiri Aaron untuk menyampaikan pesan yang dikatakan Zico.
" Hei ... tidak ada yang memanggil kamu. Buat apa kamu datang
ke kamar suami saya ? " tanya Giselle sinis dengan tatapan curiga.
Sila tidak perduli dengan perkataan Giselle. Wanita ini memang selalu bersikap tidak sopan padanya.
" Maaf Tuan Aaron ... Tuan Zico baru saja menyuruh saya untuk
mengabarkan pada anda bahwa
Tuan William sedang menuju rumah sakit ini." ujar Sila dengan
mimik serius.
Aaron dan Giselle langsung terperanjat mendengar berita yang disampaikan Sila.
Ia gak mengira, Daddy nya pulang secepat ini. Aaron khawatir, kepulangan Daddy karena telah
mengetahui tentang pernikahan
nya dengan Giselle.
Apalagi Giselle, ia tidak ingin ketahuan sekarang. Ia belum berhasil melakukan hubungan intim dengan Aaron karena kondisi fisik Aaron yang belum terlalu sehat.
" Baik, terima kasih. " jawab Aaron.
" Saya permisi keluar." ujar Sila.
" Ya, silahkan. " kata Aaron.
Begitu melihat Sila sudah keluar dari kamarnya, Aaron langsung
memerintahkan Giselle untuk segera keluar dari rumah sakit.
" Sekarang kamu bereskan barang
milikmu, jangan sampai ada yang
ketinggalan. Aku tidak mau Daddy
curiga dan mengetahui keberadaan mu. Apalagi jika Daddy sampai tahu kita sudah menikah. Sebaiknya kamu pergi sekarang." perintah Aaron dengan
perasaan khawatir.
" Iya, sayang ... sebaiknya kamu tenang, jangan gugup. Aku akan
pergi sekarang juga." ujar Giselle
menenangkan Aaron. Padahal
perasaan Giselle juga sedang dalam ketakutan sekarang.
Ia mengetahui sepak terjang mengenai kekejaman Tuan William jika ada berani yang menentangnya. Ia sendiri pernah
mengalami ketika di perintahkan
untuk menjauh dari Aaron.
" Sayang, aku pergi ..." ujar Giselle
setelah selesai membereskan
beberapa barangnya yang ia bawa
kerumah sakit untuk menemani
Aaron di rumah sakit.
" Hmm ... " jawab Aaron singkat.
Giselle mencium bibir Aaron sebelum pergi. Aaron yang sedang khawatir tidak menanggapi ciuman yang diberikan Giselle.
Giselle pun pergi dengan menghela nafas berat. Tiba - tiba
terlintas pikiran buruk
di pikirannya, bahwa Tuan William
akan kembali memisahkan mereka. Tapi kali ini ia sudah benar - benar bertekad untuk tidak
melepaskan Aaron lagi.
**********************************
Hai, readers tersayang ... semoga
masih tetap setia membaca kisah Felicie , ya ... 😘😘😘
Jangan pernah bosan untuk memberi Like, Koment, Vote dan Hadiah yang banyak. Jangan lupa juga tekan tombol Favorit agar
jika Up episode selanjutnya kalian
akan mendapatkan notifikasinya.
Buat yang sudah memberikan Like dan Koment yang positif, Mommy ucapkan Terima kasih ... 😘😘😍
__ADS_1
Semoga pembaca setia Mommy selalu dijaga kesehatannya dan diberikan rezeki yang berlimpah ... Aamiin.
Muachhh .... 😘😘😘😍