
Vera hanya bisa duduk dengan lesu di jok mobil tanpa berani
bersuara. Ia mulai melihat
jalanan yang begitu ramai. Sudah
begitu lama Vera tidak bisa menikmati suasana ini, sejak menikah dengan Aaron.
Saat melewati sebuah mall besar, yang biasa ia datangi bersama Mama dan Vina untuk berbelanja, mata Vera terlihat begitu semangat. Hal ini membuat Vera
merasa terhibur, karena ia akan bisa menikmati semua kesenangan nya lagi setelah tinggal di apartment. Sekarang ia sudah bisa bebas buat keluar,
kemanapun yang ia inginkan.
Saat ia begitu terbawa dalam khayalannya, mobil mendadak berhenti di sebuah gedung apartment. Vera mengira mereka
sudah sampai di apartment milik Aaron yang akan jadi miliknya juga. Vera bergegas ingin keluar dari mobil agar Aaron tidak marah lagi padanya.
" Siapa yang menyuruh kamu turun. Kamu tunggu di mobil." ujar Aaron sembari keluar dari mobilnya.
Vera membatalkan niatnya mendengar perkataan Aaron,
dengan menatap heran.
" Kenapa aku di larang turun ?
Oh, apakah Aaron mau melihat
surprise yang di buatnya untukku
di apartment sudah siap atau belum ?" batin Vera. Setelah memikirkan hal ini, ia jadi menunggu di mobil dengan perasaan senang.
Aaron yang sudah berjalan menjauh meninggalkan Vera, tersenyum licik memikirkan
keseruan yang terjadi jika kedua
wanita ini bertemu nanti.
Sementara Giselle yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan Aaron telah siap dengan semua barang - barang
yang akan di bawanya untuk
tinggal bersama di apartment
Aaron.
Ia berpikir mereka akan tinggal
di apartment yang pernah
di tempati Felicie. Makanya ia jadi
bertambah semangat. Karena
Giselle menyangka, bahwa Aaron sudah bisa melupakan Felicie dan
mencoba memulai kembali
percintaan mereka.
Aaron yang tahu nomer pin apartment Giselle langsung masuk saja untuk menemui Giselle.
" Kamu sudah siap ? " tanya Aaron
yang melihat Giselle sedang
menunggunya duduk di sofa, dengan beberapa koper dan perlengkapan lainnya.
" Sudah sayang, aku udah siap sedari tadi. Aku gak sabar untuk
tinggal berdua denganmu dan anak kita." jawab Giselle mengembangkan senyum terbaiknya.
" Hmm ... ayo kita turun dan bawa kopermu." perintah Aaron datar.
" Baik sayang. Tapi tolong bantuin bawa sebagian, ya ... aku gak bisa membawa semuanya. Lagi pula
aku sedang hamil anak kita.
Kalau aku terlalu lelah, aku khawatir terjadi hal yang buruk
padanya nanti. " pinta Giselle dengan suara manja.
" Hmm ... Kita bawa sebagian, biar sisanya supir yang membawanya." sahut Aaron singkat,
kemudian membawa dua koper Giselle, sedangkan Giselle membawa sisanya.
" Apa saja yang di bawa j****g ini,
kenapa banyak banget barangnya? " tanya Aaron kesal
dalam hati.
Ia terpaksa berpura - pura perhatian pada Giselle karena ia ingin Giselle percaya
bahwa Aaron tidak curiga padanya, karena menghadapi Giselle tidak semudah menghadapi Vera yang takut padanya.
" Sayang, pelan dikit dong jalannya. Aku gak bisa terlalu cepat jalannya, soalnya takut
terjatuh kalau buru - buru." kata Giselle lagi - lagi dengan manja.
Aaron tidak menanggapi perkataan Giselle, tapi ia mengumpat dalam hati.
" Gimana gak takut jatuh, orang lagi hamil, kog malah pake high heels.
Melihat Aaron hanya diam dan tidak menanggapi omongannya
membuat Giselle segera meraih tangan Aaron lalu menggenggamnya dengan erat.
