
Giselle yang menempelkan telinganya untuk menguping di pintu kamar Aaron tidak terlalu mendengar apa yang
sedang mereka bicarakan.
Ia khawatir Zico dan Tommy,
menyuruh Aaron untuk segera
menceraikannya.
" Sekarang, bisakah kalian mengijinkan Giselle masuk.
Bagaimanapun dia adalah isteri gue." ucap Aaron.
" Gue heran juga liat Lo, bro ...
giliran sama wanita j***** itu elo
kasihan. Tapi dengan Felicie yang jelas - jelas masih virgin dan isteri yang disetujui sama Daddy Lo, elo malah ingin menceraikannya. Kalau gue jadi Lo, ya bro ... gak pake mikir lagi pasti lebih mempertahankan Felicie dari pada wanita 🦊 tercinta Lo itu." Tommy menggelengkan kepalanya karena heran dengan sikap Aaron.
Memang ia dan Zico belum sempat mengatakan tentang semua keburukan Giselle, tapi ia
yakin Aaron juga sudah menyelidiki apa saja yang sudah
dilakukan Giselle selama pergi
darinya. Tapi yang membuat ia heran, kenapa Aaron tetap bodoh
mempertahankan nya
" Bagus Tom ... biar saja Aaron
tetap dengan 🦊 itu biar gue bisa
bersama Felicie dan mendapatkan janda tapi masih perawan." Zico sekarang malah mendukung keputusan Aaron,
karena temannya yang bodoh ini
lebih memilih sampah dibandingkan Felicie yang masih
murni.
Hati Aaron bergejolak mendengar
perkataan Zico. Ia merasa gak terima, jika Zico yang akhirnya
mendapatkan kesucian Felicie.
Sedangkan ia adalah suaminya
saat ini.
" Kenapa Lo gak terima dengan
omongan gue. Itu masalah Lo, bukan masalah gue. Yang jelas, gue berterima kasih sama Lo,
karena dengan elo menikahi Felicie, gue bisa menemukan
wanita yang selama ini gue cari.
Seorang wanita yang punya prinsip, tidak murahan dan pastinya sangat cantik, masih virgin lagi. " Zico malah mengutarakan isi hatinya.
Tanpa sadar Aaron mengepalkan kedua tangannya begitu erat begitu mendengar Zico berkata seperti itu. Aaron yang sifatnya egois tidak bisa menerima hal ini.
Seharusnya sebagai suami Felicie,
ia yang berhak mendapatkan kesuciannya pertama kali.
Tapi karena keangkuhannya, ia malah membuat perjanjian seperti
itu.
" Udah, Zi ... biarkan dia menikmati isteri pilihannya. Gue akan dukung Lo buat mendapatkan Felicie setelah ia
selesai dengan Aaron. " Tommy
mendukung perkataan Zico sambil memandang remeh pada
Aaron.
" Sebaiknya kita pergi dari sini, Tom ... biarkan Aaron dengan
wanita 🦊 kesayangannya. " ajak Zico pada Tommy.
" Okey, gue juga malas lama - lama di ruangan ini kalau ada
*****g itu. Kita balik ke perusahaan aja, Zi ... kerjaan kita
masih banyak. Gue gak mau
di pecat Tuan William saat beliau
kembali nanti." ujar Tommy mulai
bergerak menuju pintu.
" Oh, ya bro ... sebaiknya Lo berdoa dengan sungguh - sungguh agar jangan sampai Tuan William mengetahui pernikahan kedua Lo ini. Apalagi dengan perempuan yang paling tidak disukai Daddy Lo. Karena
Lo tahu sendiri apa resikonya,
jika beliau sampai tahu.
Okey, bro ... " Zico membuka pintu
begitu selesai mengatakan hal ini.
Giselle yang masih menguping di pintu, langsung terjatuh di lantai
begitu pintu dibuka oleh Zico.
Zico dan Tommy sengaja tertawa merendahkan Giselle.
Wajah Giselle memerah menahan
malu karena ketahuan menguping
pembicaraan mereka.
