Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 102


__ADS_3

Jhon dan Mark sangat merasa kecewa ketika mengetahui bahwa cctv yang mereka cari benar – benar sudah di hapus. Sehingga kejadian yang menimpa Elbert tidak bisa di buktikan.


Bahkan bukan hanya rekaman pada saat kejadian saja yang hilang, tapi beberapa jam sebelum dan sesudahnya juga tidak terekam.


Petugas yang khusus yang menjaga cctv ini pun juga merasa heran, karena seingatnya ia tidak ada beranjak sedikitpun dari ruangan ini. Tapi kenapa ia bisa tidak mengetahui kalau cct nya sudah di rusak oleh seseorang.


Walau Jhon dan Mark sudah mengancamnya akan melaporkannya pada Polisi jika ia terbukti terlibat dalam masalah ini.


Namun ia berani bersumpah jika ia memang benar terlibat, ia siap untuk di proses secara hukum dan siap juga untuk di penjara.


“ Sebentar Tuan, maafkan saya. Saya baru ingat sesuatu !” ujar petugas itu.


“ Apa maksud kamu ? “ tanya Jhon dengan dingin.


“ Tadi, sebenarnya saya ada keluar sebentar untuk pergi ke toilet, Tapi itu hanya lima menit saja. Setelah itu saya kembali kesini. Lagi pula saat saya pergi, ada petugas baru yang menjaga ruangan ini. Jadi, tidak mungkin ada orang yang bisa dalam waktu secepat itu menghilangkan rekaman cct dan mengatur ulang sesuai jam dan urutannya. “ ujarnya.


“ Kenapa kau tidak mengatakannya sejak tadi ! “ bentak Mark kesal karena merasa di permainkan olehnya.


“ Maaf, Tuan ... saya lupa dan karena waktunya terlalu cepat. Saya rasa tidak mungkin ada yang bisa mengutak - atik cctv ini. Apalagi ada petugas yang menjaganya.” ujar petugas itu dengan wajah cemas.


“ Hmm ... sekarang mana petugas itu !” tanya jhon.


“ Dia baru saja pergi, Tuan. Tugasnya hanya membantu beberapa jam saja, karena sebagai petugas baru dia hanya membantu saya dan mempelajari terlebih dahulu skema mengenai hotel dan di mana saja letak cctv yang ada. Jadi secara resmi, dia belum diizinkan untuk memegang kendali cct. “ ujar petugas ini menjelaskan.


Jhon dan Mark saling bertatapan mendengar hal ini. Jelas sekali petugas baru ini patut di curigai.


“ Apa kau memiliki foto petugas baru itu ?” tanya Jhon.


“ Maaf Tuan, karena dia masih baru, saya belum terlalu dekat dengannya. Jadi saya tidak punya fotonya. “ ujar petugas takut.


“ Hmm ... kami minta nama dan data pribadi pria itu. Jika kami tidak mendapatkannya dalam beberapa menit, maka jangan salahkan kami jika Tuan Elbert akan bertindak dan menuntut Hotel ini. Karena kelalaian mu, Tuan kami harus mengalami kejadian memalukan ini !” ucap Jhon dengan tatapan tajam.


“ Baik, Tuan ... saya akan membawa Tuan keruangan HRD. Tuan bisa melihat sendiri datanya. “ ujar petugas ini dengan wajah ketakutan, karena ia bisa saja di pecat jika manajer mengetahui kesalahan yang telah dibuatnya.


“ Hmm ... bawa kami kesana !” perintah Jhon.


“ Mari Tuan, ikuti saya ... “ ujarnya sembari keluar dari ruangan cctv. Lalu setelah Jhon dan Mark sudah keluar, petugas ini segera mengunci pintu agar tidak ada yang bisa masuk saat ia pergi.


Sementara itu berita mengenai skandal percintaan Elbert dan Claire sudah di beritakan di seluruh kota – kota besar yang ada di A*****a.


Bahkan akhirnya banyak yang mulai mendukung Claire karena ia terlihat sangat mencintai Elbert dan sangat pengertian pada saat di wawancarai.


Hingga sebagian wanita yang awalnya tidak menyukai claire, karena mereka pikir hanya Claire yang mengejar Elbert sedangkan Elbert tidak menyukainya. Karena Elbert tetap tidak memberi klarifikasi sedikitpun pada media mengenai kejadian sebelumnya yang di apartment.


Tapi setelah mereka melihat rekaman video yang beredar bahwa Claire dan Elbert berada di sebuah kamar yang sama dan jelas sekali terlihat kalau mereka berdua baru saja terbangun dari tidur, setelah selesai bermesraan.