" Sayang, aku pegang tangan kamu, ya supaya gak jatuh ... aku gampang lelah sekarang, mungkin karena pengaruh aku lagi hamil, ya ... " ujar Giselle memberi alasan.
" Hmm ... lalu gimana kita bisa bawa koper kamu kalau genggaman tangan kaya gini ?" ujar Aaron kesal.
" Oh, iya ... aku lupa sayang ... hahaha. Habisnya aku terlalu bahagia membayangkan kita akan tinggal bersama layaknya pasangan suami - isteri pada umumnya." jawab Giselle tertawa ringan.
" Ya, sudah ... lepas tangan kamu
biar kita bisa lebih cepat pergi
ke apartment ku." ucap Aaron dengan perasaan jijik karena harus memegang tangan Giselle.
" Baiklah, sayang ... " sahut Giselle
__ADS_1
tersenyum lalu melepas tangannya dari tangan Arron.
Mereka kemudian masuk
ke dalam lift yang ada
di apartment dan membawa mereka berdua menuju lantai
dasar.
Aaron mengulum senyum membayangkan, Giselle pasti sangat terkejut nanti begitu
melihat Vera juga ada di dalam
mobil.
Setelah tiba di lobby, mereka segera menuju parkiran yang tersedia untuk penghuni apartment.
Benar saja mulut Giselle langsung menganga dengan lebar begitu
membuka mobil dan melihat Vera ada di dalam dan sedang duduk dengan manis menunggu kehadiran mereka berdua.
Tidak berbeda dengan reaksi yang
di perlihatkan Giselle, Vera juga
memperlihatkan reaksi terkejut.
Matanya langsung terbelalak
melihat Aaron menghampiri
mobil dan bersama dengan Giselle, madunya.
Vera langsung keluar dari dalam
mobil.
" Sayang, apa maksudnya semua ini ? Bukankah kamu bilang, kalau kita akan tinggal berdua
di apartment ? " tanya Giselle dengan wajah gak suka.
Berbeda dengan Giselle yang berani protes, sedangkan Vera hanya bisa menghela nafas dengan kasar.
" Aku tidak pernah mengatakan pada kamu, kalau kita hanya tinggal berdua. Kau dan Vera adalah isteriku, jadi aku harus
membawa kalian berdua untuk
tinggal bersama denganku
di apartment. Bukankah ini yang
kalian inginkan ? " ujar Aaron dengan wajah datar.
" Ya, aku memang ingin tinggal denganmu tapi gak juga bersama
dengan wanita murahan ini."
ucap Giselle menghina Vera.
" Kamu jangan bicara sembarangan ! Siapa yang lebih murahan, kamu atau aku ?"
protes Vera langsung begitu mendengar Giselle menghinanya.
perdebatan yang terjadi di depan
matanya.
" Ini baru awal, nanti pasti akan semakin lebih menarik." gumam
Aaron dalam hati.
" Sayang kamu jangan hanya diam saja. Lihat wanita kampungan ini
berani bicara kasar padaku." adu
Giselle dengan manja.
" Hmm ... sebaiknya mulai hari ini
kalian berdua harus membiasakan diri untuk lebih akur dan menerima satu sama lain, karena kita bertiga akan tinggal di tempat yang sama. Lagi pula kamu yang
memulai lebih dulu menghinanya."
jawab Aaron sengaja membela
Vera.
" Sayang, kamu kog membela
j****g ini ... aku gak terima. Aku
kan sedang mengandung anak
kamu." ujar Giselle mencoba
memanfaatkan Aaron melalui
kehamilannya.
" Aku tidak membelanya, tapi
itu kenyataannya. Kamu yang
memulai perdebatan tadi.
Oh, ya ... keadaan Vera juga sama kaya kamu, ia sedang mengandung anakku." sahut Aaron dengan wajah tidak perduli.
" Apa ? dia juga hamil ... ?" tanya
Giselle dengan wajah terkejut.