" Selamat ya bro ... isteri pilihan Lo memang sangat menakjubkan." hina Zico sebelum
melangkah pergi.
__ADS_1
Aaron hanya menatap nanar melihat Giselle yang terjatuh.
Ia bahkan tidak marah dengan hinaan yang dikatakan Zico.
Aaron malah kepikiran Felicie yang menuntut bercerai dengannya. Kenapa Aaron jadi merasa tidak rela, jika Zico yang
harus merasakan tubuh Felicie
buat pertama kali.
" Sayang ... sakit." rengek Giselle
melihat gak ada reaksi dari Aaron.
" Bangkitlah, aku gak bisa membantu kamu saat ini." Aaron menghentikan lamunannya mendengar suara Giselle.
Dengan menahan sakit di bokongnya, Giselle pun bangkit dan berjalan menghampiri Aaron.
" Sayang, apa yang tadi kalian
bicarakan ? Kenapa lama banget, kakiku sampai pegal jadinya, berdiri diluar. Teman - teman kamu itu memang b******k. Bahkan tadi mereka sengaja memegang tanganku dengan sangat kasar." Giselle sengaja memancing emosi Aaron agar membenci Zico dan Tommy.
" Sudahlah, itu bukan masalah besar. Kamu kan memang sudah lama mengetahui kalau kedua sahabatku tidak suka denganmu.
Sekarang yang paling penting,
kamu harus bisa merahasiakan
pernikahan kita. Tolong bungkam
semua mulut yang ada di rumah sakit ini, jangan sampai ada yang berani bicara keluar. Aku tidak
ingin Daddy ku sampai tahu.
Jika ia mengetahuinya, aku tidak
akan pernah bisa jadi pimpinan
perusahaan lagi. Begitu pula
dengan semua asetnya, aku tidak berhak mendapatkannya. Itu sudah jadi perjanjian yang aku dan Daddy sepakati. Kamu mengerti !
Jika itu sampai terjadi, aku gak yakin kamu siap untuk hidup miskin." Aaron mengatakan hal ini dengan wajah serius.
Giselle merasa terkejut mendengar perkataan Aaron, apalagi ia mengucapkan nya dengan serius. Ia terlihat berubah,
setelah bertemu dengan Zico dan
Tommy.
" Baiklah, aku mengerti sayang.
Kamu jangan khawatir." Giselle
mencoba mengalah agar Aaron
tidak berubah pikiran, lalu mendadak menceraikannya.
Karena statusnya hanya menikah siri, Aaron hanya butuh kata talak
untuk pisah dengannya.
Padahal ia sudah sangat senang,
pernikahan mereka.
" Sayang, apakah aku boleh bertanya padamu ? Karena aku sekarang sudah menjadi isteri kamu. Aku mempunyai hak kan untuk marah dan cemburu, jika ada seorang wanita hanya berduaan dengan kamu di kamar ini. Apalagi ini sudah yang kedua kali aku melihatnya bersama kamu. " Giselle ingin tahu mengenai Felicie, tapi
ia harus pintar melihat situasi terlebih dulu. Jadi ia mencoba tidak langsung memaksa Aaron.
" Siapa yang kamu maksud ? "
Aaron mengerutkan dahi pura - pura tidak mengerti dengan perkataan Giselle.
" Itu, loh ... wanita yang tadi bicara di kamar ini dengan kamu, itu siapa ? Kenapa dia kelihatan begitu penting ? Bahkan Zico dan Tommy juga melindunginya untuk
tidak membiarkan aku masuk kesini. Padahal kan aku isteri kamu. Harusnya gak masalah, kalau aku ikut mendengarkan apa
yang mau dibicarakannya dengan
kamu. Apalagi setelah ia keluar dari kamar ini, sudah ada seorang pria tampan menunggunya. Lalu dia pergi dengan pria itu." Giselle dengan licik memancing
emosi Aaron. Ia ingin tahu, siapa sebenarnya wanita tadi. Jika memang Aaron tidak ada hubungan dengannya, pasti Aaron tidak akan cemburu mendengar
dia pergi dengan pria lain.
