Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 55


__ADS_3

Felicie melihat dirinya di cermin.


Hari ini adalah sidang pertama


perceraiannya dengan Aaron.


Sebenarnya ia agak gugup. Karena ini baru pertama kalinya,


berada di dalam ruang sidang.


Tapi membayangkan ia akan


di temani Tika dan Elbert, hatinya


sedikit lebih tenang.


Apalagi pengacara yang di tunjuk oleh Elbert untuk mendampinginya adalah seorang


pengacara handal. Walaupun hal ini tidak begitu perlu, menurutnya. Karena dari awal Felicie dan Aaron sudah sepakat untuk


bercerai tanpa harus membahas


hal - hal yang tidak penting.


Tapi Elbert mengatakan ini sangat penting agar bisa menjaga kemungkinan dari hal yang terburuk. Bisa saja tiba - tiba Aaron berubah pikiran untuk. tidak menceraikannya dan membatalkan gugatannya. Meskipun ini gak mungkin, karena jika gugatan ingin dicabut harus mendapat persetujuan terlebih dulu dari Fekicie. Tapi dengan kekuasaan Tuan William hal ini bisa saja terjadi.


Namun Felicie yakin,


Aaron tidak akan melakukannya.


Karena ia sudah berjanji di depan


Tuan William. Justru yang ia khawatirkan kehadiran Tuan William. Felicie tidak ingin, Tuan William nanti berpikiran buruk padanya jika melihat ia datang


bersama Elbert.


" Ah, tapi biarlah, Daddy pasti mengerti, karena sebentar lagi


statusku bukan istrinya Aaron lagi. Apalagi Aaron sendiri sudah


memiliki istri lain dan hal ini


memperkuat alasannya didepan


Tuan William untuk meminta cerai." gumam Felicie.


Setelah Fekicie meyakinkan hati


dan dirinya agar tidak gugup, ia


segera melangkahkan kakinya


keluar apartment. Ia melarang


Elbert untuk naik keatas agar


tidak membuat pandangan buruk


bagi orang lain. Karena bagaimanapun saat ini statusnya


masih istri Aaron. Sedangkan Tika


langsung pergi ke pengadilan.


Karena tadi ia harus pergi


ke pengiriman terlebih dulu baru


pergi ke pengadilan. Jika harus ke apartment Felicie lagi, bisa lebih lama. Ia tidak ingin,


Felicie jadi terlambat karena harus menunggu kedatangannya.


Elbert mengembangkan senyumnya begitu melihat kehadiran Felicie. Hari ini ia terlihat lebih anggun dan dewasa. Karena ia menggunakan pakaian yang lebih formal dibandingkan


pakaian yang ia kenakan setiap hari . Matanya terlihat tidak berkedip melihat Felicie.



Kira - kira seperti ini, pakaian yang


Felicie kenakan ... 😘


" Kenapa, aku terlihat aneh ya dengan pakaian seperti ini ? " tanya Felicie merasa khawatir melihat Elbert yang hanya menatapnya tanpa berkedip.


Elbert langsung tersadar begitu mendengar suara Felicie.


" Tidak, justru kamu terlihat lebih


cantik dan dewasa." ucap Elbert


tak berhenti mengagumi Felicie.


" Kamu gak bohong kan ? Soalnya aku memang sengaja memakai


pakaian seperti ini agar tidak terlihat seperti anak - anak. Nanti Pak Hakim nya gak percaya lagi kalau aku yang akan sidang hari ini. Jika melihat aku datang cuma pakai jeans dan kaos, seperti biasa." ujar Felicie masih belum percaya.


" Aku gak bohong sayang, kamu


sangat cantik dan jadi lebih terlihat dewasa mengenakan ini." kata Elbert menggoda Felicie.


Mendengar kalimat yang dikatakan Elbert membuat Felicie


menjadi tersipu. Tanpa mengatakan sepatah kata lagi, ia


segera masuk ke dalam mobil


Elbert.

__ADS_1


Elbert tertawa kecil melihat wajah Felicie yang berubah merah karena perkataannya. Ia pun segera masuk ke mobil lalu pergi agar mereka jangan sampai terlambat datang ke pengadilan.


Elbert berusaha bersikap tenang,


walaupun ia sebenarnya khawatir.


Ia takut jika Aaron berubah pikiran


untuk tidak menceraikan Felicie.