Apalagi sangat jelas sekali ketika wartawan mulai menyerbu masuk kekamar mereka dan mengabadikan wajah Claire dan Elbert.


Hal ini membuat mereka semakin bertambah simpati dan mempercayai claire. Bahkan ia kini dipuji banyak masyarakat dan dijuluki sebagai peri wanita.


Semua pujian yang Claire terima, membuatnya tersenyum lebar saat ia melihat tayangan infotainment di televisi di sebuah vila kecil milik pria yang sangat memujanya, bahkan dengan bodohnya rela melakukan apa saja agar bisa berdekatan dengannya dan di tempat inilah Claire sembunyi selama ini.


“ Honey, sebentar lagi kau akan jadi milikku ! Kau tidak akan bisa menolakku lagi ! “ ujar Claire tertawa puas, karena ia yakin Elbert mau tidak mau harus menikahinya setelah peristiwa di kamar hotel itu.


Claire tidak perduli meskipun ia tahu Elbert tidak mencintainya, yang ia perdulikan Elbert akan segera jadi miliknya .


Sementara itu jhon dan Mark sama sekali tidak bisa menemukan data mengenai pria yang sedang mereka cari saat ini.


“ Maaf, Tuan ... kami juga tidak mengerti bagaimana bisa semua data mengenai petugas baru itu bisa tidak ada di data base karyawan. Padahal jelas sekali kalau saya yang menyimpannya. Tapi kenapa sekarang tidak ada ?” ujar nya bingung.


“ Hmm ... saya mengerti ! apa di antara kalian ada yang sempat berfoto dengannya ?” tanya Jhon, yang mengerti kalau pria itu sudah menghapusnya juga.


“ Ada, saya Tuan ... karena pria itu lumayan tampan, saya jadi sedikit menyukainya. Tapi sayangnya dia susah di ajak buat ngobrol atau lebih tepatnya selalu menghindar jika saya ingin mengajaknya bicara. Jadi tanpa sepengetahuannya, saya sempat mengambil fotonya secara diam – diam. Tapi fotonya tidak terlalu jelas, Tuan .... !” ujar seorang karyawan wanita .


“ Tidak apa – apa, bisa saya melihatnya ?” ucap Jhon.


“ Ini Tuan fotonya !” karyawan ini pun menunjukkan foto pria itu yang ada di handphonemya pada Jhon dan Mark.

__ADS_1


Tapi seperti yang ia katakan, foto itu tidak begitu jelas hasilnya. Wajahnya hanya terlihat dari samping saja. Bahkan tidak ada foto yang di ambil dari depan.


Mungkin karena wanita ini mengambil foto secara diam – diam, jadi ia tidak berani mengambil foto pria misterius itu dari jarak dekat.


“ Hmm ... terima kasih atas bantuannya ! “ ujar Jhon.


“ Jadi bagaimana kelnjutannya Tuan ? Apakah Tuan anda akan tetap menuntut hotel ini ? “ tanya manajer HRD.


“ Kalau masalah itu saya belum tahu, kami harus mencari tahu lebih dulu.” Ucap Jhon.


“ Begini saja, jika nanti kalian mendapatkan info mengenai pria itu, beritahu kami secepatnya !” ucap Mark.


“ Baik, Tuan .”


“ Hmm ... kalau begitu kami permisi. “ ucap Jhon dan Mark.


“ Ya, Tuan ... maafkan atas kelalaian karyawan kami. “


“ Hmm ... ! “ sahut jhon lalu setelah itu mereka berdua beranjak keluar dan berjalan menuju kamar Elbert.


Elbert yang melihat berita mengenai dirinya dan Claire dari handphonenya langsung saja mengamuk. Ia membanting semua yang ada di dalam kamar.


Ia benar – benar membenci kebodohannya. Kenapa ia bisa dengan mudahnya masuk ke dalam jebakan yang sudah di siapkan Claire.


Elbert lalu melihat dirinya di cermin, ia jadi begitu jijik melihat bayangan dirinya di cermin.


Apalagi saat ia teringat, Claire dan dirinya tidak memakai sehelai pakaian pun di tempat tidur ini.


Elbert membayangkan bagaimana perasaan felicie jika sudah melihat berita mengenai kejadian ini. Felicie pasti akan hancur.


Elbert yang sudah terlalu sering mengatakan padanya untuk percaya pada cintanya, malah sekarang melakukan hal yang sangat menyakitinya.


Felicie yang baru saja membuka diri dan mulai kembali ceria akan kembali seperti dulu. Dingin, acuh, ketus dan menyendiri. Ia akan kembali menjadi Felicie yang sulit untuk di dekati.


