Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 68


__ADS_3

Vera hanya bisa duduk dengan lesu di jok mobil tanpa berani


bersuara. Ia mulai melihat


jalanan yang begitu ramai. Sudah


begitu lama Vera tidak bisa menikmati suasana ini, sejak menikah dengan Aaron.


Saat melewati sebuah mall besar, yang biasa ia datangi bersama Mama dan Vina untuk berbelanja, mata Vera terlihat begitu semangat. Hal ini membuat Vera


merasa terhibur, karena ia akan bisa menikmati semua kesenangan nya lagi setelah tinggal di apartment. Sekarang ia sudah bisa bebas buat keluar,


kemanapun yang ia inginkan.


Saat ia begitu terbawa dalam khayalannya, mobil mendadak berhenti di sebuah gedung apartment. Vera mengira mereka


sudah sampai di apartment milik Aaron yang akan jadi miliknya juga. Vera bergegas ingin keluar dari mobil agar Aaron tidak marah lagi padanya.


" Siapa yang menyuruh kamu turun. Kamu tunggu di mobil." ujar Aaron sembari keluar dari mobilnya.


Vera membatalkan niatnya mendengar perkataan Aaron,


dengan menatap heran.


" Kenapa aku di larang turun ?


Oh, apakah Aaron mau melihat


surprise yang di buatnya untukku


di apartment sudah siap atau belum ?" batin Vera. Setelah memikirkan hal ini, ia jadi menunggu di mobil dengan perasaan senang.


Aaron yang sudah berjalan menjauh meninggalkan Vera, tersenyum licik memikirkan


keseruan yang terjadi jika kedua


wanita ini bertemu nanti.


Sementara Giselle yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Aaron telah siap dengan semua barang - barang


yang akan di bawanya untuk


tinggal bersama di apartment


Aaron.


Ia berpikir mereka akan tinggal


di apartment yang pernah


di tempati Felicie. Makanya ia jadi


bertambah semangat. Karena


Giselle menyangka, bahwa Aaron sudah bisa melupakan Felicie dan


mencoba memulai kembali


percintaan mereka.


Aaron yang tahu nomer pin apartment Giselle langsung masuk saja untuk menemui Giselle.


" Kamu sudah siap ? " tanya Aaron


yang melihat Giselle sedang


menunggunya duduk di sofa, dengan beberapa koper dan perlengkapan lainnya.


" Sudah sayang, aku udah siap sedari tadi. Aku gak sabar untuk


tinggal berdua denganmu dan anak kita." jawab Giselle mengembangkan senyum terbaiknya.


" Hmm ... ayo kita turun dan bawa kopermu." perintah Aaron datar.


" Baik sayang. Tapi tolong bantuin bawa sebagian, ya ... aku gak bisa membawa semuanya. Lagi pula


aku sedang hamil anak kita.


Kalau aku terlalu lelah, aku khawatir terjadi hal yang buruk


padanya nanti. " pinta Giselle dengan suara manja.


" Hmm ... Kita bawa sebagian, biar sisanya supir yang membawanya." sahut Aaron singkat,


kemudian membawa dua koper Giselle, sedangkan Giselle membawa sisanya.


" Apa saja yang di bawa j****g ini,


kenapa banyak banget barangnya? " tanya Aaron kesal


dalam hati.


Ia terpaksa berpura - pura perhatian pada Giselle karena ia ingin Giselle percaya


bahwa Aaron tidak curiga padanya, karena menghadapi Giselle tidak semudah menghadapi Vera yang takut padanya.


" Sayang, pelan dikit dong jalannya. Aku gak bisa terlalu cepat jalannya, soalnya takut


terjatuh kalau buru - buru." kata Giselle lagi - lagi dengan manja.


Aaron tidak menanggapi perkataan Giselle, tapi ia mengumpat dalam hati.


" Gimana gak takut jatuh, orang lagi hamil, kog malah pake high heels.


Melihat Aaron hanya diam dan tidak menanggapi omongannya


membuat Giselle segera meraih tangan Aaron lalu menggenggamnya dengan erat.


