
Aaron baru sadar, Felicie sudah
pergi ketika Vera memanggil namanya.
" Ron ... apa aku sudah boleh keluar ? " tanya Vera dengan wajah memelas.
" Kamu diam di sini dan jangan pernah berani memanggil nama gue dengan mulut Lo yang kotor itu. " hardik Aaron emosi, lalu bergegas keluar dari kamar
untuk menyusul Felicie.
Vera hanya bisa menangis setelah Aaron membentaknya,
bahkan tanpa perduli ia langsung keluar dan mengejar
Felicie.
Vera mulai menyesali keputusannya yang telah menjebak Aaron. Untuk apa ia berhasil menikah tapi harus menderita setiap hari dan bahkan tak pernah di anggap sebagai isteri dan menantu dari Tuan William.
Apalagi ia bukanlah satu - satunya isteri Aaron.
Bahkan untuk keluar dari kamar dan bertemu keluarganya saja gak di bolehkan.
Aaron tidak menemukan keberadaan Felicie bersama Daddy nya.
" Dad ... Felicie mana ? " tanya Aaron gelisah.
" Kamu terlalu berada di kamar
wanita itu. Felicie sudah pulang."
jawab Tuan William datar.
Aaron terduduk lemas di sofa,
mendengar jawaban Daddy nya.
Ia menyesal kenapa tadi harus
melamun di kamar Vera. Bahkan Felicie keluar saja ia bisa tidak mengetahuinya.
" Kenapa Felicie tidak mau menungguku, dad ... apakah dia begitu membenci kehadiranku ?"
tanya Aaron lirih.
William menghela nafas berat mendengar perkataan anaknya.
Ia juga kasihan melihat nasib Aaron. Kenapa ia baru menyesali dan menyadari perasaannya setelah berpisah dengan Felicie.
" Bersabarlah dan selalu berdoa,
semoga suatu hari nanti Felicie
mau menerimamu kembali dan
yang paling penting kau harus
membereskan semua masalah
yang sudah kau lakukan, dengan
kedua wanita itu. Jika terbukti, bahwa anak yang mereka lahir kan bukan anakmu, segera urus perceraian kamu dengan mereka. Kamu pasti sudah tahu, bagaimana kelakuan kekasih yang kau cintai itu. Jadi mulai sekarang, kau harus berhati - hati dengannya. Jangan sampai kau terjebak dengan semua tipu dayanya, apalagi saat nanti mau test DNA. Mulai sekarang kau harus berubah. Tunjukkan pada Felicie bahwa kamu pantas untuknya. " ujar William memberikan nasehat.
" Baiklah, dad ... aku akan mengingat semua omongan Daddy hari ini. Aku berjanji, akan
berhati - hati dengan 🦊 wanita
itu dan hanya melihat Felicie dari
kejauhan sebelum aku bisa menyingkirkan kedua wanita itu dari kehidupanku. Aku akan
membuktikan pada Felicie bahwa suatu saat aku bisa pantas
untuk mendampinginya." ucap
Aaron dengan serius.
" Baiklah, Daddy senang kau sudah menyadari kesalahanmu.
Daddy yakin suatu hari kau pasti bisa mendapatkan hati Felicie." ucap William sembari menepuk
bahu Aaron dengan senyum kecil
di bibirnya. Ia senang karena anaknya sudah berubah.
" Dad ... hari ini aku akan
membawa Vera pulang ke apartment baru ku. "
" Apa kau yakin ... ? Bagaimana kalau dia kabur ... ?".
" Daddy jangan khawatir, aku sudah menaruh bodyguard di sana."
" Bagaimana dengan wanita yang
satu lagi ? ".
" Sama, dia juga dad ... aku akan
membuat mereka tinggal di tempat yang sama, selain aku lebih mudah mengawasi keduanya juga. Situasi ini akan membuat mereka saling bertengkar, karena pasti mereka akan berusaha untuk mencari perhatian dariku."
