Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant

Terpaksa Menikah Dengan Tuan Arrogant
Episode 109


__ADS_3

Jika bukan karena ingin masalah nya cepat selesai, rasanya Elbert tidak ingin menginjakkan kaki ke - mansion orang tua Claire. Apalagi ketika Elbert harus melihat wajah Claire yang membuatnya muak. Elbert sudah hampir tidak bisa menahan emosinya saat melihat senyum licik Claire. Jika saja ia tidak mengingat ingin membuka kebusukan Claire, mungkin saat ini juga Elbert akan menghabisi Claire.


Melihat hal ini, Jhon sengaja menendang kaki Elbert untuk mengingatkan agar Elbert tetap bisa fokus dan menahan amarahnya.


" Jadi bagaimana nak Elbert ? Saya ingin kalian secepatnya menikah. Hubungan kalian sudah terlalu jauh. Saya tidak ingin anak saya hamil tanpa ada suami disisinya !" ujar George, papa nya Claire menekan Elbert walaupun sebenarnya ia sedang menutupi perasaan takut di hatinya melihat wajah Elbert yang begitu menyeramkan.


" Hmm ... Anda juga tau saya tidak pernah punya hubungan apapun dengan anak anda. Tapi dia dengan sangat berani mengatakan pada media kalau kami sudah bertunangan. Lalu kenapa saya harus menikah dengannya sedangkan saya tidak merasa tidur dengan anak anda !" ujar Elbert dingin.


" Maaf nak Elbert. Tapi pertunangan kalian sudah ditetapkan sejak kalian masih kecil dan itu sudah disetujui oleh kakek nak Elbert. Claire juga sangat mencintai nak Elbert. Jadi saya harap, nak Elbert mau menikahi Claire ?" ujar George berkilah, padahal ia juga sudah mengetahui kalau Elbert sudah menolak pertunangan mereka sejak lama.


" Benarkah ? Apa anda lupa atau sengaja pura - pura lupa kalau saya langsung menolak pertunangan itu dan kakek saya juga sudah setuju. Tapi putri anda yang tidak bisa menerima keputusan saya. Ia tetap saja memaksakan keinginannya. Bahkan sampai berani menjebak saya dalam rencana busuknya !" kata Elbert seraya menatap dengan tajam ke arah Claire.


Claire hanya tersenyum tipis mendengar omongan Elbert. Ia tidak perduli sama sekali. Baginya yang paling penting bisa segera mendapatkan Elbert.


" Nak Elbert, saya selaku orang tua Claire tidak terima kalau kamu mengatakan Claire sengaja menjebak kamu. Kalian tidak mungkin bisa berada di kamar hotel jika kalian berdua tidak sama - sama menginginkannya. " bantah George mulai emosi.


Ia tidak terima anaknya dikatakan serendah itu. Ia tahu Claire memang sangat mencintai Elbert dan gak pernah berhenti mengejar nya. Tapi ia juga yakin kalau anaknya tidak mungkin melakukan hal serendah itu.


" El, kenapa kamu mengatakan hal kejam seperti itu padaku ? Aku tahu memang selama ini aku mengejar cintamu tapi aku gak mungkin berani bertindak serendah itu untuk menjebak kamu. Kita berdua yang menginginkan hal itu terjadi. Aku juga gak tahu kenapa kamu meminta aku untuk melakukannya waktu itu." Claire sengaja memasang wajah sedih di depan kedua orang tuanya agar mereka lebih percaya.


Elbert mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat, menahan amarah yang susah ia kendalikan saat melihat wajah menjijikkan Claire. Wanita dihadapannya ini sangat pintar berakting. Kalau saja Elbert tidak mengenal sifatnya yang licik mungkin Elbert akan percaya dengan omongannya yang ia katakan. Elbert harus mengikuti permainan yang dibuat Claire agar semua rencananya jangan sampai gagal.


Jhon menahan nafas sejenak melihat tangan Elbert yang terkepal erat. Ia tahu Elbert sedang mengendalikan rasa marahnya. Ia sendiri gak habis pikir ada wanita yang sangat memuakkan seperti Claire.


" Kamu dengar sendiri kan, nak Elbert. Claire tidak mungkin sengaja menjebak kamu. Anak saya adalah wanita yang terhormat. Dalam hidupnya ia hanya mengenal dan mencintai satu pria yaitu kamu, nak Elbert." ujar George mulai terpancing emosi karena kasihan melihat anak gadisnya yang tidak dihargai sama sekali oleh Elbert.


" Hmm ... baiklah ! Kalau begitu aku dan Claire akan tunangan lebih dulu. Jika kamu memang hamil baru aku akan menikahi kamu !" ujar Elbert membuang nafas berat berusaha menekan rasa marahnya.


Wajah Claire dan kedua orang tuanya langsung berubah cerah begitu mendengar perkataan Elbert. Walaupun sebenarnya Claire sengaja menjebak Elbert agar bisa segera dinikahi tapi ia sudah cukup senang jika Elbert mau bertunangan dengannya. Minimal salah satu keinginannya sudah berhasil ia dapatkan. Karena selama ini untuk berbicara dan dekat dengannya saja Elbert tidak bersedia. Ia yakin tidak butuh waktu lama mereka pasti akan menikah karena Claire akan menjalankan rencana berikutnya.

__ADS_1


" Bagaimana Claire, apa kamu setuju dengan apa yang dikatakan nak Elbert ? " tanya George pada anak gadis semata wayangnya.


" Aku gimana baiknya aja, Pa ... kalau Elbert maunya begitu, aku ikut saja. " dengan licik Claire bertingkah seakan - akan dia adalah wanita yang polos di - hadapan orang tuanya.