Padahal Elbert sudah tidak sabar menunggu perceraian mereka.


* * *


Sementara itu Aaron sudah lebih dulu tiba di pengadilan bersama dengan Tommy dan Zico. Tapi mereka masih menunggu di dalam mobil, agar kehadiran mereka tidak jadi perhatian sebagian orang yang ada


di pengadilan. Meskipun sebenarnya mereka bisa saja masuk dari jalur khusus yang di sediakan untuk orang - orang seperti mereka. Sedangkan Tuan William tidak bisa ikut datang karena harus menghadiri rapat


di perusahaan.


Perceraian Aaron dan Felicie dilakukan secara tertutup, agar tidak ada pihak luar yang mengetahuinya. Karena Tuan William tidak ingin, status Felicie sebagai seorang wanita yang akan menjadi seorang j**** di usia yang masih sangat muda diketahui khalayak umum.


Lagi pula sebelum ini tidak ada yang tahu tentang pernikahan Aaron dan Felicie.


" Gimana Zi ... apa semua berkas untuk hari ini sudah beres ? " tanya Aaron dengan perasaan


gelisah, karena sampai detik ini


Felicie juga belum datang.


Ia ingin memanfaatkan waktu sidang ini untuk bisa melihat wajah Felicie, yang sangat ia rindukan selama beberapa hari ini. Setelah pertemuan mereka terakhir di rumah sakit, Aaron belum ada bertemu dengannya lagi. Karena setelah beberapa kali persidangan, status mereka sudah tidak sama lagi. Felicie bukanlah isterinya lagi.


" Tentu saja sudah. Kenapa kamu sudah gak sabar berpisah dengan


Felicie ?" tanya Zico meledek Aaron.


" Bukankah justru Lo yang sudah gak sabar dengan perceraian kami, Zi ... ? " ujar Aaron dengan datar.


Tommy yang melihat sikap kedua sahabatnya sudah mulai agak


memanas, berusaha menengahi.


" Santai, bro ... mungkin Felicie lagi di jalan. Sebaiknya kita turun dan tunggu di dalam aja." ujar Tommy.


" Tidak, kita tetap di sini." bantah


Aaron cepat. Ia menolak karena ingin begitu Felicie sampai, ia bisa langsung melihatnya dari dekat dengan


sepuasnya.


" Hmm ... baiklah." sahut Tommy


mengerti.


Tidak lama Felicie dan Elbert pun tiba. Mobil Elbert tepat di parkir


Begitu melihat Felicie keluar dari


mobil bersama Elbert, membuat Aaron terkesima karena Felicie terlihat sangat berbeda, ia kelihatan sangat cantik dan terlihat jauh lebih dewasa dengan penampilannya. Tapi sekaligus merasa kesal, karena Elbert yang saat ini bersamanya. Zico juga sama dengannya. Wajah Zico berubah ditekuk.


" Kenapa lo berdua, cemburu ... hehehe." ujar Tommy menggoda dua sahabatnya.


" Diam Lo .. !!! " bentak Aaron dan


Zico bersamaan dengan emosi.


" Hahaha ... kompak Lo berdua, ya. Btw, ngapain juga elo pada


marah. Lo, Ron ... bakal jadi mantan suami. Nah, Lo Zi ... pacar juga bukan. Jadi kenapa juga kalian harus emosi. Bukankah Felicie berhak untuk


memilih siapa yang bisa dekat


dengannya." ujar Tommy berusaha


menyadarkan mereka.


Aaron dan Zico terdiam mendengar perkataan Tommy.


Walaupun mereka tahu, apa yang dikatakan Tommy benar, tapi tetap saja mereka gak bisa menerima.


" Gue mau turun. Kalau Lo berdua


masih ingin disini, silahkan ..." Tommy langsung keluar dari mobil setelah mengatakan hal ini.


" Si** ... " umpat Aaron dan Zico,


lalu ikut keluar dari dalam mobil.


Felicie melihat Tika sudah menunggunya bersama Pengacara yang akan mendampinginya hari ini.


" Maaf, Pak Pengacara ... saya


membuat anda menunggu." ujar


Felicie gak enak.


Sedangkan dengan Tika mereka saling berpelukan sejenak.


