Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 86


__ADS_3

" Ada apa nih, Lo datang malam gini ke tempat gue ?" tanya Tommy heran.


" Gue mau nanya hal penting sama elo .. ?" ujar Zico.


" Serius banget muka Lo ... !" .


" Tom, gue lagi serius, nih ... !".


" Apa yang mau Lo tanyakan sama gue ?".


" Felicie ... !" .


" Kenapa dengan Felicie ?" .


" Apa Lo tahu alasan Felicie memberikan kuasa pada Tika ?".


" Tahulah ... elo juga kan tahu, bro ...!".


" Tahu dari mana ? Gue aja baru tahu hari ini."


" Loh, waktu rapat pemegang saham di perusahaan Felicie kan


bilang ke Tuan William kalau Tika yang akan mewakili dia jika tiba - tiba gak bisa hadir."


" Iya, kalau masalah itu gue tahu.


Tapi ini masalah lain. "


" Maksud elo apa, bro ... ?".


" Felicie memberikan kuasa pada Tika untuk menjalankan perusahaannya. "


" Hah ....jadi Tika yang memimpin perusahaan itu sekarang ?". tanya Tommy kaget.


" Iya, dari info yang gue dapat Felicie menyerahkan pada Tika untuk menjalankan perusahaan selama dia gak ada. Apa elo gak merasa ada yang mencurigakan ?" .


" Hmm ... kamu benar. Felicie seakan - akan ingin pergi dari kota ini !".


" Nah, itu juga yang gue pikirkan.


Kalau Felicie berada disini, gak mungkin dia gak mengelola perusahaan orang tuanya. Sementara hal ini yang paling ia inginkan selama ini. "


" Ya, itu yang pertama dia minta dengan Tuan William untuk syarat perceraiannya dengan Aaron. Bukan uang atau kekayaan Aaron."


" Makanya itu gue jadi curiga.


Rasanya gak mungkin, kalau dia yang begitu ingin rumah dan perusahaan Papanya kembali jadi miliknya, tapi Felicie malah menyuruh Tika yang menjalankannya. Gue yakin kalau Felicie melakukannya karena ia


ingin pergi."


" Lo benar, bro ... sebaiknya besok kita pergi dan menanyakan kebenarannya pada Tika." ujar Tommy.


" Ya ... memang kita harus segera melakukannya agar tahu kenapa Felicie memutuskan untuk pergi." ucap Zico.


" Okey, besok kita pergi kesana."


" Apa Aaron tahu mengenai hal ini ?". tanya Zico.

__ADS_1


" Sepertinya tidak, karena Aaron gak ada membahasnya dengan


gue."


" Apa elo ada ketemuan sama Aaron ?".


" Ya, kemarin kami bertemu. Tapi dia gak cerita mengenai Felicie, malah dia membahas kedua j****g itu."


" Hmm ... bagaimana kabar Aaron ? Gue belum ada ketemu dengan dia."


" Aaron memutuskan untuk menerima pernikahannya dengan kedua wanita 🦊 itu, demi anak -


anaknya.


" Apa !! Mereka berdua hamil ?".


" Ya ... malah keduanya hamil bersamaan."


" Gila ... mereka benar - benar menjerat Aaron."


" Kasihan gue lihat dia. Wajahnya


kusut banget saat ketemu sama gue. "


" Tapi itu jalan yang dia pilih. Kita sebagai sahabat sudah berulang kali mengingatkan, namun dia gak


mau dengar. "


" Iya, meski gue kesal dengannya tapi gue gak tega juga melihat


dia dalam masalah seperti saat ini. Kalau saja waktu itu dia menerima pernikahannya dengan Felicie dan cepat menyadari kalau Aaron sudah jatuh cinta pasti mereka akan berakhir dengan bahagia. "


Felicie gak mencintai Aaron."


" Tentu aja gue yakin ... Felicie itu gadis yang baik. Kalau dari awal dia di perlakukan dengan baik oleh Aaron, mungkin Felicie perlahan akan jatuh cinta dengannya. Tapi Aaron


malah membuat kesalahan dengan membuat kontrak pernikahan yang gak masuk akal. Makanya Felicie juga gak berniat membuka hatinya untuk Aaron."


Zico terdiam mendengar omongan Tommy. Memang apa yang dikatakan Tommy ada benarnya juga. Felicie kemungkinan besar bisa mencintai Aaron seiring waktu jika tidak ada perjanjian yang mereka buat.


" Kenapa Zi ... ? Elo gak terima


kalau mereka bisa mencintai."


" Bukan gitu juga. Gue memang cinta dengan Felicie, gue pasti akan mundur jika dari awal mereka saling mencintai. Tapi masalahnya Aaron sendiri yang


mengatakan gak akan pernah jatuh cinta sama Felicie. Jadi bukan salah gue kalau jatuh cinta dengan Felicie. Elo sendiri juga suka kan sama Felicie. Perkara Aaron baru menyadari perasaannya pada Felicie setelah mereka mau berpisah, gue rasa itu bukan kesalahan gue atau Lo.


Semua orang berhak memiliki rasa suka. Sekarang tergantung Felicie, dia mau menerima atau tidak salah satu diantara kita."