" Baiklah kalau itu sudah jadi
keputusanmu. Daddy akan mendukungnya. "
__ADS_1
" Okey, dad ... sekarang aku akan menyuruh Vera untuk berkemas."
" Ya, lakukanlah. "
Aaron segera naik kembali ke lantai atas untuk menemui Vera. Ia sudah merencanakan
sesuatu agar kedua wanita itu
bisa saling membenci satu sama lain.
" Rapikan semua pakaian Lo, Lo akan pindah ke apartment gue hari ini." perintah Aaron dingin setelah berada di kamar Vera.
Vera yang baru saja selesai menangis karena perlakuan Reno tadi merasa terkejut begitu mendengar perkataan Aaron.
Apa ia gak salah dengar ?
Aaron akan membawanya keluar dari mansion dan pindah ke apartment lalu tinggal bersamanya. Mungkinkah , Aaron mulai membuka hatinya pada Vera karena sadar Felicie tidak mencintainya ? Apakah ini nyata,
bukan mimpi ....? Begitu banyak
pertanyaan yang memenuhi kepalanya.
" Cepetan ... malah melamun lagi !" perintah Aaron lagi.
" Ba ... baik. " jawab Vera gugup tersadar dari lamunannya.
" Gue tunggu lo di bawah. Jangan
lama ! " kata Aaron lalu melangkah keluar dari kamar.
" Ya, baiklah. " jawab Vera mulai
tersenyum, karena kini ia tahu ternyata tidak ada yang salah dengan pendengarannya. Aaron benar - benar mengajaknya pindah untuk tinggal bersama dengannya.
Vera dengan semangat, membereskan semua pakaiannya
dan memasukkan ke dalam koper.
Ia pun tidak lupa untuk membersihkan dirinya dan mengenakan pakaian yang bagus.
Ia juga memakai make up seperti dulu, agar Aaron semakin tertarik dengannya. Sejak Aaron mengurungnya di mansion, ia tidak pernah lagi menghias
wajahnya, karena gak ada gunanya juga. Aaron tidak pernah memperhatikan Vera
meski hanya sebentar. Aaron hanya akan datang ke kamar
untuk menyuruhnya mengerjakan pekerjaan - pekerjaan berat di mansion ini.
Vera tersenyum lebar setelah
melihat wajahnya yang cantik
di cermin. Ia yakin, perlahan
Aaron bisa mencintainya seperti
" Tapi bagaimana jika wanita yang bernama Giselle itu juga ada disana ?" tanya Vera begitu mengingat bahwa bukan hanya dia saja yang jadi isterinya Aaron.
" Ah, biarin aja ... aku akan berusaha membuat Aaron lebih memilihku dari pada wanita itu. Hingga akhirnya Giselle tersingkir dari kehidupan Aaron dan hanya tinggal aku sebagai isteri satu - satunya." ucap Vera
yakin.
Setelah meyakinkan dirinya, Vera pun membuka pintu. Lagi - lagi ia
tersenyum, karena pintunya tidak terkunci seperti biasanya. Bahkan sudah tidak lagi pelayan yang selalu mengawasi dan menjaga
pintu kamar Vera.
Ia segera melangkahkan kakinya keluar dari kamar yang selama
beberapa waktu ini adalah penjara
buat Vera. Senyum menghias bibir nya ketika mulai berjalan dan menyusuri mansion mewah ini.
Hingga akhirnya, Vera kini sudah berada di lantai bawah.
Aaron yang sedang duduk bersama Tuan William, langsung bangkit dan pamit pada Daddy nya, tanpa berusaha membantu
Vera yang kesusahan membawa
koper dan beberapa barang keperluannya.
Vera berusaha tidak memperdulikan sikap Aaron, karena ia yakin suatu saat Aaron
akan takluk dengannya.
Sekarang ia hanya harus bersikap baik di depan Tuan William agar bisa mengambil hatinya dan menerima Vera sebagai menantu.
