Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 64


__ADS_3

Setelah Aaron menjelaskan semua sebab kenapa ia di berhentikan oleh Tuan William


dan ia menerimanya dengan


lapang dada, membuat Tommy dan Zico benar - benar merasa


terhenyak, karena kasihan melihat nasib yang menimpa Aaron, sahabatnya.


" Jadi, dua j****g itu hamil ? " tanya Tommy tak percaya.


" Hmm ... " sahut Aaron malas.


" Gila ... ! gak percaya gue ..." ujar


Tommy menggelengkan kepalanya.


" Terus sekarang apa yang akan


Lo lakukan setelah gak kerja lagi


di perusahaan ? " Zico melihat Aaron dengan serius.


" Istirahat. " sahut Aaron singkat


tanpa beban.


" Hah, jadi Lo gak ngelakuin apapun ? ".


" Gak ... kali ini biar Giselle yang


membiayai hidup gue. Selama ini


gue udah banyak membelikan


perhiasan untuknya. Jadi, nanti


akan gue jual ... hahaha." suara


tawa Aaron terdengar menyeramkan.


Tommy dan Zico hanya bisa menatap iba melihat sikap Aaron saat ini.


" Gue penasaran juga gimana sikap 🦊 menjijikkan itu jika tahu Lo udah gak punya apa - apa lagi."


ucap Tommy.


" Paling pergi lagi atau pura - pura


bertahan karena lagi hamil agar


gue percaya kalau yang sedang di kandungnya sekarang itu anak gue."


" Lo benar ... pasti dia akan bertahan. Dia berpikir meskipun Lo udah gak jadi CEO lagi, masih ada harta Lo yang bisa


dia nikmati."


" Biarkan aja dia mikir kaya gitu,


malah bagus." sahut Aaron cuek.


" Memangnya Lo sama sekali


gak punya simpanan atau barang berharga lain yang bisa Lo jual ?".


" Ada ... gue masih ada tabungan


dan beberapa logam mulia yang gak pernah gue sentuh sejak gue simpan, tapi gue gak akan memakainya untuk menghidupi dua j****g itu !" ujar Aaron menyeringai.


" Tuan William tahu ? " tanya Tommy dan Zico penasaran.


" Pasti tahulah, mana mungkin Daddy gak tahu. Gue nikah sama


Giselle aja Daddy tahu, apalagi


cuma masalah ini. " jawab Aaron


datar.


" Lalu kenapa gak di sita Tuan William juga ? ".


" Hmm ... karena gue menaruhnya


bukan di bank melainkan di mansion Daddy. Mungkin karena ini, Daddy gak ikut menyitanya. Karena tahu simpanan gue akan aman dari


incaran Giselle si****n itu."


" Oh, tindakan Tuan William memang benar. Lalu setelah ini


apa Lo tetap tinggal di mansion


atau kembali ke apartment ?


Secara dua isteri Lo yang licik itu


lagi hamil ?".

__ADS_1


" Hehehe ... gue akan balik ke apartment bersama kedua j****g itu." seringai licik keluar dari


wajah Aaron ketika mengatakan hal ini.


" Maksud Lo, elo akan membiarkan mereka berdua tinggal bareng ?".


" Ya, pasti seru melihat mereka


berdua bertengkar. "


" Hah, apa maksud Lo, bro ?


Gue gak ngerti ....?".


" Hahahaha ... Lo berdua kan tahu,


kalau Giselle orangnya cemburuan, jadi gue akan membuatnya marah dengan bersikap seakan gue lebih perhatian pada Vera. Jadi, tanpa


harus mengotori tangan gue sendiri, mereka akan saling menghancurkan." ujar Aaron dingin.


" Wah, bagus juga ide Lo, bro ... tapi apa elo gak khawatir Vera


bakalan kabur dari apartment, kalau Lo lagi keluar ?".


" Gak, gue udah menyuruh bodyguard untuk menjaga di apartment. Semua udah gue siapkan dengan matang." jawab Aaron santai.


" Oh, gue senang lihat lo sekarang udah berubah lebih memakai otak


di bandingkan perasaan lo yang


gak guna itu." kata Tommy senang


" Sorry, bro ... Felicie udah keluar dari apartemen Lo ?" tanya Zico


menatap Aaron.


" Kenapa ... Lo udah gak sabar


buat mendekati dia ? " ujar Aaron


dengan tatapan tajam.


" Zi, sebaiknya kita pergi sekarang. Kita kan ada janji


mau menemui klien dari perusahaan Cakra Tunggal." ujar


Tommy berusaha mengalihkan


ketegangan yang terjadi di antara dua sahabatnya.


Lo mungkin mencintai Felicie tapi


sekarang dia bukan isteri Lo lagi.