" Hmm ... gimana kalau Felicie


malah mencintai orang lain bukan


Aaron ataupun elo, karena gue udah bisa menerima kalau Felicie hanya menganggap gue sebagai temannya aja. Apa elo bisa menerima ?".


" Awalnya gue pasti akan sulit menerima kenyataan dan akan merasa sakit jika kenyataannya memang seperti yang elo katakan. Bagaimanapun gak ada yang bisa memaksakan perasaannya pada seseorang.

__ADS_1


Jadi, gue akan berusaha menghilangkan perasaan cinta gue ke Felicie, meski gue gak yakin bisa. Elo tahu sendiri kan


selama ini gue belum pernah


menyukai seorang wanita seperti ini. "


" Ya, gue tahu. Makanya gue gak bisa menyuruh Lo untuk menghentikan perasaan suka Lo pada Felicie, meski Aaron juga mencintainya. Karena Elo dan Aaron adalah sahabat gue. Suatu hari nanti, siapapun diantara kalian yang bisa bersama dengan Felicie, gue akan tetap mendukung penuh. Tapi gue juga berharap, elo akan bisa cepat move on jika Felicie gak menerima cinta Lo. Biarkan dia bahagia kali ini dengan pilihannya."


" Tentu saja, Tom ... gue juga ingin


dia bahagia. Meski awalnya gue begitu egois dan sempat ingin menghalalkan segala cara agar bisa mendapatkannya dan segera menikahinya begitu ia bercerai dengan Aaron. Tapi kemarin gue sadar, setelah gue memikirkan dengan hati tenang, akhirnya gue


bisa berpikir jernih. Jadi gue memutuskan untuk mendekatinya


secara perlahan. Mungkin nanti setelah abis masa iddah nya, gue akan mulai mendekati Felicie."


" Baguslah ... gue senang dengan keputusan Lo. Ingat aja kata orang tua, kalau memang jodoh gak akan kemana - mana !".


" Ya, bro ... elo benar. Gue lagi belajar untuk bersabar."


" Gitu dong, itu baru Zico yang gue kenal. Bukan kaya kemarin, elo jadi sedikit egois hanya karena


berambisi mendapatkan hati Felicie. Bahkan elo sampai bertengkar dengan Aaron. Ingat, bro ... kita bertiga sudah bersahabat sejak lama. Semua suka dan suka udah kita jalani bersama."


" Ya, gue sadar gue salah. Gue dibutakan rasa cinta gue yang besar terhadap Felicie. Jadi gue mulai menganggap Aaron sebagai saingan bukan lagi sahabat."


"Aaron adalah sahabat terbaik kita. Elo pasti ingat apa saja yang sudah ia lakukan buat kita. Aaron


memang keras kepala. Gue juga sebal dengannya karena gak pernah mau mendengarkan nasehat dari kita. "


" Benar, itu juga salah satu alasan gue jadi membencinya. Ia tidak pernah mau mendengar nasehat kita. Apalagi saat ia memutuskan tetap menikahi Giselle. Padahal ia tahu resiko yang akan ia tanggung . Tapi tetap juga ia lakukan. Bahkan kita sudah memberitahu kebusukan dan kelicikan Giselle padanya, tapi tetap aja ia gak dengar. Gue marah banget waktu itu. Tapi berusaha untuk menahannya."


" Sama, bro ... kemarin gue juga sempat marah lagi dengan keputusan yang ia ambil untuk menerima pernikahannya. Bahkan sekarang gue juga masih gak abis pikir dengan keinginannya. Tapi,


sama dengan Lo, gue gak boleh


egois. Aaron berhak dan pasti lebih tahu kenapa ia mengambil keputusan ini. Jadi, sebagai sahabat kita harus memberi dukungan meski ia menolaknya. Karena gue gak mau dia semakin di peralat kedua wanita 🦊 itu dengan alasan kehamilan mereka. Jadi, gue harap meski kita gak bisa bersamanya setiap hari seperti saat ia masih berada di perusahan, minimal kita sesekali menemui Aaron dan mencari tahu tentang kehidupan rumah tangganya."


" Okey, kalau begitu, besok sepulang kerja kita langsung datang ke apartment nya. Biar kita juga bisa lihat, apa kedua wanita 🦊 itu beneran berubah atau gak !".


" Ya, bro ... benar banget. Gue juga mau lihat, karena Aaron kemarin sempat ngomong kalau ia akhirnya memberikan kesempatan pada pernikahannya karena Giselle sudah berubah. Ia sedang berusaha jadi isteri yang baik buat Aaron."


" Hmm ... jadi lumayan penasaran gue mendengar omongan elo.


Gak yakin gue kalau j****g itu bisa berubah secepat itu. "


" Sama bro, gue juga gak yakin.


Makanya besok kita harus memastikannya."


" Okey ... gue udah mulai ngantuk nih. Gue tidur di apartment lo aja


malam ini." ucap Zico sembari menguap.


" Ya sudah ... kita istirahat. Gue juga ngantuk. " ujar Tommy.


Tanpa banyak bicara lagi keduanya bangkit dari sofa lalu berjalan menuju kamar Tommy dan memutuskan untuk tidur.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2