
Setelah Aaron menjelaskan semua sebab kenapa ia di berhentikan oleh Tuan William
dan ia menerimanya dengan
lapang dada, membuat Tommy dan Zico benar - benar merasa
terhenyak, karena kasihan melihat nasib yang menimpa Aaron, sahabatnya.
" Jadi, dua j****g itu hamil ? " tanya Tommy tak percaya.
" Hmm ... " sahut Aaron malas.
" Gila ... ! gak percaya gue ..." ujar
Tommy menggelengkan kepalanya.
" Terus sekarang apa yang akan
Lo lakukan setelah gak kerja lagi
di perusahaan ? " Zico melihat Aaron dengan serius.
" Istirahat. " sahut Aaron singkat
tanpa beban.
" Hah, jadi Lo gak ngelakuin apapun ? ".
" Gak ... kali ini biar Giselle yang
membiayai hidup gue. Selama ini
gue udah banyak membelikan
perhiasan untuknya. Jadi, nanti
akan gue jual ... hahaha." suara
tawa Aaron terdengar menyeramkan.
Tommy dan Zico hanya bisa menatap iba melihat sikap Aaron saat ini.
" Gue penasaran juga gimana sikap 🦊 menjijikkan itu jika tahu Lo udah gak punya apa - apa lagi."
ucap Tommy.
" Paling pergi lagi atau pura - pura
bertahan karena lagi hamil agar
gue percaya kalau yang sedang di kandungnya sekarang itu anak gue."
" Lo benar ... pasti dia akan bertahan. Dia berpikir meskipun Lo udah gak jadi CEO lagi, masih ada harta Lo yang bisa
dia nikmati."
" Biarkan aja dia mikir kaya gitu,
malah bagus." sahut Aaron cuek.
" Memangnya Lo sama sekali
gak punya simpanan atau barang berharga lain yang bisa Lo jual ?".
" Ada ... gue masih ada tabungan
dan beberapa logam mulia yang gak pernah gue sentuh sejak gue simpan, tapi gue gak akan memakainya untuk menghidupi dua j****g itu !" ujar Aaron menyeringai.
" Tuan William tahu ? " tanya Tommy dan Zico penasaran.
" Pasti tahulah, mana mungkin Daddy gak tahu. Gue nikah sama
Giselle aja Daddy tahu, apalagi
cuma masalah ini. " jawab Aaron
datar.
" Lalu kenapa gak di sita Tuan William juga ? ".
" Hmm ... karena gue menaruhnya
bukan di bank melainkan di mansion Daddy. Mungkin karena ini, Daddy gak ikut menyitanya. Karena tahu simpanan gue akan aman dari
incaran Giselle si****n itu."
" Oh, tindakan Tuan William memang benar. Lalu setelah ini
apa Lo tetap tinggal di mansion
atau kembali ke apartment ?
Secara dua isteri Lo yang licik itu
lagi hamil ?".
__ADS_1
" Hehehe ... gue akan balik ke apartment bersama kedua j****g itu." seringai licik keluar dari
wajah Aaron ketika mengatakan hal ini.
" Maksud Lo, elo akan membiarkan mereka berdua tinggal bareng ?".
" Ya, pasti seru melihat mereka
berdua bertengkar. "
" Hah, apa maksud Lo, bro ?
Gue gak ngerti ....?".
" Hahahaha ... Lo berdua kan tahu,
kalau Giselle orangnya cemburuan, jadi gue akan membuatnya marah dengan bersikap seakan gue lebih perhatian pada Vera. Jadi, tanpa
harus mengotori tangan gue sendiri, mereka akan saling menghancurkan." ujar Aaron dingin.
" Wah, bagus juga ide Lo, bro ... tapi apa elo gak khawatir Vera
bakalan kabur dari apartment, kalau Lo lagi keluar ?".
" Gak, gue udah menyuruh bodyguard untuk menjaga di apartment. Semua udah gue siapkan dengan matang." jawab Aaron santai.
" Oh, gue senang lihat lo sekarang udah berubah lebih memakai otak
di bandingkan perasaan lo yang
gak guna itu." kata Tommy senang
" Sorry, bro ... Felicie udah keluar dari apartemen Lo ?" tanya Zico
menatap Aaron.
" Kenapa ... Lo udah gak sabar
buat mendekati dia ? " ujar Aaron
dengan tatapan tajam.
" Zi, sebaiknya kita pergi sekarang. Kita kan ada janji
mau menemui klien dari perusahaan Cakra Tunggal." ujar
Tommy berusaha mengalihkan
ketegangan yang terjadi di antara dua sahabatnya.
Lo mungkin mencintai Felicie tapi
sekarang dia bukan isteri Lo lagi.