Hingga akhirnya bisa menggantikan kedudukan Felicie sebagai menantu kesayangan Tuan William. Jika ia berhasil, selanjutnya akan lebih mudah buat Vera. Tapi baru saja ia hendak memberikan tangannya untuk menyalami Tuan William,
William langsung bangkit dan pergi dari hadapan Vera tanpa mengucapkan sepatah katapun.
" Sabar Vera ... ini baru awal.
Kamu harus yakin bisa merebut
perhatian Tuan William dan menggantikan Felicie, menjadi
satu - satunya menantu dari
pemilik mansion mewah ini." ucap
Vera menyemangati dirinya sendiri. Membayangkan hal baik ini akan terjadi, senyum Vera semakin mengembang. Tapi baru saja menghayal hal yang menyenangkan suara pelayan wanita terdengar membentaknya.
__ADS_1
" Hey, kamu ... kata Tuan Aaron,
dia akan meninggalkan kamu jika
masih tetap berdiri di situ kaya
orang gak waras." ucap salah satu pelayan wanita yang pernah bertugas menjaga pintu kamarnya dan menatap Vera dengan sinis.
" Kamu jangan bersikap kurang ajar, ya ... saya ini nyonya dari
Tuan kamu, anak dari pemilik mansion tempat kamu bekerja."
bentak Vera dengan angkuh.
" Hahaha ... jangan mimpi kamu.
Kamu hanya budak bagi Tuan kami. Bagi Tuan Aaron dan Tuan William hanya nona Felicie yang
pantas jadi nyonya mansion ini."
pelayan ini menatap Vera dengan
tatapan meremehkan.
" Lihat saja nanti, aku akan menyuruh suamiku untuk memecat kamu." ucap Vera.
" Hahahaha ... silahkan.
Teruskan saja mimpi kamu.
Sekarang keluar, Tuan Aaron
tidak mau menunggu kamu terlalu lama. " ujar pelayan meninggalkan Vera sembari mentertawakan nya.
" Brengsek ... awas kau ! " Vera
menatap geram pada pelayan
yang menghinanya.
Vera tidak tahu kalau Tuan William memperhatikan sikapnya
dari cctv mansion.
" Hmm ... dasar 🦊 ." ucap William dingin.
Aaron yang sudah sejak tadi berada di dalam mobil menunggu
Vera dengan perasaan marah.
Kalau saja tidak demi melancarkan rencananya, Aaron pasti sudah meninggalkan Vera.
Vera bergegas keluar setelah
mengingat bahwa Aaron sedang
menunggunya.
Ia kembali tersenyum begitu melihat Aaron menunggunya dengan sabar di mobil.
Vera dengan semangat duduk
di sebelah Aaron.
" Lo duduk di depan aja, gue mau
duduk sendiri." ujar Aaron datar.
Vera yang awalnya senang berubah menjadi sedih karena
Aaron tidak menginginkannya
duduk di sebelahnya.
" Baiklah ." jawab Vera lirih.
Ia pun bangkit dan keluar dari mobil lalu duduk di depan sebelah supir.
" Ayo, jalan." perintah Aaron pada
supir.
Pak supir pun segera menjalankan mobil dan perlahan keluar meninggalkan mansion.
Vera tidak tahu, bahwa Aaron juga akan menjemput Giselle dan
sekaligus membawa keduanya
tinggal bersama di apartment.
Aaron tersenyum sinis saat membayangkan hal yang akan
terjadi jika keduanya bertemu.
**********************************
Selamat membaca, semoga kalian suka ya dengan lanjutan ceritanya dan nantikan episode selanjutnya.
Jangan lupa like, koment positif nya, Favorit ❤️ , vote dan hadiah
yang banyak ... 😀😀
Buat yang sudah mendukung,
__ADS_1
Mommy ucapkan Terima kasih ...🙏🙏😘
Love You All ❤️❤️❤️