" Tentu saja, kenapa kamu harus terkejut. Bukankah kita bertiga
tidur di hari yang sama. Jadi wajar saja kalau kalian berdua hamil
bersamaan." jawab Aaron santai.
Giselle langsung terdiam mendengar jawaban yang
di berikan Aaron padanya.
__ADS_1
" Bagaimana ini, aku gak mau
wanita ini menjadi penghalang
kebahagiaanku dengan Aaron.
Aku harus segera menyingkirkan
nya." batin Giselle.
" Hey, kalian berdua mau ikut apa gak ? Kalau gak mau, aku pergi sekarang. " gertak Aaron yang baru saja masuk ke dalam mobil tanpa memperdulikan
kalau kedua wanita ini masih saling menatap tajam satu sama lain.
Mendengar Aaron memanggil mereka, terpaksa keduanya masuk ke dalam mobil meski
dengan perasaan tidak terima.
Vera yang dari awal sudah duduk
di depan bersama supir, terpaksa menahan rasa iri nya melihat
Giselle yang duduk di samping
Aaron.
Sedangkan Giselle memandang
Vera dengan senyum meremehkan, karena Aaron tidak
berkomentar sama sekali mengenai hal ini. Berarti Aaron
lebih memilihnya di bandingkan
Vera.
" Sayang, nanti aku kan yang sekamar sama kamu ? " tanya Giselle yakin.
Vera menghela nafas dengan geram mendengar omongan Giselle yang jelas sekali terlihat ingin menguasai Aaron.
" Hmm ... lihat aja, aku akan
menguasai Aaron hingga tidak
ada waktu bersama kamu j****g !"
umpat Vera kesal dalam hati.
" Kamu duduk aja dengan tenang,
gak usah banyak tanya. Nanti
di apartment baru kita bicarakan."
kata Aaron dingin.
" Baik, sayang ... " jawab Giselle
lembut, karena ia tahu Aaron
akan luluh melihat wanita yang
penurut.
" Cih, sayang ... emangnya Aaron cuma suamimu aja ! " sindir Vera
dengan menatap sinis pada Giselle.
" Diam Lo, jangan sirik. Lo itu cuma figuran dalam hubungan kami. Kalau gak karena Lo menjebak Aaron, mana mau dia tidur dengan wanita kampungan kaya Lo !" bentak Giselle kasar.
" Enak aja, Lo yang kampungan.
Mendingan jadi figuran, tapi masih bisa tampil, di bandingkan pemeran utama tapi gak pernah nongol di mana - mana !" balas
Vera menyindir Giselle yang
sudah tidak pernah muncul lagi
di televisi, karena kariernya yang
meredup.
" Kamu ... !" geram Giselle.
" Kalian berdua bisa diam gak !"
hardik Aaron dengan sorot mata tajam.
" Ya, sayang ... , wanita mu****n ini nih, yang cari masalah duluan." ujar Giselle.
Vera melotot kearah Giselle mendengar ia yang di salahkan.
Tapi ia terpaksa diam, karena tidak ingin Aaron semakin marah.
Sedangkan Aaron tidak menanggapi perkataan Giselle.
Ia lebih memilih melihat jalanan
dari pada melihat wajah Giselle
yang sangat menjijikkan menurutnya. Tapi demi semua
rencana yang akan ia jalankan,
membuat Aaron harus bertahan
selama setahun ini, hingga akhirnya anak - anak dalam kandungan kedua wanita j****g
ini dilahirkan dan ia bisa mengetahui fakta sebenarnya.
**********************************
Selamat membaca ... π
Semoga kalian suka dengan lanjutan ceritanya dan nantikan episode selanjutnya.
Jangan lupa like, koment, favoritβ€οΈ, Vote. dan kalau yang punya banyak koin, bagi dong ... ππ
Buat yang sudah dan tetap mendukung cerita yang Mommy buat ... Makasih banyak, ya ... πππ.
Semoga kalian semua selalu
__ADS_1
di berikan kesehatan yang baik dan rezeki yang melimpah.
Love You All β€οΈβ€οΈβ€οΈ