" Sayang, aku pegang tangan kamu, ya supaya gak jatuh ... aku gampang lelah sekarang, mungkin karena pengaruh aku lagi hamil, ya ... " ujar Giselle memberi alasan.


" Hmm ... lalu gimana kita bisa bawa koper kamu kalau genggaman tangan kaya gini ?" ujar Aaron kesal.


" Oh, iya ... aku lupa sayang ... hahaha. Habisnya aku terlalu bahagia membayangkan kita akan tinggal bersama layaknya pasangan suami - isteri pada umumnya." jawab Giselle tertawa ringan.


" Ya, sudah ... lepas tangan kamu


biar kita bisa lebih cepat pergi


ke apartment ku." ucap Aaron dengan perasaan jijik karena harus memegang tangan Giselle.


" Baiklah, sayang ... " sahut Giselle

__ADS_1


tersenyum lalu melepas tangannya dari tangan Arron.


Mereka kemudian masuk


ke dalam lift yang ada


di apartment dan membawa mereka berdua menuju lantai


dasar.


Aaron mengulum senyum membayangkan, Giselle pasti sangat terkejut nanti begitu


melihat Vera juga ada di dalam


mobil.


Setelah tiba di lobby, mereka segera menuju parkiran yang tersedia untuk penghuni apartment.


Benar saja mulut Giselle langsung menganga dengan lebar begitu


membuka mobil dan melihat Vera ada di dalam dan sedang duduk dengan manis menunggu kehadiran mereka berdua.


Tidak berbeda dengan reaksi yang


di perlihatkan Giselle, Vera juga


memperlihatkan reaksi terkejut.


Matanya langsung terbelalak


melihat Aaron menghampiri


mobil dan bersama dengan Giselle, madunya.


Vera langsung keluar dari dalam


mobil.


" Sayang, apa maksudnya semua ini ? Bukankah kamu bilang, kalau kita akan tinggal berdua


di apartment ? " tanya Giselle dengan wajah gak suka.


Berbeda dengan Giselle yang berani protes, sedangkan Vera hanya bisa menghela nafas dengan kasar.


" Aku tidak pernah mengatakan pada kamu, kalau kita hanya tinggal berdua. Kau dan Vera adalah isteriku, jadi aku harus


membawa kalian berdua untuk


tinggal bersama denganku


di apartment. Bukankah ini yang


kalian inginkan ? " ujar Aaron dengan wajah datar.


" Ya, aku memang ingin tinggal denganmu tapi gak juga bersama


dengan wanita murahan ini."


ucap Giselle menghina Vera.


" Kamu jangan bicara sembarangan ! Siapa yang lebih murahan, kamu atau aku ?"


protes Vera langsung begitu mendengar Giselle menghinanya.


perdebatan yang terjadi di depan


matanya.


" Ini baru awal, nanti pasti akan semakin lebih menarik." gumam


Aaron dalam hati.


" Sayang kamu jangan hanya diam saja. Lihat wanita kampungan ini


berani bicara kasar padaku." adu


Giselle dengan manja.


" Hmm ... sebaiknya mulai hari ini


kalian berdua harus membiasakan diri untuk lebih akur dan menerima satu sama lain, karena kita bertiga akan tinggal di tempat yang sama. Lagi pula kamu yang


memulai lebih dulu menghinanya."


jawab Aaron sengaja membela


Vera.


" Sayang, kamu kog membela


j****g ini ... aku gak terima. Aku


kan sedang mengandung anak


kamu." ujar Giselle mencoba


memanfaatkan Aaron melalui


kehamilannya.


" Aku tidak membelanya, tapi


itu kenyataannya. Kamu yang


memulai perdebatan tadi.


Oh, ya ... keadaan Vera juga sama kaya kamu, ia sedang mengandung anakku." sahut Aaron dengan wajah tidak perduli.


" Apa ? dia juga hamil ... ?" tanya


Giselle dengan wajah terkejut.