" Tidak apa - apa, saya juga baru saja datang. Tapi gimana nih, El ...


apa gue kelihatan tua banget sampai nona cantik ini harus memanggil dengan sebutan bapak. Apa gue udah kaya bapak -


bapak. ? " ujar Pengacara yang bernama Boy memasang wajah


pura - pura bersedih.


" Emang Lo udah tua kalau dibandingkan Felicie." jawab Elbert cuek.

__ADS_1


" S*****n lo, bro ... usia kita cuma beda setahun kali. Kenapa elo gak di panggil bapak juga." ujar


Leo protes.


" Itu karena muka Lo kelihatan lebih tua dibandingkan umur Lo."


kata Elbert datar.


" Maaf, Pak ... bukan karena bapak


kelihatan tua, Pak Leo masih muda kog, tapi tidak mungkin saya memanggil bapak


dengan nama saja seperti dengan El ... itu karena saya menghormati profesi bapak, sebagai pengacara saya." ucap Felicie dengan perasaan bersalah.


" Wah, Lo dengar itu El ... gue masih muda kata nona Felicie yang cantik ini. Berarti gue masih


pantas jika ingin bersamanya."


Leo sengaja menggoda Elbert.


" Jangan pernah berharap !


Tunangan lo mau di kemanakan ?"


sahut Elbert dengan wajah dingin.


" Hahahaha ... nona Felicie lihat itu. Wajah pria ini sangat dingin dan datar. Jangan sampai nona


tertarik dengannya. Walaupun saya tahu pria es ini sangat mencintai anda. " Leo semakin


menggoda Elbert, karena ia tahu


Elbert sangat mencintai Felicie.


" Hahahaha .... " Felicie dan Tika


tertawa kecil saat mendengar omongan Leo.


Sedangkan Elbert hanya menatap Leo dengan kesal.


Aaron yang sudah berada di belakang mereka, saat mendengar percakapan mereka


merasa sangat cemburu.


Rasanya ingin sekali ia menarik


tubuh Felicie kedalam pelukannya dan tidak akan pernah melepaskan Felicie untuk selamanya.


" Sabar bro ... Lo harus ikhlas melepasnya. Bukankah Lo ingin


menebus kesalahan yang sudah


elo lakukan pada Felicie. Jadi jika


Lo ingin mendapatkan maaf dan


simpati darinya, Lo harus belajar


merelakan ia bahagia dengan orang lain. Tapi jika Felicie memang di takdirkan jadi jodoh


lo oleh Allah, mau dia pergi kemanapun kalian pasti akan bersatu kembali." kata Tommy bijak.


Aaron langsung menyadari kesalahannya begitu mendengar perkataan Tommy. Ya, ia harus belajar mengikhlaskan Felicie.


Bukankah semua ini bisa terjadi


karena perbuatannya.


Ia menghela nafas dengan kasar, dan belajar untuk jadi manusia yang lebih dewasa dan sabar.


Tapi Zico tentu saja tidak bisa menerima omongan Tommy.


Ia akan terus berusaha akan menjadikan Felicie miliknya setelah Aaron dan Felicie resmi


bercerai. Hal ini membuat Zico


tanpa sadar terus melihat ke arah Felicie dan Tika.


Tika yang melihat Zico menatap mereka, langsung melototkan matanya pada Zico dengan perasaan tidak senang.


" Nih, orang ... udah tahu adik gue gak suka sama dia. Masih aja maksain. Aaron aja yang jelas - jelas suaminya kayanya udah rela melepaskan Felicie. Lah, dia yang


gak punya hubungan apa - apa,


sok - sokan marah." batin Tika kesal.


Melihat Tika melotot padanya membuat Zico terpaksa mengalihkan perhatiannya dari mereka.


**********************************


Terima kasih atas semua dukungan yang telah kalian berikan pada karya Mommy.


Love you All .... 🙏🙏😘😘😍


Tapi jangan pernah berhenti, ya untuk memberikan dukungan kalian. Jadi terus baca episode selanjutnya, selanjutnya, selanjutnya, hingga cerita selesai.


Mommy membutuhkan like,


koment positif, hadiah dan vote yang banyak dari kalian ... 😘😍😍


Maafkan jika masih banyak kesalahan dalam penulisan kata ataupun kalimat ... 🙏🙏


Semoga kita semua selalu sehat agar bisa tetap beraktivitas dan berkarya dan diberikan rezeki


yang melimpah oleh Allah.


Aamiin .....🙏😘

__ADS_1


__ADS_2