Benar saja, Aaron mendengar hal ini Aaron merasa kesal. Sekarang, entah mengapa, ia tidak bisa menerima Felicie pergi dengan
pria lain. Apalagi tadi Giselle bilang, pria itu juga tampan.
Rasanya ingin dia segera bangkit dari kasur rumah sakit buat mengejar Felicie dan menanyakan siapa pria itu ? Tapi tubuhnya belum terlalu pulih. Ia masih harus istirahat beberapa hari lagi.
Giselle yang melihat raut wajah Aaron berubah, menahan marah di hatinya. Ia harus pura - pura tidak tahu agar Aaron tidak curiga
dengannya.
" Sayang, gadis itu siapa sih ?
Apa dia saudara jauh kamu atau
salah - satu pegawai di perusahaan ? Tapi sepertinya, gak mungkin kalau dia pegawai karena sikapnya tadi sangat kasar dan lancang di depan kamu.
Aku jadi heran, kenapa kamu tadi diam saja saat dia bersikap kurang ajar padaku. Atau jangan -
jangan kalian berdua ada hubungan ? " Giselle mendesak Aaron untuk bicara agar ia segera
mengetahui hal yang sebenarnya.
" Kamu jangan nuduh sembarangan. Aku tidak ada hubungan dengannya. Dia hanya
seorang gadis kecil yang dititipkan Daddy untuk aku jaga selama beberapa bulan ini.
Tapi karena dia tidak pernah mau
mematuhi peraturan yang aku buat, kami jadi sering bertengkar."
Aaron tersadar dari rasa kesal nya terhadap Fekicie. Ia tahu, saat ini Giselle sedang mengorek informasi darinya. Giselle pasti sudah curiga tentang keberadaan Felicie disisi Aaron. Apalagi saat ia di bawa kerumah sakit, Felicie baru saja keluar dari apartment. Ia pun dengan cerdik menutupi
kebohongannya.
" Hah, kenapa Tuan William harus menitipkan gadis itu sama kamu ?
__ADS_1
Memangnya ada hubungan apa gadis itu dengan Daddy mu ?
Apa dia sugar baby Tuan William ?" Giselle terus memberondong Aaron dengan pertanyaan. Ia harus tahu hari ini juga siapa gadis itu.
" Giselle, jaga bicaramu ... jangan
lancang menuduh sembarangan.
Gadis itu wanita baik - baik, dia baru tamat SMA. Orang tuanya teman Daddy ku, jadi untuk sementara ini ia di titipkan pada kami. Karena Daddy sering pergi,
ia menitipkan gadis itu padaku untuk dijaga." Aaron gak terima
Giselle menjelekkan Felicie.
Apalagi tadi ia menuduh, kalau Felicie simpanan Daddy nya.
Sedangkan Aaron jelas tahu, jika
Felicie menjaga dirinya dengan baik. Bahkan Aaron bisa babak belur seperti sekarang, karena Felicie bersikeras untuk mempertahankan kesuciannya.
" Sayang, maafkan aku. Tapi kenapa harus dititipkan dengan
kamu. Memangnya orang tua gadis itu kemana ? Sekarang, karena kita sudah menikah, aku minta suruh gadis itu pergi dari apartment kamu. Gak baik seorang pria beristri tinggal dengan seorang gadis. " Giselle tetap gak puas dengan jawaban
yang diberikan Aaron.
Terlebih lagi, ia tinggal bersama
dengan Aaron di apartment.
Giselle gak terima, bisa saja nanti
terjadi sesuatu antara Aaron dan gadis itu.
Kepala Aaron mau meledak rasanya mendengar omongan Giselle. Kenapa Giselle sudah
berani mengatur kehidupannya.
Belum juga sehari mereka menikah, Giselle mulai ikut campur. Bahkan memerintah Aaron untuk mengusir Felicie keluar dari apartment. Ingin sekali
Aaron mengatakan jika Felicie juga isterinya. Bahkan ia lebih berhak dari pada Giselle. Karena selain mereka menikah sah secara agama dan negara. Daddy nya juga sangat menyukai Felicie.