Oya, satu lagi sebelum gue lupa .. Lo akan sangat menyesal melepaskan wanita sebaik Felicie jika tahu apa yang telah ia lakukan buat Lo. Karena dia
akan menyerahkan kembali semua harta Lo jika elo sudah menemukan wanita yang benar - benar baik dan pantas jadi isteri Lo. Meski Tuan William tidak setuju, ia tetap memaksa karena Felicie merasa gak mempunyai hak untuk memiliki harta Lo. Ia hanya mengambil uang satu milyar yang Lo janjikan sesuai perjanjian dengan kontrak yang Lo buat dulu." ucap Zico sinis lalu
melangkah keluar.
Tatapan tajam Aaron berubah redup mendengar omongan Zico
yang memang benar tapi sangat
menyakitkan buatnya.
Ia sama sekali gak menyangka, Felicie melakukan hal ini untuknya.
Aaron sudah merelakan semua kekayaannya di berikan pada Felicie untuk mengurangi sedikit rasa bersalahnya tapi Felicie malah melakukan hal ini.
Aaron memukul meja dengan keras karena marah pada dirinya
sendiri.
" Lo yang sabar, bro ... " kata Tommy sembari menepuk bahu
Aaron, kemudian menyusul Zico
keluar.
Aaron mengusap wajahnya dengan kasar setelah di tinggal
kan Tommy dan Zico.
" Felicie ... maafkan aku.
Sudah tidak ada lagi kah kesempatan buat ku untuk memilikimu ?" gumam Aaron lirih.
Tiba - tiba suara ponselnya berbunyi. Aaron membiarkan saja tanpa berniat untuk mengangkatnya. Tapi bukannya
berhenti malah suara dering itu
terus berbunyi.
Aaron dengan enggan melihat siapa yang telah berani mengusik
__ADS_1
ketenangannya ketika sedang memikirkan Felicie.
Melihat nama Giselle yang tertera di sana membuat Aaron menjadi
semakin kesal.
" Ada apa kau menghubungiku ? "
tanya Aaron dingin.
" Sayang ....apa benar berita yang aku lihat kalau kamu sudah di berhentikan dari jabatan mu
di perusahaan ?" tanya Gisele
dengan suara panik.
" Ya, kenapa ... bukankah ini yang kau mau ?" tanya Aaron datar.
" Kenapa kamu bicara seperti itu.
Tentu saja aku tidak ingin kamu
mengalami hal ini." ujar Giselle
menutupi rasa terkejutnya karena Aaron membenarkan berita yang
di lihat Giselle.
" Kalau bukan kamu, jadi siapa ?
Bukankah kamu yang terus memaksa agar kita menikah secepatnya. Padahal aku sudah
mengatakan untuk menunggu beberapa bulan lagi. Tapi kamu tetap memaksa. Jadi sekarang
inilah akibatnya, Daddy memecat ku. Kamu senang sekarang ?"
ujar Aaron sinis.
" Bukan begini maksudku sayang.
Kamu kan tahu kalau aku ingin secepatnya mengandung anakmu.
Aku pikir karena kita menikah siri,
Daddy mu pasti tidak akan mengetahuinya." kata Giselle membela diri.
" Hahahaha ... Daddy bahkan sudah tahu sejak awal tapi sengaja membiarkan agar aku
bisa langsung di pecat." balas
Aaron sembari tertawa keras.
" Benarkah ... maafkan aku." ucap
Giselle menyesal.
Ia menyesal karena kecerobohannya, ia kehilangan
kesempatan jadi pemilik perusahaan. Tapi jika ia tidak bertindak cepat, maka ia tidak akan mendapatkan apapun.
" Untung aja gue udah meminta tanda tangan Aaron saat dia gak sadar buat mengalihkan kekayaannya." batin Giselle.
" Udah, gak papa sayang..Aku akan tetap setia mendampingi kamu. Aku gak masalah kamu gak jadi CEO lagi, yang penting kita
selalu bersama. Kamu bisa membuat perusahaan sendiri
nanti." ujar Giselle yakin.
" Hahahahaha .... " setelah tertawa
panjang Aaron menutup sambungan teleponnya tanpa peduli dengan Giselle.
" Sial ... malah di tutup." umpat Giselle.
" Gue rela Aaron memakai kekayaannya yang sekarang udah jadi milik gue untuk membangun
perusahaan sendiri, tapi dengan
syarat dia kembali mencintaiku seperti dulu." ujar Giselle berharap.
Giselle belum tahu aja kalau semua harta dan kekayaan Aaron sudah di berikan pada Felicie dan itu di lakukan dengan di saksikan
oleh Tuan William dan beberapa pengacara, termasuk juga Zico dan hal ini sudah di sahkan.
Jadi tidak akan ada pihak yang bisa mengambilnya. Meski pun Felicie akan segera mengembalikannya kembali pada Aaron, jika ia sudah menemukan wanita yang tepat untuk menjadi isterinya dan tentu saja harus di restui oleh Tuan William.
**********************************
Maaf, baru bisa Up malam ... 🙏🙏🙏. Karena ada hal penting
yang harus Mommy kerjakan.
Selamat membaca dan nantikan
episode selanjutnya. 😘😘
__ADS_1
Love You All ...❤️❤️❤️