Elbert dan Jhon hampir muntah melihat sikap Claire yang jelas sekali terlihat sedang memainkan sandiwara nya menjadi wanita baik dan penurut di hadapan kedua orang tuanya.


" Baiklah nak Elbert, karena anak saya Claire setuju dengan yang kamu katakan maka kita akan segera melaksanakan pertunangan ini. Saya harap pertunangan kalian bisa di laksanakan dalam Minggu ini juga." ujar George.


" Hmm ... baiklah !" sahut Elbert berusaha bersikap normal.


" Bagus ... ! Kalau begitu kita akan menyebarkan berita bahagia ini


di media. Kita akan menyelenggarakan acara pertunangan kalian dengan sangat megah. Bagaimana, nak Elbert setuju kan ? Karena Claire adalah anak saya satu - satunya jadi kami sebagai orang tuanya ingin dia mendapatkan yang terbaik dalam acara yang sudah lama ia nantikan." ujar George panjang dengan wajah bahagia.


Begitu pula dengan mama Claire. Ia senang akhirnya anak kesayangannya bisa bersama dengan pria yang dicintainya sejak dulu.


Sementara Claire terpaksa menahan keinginannya untuk tertawa dengan keras karena pada akhirnya ia bisa mendapatkan keinginannya untuk bisa bersama Elbert. Ternyata tidak sia - sia ia bersabar dan berkorban belakangan ini dalam menjalankan rencana penjebakan Elbert.


" Hmm ... kalau masalah itu saya serahkan pada anda saja karena saya tidak punya waktu untuk melakukannya. Anda tahu sendiri karena semua berita itu, menimbulkan gejolak di harga saham perusahaan jadi saya harus lebih bekerja keras agar membuatnya stabil kembali. " kata Elbert dengan wajah datar.


" Oh, tentu saja kami mengerti akan kesibukan nak Elbert. Biar Claire dan isteri saya yang mengurus semuanya. Nak Elbert konsentrasi saja di perusahaan." George mengatakannya dengan tersenyum lebar karena ia senang sebab anaknya akan segera bersanding dengan pewaris tunggal dari semua perusahaan besar dan terkemuka di negara ini.


Meskipun ia juga pengusaha dan kekayaannya juga lumayan tapi kekayaan mereka tidak ada apa - apanya jika dibandingkan kekayaan milik Elbert.


" Hmm ... kalau begitu saya permisi. Saya harus kembali ke - perusahaan." ucap Elbert seraya bangkit dari tempat duduknya. Karena ia sudah muak berlama - lama di mansion ini dan harus melihat wajah Claire yang begitu menjijikkan di matanya.


Jhon pun ikut bangkit karena ia juga sudah gak tahan berada di sini.


" Baiklah ... silahkan nak Elbert ! Terima kasih atas kesediaan nak Elbert menerima Claire jadi tunangan nak Elbert. Saya yakin kalian akan jadi pasangan yang paling serasi dan saling mencintai ." ujar George dengan percaya diri setelah Elbert menerima anaknya.

__ADS_1


" Hmm ... " Elbert lalu berjalan hendak melangkah keluar dari mansion orang tua Claire.


Claire langsung mengejar Elbert dan menghentikan langkahnya sebelum sampai di depan pintu keluar.


" Sayang .... Terima kasih sudah menerima ku. Aku pastikan kita segera menikah karena aku yakin kalau aku akan hamil anakmu !" ujar Claire tersenyum tanpa rasa malu sedikitpun.


Elbert hampir saja ingin memakai Claire dengan kata - kata kasar begitu mendengar Claire yang memuakkan. Tidak ada yang boleh memanggilnya sayang selain Felicie. Tapi ia terpaksa menahan nya agar Claire tidak curiga.


" Hmm ... !" kata Elbert datar tanpa berniat berpanjang kata pada Claire.


Elbert dan Jhon segera masuk ke dalam mobil agar bisa secepatnya pergi dari mansion yang membuatnya tidak bisa bernafas dengan benar, karena sejak datang ia harus berusaha keras menahan emosinya.


" Bye, sayang ... !" Claire melambaikan tangan dengan tatapan penuh kemenangan pada Elbert yang mulai menjauh pergi dari kediamannya.


Claire bergegas masuk setelah mobil Elbert tidak terlihat lagi. Ia ingin merencanakan persiapan pertunangan nya dengan mama nya agar bisa di laksanakan dengan mewah dan di kagumi semua orang.


" Ma ... aku berhasil !" ujar Claire begitu ia duduk di samping mamanya.


" Ya, sayang ... mama ikut senang dengan pertunangan kalian. Akhirnya kamu bisa bersama dengan pria yang kamu cintai. " ucap mamanya tersenyum bahagia seraya mengelus rambut Claire dengan sayang.


George juga ikut tersenyum melihat anaknya begitu bahagia.


" Makasih ma, pa ... sudah mendukungmu selama ini. Aku pasti akan jadi isterinya Elbert. " ujar Claire yakin.


" Ya ... jalanmu sudah semakin dekat untuk menjadi isteri nya Elbert. Semoga kamu bahagia, nak .... dan bisa menjadi isteri yang baik buat Elbert." ujar mama Claire.


" Tentu saja ma, aku akan berusaha menjadi yang terbaik di - mata Elbert. Agar dia tahu betapa aku mencintainya." ujar Claire seraya memeluk mamanya.


George dan mamanya Claire terharu mendengar perkataan anaknya. Mereka tahu selama ini Claire begitu mendambakan Elbert.

__ADS_1


**********************************


__ADS_2