Tapi tetap saja, mulut Aaron terkunci rapat. Ia tidak ingin Giselle menjadi kecewa kalau tahu hal yang sebenarnya.
" Aku tidak bisa menyuruhnya pergi dari apartment. Orang tuanya sudah meninggal. Daddy
memberikan amanat padaku untuk menjaganya selama tiga bulan ini. Setelah itu ia akan pergi.
Jadi aku minta, kamu jangan
mencampuri hal ini agar Daddy
tidak marah. Kamu mengerti, kan ... ? " Aaron tidak mendengarkan kata - kata Giselle.
" Kamu bisa saja menyewakan apartment lain buat tempat tinggalnya. Seperti yang kamu lakukan padaku. Kalian gak harus tinggal di apartment yang sama.
Masa aku yang istrimu tidak boleh
tinggal bersama diapartment itu.
Sedangkan dia, hanya karena orang tuanya teman Daddy kamu, kalian boleh tinggal bersama.
Aku gak bisa terima. " Giselle protes dengan kesal karena Aaron tidak mau mendengarkan perkataannya.
" Kami memang tinggal di tempat yang sama. Tapi kami jarang bertemu. Pagi dia sudah berangkat kerja hingga malam baru pulang. Begitu juga denganku. Jadi apa yang kamu
takutkan ? Tidak akan terjadi apapun antara kami berdua. " Aaron memberi alasan yang masuk akal agar Giselle tidak curiga.
" Baik, kalau begitu ... biarkan aku juga tinggal di apartment kamu.
Supaya aku yakin, tidak akan terjadi hal yang aku takutkan.
Bagaimanapun kamu seorang pria , bisa saja suatu saat kamu
khilaf dan melakukan hal yang tidak pantas dengan gadis itu.
Atau malah gadis itu yang berniat menggoda kamu. Jadi aku harus
tinggal di apartment itu bersama
kalian. Tenang saja, aku akan sembunyi jika sewaktu - waktu
Daddy mu datang ke apartment."
Giselle tetap kekeh dengan keinginannya. Ia tidak rela Aaron berduaan dengan gadis itu.
" Sudahlah, kamu jangan bersikap seperti anak kecil. Itu tidak mungkin aku lakukan. Mungkin saja sekarang, Daddy sudah diberitahu oleh anak buahnya,
kalau aku telah melanggar perintahnya. Jika kamu bersikeras
ingin tinggal bersama , silahkan ... tapi jangan salahkan aku kalau Daddy mengusir kita keluar dari sana. Karena bagaimana aku bisa menyangkal pernikahan kita, kalau Daddy melihat kamu ada di apartment itu juga. Mungkin saja gadis itu sengaja di tempatkan
oleh Daddy untuk memantau gerak - gerikku." Aaron lebih memilih tetap berbohong dan menyudutkan Felicie demi
mempertahankannya tinggal
di sana. Walau ia sendiri tidak yakin, Felicie masih mau tinggal disana jika nanti Aaron sudah keluar dari rumah sakit.
" Baiklah, aku rasa kamu benar. Aku tidak jadi tinggal di apartment kamu. Pasti gadis itu memang mata - mata Daddy mu. Tapi kamu harus janji, setelah keluar dari rumah sakit. Sepulang dari perusahaan, kamu harus ke apartment ku, malamnya baru boleh pulang ke apartment kamu.
Supaya kalian berdua tidak ada kesempatan untuk bertemu.
Bagaimana sayang, apa kamu setuju dengan yang ku minta ? "
Giselle akhirnya mengalah demi
keberhasilannya. Ia tidak ingin gagal menjadi Nyonya Aaron , padahal baru saja mulai.
" Hmm ... baiklah aku setuju. "
Aaron merasa lega karena Giselle
sudah tidak memaksakan keinginannya tadi.
**********************************
Hai semua, terus dukung Mommy ya ... dengan tekan tombol Favorit,
like, koment yang bagus, vote dan hadiah yang banyak ... 😘😘😘🙏🙏
Semoga cerita yang Mommy buat tidak membuat kalian bosan.
__ADS_1
Terima kasih ... 🙏🙏😘