Memikirkan semua ini membuat Elbert terduduk lemas di lantai. Kakinya tidak mampu menopang tubuhnya.


Tanpa dapat di cegah, air mata Elbert pun, mengalir dengan deras di pipinya. Ia yang terbiasa bersikap dingin, maskulin terlihat tidak berdaya sama sekali.


Elbert menyesal karena tidak mengikuti saran dari Jhon waktu itu. Seharusnya ia menceritakan dengan jujur pada Felicie, agar ketika ia mendengar berita ini ia tidak akan mempercayainya.


Elbert benar – benar hancur. Ia merasa sudah tidak memiliki harapan untuk bersama dengan gadis kecil yang sudah di cintai nya begitu lama.


Jhon dan Mark sangat terkejut begitu melihat keadaan Elbert yang terpuruk. Sosoknya yang angkuh dan dingin tidak terlihat sedikitpun. Bahkan ia tidak perduli , saat Jhon dan Mark melihatnya menangis.


" El, kamu kenapa jadi seperti ini ?" tanya Jhon menghampirinya dan mengangkat tubuh Elbert yang terduduk di lantai.


Elbert tidak bereaksi mendengar pertanyaan Jhon. Ia masih tetap menangis dengan tatapan kosong.


" Please, El ... jangan begini ! Kamu harus kuat dan yakin kita akan menemukan bukti bahwa Claire sudah menjebak mu. " ujar Jhon lagi.


Mark benar - benar tidak percaya dengan yang ia lihat saat ini. Elbert yang selalu bicara dengan dingin dan terkadang kasar padanya, terlihat tidak memiliki semangat di matanya. Ia menjadi sosok yang lemah.


" Elbert, kamu harus kuat ! Jangan hanya karena wanita j****g itu kamu jadi lemah begini. Kamu harus ingat ada Felicie yang sedang menunggumu. " Jhon berusaha menyemangati Elbert.


Elbert bereaksi begitu mendengar nama Felicie di sebut oleh Jhon.


" Aku sudah tidak punya harapan lagi untuk bisa bersamanya, Jhon ! Aku yakin kalian tidak berhasil mendapatkan buktinya !" ucap Elbert dengan suara serak.


" Kamu harus yakin ! Meskipun sekarang kami belum berhasil mendapatkan buktinya, tapi kami akan terus mencarinya dan membuktikan bahwa kamu di jebak oleh 🦊 itu ! Sehingga kamu bisa kembali bersama Felicie." kali ini Mark yang berbicara, meskipun ia tidak tahu siapa Felicie yang di katakan oleh Jhon.


" Hahaha ... meskipun kalian berhasil menemukan buktinya tapi semuanya sudah terlambat. Saat ini pasti Felicie sudah melihat berita itu. Semua media sudah memberitakannya. Bahkan wajahku terlihat jelas. " ucap Elbert tertawa miris.


" Apa maksud kamu, El ... ?" tanya Jhon dan Mark heran.


" Buka saja handphone kalian ! Buka internet ! Kalian pasti akan tahu maksudku." ucap Elbert gak semangat.


Jhon dan Mark segera membuka handphone mereka dan melihat seperti yang dikatakan Elbert dan mereka langsung terbelalak saat melihat semua media sudah memberitakan yang terjadi tadi. Bahkan jelas sekali wajah Elbert dan Claire terpampang di sana.

__ADS_1


Belum lagi ada wawancara Claire yang sengaja memberi kesan agar terlihat lebih meyakinkan, bahwa mereka adalah sepasang kekasih yang sudah bertunangan dan akan segera melangsungkan pernikahan.


Wajar saja, Elbert terlihat begitu menyedihkan dan terpuruk. Tapi mereka harus tetap memberi semangat pada Elbert agar tidak semakin hancur dan kembali semangat.


Tiba - tiba Mark baru ingat, kalau ia meninggalkan acaranya yang belum selesai, karena ia yang awalnya berniat meminta Elbert untuk menutup rangkaian acara itu. Tapi malah ia harus melihat kejadian buruk yang menimpa Elbert.


Meskipun ia tidak ingin meninggalkan Elbert dalam keadaan yang menyedihkan, tapi sebagai bentuk tanggung jawabnya, sebagai pemilik perusahaan ia harus tetap pergi untuk menutup acara itu.


Walau pasti banyak yang akan kecewa karena Elbert tidak jadi hadir kembali.


" Maaf, El ... Jhon ... aku harus kembali ke acara sebentar untuk menutupnya. Baru setelah itu aku akan kembali kesini !" ujar Mark dengan perasaan bersalah.


Jika saja ia tidak menahan Elbert untuk tetap menunggunya di ruang private itu pasti kejadian ini tidak akan menimpa Elbert.