" Tentu saja, kenapa kamu harus terkejut. Bukankah kita bertiga


tidur di hari yang sama. Jadi wajar saja kalau kalian berdua hamil


bersamaan." jawab Aaron santai.


Giselle langsung terdiam mendengar jawaban yang


di berikan Aaron padanya.

__ADS_1


" Bagaimana ini, aku gak mau


wanita ini menjadi penghalang


kebahagiaanku dengan Aaron.


Aku harus segera menyingkirkan


nya." batin Giselle.


" Hey, kalian berdua mau ikut apa gak ? Kalau gak mau, aku pergi sekarang. " gertak Aaron yang baru saja masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan


kalau kedua wanita ini masih saling menatap tajam satu sama lain.


Mendengar Aaron memanggil mereka, terpaksa keduanya masuk ke dalam mobil meski


dengan perasaan tidak terima.


Vera yang dari awal sudah duduk


di depan bersama supir, terpaksa menahan rasa iri nya melihat


Giselle yang duduk di samping


Aaron.


Sedangkan Giselle memandang


Vera dengan senyum meremehkan, karena Aaron tidak


berkomentar sama sekali mengenai hal ini. Berarti Aaron


lebih memilihnya di bandingkan


Vera.


" Sayang, nanti aku kan yang sekamar sama kamu ? " tanya Giselle yakin.


Vera menghela nafas dengan geram mendengar omongan Giselle yang jelas sekali terlihat ingin menguasai Aaron.


" Hmm ... lihat aja, aku akan


menguasai Aaron hingga tidak


ada waktu bersama kamu j****g !"


umpat Vera kesal dalam hati.


" Kamu duduk aja dengan tenang,


gak usah banyak tanya. Nanti


di apartment baru kita bicarakan."


kata Aaron dingin.


" Baik, sayang ... " jawab Giselle


lembut, karena ia tahu Aaron


akan luluh melihat wanita yang


penurut.


" Cih, sayang ... emangnya Aaron cuma suamimu aja ! " sindir Vera


dengan menatap sinis pada Giselle.


" Diam Lo, jangan sirik. Lo itu cuma figuran dalam hubungan kami. Kalau gak karena Lo menjebak Aaron, mana mau dia tidur dengan wanita kampungan kaya Lo !" bentak Giselle kasar.


" Enak aja, Lo yang kampungan.


Mendingan jadi figuran, tapi masih bisa tampil, di bandingkan pemeran utama tapi gak pernah nongol di mana - mana !" balas


Vera menyindir Giselle yang


sudah tidak pernah muncul lagi


di televisi, karena kariernya yang


meredup.


" Kamu ... !" geram Giselle.


" Kalian berdua bisa diam gak !"


hardik Aaron dengan sorot mata tajam.


" Ya, sayang ... , wanita mu****n ini nih, yang cari masalah duluan." ujar Giselle.


Vera melotot kearah Giselle mendengar ia yang di salahkan.


Tapi ia terpaksa diam, karena tidak ingin Aaron semakin marah.


Sedangkan Aaron tidak menanggapi perkataan Giselle.


Ia lebih memilih melihat jalanan


dari pada melihat wajah Giselle


yang sangat menjijikkan menurutnya. Tapi demi semua


rencana yang akan ia jalankan,


membuat Aaron harus bertahan


selama setahun ini, hingga akhirnya anak - anak dalam kandungan kedua wanita j****g


ini dilahirkan dan ia bisa mengetahui fakta sebenarnya.


**********************************


Selamat membaca ... 😘


Semoga kalian suka dengan lanjutan ceritanya dan nantikan episode selanjutnya.


Jangan lupa like, koment, favorit❀️, Vote. dan kalau yang punya banyak koin, bagi dong ... πŸ˜€πŸ˜€


Buat yang sudah dan tetap mendukung cerita yang Mommy buat ... Makasih banyak, ya ... 😘😘😍.


Semoga kalian semua selalu

__ADS_1


di berikan kesehatan yang baik dan rezeki yang melimpah.


Love You All ❀️❀️❀️


__ADS_2