
Setelah selesai sarapan, Aaron
kembali naik kelantai atas untuk
membersihkan dirinya.
Sedangkan Giselle dan Vera merapikan meja makan.
" Mulai hari ini kau dan aku harus belajar memasak. Tadi aku sudah berkata jujur pada Aaron bahwa semua makanan ini kita pesan secara online." ucap Giselle.
" Apa ? Kamu ngomong yang sebenarnya sama Aaron ?
Dia gak marah ... ?" tanya Vera gak percaya.
" Iya, mulai hari ini aku sudah memutuskan akan menjadi isteri yang baik buat Aaron dan aku harap kamu juga berusaha.
Meskipun aku gak suka karena harus berbagi suami dengan kamu tapi sekarang aku berusaha
untuk menerimanya. " ujar Giselle
dengan serius.
Vera heran melihat perubahan yang terjadi pada Giselle. Kenapa dalam satu malam, dia bisa berubah drastis.
" Hmm ... apa ini cuma sandiwara dia saja agar saat aku lengah lalu dia menyingkirkan ku. Baiklah, kalau begitu aku akan pura - pura bersikap baik padanya agar dia percaya bahwa aku juga menerimanya sebagai isterinya Aaron." batin Vera dengan licik.
" Baiklah, aku juga akan berusaha menerima dengan ikhlas berbagi suami dengan kamu." ucap Vera.
" Bagus ... aku harap Aaron bisa
melupakan Felicie dan menyayangi kita sebagai isterinya." ujar Giselle lirih.
" Hah, jadi kamu tentang Felicie ?"
tanya Vera terkejut karena ia pikir Giselle belum mengetahuinya.
" Ya, tentu saja. Aku tahu dia adalah isteri pertama Aaron dan
sekarang mereka sudah berpisah."
" Oh, jadi mereka sudah resmi bercerai ?".
" Ya ... tapi meskipun mereka sudah berpisah tapi Aaron sangat mencintainya, bahkan sampai detik ini. Hati Aaron masih milik Felicie."
Vera sangat iri mendengarnya.
Ternyata Aaron begitu mencintai
Felicie. Kenapa gadis tengil itu beruntung hidupnya. Bukannya menderita menikah dengan Aaron,
tapi malah dia mendapatkan semuanya, cinta dan kekayaan Aaron.
Aaron yang telah selesai berpakaian, segera keluar dari kamarnya lalu turun kelantai bawah. Ia menemui kedua bodyguard untuk menyampaikan sesuatu, karena ia ingin pergi keluar hari ini.
Walaupun ia sudah mencoba untuk memberi kesempatan buat Giselle tapi ia juga tetap menugaskan bodyguardnya untuk
menjaga agar Giselle dan Vera tidak bisa keluar dengan mudah dari apartment tanpa pengawalan bodyguardnya.
" Sayang, kamu mau pergi ?" tanya Giselle saat melihat Aaron sudah berpakaian rapi.
Vera cuma bisa memandang Aaron tanpa berani berbicara.
" Hmm ... aku mau menemui Tommy. " ujar Aaron.
" Buat apa ... tapi kamu sudah tidak bekerja di perusahaan lagi ?". tanya Giselle lagi.
" Aku mau minta tolong sama Tommy, buat mencarikan pekerjaan buatku." sahut Aaron.
" Oh, dimana kamu ketemu sama Tommy ?".
" Di cafe dekat perusahaan.
__ADS_1
Udah, ada lagi yang mau kamu tanyakan ?". ujar Aaron datar.
" Maaf ... aku gak bermaksud begitu." ucap Giselle pelan.
" Hmm ... Aku pergi." ujar Aaron sembari melangkah keluar dari
apartment.
" Apa Aaron memang beneran mau menemui Tommy bukannya Felicie ?" tanya Vera curiga.
Giselle baru tersadar setelah mendengar omongan Vera.
Bagaimana jika yang dikatakan Vera benar. Tapi gak mungkin, Giselle sudah melihat sendiri kalau Felicie begitu membenci Aaron.
" Gak mungkin, Aaron gak akan menemui Felicie." ujar Giselle yakin.
" Kamu kog bisa yakin gitu ? " tanya Vera penasaran.
" Karena Felicie membenci Aaron."
jawab Giselle.
" Hah, dari mana kamu tahu ? " tanya Vera dengan raut wajah terkejut.
" Aku sudah pernah melihatnya sendiri. Lagi pula, jika Felicie
mencintai Aaron, dia gak mungkin bisa bersikap biasa aja saat tahu
Aaron menikahi kita berdua." jelas Giselle.