" Pergilah ! Itu sudah jadi tanggung - jawab kau, Mark !" ujar Jhon, karena Elbert tidak memberi tanggapan atas perkataan Mark.


" Baiklah, aku akan langsung kembali setelah acara selesai. " ujar Mark.


" Ya ... !" sahut Jhon singkat.


Mark kemudian segera melangkah keluar dari kamar agar bisa secepatnya ia kembali menemui Elbert.


Begitu melihat Mark sudah keluar dan langkahnya sudah menjauh dari kamar ini, Jhon pun kembali berbicara pada Elbert.


" Tidak ada kata yang terlambat ! Meskipun kita mungkin tidak bisa menemukannya dengan cepat tapi kamu harus yakin, kita pasti akan mendapatkan bukti itu !" ujar Jhon.


" Hehe ... sampai kapan ! sampai aku harus menikahi wanita s*****n itu ! Dia pasti tidak akan tinggal diam. Karena media sudah mendukungnya tentu saja mudah baginya memaksaku untuk menikahinya !" ujar Elbert tidak percaya dengan perkataan Jhon.


" Meskipun begitu, tapi kamu harus tetap yakin, El ... bukankah kau bisa menggunakan kelompok bawah tanah untuk mencari bukti itu ! " ujar Jhon.


" Hehehe ... kau jangan lupa kalau si 🦊 itu memiliki hal yang sama sepertiku. Kakekku dan kakeknya adalah sahabat sejak lama. Tentu saja ada beberapa kelompok yang memihak padanya." tawa Elbert terdengar mengerikan.


" Tidak apa - apa, kita tetap harus mencobanya ! Kelompok yang mengikuti mu lebih tinggi tingkatannya di bandingkan kelompok lain. Lagi pula team IT kita, akan mencoba memulihkan cctv yang sudah di hilangkan olehnya !" ujar Jhon lagi.


" Hmm ... terserah lah ! Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Aku tidak ingin berharap lebih banyak. Hidupku sudah hancur ! Felicie tidak akan pernah memaafkan ku. Dia benci pria yang tidak setia.


Aku tidak memiliki kesempatan lagi untuk menikah dengan nya." ucap Elbert benar - benar sudah kehilangan semangat di hidupnya.


Jhon cuma bisa menghela nafas dengan berat mendengar perkataan Elbert. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi untuk meyakinkan Elbert kalau mereka akan bisa menemukan bukti itu, walaupun mungkin tidak secepat yang mereka inginkan. Karena Claire bukanlah lawan yang mudah.


Tiba - Tiba terlintas di pikiran Jhon untuk menghubungi Felicie. Siapa tahu jika mendengar suaranya, Elbert akan kembali semangat. Meskipun ada kemungkinan Felicie tidak akan menerima panggilan darinya, apalagi jika ia memang sudah melihat berita mengenai Elbert, tapi Jhon harus tetap mencobanya. Tapi Jhon berdoa semoga Felicie belum melihat berita itu.


Jhon sedikit menjauh dari Elbert setelah memutuskan untuk menghubungi nomer Felicie. Untung saja ia sempat melihat nomer gadis yang dicintai Elbert saat mereka sedang berada di mansion, lalu menyimpan nya.


Ia menunggu beberapa saat hingga akhirnya suara Felicie terdengar.


" Halo, ini siapa ?" ucap Felicie.


" Halo, saya Jhon asistennya Tuan Elbert !" ujar Jhon dengan suara berbisik agar tidak sampai terdengar oleh Elbert.


" Apa ? suaranya pelan banget !" ucap Felicie.


" Hmm ... sebentar ! " Jhon lalu berjalan menuju kamar mandi agar bisa leluasa bicara dengan Felicie.


Elbert tetap tidak perduli.


Ia masih duduk tanpa ada semangat di wajah nya.


" Halo, Nona Felicie, saya Elbert asistennya Tuan Elbert. Maaf saya lancang berani menghubungi nona, tapi saya terpaksa melakukannya karena cuma nona yang bisa memberi semangat pada Tuan Elbert !" ujar Jhon.


" Hah, apa yang terjadi dengan Elbert ? Apa El, sakit ? " tanya Felicie khawatir.


Ia memang belum mengetahui berita mengenai Elbert, karena ia terlalu sibuk dengan kuliahnya jadi gak punya waktu untuk melihat berita - berita gosip di handphone ataupun di televisi.


Jhon menarik nafas lega begitu mendengar omongan Felicie. Berarti dia belum mengetahui berita itu.


Jhon sengaja menghidupkan speaker handphonenya agar Elbert bisa mendengar suara Felicie.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2