Oya, satu lagi sebelum gue lupa .. Lo akan sangat menyesal melepaskan wanita sebaik Felicie jika tahu apa yang telah ia lakukan buat Lo. Karena dia


akan menyerahkan kembali semua harta Lo jika elo sudah menemukan wanita yang benar - benar baik dan pantas jadi isteri Lo. Meski Tuan William tidak setuju, ia tetap memaksa karena Felicie merasa gak mempunyai hak untuk memiliki harta Lo. Ia hanya mengambil uang satu milyar yang Lo janjikan sesuai perjanjian dengan kontrak yang Lo buat dulu." ucap Zico sinis lalu


melangkah keluar.


Tatapan tajam Aaron berubah redup mendengar omongan Zico


yang memang benar tapi sangat


menyakitkan buatnya.


Ia sama sekali gak menyangka, Felicie melakukan hal ini untuknya.


Aaron sudah merelakan semua kekayaannya di berikan pada Felicie untuk mengurangi sedikit rasa bersalahnya tapi Felicie malah melakukan hal ini.


Aaron memukul meja dengan keras karena marah pada dirinya


sendiri.


" Lo yang sabar, bro ... " kata Tommy sembari menepuk bahu


Aaron, kemudian menyusul Zico


keluar.


Aaron mengusap wajahnya dengan kasar setelah di tinggal


kan Tommy dan Zico.


" Felicie ... maafkan aku.


Sudah tidak ada lagi kah kesempatan buat ku untuk memilikimu ?" gumam Aaron lirih.


Tiba - tiba suara ponselnya berbunyi. Aaron membiarkan saja tanpa berniat untuk mengangkatnya. Tapi bukannya


berhenti malah suara dering itu


terus berbunyi.


Aaron dengan enggan melihat siapa yang telah berani mengusik

__ADS_1


ketenangannya ketika sedang memikirkan Felicie.


Melihat nama Giselle yang tertera di sana membuat Aaron menjadi


semakin kesal.


" Ada apa kau menghubungiku ? "


tanya Aaron dingin.


" Sayang ....apa benar berita yang aku lihat kalau kamu sudah di berhentikan dari jabatan mu


di perusahaan ?" tanya Gisele


dengan suara panik.


" Ya, kenapa ... bukankah ini yang kau mau ?" tanya Aaron datar.


" Kenapa kamu bicara seperti itu.


Tentu saja aku tidak ingin kamu


mengalami hal ini." ujar Giselle


menutupi rasa terkejutnya karena Aaron membenarkan berita yang


di lihat Giselle.


" Kalau bukan kamu, jadi siapa ?


Bukankah kamu yang terus memaksa agar kita menikah secepatnya. Padahal aku sudah


mengatakan untuk menunggu beberapa bulan lagi. Tapi kamu tetap memaksa. Jadi sekarang


inilah akibatnya, Daddy memecat ku. Kamu senang sekarang ?"


ujar Aaron sinis.


" Bukan begini maksudku sayang.


Kamu kan tahu kalau aku ingin secepatnya mengandung anakmu.


Aku pikir karena kita menikah siri,


Daddy mu pasti tidak akan mengetahuinya." kata Giselle membela diri.


" Hahahaha ... Daddy bahkan sudah tahu sejak awal tapi sengaja membiarkan agar aku


bisa langsung di pecat." balas


Aaron sembari tertawa keras.


" Benarkah ... maafkan aku." ucap


Giselle menyesal.


Ia menyesal karena kecerobohannya, ia kehilangan


kesempatan jadi pemilik perusahaan. Tapi jika ia tidak bertindak cepat, maka ia tidak akan mendapatkan apapun.


" Untung aja gue udah meminta tanda tangan Aaron saat dia gak sadar buat mengalihkan kekayaannya." batin Giselle.


" Udah, gak papa sayang..Aku akan tetap setia mendampingi kamu. Aku gak masalah kamu gak jadi CEO lagi, yang penting kita


selalu bersama. Kamu bisa membuat perusahaan sendiri


nanti." ujar Giselle yakin.


" Hahahahaha .... " setelah tertawa


panjang Aaron menutup sambungan teleponnya tanpa peduli dengan Giselle.


" Sial ... malah di tutup." umpat Giselle.


" Gue rela Aaron memakai kekayaannya yang sekarang udah jadi milik gue untuk membangun


perusahaan sendiri, tapi dengan


syarat dia kembali mencintaiku seperti dulu." ujar Giselle berharap.


Giselle belum tahu aja kalau semua harta dan kekayaan Aaron sudah di berikan pada Felicie dan itu di lakukan dengan di saksikan


oleh Tuan William dan beberapa pengacara, termasuk juga Zico dan hal ini sudah di sahkan.


Jadi tidak akan ada pihak yang bisa mengambilnya. Meski pun Felicie akan segera mengembalikannya kembali pada Aaron, jika ia sudah menemukan wanita yang tepat untuk menjadi isterinya dan tentu saja harus di restui oleh Tuan William.


**********************************


Maaf, baru bisa Up malam ... 🙏🙏🙏. Karena ada hal penting


yang harus Mommy kerjakan.


Selamat membaca dan nantikan


episode selanjutnya. 😘😘

__ADS_1


Love You All ...❤️❤️❤️


__ADS_2