" Benar juga. Memang dia biasa saja ketika melihat aku dan
Aaron menikah dirumah sakit.
Bahkan gak ada marah sedikitpun." ucap Vera setuju dengan perkataan Giselle.
" Tuh kan, berarti hanya Aaron yang mencintai Felicie sedangkan gadis itu tidak."
Memikirkan hal ini membuat Giselle dan Vera tersenyum lebar.
Berarti mereka masih punya harapan untuk bisa membuat Aaron jatuh cinta.
" Kalau begitu, bagaimana jika kita keluar dan jalan - jalan ke mall
buat beli buku resep, sekalian belanja bahan makanan
di swalayan, supaya kita bisa langsung praktek memasak." kata Giselle.
" Baiklah, aku setuju." jawab Vera senang karena akhirnya ia bisa
keluar juga dan jalan - jalan seperti dulu.
Ia sekalian ingin membeli ponsel baru, karena ponsel lamanya sudah dihancurkan Aaron saat masih di mansion, agar Vera tidak bisa berhubungan dengan mama nya lagi.
Vera ingin segera menghubungi dan memberi kabar pada keluarganya. Pasti mamanya akan sangat bahagia mendengar ia sudah tidak di kurung lagi
di mansion Tuan William.
Giselle dan Vera berjalan menuju lantai atas dan masuk ke kamar masing - masing untuk mengganti pakaian mereka. Letak kamar mereka sengaja dibuat Aaron bersebelahan.
Wajah Giselle terlihat bahagia membayangkan, Aaron pasti akan merasa senang jika tahu ia berbelanja keperluan dapur bukannya shopping seperti biasa yang ia lakukan.
Begitu juga dengan Vera, senyum
menghiasi wajahnya.
Setelah keduanya selesai, mereka
kembali berniat menuju lantai bawah, tapi begitu mereka membuka pintu kamar, sudah ada
teman Aaron berdiri di depan pintu. Tentu saja Giselle dan Vera sangat takut. Karena selain bertubuh tinggi dan besar, wajah mereka juga menyeramkan.
__ADS_1
" Mau apa kamu di depan kamarku ?" tanya Giselle takut.
" Tadi Aaron sebelum pergi berpesan untuk menjaga kalian. "
" Oh, gak perlu ... aku bisa menjaga diriku sendiri." sahut Giselle.
" Tidak bisa, Aaron tidak ingin terjadi hal yang buruk pada anak -
anaknya."
" Kami keluar cuma buat belanja
bahan makanan, masa gak boleh ? " ujar Vera takut - takut.
" Tidak boleh ! Itu pesan Aaron tadi pada kami. "
Vera dan Giselle berusaha menahan rasa kesal mereka agar jangan membuat kedua teman Aaron ini menjadi marah.
" Baik, kalau kami tidak boleh keluar berdua ... kalian bisa ikut dengan kami. Jadi Aaron pasti tidak khawatir. " ucap Giselle.
Kedua bodyguard ini saling berpandangan. Salah - satu bodyguard menghubungi Aaron untuk memberitahunya.
" Hmm ... ada apa ? " tanya Aaron
yang saat ini sedang bersama Tommy.
" Mereka ingin keluar buat belanja
bahan makanan, tapi kami ikut.
Apa diizinkan ?".
" Hmm ... tapi jangan biarkan mereka jalan terpisah. Ikuti mereka terus dan jangan terlalu lama." perintah Aaron.
" Baik ."
" Bagaimana, apa boleh ?" tanya
Vera gak sabar.
" Aaron mengizinkan ?" kini Giselle
yang bertanya.
" Ya ... tapi gak boleh lama. "
" Baiklah." sahut Giselle senang,
karena Aaron mengizinkan.
Vera yang sudah lama tidak keluar, berjalan dengan semangat agar bisa cepat keluar dari apartment.
" Kamu, kalau masih berjalan seperti itu, sebaiknya tidak usah
ikut pergi. Kami tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan pada anak Aaron yang sedang kamu kandung !" ucap bodyguard dengan memandang tajam pada
Vera.
Mendengar ancaman ini membuat Vera memperlambat jalannya. Ia tidak ingin gagal keluar hari ini.
" Lakukan aja apa yang disuruh
mereka, karena ini atas perintah Aaron atau kamu mau kita gak jadi pergi ?" kata Giselle berbisik
pada Vera.
" Iya, aku mengerti." balas Vera berbisik.
Setelah masuk kedalam mobil, bodyguard segera membawa mobil meluncur keluar dari parkiran apartment menuju mall yang di katakan Giselle.
**********************************
__ADS_1